DARI kiri, Prof. Yinghuei, Chen bersama dengan Wakil Rektor I UNAIR Prof. Dr. Djoko Santoso., Ph.D, K-GH., FINASIM., saat rapat di Ruang Sidang Pleno, Lantai 3, Kantor Manajemen UNAIR. (Foto: Galuh Mega Kurnia)
DARI kiri, Prof. Yinghuei, Chen bersama dengan Wakil Rektor I UNAIR Prof. Dr. Djoko Santoso., Ph.D, K-GH., FINASIM., saat rapat di Ruang Sidang Pleno, Lantai 3, Kantor Manajemen UNAIR. (Foto: Galuh Mega Kurnia)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Ke-64 pada Sabtu (10/11), UNAIR mengadakan diskusi bersama delegasi dari Asia University. Dalam diskusi tersebut, UNAIR dan Asia University, Taiwan menekankan pembahasan terkait koordinasi program double degree.

Rapat tersebut dihadiri oleh delegasi dari Asia University yang dipimpin oleh Prof. Yinghuei, Chen. Selain itu, turut hadir perwakilan setiap fakultas. Termasuk sekolah Pascasarjana UNAIR dan Fakultas Vokasi. Setidaknya, dalam rapat tersebut, hadir Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Dr. Hartati, M.Si.; wakil direktur I Sekolah Pascasarjana, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr. Nisful Laila, SE., M.Com; FISIP; dan F.Psi.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNAIR Prof. Dr. Djoko Santoso., Ph.D, K-GH., FINASIM, dalam sambutannya berharap kerja sama antara UNAIR dan Asia University terus terjalin dengan baik. Dalam diskusi tersebut Prof. Djoko berharap Asia University dapat memberikan informasi terkait kebijakan di sana. Baik terkait tuition fee maupun persyaratan mahasiswa.

”Biaya hidup mahasiswa selama di sana (Taiwan,red) seharusnya tidak menjadi kendala besar. Mengingat, biaya hidup di sana tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, Prof. Djoko mengungkapkan harapannya terkait kemungkinan UNAIR dapat melakukan korespondensi dengan Asia University. Yakni, kemungkinan pihak UNAIR dapat mengajar dan melakukan research di Taiwan, di Asia University.

Di sisi lain, Prof. Yinghuei, Chen atau yang akrab disapa Prof. Chen dalam rapat tersebut menjelaskan bahwa untuk biaya kuliah di Asia University adalah sebesar 1600 USD per semester. Selain itu, terdapat biaya asrama selama lima bulan mencapai 400 USD. Prof. Chen juga menyarankan mahasiswa untuk membeli private insurance untuk enam bulan pertama untuk kemudian bisa membeli national insurance.

”Untuk mahasiswa dari Indonesia dan lokal akan membayar biaya kuliah yang sama. Kemudian untuk Bachelor dan Master Degree kurang lebih sama,ucap Prof. Chen.

Meski begitu, mahasiswa dapat bekerja selama 20 jam per minggu selama di Taiwan untuk menambah uang saku. Namun, jika melebihi waktu yang tentukan tersebut, maka dibutuhkan ijin kerja.

Setidaknya terdapat lima fakultas yang direncakan mengikuti program double degree. Yakni, Sekolah Pascasarjana jurusan ekonomi islam dan teknobiomedik; FIB jurusan linguistik (master); FEB jurusan manajemen (sarjana dan master); serta fakultas vokasi jurusan pariwisata, manajemen, English dan akuntasi. (*)

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone