Mahasiswa PKL FKM UNAIR Adakan Penyuluhan Pencegahan Hipertensi di Banyuwangi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sesi Foto Bersama Ibu PKK Kelurahan Karangrejo (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 3 Praktik Kerja Lapangan (PKL), Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (FKM UNAIR) Banyuwangi, mengadakan program penyuluhan pencegahan hipertensi kepada masyarakat di Kelurahan Karangrejo.

Kepada UNAIR NEWS (4/3/2022), Afan Alfayad, selaku ketua tim PKL kelompok 3 menjelaskan bahwa program yang diselenggarakan bertajuk “KELAR MAGER” (Kelurahan Karangrejo Mandiri Cegah Hipertensi). Kegiatan tersebut terdiri dari dua sub program yaitu SOPHI (Sosialisasi Pencegahan Hipertensi) dan DURASI (Kaldu Ikan dan Seledri Cegah Hipertensi).

Diusungnya kedua program tersebut dilatarbelakangi oleh hasil analisis situasi bersama masyarakat yang telah dilakukan kelompok 3. “Alasan memilih program ini dikarenakan hasil penelusuran situasi lingkungan di wilayah tersebut ditemukan angka hipertensi yang tinggi,” ujar Afan.

Afan menjelaskan bahwa prioritas utama dari program yang diusung yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi. “Prioritas utama keunggulan program kami tentunya adalah untuk menyadarkan masyarakat wilayah Karangrejo akan bahayanya penyakit PTM hipertensi melalui program SOPHI,” ungkapnya.  

Tak hanya itu, tim PKL kelompok 3 juga memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat sasaran dengan mengadakan demonstrasi pembuatan DURASI yang berbahan dasar dari kaldu ikan dan seledri. Pemilihan bahan dasar tersebut tidak lepas dari banyaknya ikan yang dihasilkan oleh masyarakat Kelurahan Karangrejo tepatnya masyarakat daerah Pulau Santen. 

Kedua program yang diusung oleh tim PKL kelompok 3 menyasar seluruh ibu PKK Kelurahan Karangrejo serta masyarakat dengan riwayat penyakit hipertensi. Menurut Afan, kedua program yang telah dicanangkan disambut baik oleh masyarakat sasaran.

“Masyarakat memberikan respon yang sangat baik dan antusias, dan interaktif ditambah lagi beberapa yang hadir ketika sosialisasi memang menderita penyakit hipertensi, hal tersebut menambah antusias warga dengan program yang kami selenggarakan,” ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut, Afan menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara offline. Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Afan berharap setelah terselenggaranya program SOPHI dan DURASI dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Karangrejo.

“Kami berharap setelah terselenggaranya pembuatan DURASI di Kelurahan Karangrejo bisa meningkatkan keterampilan warga untuk menjadikan DURASI sebagai pengganti garam, bahkan suatu saat kami sangat berharap bisa menjadi buah tangan wisatawan pengunjung Pulau Santen,” tutupnya.

Penulis: Indah Ayu Afsari

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS