Product Innovation, Firm Performance and Moderating Role of Technology Capabilities

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh salleurl.edu

Industri 4.0 dikenal sebagai revolusi industri, mendorong sektor manufaktur maju dan teknologi informasi canggih terintegrasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan bidang sumber daya manusia. Indonesia saat ini berada di peringkat ke-14 dari 17 negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Timur dan Oceania (SEAO) dan berada di peringkat ke-85 dari 131 negara di dunia dalam Global Innovation Index 2020. Indeks ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk bersaing antar negara di dunia. GII menekankan pengukuran kinerja ekonomi di suatu negara selalu untuk mengalami perkembangan untuk kemajuan inovasi. Peran perusahaan di Indonesia didorong untuk menghasilkan inovasi terbarukan dari kegiatan R&D untuk berkontribusi pada keselarasan antara aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

Investasi R&D di perusahaan digunakan sebagai sumber keunggulan kompetitif, pertumbuhan jangka panjang dan kemajuan teknologi untuk mencapai peningkatan kinerja perusahaan. Investasi R&D adalah salah satu upaya banyak perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan. Tujuan utama dari kegiatan R&D adalah untuk mengembangkan kompetensi inti produk yang ada atau baru. Inovasi produk dapat meningkatkan daya saing perusahaan, inovasi ini juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, meningkatkan investasi dan keuntungan penjualan, mengembangkan pasar terbaru dan meningkatkan citra perusahaan. Perusahaan teknologi tinggi berkolaborasi dalam inovasi antara perusahaan untuk pengembangan teknologi dan komersialisasi. Perusahaan teknologi tinggi lebih bertahan dan lebih aktif dalam menghadapi persaingan global dengan melakukan aliansi teknologi dalam menciptakan inovasi.

Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada penambahan literatur terkait kegiatan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan dengan mengintegrasikan kemampuan teknologi sebagai keunggulan kompetitif untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa R&D perusahaan dapat mempercepat adaptasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sumber daya dan kemampuan adalah dasar untuk memahami bagaimana perusahaan membuat dan mengkonfigurasi kegiatan internal dan eksternal dalam membangun kemampuan untuk berinovasi. Perusahaan dengan teknologi tinggi dan rendah merupakan bentuk upaya untuk mencapai inovasi yang akan dilakukan oleh perusahaan dengan menyesuaikan kemampuan teknologinya.

Methods and Discussion

Sampel dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk 2015-2020. Latar belakang para peneliti menentukan periode sampel didasarkan pada tren Global Innovation Index/GII, di mana peringkat Indonesia pada 2015-2020 menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu pada tahun 2015 menunjukkan peringkat 97 dari 129, kemudian pada tahun 2020 menunjukkan peringkat 85 dari 131. Peneliti menentukan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Kemudian, para peneliti menentukan kriteria pemilihan sampel: Pertama, perusahaan menyajikan data lengkap terkait variabel penelitian untuk periode 2015-2020, kedua perusahaan yang menghadirkan beban R&D dalam laporan tahunan — jumlah sampel yang telah ditentukan sebanyak 261. Studi ini menggunakan model Analisis Regresi Moderasi (MRA).

Hasilnya menunjukkan bahwa produk inovasi memiliki efek positif yang signifikan pada kinerja perusahaan. Kegiatan inovasi perusahaan bertujuan untuk menciptakan keunggulan kompetitif dengan melakukan R&D sebagai salah satu penentu strategi kegiatan bisnis. Selain itu, kapabilitas teknologi tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. Karakteristik perusahaan berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk mengintegrasikan teknologi untuk mencapai tujuan bisnis. Kapabilitas teknologi dapat memoderasi efek produk inovasi pada kinerja perusahaan. Interaksi ini dapat melemahkan kinerja perusahaan. Hal itu terkait dengan perbedaan klasifikasi kemampuan teknologi dan kegiatan R&D yang tidak dapat dikaitkan satu sama lain dalam mencapai tujuan bisnis. Penelitian ini menambahkan bukti empiris bahwa kapabilitas teknologi perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Inovasi teknologi mengarah pada standardisasi proses produksi, pengurangan dan efisiensi kegiatan bisnis cenderung terkait dengan aktivitas yang dinilai daripada peningkatan keuntungan perusahaan. Kemudian tambahkan bukti empiris bahwa kapabilitas teknologi di perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat melemahkan kegiatan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Inovasi produk dan teknologi tidak boleh digeneralisasikan oleh proses inovasi perusahaan dan hasilnya.

Penulis: Prof. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: Agustia, D., Haryanto, S.D., Permatasari, Y. and Midiantari, P.N. (2022), “Product innovation, firm performance and moderating role of technology capabilities”, Asian Journal of Accounting Research, Vol. ahead-of-print No. ahead-of-print. https://doi.org/10.1108/AJAR-12-2021-0266

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS