Mahasiswa PKL FKM SIKIA UNAIR Dukung Festival Kali Bersih dengan Prokes Ketat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa PKL melakukan bersih-bersih sungai di Kelurahan Pakis, Banyuwangi bersama warga sekitar. (Foto: Istimewa).

UNAIR NEWS – Kelompok 01 PKL FKM SIKIA (Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam) UNAIR Banyuwangi turut serta dalam mendukung Festival Kaliku Bersih yang dilakukan serentak di 25 Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. 

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kerja bakti tersebut dilaksanakan dalam rangka membersihkan sungai dan daerah sekitarnya. Kerja bakti yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut diikuti warga Kelurahan Pakis yang merupakan lokasi pelaksanaan PKL oleh kelompok 01 PKL Fakultas Kesehatan Masyarakat SIKIA UNAIR.

“Sebenarnya kegiatan tersebut bukan termasuk dalam program PKL kami, namun program tersebut selaras dengan program kami yang mengangkat mengenai isu kesehatan lingkungan. Salah satunya yaitu tentang kebersihan lingkungan itu sendiri. Jadi kami turut serta dalam kegiatan itu pada tanggal 18 Februari, karena selaras dengan program kerja yang kita usung di program PKL kami,” terang ketua PKL kelompok 01 Mochamad Nur Mahyail ketika diwawancara pada Minggu (27/02/2021).

Program berbasis kesehatan lingkungan yang dimaksud diberi nama Sumpah Darwo dengan kepanjangan Susur Sampah Daerah Rowo. Pemilihan nama didasarkan pada lokus pelaksanaan PKL yakni di Lingkungan Rowo Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.

“Selain itu juga didasarkan pada masalah utama yang kami temukan berdasarkan analisis di Kelurahan Pakis yakni permasalahan mengenai sampah,” imbuh Yail.

Program Sumpah Darwo, sambung Yail, terdiri dari empat kegiatan utama, yakni sosialisasi dan edukasi terkait sampah, advokasi fasilitas dan pengelolaan sampah di lingkungan rowo dengan kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup, menjembatani pengadaan akses air bersih di lingkungan Rowo Kelurahan Pakis, dan pembuatan tempat sampah dari barang bekas.

“Kegiatan-kegiatan dalam program tersebut merupakan bentuk solusi dari akar permasalahan yang telah kami analisis dan diskusikan bersama warga. Jadi kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan bersama dengan warga di daerah lokus kami,” jelas Yail.

Kegiatan dalam program PKL tersebut dilakukan secara hybrid, yakni perpaduan antara daring dan luring. Salah satunya dalam kegiatan sosialisasi mengenai sampah. Pelaksanaan secara luring berlokasi di Pondok Bank Sampah Kelurahan Pakis Lingkungan Rowo pada tanggal 16 Februari 2022, sedangkan untuk pelaksanaan secara daring dilakukan melalui pembuatan video edukasi yang diunggah di media sosial. Materi edukasi yang diberikan kepada warga difokuskan untuk membahas mengenai cara pemilahan dan pengolahan sampah yang benar.

Meskipun beberapa kegiatan implementasi program dilakukan secara luring, kelompom 01 tetap memastikan untuk menjaga protokol kesehatan. Dengan menghimbau warga untuk tetap menggunakan masker dan menjaga jarak saat pelaksanaan program, serta menyediakan hand sanitizer di bagian presensi.

Selain sebagai media edukasi daring, pembuatan video juga menjadi salah satu bentuk keberlanjutan program (sustainability). Ditambah dengan pembuatan buku saku mengenai pengelolaan sampah yang dibagikan kepada warga saat sosialisasi berlangsung. Dengan harapan bahwa program intervensi kesehatan yang dilakukan tidak berhenti saat pelaksanaan PKL saja namun tetap berkelanjutan. Guna mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (kesepakatan pembangunan global) di Indonesia terutama di bidang kesehatan.

“Lalu untuk saat ini semua implementasi sudah selesai dilakukan, jadi kami tinggal melakukan monitoring dan evaluasi. Serta melakukan persiapan seminar hasil akhir,” jelasnya.

Penulis: Tyas Ratna Manggali

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS