Wacana dan Identitas Nasionalisme pada Anak Muda Tionghoa-Indonesia dalam Kajian Analisis Visual

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto by Prenagen

YouTube, sebagai platform media sosial baru, telah menjadi “viral” di Indonesia sejak 2010. Banyak anak muda Indonesia yang populer sebagai YouTuber (pengguna YouTube yang aktif mengunggah video di YouTube). Data dari Google Marketing menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar dengan waktu menonton di YouTube di Asia Pasifik pada tahun 2015. YouTube juga merupakan situs media sosial yang paling banyak dilihat di Indonesia (data Alexa.com, 2016). Salah satu saluran YouTube Indonesia yang terkenal adalah Last Day Production (juga dikenal sebagai LDP), yang secara teratur mengunggah drama situasional, sandiwara, dan parodi. Semua pemeran dalam video LDP adalah anak muda Tionghoa-Indonesia di bawah 30 tahun. Baca juga tentang pendidikan, teknologi, keuangan, informasi, dan sebagainya di website Nawasiana.

Perbincangan mengenai Identitas Nasionalisme dan Keindonesiaan pada Tionghoa-Indonesia merupakan diskursus yang terus mencuat pasca tumbangnya Orde Baru. Diskursus yang selama ini terselubung dan dibungkam pada Media mainstream mendapatkan momentumnya lewat sifat media sosial daring yang bersifat minim sensor dan kontrol pada konten media.

Menjelang Hari Nasional Indonesia 2016, LDP mengunggah video berjudul Tipikal Anak Muda Indonesia. Video tersebut menggambarkan bagaimana pemuda Indonesia sekarang membayangkan nasionalisme mereka. LDP membuat video ini bekerja sama dengan YouTuber dan musisi muda ternama Indonesia seperti Eka Gustiwana, Aulion, dan Kevin Anggara. Video ini kemudian menjadi trending di Indonesia sekitar bulan Agustus 2016. Artikel ini menggunakan pendekatan teori budaya siber dan menggunakan metode analisis Visual. Unit analisis penelitian ini adalah video viral, teks, musik, dan apa saja yang digambarkan LDP dalam video tersebut.

Secara ringkas penelitian ini menemukan bahwa Platform media sosial seperti YouTube adalah media yang sangat baik untuk menyebarkan ide-ide nasionalisme bagi generasi muda dan milenial. LDP yang anggotanya berada dalam spektrum minoritas berdasarkan etnis (Tionghoa-Indonesia), menjadikan YouTube sebagai media alternatif bagi para pembuat konten yang tidak dapat mengakses media wacana arus utama seperti TV dan media konvensional lainnya.LDP juga menunjukkan betapa etnis Tionghoa-Indonesia itu sama, sebagaimana penduduk asli Indonesia lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Meski sebagian masyarakat Indonesia memiliki kenangan buruk tentang isu rasial, LDP tetap bangga menjadi orang Indonesia. Bahkan ketika masyarakat Indonesia kini menghadapi kebangkitan populisme Islam, LDP, sebagai salah satu representasi pemuda Tionghoa-Indonesia, menyebarkan narasi Tionghoa-Indonesia sebagai bagian integral dari Indonesia. Generasi muda Tionghoa-Indonesia juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap generasi yang lebih muda dari mereka. Hal ini terlihat dari pencapaian mereka menjadi trending di YouTube Indonesia selama hampir dua minggu. Mereka membuat wacana tandingan penistaan ​​etnis Tionghoa-Indonesia dengan menggunakan media alternatif yang massal, cepat, dan mudah diakses di kalangan anak muda Indonesia.

Penulis: Daniel Susilo dan Rahma Sugihartati Link jurnal: http://www.plarideljournal.org/article/indonesian-nationalism-discourse-on-youtube-video-produced-by-young-chinese-indonesians/

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp