Departemen Keperawatan Lanjut Buka Prodi Baru dan Tingkatkan Kerja Sama Internasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SESI foto bersama civitas akademika Fakultas Keperawatan seusai kegiatan pengabdian masyarakat. (Foto: Istimewa)
SESI foto bersama civitas akademika Fakultas Keperawatan seusai kegiatan pengabdian masyarakat. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Pada pengujung tahun lalu, Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR) menstrukturisasi departemennya yang semula tiga menjadi dua departemen. Yaitu, Keperawatan Lanjut dan Keperawatan Dasar. Sebagai Kepala Departemen (Kadep) Keperawatan Lanjut Dr. Yulis Setiya Dewi, S.Kp.Ns., M.Ng., menyatakan bahwa departemen yang baru diresmikan pada Desember lalu itu membawahi tiga Program Studi (Prodi). Yakni, Prodi Magister Keperawatan, Prodi Doktor Keperawatan, dan Prodi Spesialis Medikal Bedah.

“Prodi yang sudah exist sebelumnya adalah Prodi Magister dan Doktor. Untuk Spesialis sendiri baru akan running pada semester baru mendatang,” terang dosen yang biasa disapa Yulis itu.

Terkait dengan Prodi Spesialis yang baru akan dibuka, Yulis menceritakan bahwa seleksi mahasiswa baru sudah selesai dilaksanakan dan draft kurikulum juga telah diserahkan kepada rektor. Karena itu, ia menyampaikan tidak ada kendala khusus dan departemen sudah siap melaksanakan pembelajaran untuk prodi baru yang akan berjalan.

Kepala Departemen (Kadep) Keperawatan Lanjut Dr. Yulis Setiya Dewi, S.Kp.Ns., M.Ng.,

Bukan hanya itu, dosen kelahiran Jember tersebut juga menyampaikan pihaknya akan mengembangkan kerja sama dengan institusi di dalam dan di luar negeri. Kerja sama itu di antaranya terkait dengan bidang riset, studi banding, pertukaran pelajar, dll. Untuk merealisasikannya, langkah yang akan ditempuh adalah dengan menerapkan program perkuliahan berbasis inovasi.

“Sejauh ini, program kerja sama yang telah berlangsung tahun 2020 kemarin adalah inovasi aplikasi klinik dengan UM (University of Malaya, Red). Dalam kerja sama itu, mahasiswa membawa data dan masalah yang terdapat di Surabaya untuk kemudian dilakukan pengembangan inovasi terkait hal itu dengan melihat best practice dan konsultasi pakar di UM,” jelasnya.

Yulis menuturkan, maraknya pendirian institusi yang terkait dengan prodi di bawah naungannya menjadi tantangan dan competitor tersendiri dalam menjaring mahasiswa. Meski begitu, ia tetap optimistis bahwa departemennya dapat menjadi tempat studi yang bisa diandalkan Stake Holder.

“Saya berharap Departemen Keperawatan Lanjut bisa memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, Universitas Airlanggga, dan seluruh civitas akademika. Selain itu, semua Prodi di bawahnya semoga bisa menjadi contoh dan panutan bagi prodi sejenis di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Penulis : Nikmatus Sholikhah

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu