Perbandingan Efektivitas Minuman Air Kelapa dengan Susu UHT Sebagai Media Penyimpanan Gigi Avulsi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi air kelapa. (Sumber: Merdeka.com)

Avulsi gigi merupakan suatu keadaan dimana gigi terlepas dari tulang rahang yang disebabkan oleh terjadinya trauma, dimana sering melibatkan gigi depan. Beberapa penelitian menunjukkan insidens igigi avulsi terjadi sekitar 5,58%-37% dan suatu penelitian menunjukkan pada 1298 pasien trauma 16% kasus terjadi pada usia sekolah. Kejadian  ini seringa terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan peremuan. Kemungkinan karena laki-laki lebih banyak terlibat aktivitas fisik dibandingkan perempuan. Avulsi gigi dapat terjadi padda satu atau beberapa gigi tergantung besar trauma yang diterima.

Gigi yang mengalami avulsi dapat dikembalikan pada posisinya dengan perawatan yang disebut dengan replantasi gigi. keberhasilan perawatan gigi tersebut sangat dipengaruhi oleh derajat kerusakan jaringan penyangga gigi yaitu jaringan periodontal dan viabilitas sel periodontal tersebut. Gigi tersebut harus dibawa ke Dokter Gigi dan dilakukan replantasi dan kemudian dilakukan fiksasi pada periode tertentu sampai gigi tidak goyang.

Penting untuk masyarakat mengetahui cara membersihkan dan menyimpan gigi dengan tepat untuk meningkatkan keberhasilan perawatan. Hal tersebut dapat dioptimalkan dengan membersihkan gigi yang terlepas dan menyimpannya dengan tepat sampai saat mendapatkan perawatan di Dokter Gigi. Karena terkait trauma, kejadian ini sering terjadi di luar ruangan dan terjadi tiba-tiba dimana media penyimpanan yang baik belum tentu didapatkan, maka penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahan-bahan lain yang dapat dipergunakan sebagai media penyimpanan gigi avulsi yang baik.

Beberapa bahan telah terbukti sebagai bahan penyimpanan gigi avulsi seperti susu, cairan isotonik, air liur, media kultur dan yang paling ideal yang direkomendasikan oleh American Endodontic Association adalah Hanks Balanced Salt Solution (HBSS) tetapi HBSS ini sulit ditemukan secara langsung oleh masyarakat.

Syarat ideal suatu media penyimpanan gigi avulsi adalah mampu mempertahan viabilitas sel jaringan penyangga ligamen periodontal dengan tujuan untuk mempertahankan mitosis dan menggantikan fibroblas  yang rusak. Bahan tersebut harus mempunyai kemampuan mempertahankan klonogenisitas, mengandung antioksidan, tidak terkontaminasi mikroba, mempunyai pH dan osmolaritas sama dengan cairan tubuh, mudah didapatkan, dan tidak kalah penting berharga murah.

Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini mudah didapatkan oleh masyarakat umum, tetapi apakah ideal digunakan sebagai media penyimpanan gigi avulsi. Sebagai institusi pendidikan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas bahan yang mudah ditemukan di masyarakat yaitu minuman air kelapa dan susu UHT sebgai media penyimpanan gigi avulsi yang optimal.

Penelitian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan gigi hewan coba Caviacobaya yang dilakukan pencabutan dan gigi yang tercabut tersebut dikelompokkan dalam 6 kelompok penelitian yaitu 1 kelompok kontrol yang direndam dalam air mineral dan 2 kelompok perlakuan yaitu direndam dalam minuman air kelapa dan susu UHT dan dalam 3 kelompok waktu perendaman yaitu 30 menit, 60 menit, dan 240 menit. Setelah perendaman dilakukan pemeriksaan sel fibroblas pada jaringan periodontal dan jumlah sel hidup dihitung dengan menggunakan hemositometer.

Hasil penelitian menunjukkan jumlah sel fibroblas paling tinggi terdapat pada gigi yang direndam dalam susu UHT, paling tinggi pada waktu perendaman 30 menit dan paling rendah pada waktu penyimpanan 24 menit. Jumlah sel fibroblas viabel pada penelitian ini lebih rendah dibandingkan dengan penelitian lain dengan menggunakan HBSS kemungkinan karena HBSS mengandung bahan-bahan yang seimbang dalam mempertahankan dan melindungi jaringan dan sel dari kematian. Selain itu juga mungkin disebabkan oleh adanya bahan lain dalam minuman air kelapa seperti pengawet dan pH dan cairan yang mencapai 4,1 dimana pH asam ini mampu mengganggu metabolisme sel yang mengurangi proteksi terhadap sel. Walaupun cairan ini mempunyai osmolaritas fisiologis dan karbohidrat yang terkandung merupakan sumber nutrisi yang baik bagi sel, tetapi keasamannya dapat menurunkan kemampuan sel untuk bertahan hidup, hal ini kemungkinan penyebab jumlah sel hidup yang lebih tinggi didapatkan pada kelompok gigi yang direndam dalam susu UHT.

Suatu penelitian membuktikan susu yang paling baik digunakan sebagai media penyimpanan adalah susu segar yang telah dipasteurisasi dan tersimpan dalam suhu dingin tetapi lebih sulit untuk ditemukan sehingga penelitian ini membuktikan bahawa susu UHT dapat digunkan sebagai alternatif media penyimpanan gigi avulsi.

Penulis: Ni Putu Mira Sumarta

Artikel lengkapnya dapat dilihat melalui link berikut ini:

http://www.connectjournals.com/toc.php?bookmark=CJ-033216&&%20volume=19&&%20issue_id=Supp-02&&%20issue_month=December&&year=2019

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu