Mahasiswa UNAIR Ubah Limbah Kulit Nanas Menjadi Obat Luka

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PKMPE
TIM PKM-PE "Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Nanas (Ananas comosus L. Merr) terhadap Penyembuhan Luka Insisi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) dalam Sediaan Gel saat menunjukkan karyanya. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Luka merupakan salah satu gangguan atau kerusakan dari keutuhan kulit. Proses penyembuhan luka dapat sembuh dengan sendirinya jika didukung dengan kondisi yang optimal namun akan mengalami kegagalan penyembuhan jika ada faktor yang menghambat sehingga luka sulit untuk sembuh. Salah satu alternatif untuk pengobatan penyembuhan luka yaitu dengan memanfaatkan potensi dari sumber daya alam yang dianggap tidak berguna, yaitu kulit buah nanas.

Selama ini, buah nanas hanya dimanfaatkan daging buahnya saja untuk dimakan dan dimanfaatkan dalam berbagai bentuk olahan pangan lainnya, sedangkan kulitnya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan kembali sehingga limbah kulit nanas menumpuk dan menjadi masalah kebersihan lingkungan. Padahal kulit nanas mempunyai kandungan yang berpotensi untuk dijadikan sebagai sediaan obat untuk luka. Kulit nanas mengandung zat aktif yang dapat mempercepat penyembuhan luka.

Melihat hal tersebut, tiga mahasiswa Universitas Airlangga yang terdiri dari Teguh Dwi Saputro (Fakultas Keperawatan), Fina Ainur Rohmah (Fakultas Keperawatan) Windi Nurhidayah (Fakultas Kedokteran Hewan) dibawah bimbingan Ibu Rista Fauziningtyas, S. Kep., Ns., M. Kep, saling berkolaborasi dalam satu tim PKM-PE untuk melakukan penelitian dengan memanfaatkan limbah kulit nanas. Limbah kulit nanas diekstrak terlebih dahulu kemudian dikembangkan sebagai obat luka dalam sedian gel.

“Ide ini berawal dari keprihatinan kami yang melihat banyak limbah kulit nanas yang belum dimanfaatkan secara maksimal karena dibuang begitu saja dan berpotensi untuk menjadi limbah,” ungkap Teguh.

Berdasarkan studi literature yang telah dilakukan, lanjut Teguh, menunjukkan bahwa kulit nanas mempunyai kandungaan flavonoid, tanin, saponin, steroid, fenol, dan asam amino yang berpotensi dalam penyembuhan luka. Selain itu, lanjutnya, pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi obat luka dalam sediaan gel akan mengurangi limbah yang menimbulkan masalah kebersihan.

“Kulit nanas yang telah dibersihkan, kemudian dikeringkan dengan cara diangin – anginkan tanpa terkena sinar matahari secara langsung. Selanjutnya dihaluskan dan diekstrak. Ekstrak yang telah jadi kemudian diolah menjadi sediaan gel. Begitulah proses secara singkat pembuatan sediaan gel ekstrak kult  nanas,” ungkapnya.

Ekstrak yang telah jadi, sambung Teguh, kemudian dibagi menjadi beberapa kosentrasi kemudian di ujikan pada tikus putih yang telah di lukai insisi. Hasil perawatan luka insisi dengan ekstrak kulit nanas dalam bentuk sediaan gel dibandingkan dengan proses penyembuhan menggunakan obat yang biasa digunakan masyarakat.

Teguh mengatakan bahwa ia dan tim memlilih sediaan gel karena memliki kelebihan yaitu Kandungan air yang tinggi dalam basis gel dapat menyebabkan terjadinya hidrasi pada stratum korneum sehingga akan memudahkan penetrasi obat melalui kulit. Gel mempunyai sifat yang menyejukkan, melembabkan, mudah pengunaannya, mudah berpenetrasi pada kulit sehingga memberikan efek penyembuhan.

“Selain itu gel mudah diaplikasikan pada kulit, tidak mengiritasi dan nyaman digunakan pada kulit. Digunakan basis gel hidrofilik karena daya sebar pada kulit baik, efeknya mendinginkan, tidak menyumbat pori-pori kulit, mudah dicuci dengan air dan pelepasan obatnya baik,” jelasnya.

Pada akhir, Teguh mengatakan bahwa hasil dari studi PKM-PE yang berjudul efektivitas ekstrak etanol kulit nanas (Ananas comosus L. Merr) terhadap penyembuhan luka insisi pada tikus putih (Rattus norvegicus) dalam sediaan gel dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pengembangan obat tradisional Indonesia dengan memberikan dukungan ilmiah pada tanaman – tanaman yang berpotensi sebagai komponen pembentuk obat tradisional.

Penulis: Teguh Dwi Saputro

Editor: Nuri Hermawan 

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu