Ardi Hermawan, Ketua Hima HI UNAIR Pertama hingga Jadi Duta Besar Bahrain

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Alumnus FISIP UNAIR, Ardi Hermawan (kiri), usai dilantik Presiden RI menjadi Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Bahrain. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – 25 Oktober 2021 lalu, Presiden Joko Widodo resmi melantik 17 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP RI) di Istana Negara. Di antara 17 nama tersebut, sosok Ardi Hermawan turut mengucap sumpah darmabakti kepada bangsa dan negara.

Momen itu menjadi awal bagi alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR tersebut mengemban tugas sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Bahrain. Bersama UNAIR News, Ardi membagikan kisah dan perjalanannya dari seorang Ksatria Airlangga hingga menjadi Duta Besar RI untuk Bahrain.

“Saya itu angkatan pertama prodi Hubungan Internasional. Tahun 82. Saya juga Ketua Hima (Himpunan Mahasiswa, Red) HI yang pertama,” kenang lulusan program Master di Monash University, Australia tersebut.

Kala itu, Ardi tidak pernah berpikir ia bisa berkuliah sebagai mahasiswa HI UNAIR. Pasalnya, ia sebelumnya telah berkuliah sebagai mahasiswa Sosiologi UNAIR. Hingga tahun 1982, FISIP UNAIR membuka prodi HI yang akhirnya membuat Ardi memutuskan pindah jurusan.

“Saya suka bahasa dan senang membaca. Dan saya merasa cocok di HI. Dulu saya sering baca-baca majalah berbahasa Perancis untuk tahu berita politik dunia luar sambil sekalian belajar bahasa Prancis juga,” tutur laki-laki asal Surabaya tersebut.

Alumnus FISIP UNAIR, Ardi Hermawan, Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Bahrain. (Dok. Pribadi)

Menjadi mahasiswa HI, Ardi banyak mengikuti organisasi dan bahkan diamanahi jabatan Ketua HIMA HI angkatan pertama. Selain kehidupan akademis dan organisasi, FISIP UNAIR-lah yang mempertemukan Ardi dengan sang istri yang merupakan alumnus jurusan Sosiologi.

Usai menimba ilmu di HI UNAIR, Ardi berhasil diterima sebagai staf di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Keahliannya berbahasa Prancis yang diawali dari sebuah majalah berita membawa Ardi mendapat penempatan pertamanya di Kedutaan Besar RI (KBRI) di Paris. Tahun 2009, karir Ardi kian menanjak dengan mengemban posisi Wakil Duta Besar RI di Tokyo, Jepang.

Dari Tokyo, Ardi banyak berpetualang mulai dari menjadi Konsul Jenderal di San Fransisco hingga Direktur Pemasaran Pariwisata di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Puncaknya pada Februari 2021, Ardi dicalonkan sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Bahrain.

“Saat itu prosesnya sangat panjang, banyak pertimbangan, dan jadi hak prerogatif Presiden untuk memilih berdasar usulan menteri. Sampai 25 Oktober kemarin kita baru dilantik,” ceritanya.

Melalui tugas barunya ini, Ardi berkomitmen untuk mempererat kerja sama dan hubungan Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Bahrain. Terlebih Bahrain memiliki ekosistem jasa keuangan dan ekonomi syariah yang menjanjikan. Ardi pun mendorong kolaborasi akademik turut berkembang antar dua negara. Ia mempersilahkan UNAIR maupun lembaga pendidikan lainnya untuk membangun kolaborasi dengan institusi pendidikan di Bahrain.

Monggo kalau UNAIR atau perguruan tinggi lain di Indonesia mau kerja sama studi Middle East atau Timur Tengah, saya di sana bisa bantu. Ada banyak potensi kerja sama yang bagus di Bahrain,” ungkap Ardi.

Wawancara sore itu diakhiri dengan pesan penting Ardi kepada para mahasiswa yang ingin meraih mimpinya. Menurutnya, mahasiswa harus punya added value selain modal dan kapasitas di bidang yang dikuasai. Bagi Ardi membaca dan belajar, apapun itu, tidak akan sia-sia karena ilmu itu bisa jadi akan berguna kelak di masa depan.

“Saya dulu juga ikut banyak kegiatan banyak belajar bidang lain selain HI. Punya cita-cita juga. Akhirnya saya malah nggak mengira umur 45 bisa jadi wakil dubes Tokyo. Sampai sekarang dubes Bahrain,” tandasnya. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp