[Podcast] Pengmas FKH UNAIR Garap 23 Titik di 16 Desa

Radio UNAIR – Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga, merupakan kegiatan yang digagas dari BEM FKH UNAIR melalui departemen sosial masyarakat tiap tahunnya. Kegiatan ini dilaksanakana di 4 kecamatan di Kabupaten Kediri, yakni Kecamatan Kepu, Kecamatan Puncu, dan Kecamatan Kandangan. Dipilihnya tempat-tempat tersebut karena ketiganya merupakan kecamatan yang memiliki potensi peternakan.

“Ada tiga kecamatan yang kami pilih untuk agenda pengmas kali ini, kami memilih tempat-tempat tersebut karena peternakannya menyebar dan hampir sebagian besar penduduknya beternak,” ucap tuti yang merupakan salah satu panitia pengmas.

Sebanyak 300 mahasiswa diturunkan dalam kegiatan pengmas tersebut, sebelum diberangkatkan peserta akan diberi pembekalan di fakultas pada tanggal 26-28 juli 2016. Tim pengmas sendiri akan diterjunkan mulai tanggal 29 Juli hingga 7 Agustus 2016. Selama penerjunan mahasiswa akan melakukan beberapa agenda kegiatan. Ragam kegiatan akan ditujukan kepada para peternak hewan besar yang memiliki beberapa kasus seperti diare, cacingan, dan penanganan pada saat melahirkan. Tiap kelompok akan membagi materi mereka dalam bentuk penyuluhan dan praktik penanganan kasus-kasus yang mereka temui, dalam penerjunan ini mereka didampingi oleh dosen yang berkompetensi dibidangnya.

Ada yang menarik dari pengmas kali ini, selain dari mahasiswa FKH UNAIR, acara tersebut juga diikuti oleh perwakilan mahasiswa FKH yang ada di seluruh Indonesia. Selain itu ada 5 mahasiswa dari Korea Selatan yang juga mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai pemungkas acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2016, tim pengmas mengadakan acara “PET CARE” yaitu acara pemeriksaan hewan peliharaan gratis di terminal Simpang Lima Gumul – Kediri yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Kediri. (*)

Penulis : Yudira Pasada Lubis
Editor  : Nuri Hermawan




[Podcast] Tim KKN BBM ke-54 Tetapkan Golden Goals Capaian Kerja

RADIO UNAIR – Sebanyak 3052 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) yang ke 54 Universitas Airlangga, telah di lepas pada tanggal 22 Mei 2016 oleh wakil rektor 1 dan disaksikan oleh beberapa perwakilan dari daerah yang menjadi titik penerjunan.

Dalam program Saga (Seputar Airlangga) radiounair.com menghadirkan perwakilan dari peserta KKN BBM ke 54 Universitas Airlangga yang diterjunkan di Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Kelompok ini terdiri dari 10 orang anggota yang merupakan mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UNAIR. Dalam kesempatan ini, Manaf yang merupakan ketua KKN di Pomahan dan Anggi yang merupakan anggota kelompok tersebut memberikan paparan mengenai program unggulan yang akan dilakukan.

Ada beberapa kasus yang mereka temui ketika melakukan peninjauan di lapangan. Kasus yang mereka temui yaitu permasalahan kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. Berangkat dari hal tersebut, mereka meramu dan mengonsep “Golden Goals” sebagai pencapaian tim yang akan berfokus pada ketiga permasalahan tersebut.

Untuk mengatasi masalah kesehatan, mereka akan melakukan penyuluhan dan pengarahan seputar sanitasi kepada masyarakat desa agar perduli dan faham tentang pentingnya membuat sanitasi yang benar demi menjaga kesehatan masyarakat. Selanjutnya di bidang pendidikan akan ada kelas pemimpi,  kelas ini selain membantu belajar anak-anak yang bersekolahjuga menjadi kelas motifasi guna menumbuhkan semangat belajar dan mengurangi jumlah siswa putus sekolah, dalam kelas ini diterangkan tentang bebagai jenis beasiswa yang akan mereka dapatkan saat mereka melanjutkan kejenjang berikutnya, selain itu akan ada 2 mahasiswa asing yang secara sukarela ikut membantu mereka menjadi pengajaran bahasa asing serta sebagai narasumber dalam “cross culture”.

Mau tahu talk show lebih lanjut? Ikuti podcast radiounair.com (*)

Penulis: Yudira Pasada Lubis
Editor: Nuri Hermawan




IKAFE UNAIR 2011 Adakan Sahur On The Road Sebagai Ajang Silaturahmi Alumni

RADIO UNAIR – Ikatan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKAFE) Universitas Airlangga angkatan 2011 menggelar acara  ‘Sahur on the Road‘ pertama kali di bulan Ramadhan 2016. Dalam acara yang digelar pada hari Minggu, 17 Juni 2016 ini peserta kegiatan membagikan nasi bungkus di beberapa wilayah Surabaya saat menjelang sahur.

Gagasan ‘Sahur on the Road‘ muncul sebagai bentuk kepedulian IKAFE UNAIR angkatan 2011 untuk membantu sesama yang kurang beruntung di bulan yang mulia dan penuh berkah, serta merupakan ajang silaturahmi bagi keluarga besar alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Kegiatan ini dikoordinir oleh Ahmad Bondan Sugiantara dan Nurrizky Alridho.

Dana sumbangan dikumpulkan dan dikelola oleh para alumni yang tergabung dalam IKAFE UNAIR angkatan 2011 sendiri. Sebagai kesekretariatan dan tempat pengumpulan donasi panitia pelaksana menggunakan ruangan kesekretariatan IKAFE di lantai 4 gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas airlangga.

Sebelum melaksanakan kegiatan ‘Sahur on the Road‘ mereka berkumpul terlebih dahulu di meeting point  di Airlangga Corner untuk berkoordinasi. Setelah itu, para peserta mulai membagi tim dan siap menyisiri rute yang telah ditentukan untuk berbagi dengan mereka yang hidup di jalanan dengan jalur masing-masing. Mulai dari daerah Jorjoran, depan Kampus A UNAIR, wilayah sekitar PDAM Surabaya, wilayah sekitar Biliton, dan dilanjutkan sampai kampus C UNAIR.

“Kami berharap acara ‘Sahur on the Road‘ IKAFE UNAIR angkatan 2011 ini bisa semakin mempererat silaturahmi alumni dan berlanjut di tahun-tahun berikutnya, serta semakin luas jangkauannya” harapan Ahmad Bondan Sugiantara koordinator kegiatan. (*)

Penulis : Yudira Pasada Lubis
Editor   : Nuri Hermawan




[Podcast] AYMUN Bahas Isu Kemaritiman pada Simulasi Sidang PBB

RADIO UNAIR – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga mengajak pelajar sekolah menengah atas, dan mahasiswa untuk merasakan atmosfer sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tahun ini, HIMAHI menggagas acara Airlangga Youth Model United Nations (AYMUN) dengan tema “The Evolving Maritime World”. Acara akan diselenggarakan pada tanggal 3 – 5 Juni 2016 di Hotel Crown Prince di Surabaya.

“Tujuan dari AYMUN ini adalah meningkatkan perhatian pelajar dan mahasiswa terhadap isu-isu global serta mempelajari sistematika penyelesaian melalui badan- badan formal PBB” tutur Govinda Yudhistira, salah satu panitia AYMUN 2016.

Posisi organisasi atau komite yang dibuka pada acara AYMUN ini adalah WTO (World Trade Organization), UNEP (United Nations Environment Programme), dan UNSC (United Nations Security Council). Dalam AYMUN ini juga terdapat kelompok Press Commerce (PC), yakni simulasi jurnalis yang mewakili sebuah kantor berita dalam meliput dan membuat berita di sebuah konferensi PBB.

Pembicara yang hadir dalam sesi diskusi panel AYMUN juga tak kalah menarik. Tiga pembicara yang hadir dalam AYMUN adalah Prof. Dr. Makarim Wibisono, MA-IS., MA, selaku Guru Besar bidang Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNAIR, Gracia Paramitha, S.Hub.Int., M.Si,, selaku Global Youth Advisor pada TUNZA UNEP (United Nations for Environmental Programme), dan Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H., M.A.P, selaku Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur.

Nantinya, peserta AYMUN juga diajak mengikuti tur keliling kota dan pesta penutupan sebagai rangkaian acara AYMUN ini.

Berikut wawancara panitia AYMUN di Radio Unair

Penulis: Faridah Hari
Editor: Defrina Sukma S




[Podcast] Mahasiswa Vokasi Rancang Alat Peningkat Kualitas Tidur

RADIO UNAIR Empat mahasiswa asal Fakultas Vokasi program studi Otomasi Sistem Instrumentasi (OSI) merancang alat peningkat kualitas tidur. Alat yang dinamai GL-Tech (Gas Sensing dan Lavender Technology) dirancang oleh Rayhan Bagir Daysani (2013), Pratama Bagus Baharsyah (2013), Nur Dewi Ratna Swari (2013), dan Mariatul Qibtiyah (2014). Ide tersebut mereka salurkan lewat proposal Program Kreativitas Mahasiswa – Karya Cipta (PKM – KC) yang telah lolos seleksi pendanaan oleh Kemenristekdikti tahun 2016.

GL-Tech menggunakan teknik penguapan dan pemberian ekstrak lavender. GL-Tech mempunyai dua cara kerja, yaitu penggunaan blower untuk membuang karbondioksida dan menggantinya menjadi oksigen. Kemudian, ekstrak lavender diberikan kepada pengguna untuk memberikan sensasi ketenangan. Komponen-komponen utama yang digunakan dalam penggunaan GL-Tech ini antara lain alat pengendali mikro, dinamo, dan alat sensor karbondioksida serta beberapa piranti yang lain.

GL-Tech (Gas Sensing dan Lavender Technology) (Foto: Istimewa)
GL-Tech (Gas Sensing dan Lavender Technology) (Foto: Istimewa)

Keuntungan yang ditawarkan dalam GL-Tech ini yaitu hemat energi listrik, serta wangi aroma lavender mampu memberikan ketenangan dan berfungsi sebagai pengusir nyamuk. (*)

Penulis: Faridah Hari
Editor: Defrina Sukma S




[Podcast] Jaring Bakat Potensial, UNAIR Gelar Airlangga Got Talent

RADIO UNAIR – Untuk menjaring bakat-bakat potensial mahasiswa Universitas Airlangga ke ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) tahun 2016, Universitas Airlangga menggelar ajang Airlangga Got Talent (AGT) yang dalam pelaksanaanya dikoordinir oleh  para anggota Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa (Forkom UKM).  Ajang AGT digelar sejak 4 Mei dan akan berlangsung sampai 20 Mei 2016.

“Tujuan Airlangga Got Talent ialah untuk membina minat dan bakat dalam bidang seni. Jadi, seluruh mahasiswa UNAIR bisa mengikuti dan meraih prestasi,” tutur Deni Yasmara, S.Kep.Ns., M.Kep., selaku staf Direktorat Kemahasiswaan UNAIR.

Kompetisi AGT dibagi dalam beberapa kategori. Di bidang tarik suara, lomba yang digelar adalah pop tunggal, dangdut tunggal, keroncong tunggal, grup vokal, dan seriosa tunggal. Di bidang seni visual dan penulisan, lomba yang digelar adalah lomba lukis, fotografi, poster, komik strip, baca puisi, penulisan cerpen, penulisan lakon, penulisan puisi dan monolog.

Deni juga menambahkan bahwa seluruh mahasiswa UNAIR yang memiliki minat dan bakat di kedua bidang itu bisa mengikuti ajang AGT. Dengan mengikuti ajang AGT, mahasiswa diharapkan bisa mendapatkan pengalaman dan melatih softskill khususnya di bidang kesenian.

Untuk info lebih lanjut mengenai ajang AGT, silakan akses www.airlanggagottalent.wordpress.com

Berikut wawancara Radio Unair dengan Deni Yasmara dan Panitia Airlangga Got Talent tanggal 3 mei 2016.

 

Penulis: Faridah Hari
Editor: Defrina Sukma S.




[Podcast] UKM Pramuka Cetak Pembina dan Kader Lewat Kursus Mahir Tingkat Dasar

RADIO UNAIR – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UNAIR telah membawa anggotanya menggapai sukses dengan bekal moral Pramuka. Lulusan dari pramuka UNAIR dituntut untuk memiliki kompetensi di bidang leadership  dengan berbagai peran, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mengabdi kepada negara dan pancasila.

Untuk meningkatkan kompetensi diri, pramuka UNAIR menyelenggarakan kegiatan Kursus Mahir tingkat Dasar (KMD) yang baru pertama kali dilaksanakan oleh Pramuka UNAIR. Pada dasarnya kegiatan KMD ini bertujuan untuk mencetak pembina atau kader pramuka yang berkualitas. Di dalam kurikulum KMD sendiri sudah terdapat penjelasan mengenai tata cara melatih peserta didik pada kategori siaga hingga pandega.

“KMD yang akan kami selenggarakan adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk dapat mencetak pandega di tingkat racana di universitas.” papar Anggi, selaku ketua panitia KMD 2016.

KMD merupakan kegiatan wajib untuk perguruan tinggi yang terkonsentrasi di ranah pendidikan dan keguruan. Merupakan suatu prestasi tersendiri bagi UNAIR karena dapat mengadakan KMD ini. Pasalnya, UNAIR bukan termasuk perguruan tinggi yang terkonsentrasi di bidang pendidikan dan keguruan.

KMD kali ini bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) cabang Surabaya yang menghadirkan para pelatih yang sudah memiliki kualifikasi Kursus Mahir tingkat Lanjut (KML). Tujuan utama dari pelaksanaan KMD ini yaitu untuk membekali anggota UKM Pramuka UNAIR program kerja tahun 2016-2019 dengan berbagai pelatihan yang telah disiapkan.

Kegiatan KMD ini akan diselenggarakan pada tanggal 4-8 Mei 2016, dan terdiri dari beberapa program pelatihan mulai dari pendidikan dasar, Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pelatihan leadership,dan pelatihan ahli manajemen. Kemudian peserta KMD yang dinyatakan lulus akan mendapatkan ijazah dan sertifikat.

Anggi berharap, event KMD ini bisa menjadi gebrakan baru dan dapat dijadikan sebagai langkah awal bagi UKM Pramuka UNAIR untuk melaksanakan acara di tingkat nasional. (*)

Penulis : Afifah Nurrosyidah
Editor : Dilan Salsabila




[Podcast] Beli Sayur Pakai Popok demi Cegah Pencemaran Sungai

RADIO UNAIR – Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi pencemaran sungai, keempat mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) menggagas metode baru untuk mencegah pencemaran salah satu sungai di wilayah Gunung Anyar Tengah, Surabaya. Metode baru yang dimaksud adalah membeli sayur pakai popok bayi atau yang disingkat LISA KEPO.

Keempat mahasiswa FKM UNAIR yang mengagas ide tersebut adalah Anca Laika (FKM/2015), Elsya Vira Putri (FKM/2014), Ahmad Habibullah (FKM/2014), dan Musyayadah (FKM/2014). Ide tersebut mereka tuangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat (PKM – M) yang berhasil lolos seleksi pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun 2016.

Mengapa menggunakan popok bayi? Metode ini berawal dari kondisi Sungai Brantas di Sidoarjo yang tercemar akibat melimpahnya limbah popok bayi. Sedangkan, wilayah Gunung Anyar Tengah terletak di lokasi yang diapit oleh dua sungai, berpotensi untuk dicemari oleh limbah sungai yang berasal dari popok bekas.

Sesuai dengan ilmu kesehatan lingkungan yang mereka dapatkan di bangku kuliah, popok bayi mengandung zat bernama Gel Sodium Polyacrylate sehingga bisa dijadikan sebagai media tanam sayuran. Bahkan, gagasan mereka telah mendapatkan apresiasi dari Dinas Pertanian Pemerintah Kota Surabaya. Pejabat dari Dinas Pertanian Pemkot Surabaya membantu pemberian bibit sayuran agar bisa ditanam di popok bekas itu.

Dalam proses implementasi gagasan, tim LISA KEPO memberdayakan para ibu anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat. Tim LISA KEPO mengajak para ibu PKK untuk membuat bank sampah yang cukup besar untuk menampung popok bayi bekas. Setiap warga yang membuang popok bayi bekas dianjurkan untuk mencatatkan jumlah popok yang dibuang setiap harinya ke pengurus bank sampah. Semakin banyak pembuangan popok bekas pada bank sampah, semakin banyak pula sayur hasil tanam yang didapatkan. Metode inilah yang diberi nama LISA KEPO (membeli sayur pakai popok).

Mereka berharap dengan adanya penemuan ini, intensitas pembuangan popok bayi bisa berkurang dan gagasan bisa menyebar ke daerah lain. Ingin tahu selengkapnya tentang gagasan tim LISA KEPO? Simak wawancara selengkapnya bersama kru Radio UNAIR dengan Anca Laika, Elsya Vira Putri, dan Ahmad Habibullah! (*)

Penulis: Faridah Hari
Editor: Defrina Sukma S




[Podcast] Ksatria Airlangga Reusable Bag, Inovasi Pengganti Kresek Karya Mahasiswa

RADIO UNAIR – Masalah sampah kerap menyita perhatian banyak pihak. Bermacam-macam aksi dilakukan para pecinta lingkungan untuk mengurangi masalah berkaitan dengan sampah. Merujuk pada undang undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, pada 21 Februari lalu pemerintah menerapkan kantong plastik berbayar. Tujuannya, mereduksi jumlah sampah kresek.

Bertolak dari itu, sejumlah mahasiswa UNAIR terinspirasi. Mereka membuat inovasi reusable bag  yang bisa digunakan berulang sebagai pengganti tas kresek. Karya tersebut berawal dari tugas membuat PKM saat ospek universitas. Terbersit ide dari Indah Novitasari ( Akuntansi 2015), Miftakhul Jannah (Akuntansi 2015), Aldian Alif Fitria (Sastra Inggris 2015) , Ma’shumatul Kurnia (Ekonomi Islam 2014), dan Aida fitriya(Keperawatan 2013) untuk membuat reusable bag sebagai bentuk kepedulian lingkungan.

Karb
Karb

Inovasi kantong plastik ini diberi nama KARB atau Ksatria Airlangga Reusable Bag. Sebagai bentuk kebanggaan atas sebutan ksatria muda airlangga. Juga, sebagai harapan agar menjadi pioneer mahasiswa UNAIR untuk menggunakan reusable bag.

KARB sendiri memiliki banyak keunggulan. Diantaranya, anti air, mampu menahan beban hingga 7 kg dan bisa dilipat menjadi bentuk yang kecil. Saat ini, KARB tersedia dalam  3 desain. Dengan tulisan #IndonesiaBebasSampah, Aku Diet Tas Kresek, dan I’m Okay Without Plastic. Untuk promosi sendiri, tim KARB menggunakan media sosial dan berencana melakukan roadshow di UNAIR serta PDD Banyuwangi.

“Kami berharap bisa menjadi trendsetter untuk seluruh mahasiswa UNAIR”, ujar Miftah, bagian pemasaran dari KARB.

Tanggal 7 April 2016, tim KARB on air di Radio UNAIR dalam segmen SAGA untuk memperkenalkan inovasi mereka. Berikut podcastnya. (*)

Penulis: Radio UNAIR
Editor: Rio F. Rachman




[Podcast] Mahagana UNAIR, Bersatu Demi Membantu Korban Bencana

RADIO UNAIR – Tak ada bencana yang tak menyisakan kepingan kesedihan. Tengoklah bencana banjir di Sampang dan Sidoarjo pada medio Februari 2016 lalu. Atau bencana letusan Gunung Kelud pada pertengahan Februari tahun 2014. Warga yang terdampak bencana berjuang untuk memperbaiki kehidupan mereka sebagaimana sebelumnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana, ada kelompok mahasiswa Universitas Airlangga yang sigap dan tanggap dengan kejadian bencana alam. Kelompok bernama mahasiswa tanggap bencana atau yang biasa dikenal dengan Mahagana UNAIR lahir sebagai badan semi otonom (BSO) tahun 2011 yang dibentuk oleh Badan Eksekutif Mahasiswa UNAIR. Sedangkan, pada tahun 2014, Mahagana telah resmi menjadi badan otonom (BO) baru.

Kegiatan Mahagana. (Foto: Instagram mahagana)
Kegiatan Mahagana. (Foto: Instagram mahagana)

Sewaktu masih menjadi BSO, anggota Mahagana UNAIR terdiri dari anggota UKM Wanala (mahasiswa pencinta alam), UKM Menwa (resimen mahasiswa), UKM Pramuka, KSR-PMI, dan BEM UNAIR. Setelah resmi menjadi BO, asal keanggotaan Mahagana pun bertambah. Kini, mahasiswa dari fakultas yang tidak tergabung dengan keempat UKM itu diperbolehkan bergabung dengan Mahagana UNAIR.

Kegiatan Mahagana UNAIR tak jauh-jauh dari pemberian bantuan terhadap warga terdampak bencana. Mereka turut aktif membantu warga dengan berkontribusi di area dapur umum, hingga evakuasi wargaa.

Mahagana UNAIR juga memiliki program preventif terhadap warga yang tinggal di lokasi rawan bencana. “Salah satu desa siaga yang sudah terdeteksi oleh tim Mahagana UNAIR adalah Desa Ranupani yang terletak di lereng Gunung Semeru. Desa Ranupani termasuk dalam zona bahaya karena letaknya berada di daerah aliran lahar Gunung Semeru,” tutur Lyntar.

Ingin tahu selengkapnya tentang Mahagana UNAIR? Simak wawancara kru Radio UNAIR bersama Mahagana UNAIR.

Penulis: Faridah Hari
Editor: Defrina Sukma S