Hiu banteng (Carcharhinus leucas) merupakan spesies hiu yang mampu bertahan di air tawar. Hiu ini tersebar luas di perairan hangat di dunia, menyusuri sungai-sungai besar sebagai bagian dari siklus hidupnya. Sebagai karnivora puncak dalam rantai makanan, keberadaan Hiu banteng sangat penting. Ditambah pertumbuhan dan reproduksinya yang lambat membuat spesies ini rentan terhadap perubahan lingkungan. Hiu banteng dikenal sebagai ikan agresif yang tidak segan menyerang mangsa yang lebih besar. Pada beberapa catatan, hiu banteng bertanggung jawab pada penyerangan terhadap manusia di berbagai belahan dunia, bahkan diantaranya berakhir fatal. Meski demikian, hiu bateng pada dasarnya lebih menyukai mangsa ikan atau mamalia yang lebih kecil sebagai makanan utamanya.
Beberapa decade terakhir catatan keberadaan Hiu banteng di perairan tawar Asia Tenggara terus berkembang. Beberapa catatan pernah didokumentasikan di Kalimatan dan Sumatra oleh para Iktiologis. Dalam sebuah penelitian, kolaborasi riset antara Universitas Airlangga dengan beberapa universitas lain telah menemukan catatan baru keberadaan Hiu Banteng di Semenanjung Malaya.
Seperti hiu pada umumnya, mereka bukanlah tangkapan utama dari kegiatan perikanan tangkap. Hiu seringkali tersangkut jaring nelayan sehingga mau tidak mau dibawah ke daratan dan dijual ke beberapa pasar tradisional. Mitos dari Traditional Chinese Medicine (TCM) membuat perburuan hiu terus meningkat untuk diambil beberapa organnya seperti sirip dan hatinya, padahal organ tersebut tidak ubahnya seperti makanan hasil laut pada umumnya. Perlu adanya edukasi kepada masyarakat agar perburuan hiu untuk kegiatan konsumsi tidak digalakkan secara masif karena peran hiu yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekologi lautan.
Penulis: Veryl Hasan
Referesni: https://www.ukm.my/jsm/pdf_files/SM-PDF-50-10-2021/26.pdf