WAKIL Rektor I Prof. Djoko memberikan bendera sebagai penanda keberangkatan tim Bidikmisi Goes to School 2018. (Foto: M. Najib Rahman)
WAKIL Rektor I Prof. Djoko (kanan) memberikan bendera sebagai penanda keberangkatan tim Bidikmisi Goes to School 2018. (Foto: M. Najib Rahman)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sebelum turun langsung di tengah masyarakat, sebanyak 146 penanggung jawab daerah menghadiri pelepasan peserta Bidikmisi Goes to School 2018. Bertempat di Aula Student Center, para peserta akan ditempatkan di lima wilayah, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Madura-Bali, dan luar Jawa.

Diadakan pada Jumat (30/11), kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Airlangga Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM; Direktur Kemahasiswaan Dr. M. Hadi Shubhan., S.H., M.H., CN; Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR  Galuh Teja Sakti; dan Muhammad Nur Rouf selaku ketua Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga (AUBMO).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Djoko mengatakan agar para peserta selalu semangat dalam menjalankan tugas serta tidak lupa untuk berdoa. Prof. Djoko juga menitipkan salam kepada keluarga peserta dan para siswa di daerah.

”Menolong tidak melulu memberi pakai uang, tapi bisa dengan apa yang kita punya,” tambahnya.

Selaras dengan hal tersebut, Dr. Hadi menuturkan tujuan dari kegiatan itu ialah agar mahasiswa menjadi ”penyambung lidah rakyat” bagi UNAIR kepada masyarakat, khususnya memberikan akses informasi pendidikan masyarakat di pelosok-pelosok. Tujuannya adalah masyarakat mengetahui adanya beasiswa Bidikmisi. UNAIR sebagai universitas terbesar di Indonesia timur merasa perlu membangun semangat berpendidikan tinggi dalam lingkar bayang-bayang biaya yang mahal.

”Di samping bangga, kita harus mawas diri karena UNAIR,” imbuhnya.

Di UNAIR, lanjut Dr. Hadi, jika ada mahasiswa yang diterima di UNAIR mendaftar Bidikmisi, maka bisa dipastikan akan mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Hal itu dibuktikan dengan sekitar 20 persen mahasiswa UNAIR adalah penerima beasiswa Bidikmisi.

”Jika diterima Bidikmisi, janganlah memikirkan biaya. Tapi fokuslah pada akademik,” ucapnya.

Dr. Hadi menambahkan, adanya Bidikmisi dapat memutus rantai kemiskinan di masyarakat. Anak bangsa yang kurang mampu, tapi memiliki potensi dapat melanjutkan pendidikan yang tinggi dengan adanya Bidikmisi.

Sementara itu, Ayyun, penanggung jawab Bidikmisi Goes to School 2018 mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan waktunya bagi para peserta untuk mempersiapkan bekal yang cukup guna disosialisasikan kepada calon penerus bangsa di daerah masing-masing. Diharapkan, lanjut dia, BMGTS 2018 sesuai dengan temanya ”pemerataan pendidikan” BMGTS tersebut dapat menyasar sekolah yang kurang mengetahui mengenai Bidikmisi.

”Ada yang belum tahu informasi mengenai Bidikmisi. Padahal, sebenarnya mereka bisa masuk Bidikmisi. Jadi, saya harap informasi mengenai Bidikmisi ini bisa diserap oleh semua siswa di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone