Miratul Khasanah, Pakar UNAIR Yang Fokus Teliti Asam Urat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi: Feri Fenoria
Ilustrasi: Feri Fenoria

“Jadi sebenarnya pangkal dari segala perkembangan kimia adalah kimia analitik. Kita jangan berhenti dalam meneliti pada kimia analitik agar metode metode berkembang dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,”

UNAIR NEWS – Bekerja sesuai dengan passion memang memiliki banyak hasil yang baik, seperti halnya Miratul Khasanah. Sudah sejak menempuh studi jenjang SMA, Mira menyukai pelajaran yang berhubungan dengan ilmu eksakta, terutama Kimia. Karena ketertarikannya pada Kimia itulah, Mira melanjutkan studi S–1 pada Program Studi Kimia, di Universitas Airlangga. Tahun 1992 Mira mulai mengajar di UNAIR pada Departemen Kimia.

Sejak itulah Mira mulai melakukan berbagai penelitian terkait Kimia Analitik. Tahun 1994 Mira melanjutkan studi S-2 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ketika mengerjakan tesis, Mira mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian langsung di PT. Freeport Papua mengenai pengembangan metode penelitian untuk logam berat. Mira kembali melanjutkan studi doktoral pada tahun 2008 di universitas yang sama.

Mira terhitung aktif melakukan penelitian dari tahun ke tahun. Setelah selesai meneliti pengembangan analitik dalam logam berat, tahun 2005 Mira menjajaki penelitian pengembangan senyawa kimia dalam tubuh. Mira fokus meneliti asam urat hingga sekarang. Sudah banyak penelitian yang ia lakukan untuk metode deteksi asam urat. Berbagai penelitian tersebut diantaranya berjudul “Sensor Berbasis Deteksi Sensitif Asam Urat secara Voltametri Stripping Menggunakan HMDE” tahun 2005, “Pengembangan Sensor Selektif Asam Urat Berbasis Imprinting Polymer” tahun 2010, ”Sensor Berbasis Imprinting Zeolite untuk Deteksi Sensitif dan Selektif Asam Urat dalam Serum” tahun 2012, ”Sensor Potensiometrik Berbasis Imprinting Polymer untuk Deteksi asam urat dan Serum” tahun 2014, dan “Deteksi Dini Asam Urat dalam Serum menggunakan Sensor Pasta Karbon Nanopori Berbasis Imprinting Zeolit” tahun 2015.

Mira juga kerap menuliskan pemikirannya melalui beberapa jurnal ilmiah, baik yang dipublikasikan secara nasional maupun internasional, diantaranya jurnal dengan judul “Development of Uric Acid Sensor Based on Molecularly Imprinted Polymethacrylic Acid-Modified Hanging Mercury Drop Electrode” yang dipublikasikan di Journal of Chemistry and Chemical Engineering tahun 2012, “The Application of Hollow Fiber-Liquid Phase Microextraction based on Green Chemistry to Analyze carcinogenic Nitrosamines in Food Samples” pada Journal of Chemical and Pharmaceutical Research tahun 2014 serta masih banyak lagi. (*)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu