Catatan Baru Keberadaan Hiu Banteng di Perairan Tawar Sumatra

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Hiu banteng (Randall JE., 1997).

Hiu banteng (Carcharhinus leucas) adalah salah satu spesies hiu yang mampu bertahan di air tawar. Hiu ini tersebar luas di perairan hangat di dunia, menyusuri sungai-sungai besar sebagai bagian dari siklus hidupnya. Sebagai karnivora puncak dalam rantai makanan, keberadaan Hiu banteng sangat penting. Ditambah pertumbuhan dan reproduksinya yang lambat membuat spesies ini rentan terhadap perubahan lingkungan. Hiu banteng dikenal sebagai ikan agresif yang tidak segan menyerang mangsa yang lebih besar. Pada beberapa catatan, hiu banteng bertanggung jawab pada penyerangan terhadap manusia di berbagai belahan dunia, bahkan diantaranya berakhir fatal. Meski demikian, hiu bateng pada dasarnya lebih menyukai mangsa ikan atau mamalia yang lebih kecil sebagai makanan utamanya.

            Sangat sedikit mengenai catatan keberadaan Hiu banteng di Indonesia, padahal Indonesia memiliki beberapa sungai utama yang besar kemungkinan merupakan rute dari migrasi hiu banteng. Beberapa catatan pernah didokumentasikan di Kalimatan dan Sumatra oleh para Iktiologis. Dalam sebuah penelitian, kolaborasi riset antara Universitas Airlangga dengan Universitas Brawijaya berhasil mencatat rekaman baru Hiu banteng di hulu Sungai Indragiri-Riau, dimana pada catatan sebelumnya spesies tersebut terekam di Sungai Batang Hari-Jambi dan Sungai Musi-Palembang.  Catatan ini semakin menambah rentang distribusi Hiu banteng di Sumatra. Sebuah catatan baru mengenai spesies yang langka sangat penting untuk tujuan konservasi.

Seperti hiu pada umumnya, mereka bukanlah tangkapan utama dari kegiatan perikanan tangkap. Hiu seringkali tersangkut jaring nelayan sehingga mau tidak mau dibawah ke daratan dan dijual  ke beberapa pasar tradisional. Mitos dari Traditional Chinese Medicine (TCM) membuat perburuan hiu terus meningkat untuk diambil beberapa organnya seperti sirip dan hatinya, padahal organ tersebut tidak ubahnya seperti makanan hasil laut pada umumnya. Perlu adanya edukasi kepada masyarakat agar perburuan hiu untuk kegiatan konsumsi tidak digalakkan secara masif karena peran hiu yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekologi lautan.

Penulis: Veryl Hasan
Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada: https://doi.org/10.13057/biodiv/d210962

Hasan V, Widodo MS. 2020. Short Communication: The presence of Bull shark Carcharhinus leucas (Elasmobranchii: Carcharhinidae) in the fresh waters of Sumatra, Indonesia. Biodiversitas 21: 4433-4439. DOI https://doi.org/10.13057/biodiv/d210962

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).