FK UNAIR Jadi Role Model Pelaksanaan MBKM

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
KULIAH hybrid Fakultas Kedokteran UNAIR. (Foto: Bastian Ragas)

UNAIR NEWS – Saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tengah gencar menjalankan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) untuk mendorong mahasiswa dalam menguasai berbagai keilmuan dan mempersiapkan diri sebelum masuk dunia kerja. Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) pun turut serta merespons program tersebut.

Prof. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K)., selaku dekan FK mengungkapkan sebenarnya FK sendiri sudah menjalankan model pembelajaran MBKM sejak lama, bahkan mulai dari tahun 1970-an. Pasalnya, FK memiliki program Biro Koordinasi Kedokteran Masyarakat (BKKM) yang menggelar pembelajaran di luar kampus. Program tersebut, lanjutnya memfasilitasi mahasiswa untuk mencapai kompetensi pembelajaran yang tidak hanya melulu di dalam kampus, tetapi juga terjun langsung ke lapangan seperti rumah sakit jejaring maupun masyarakat.

“Jadi, MBKM bukan barang baru bagi FK karena sejak lama sudah menjalankan BKKM, hanya saja istilahnya berbeda. Bahkan, dalam pelaksanaan BKKM ini, banyak kampus-kampus lainnya yang berkaca dan menjadikan kami (FK UNAIR – Red) sebagai role model,” ungkapnya.

Pelaksanaan Berjenjang

Lebih lanjut, Prof. Budi – begitu sapaan karibnya – menerangkan pelaksanaan MBKM FK kini dilakukan pada setiap jenjang. Pada semester pertama, mahasiswa mulai dikenalkan dengan Interprofessional Education (IPE) dengan melakukan pembelajaran dasar bersama. Kemudian, pada jenjang berikutnya mahasiswa dikenalkan pada output berupa projek bersama kelompok, pembelajaran dalam grup, dan paparan klinis dengan komunitas sosial tertentu.

“Mahasiswa juga boleh melakukan transfer kredit dari program IISMA dalam blok-blok yang mempunyai kesamaan learning output,imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menyebut mahasiswa bisa mentransferkreditkan kegiatan exchange student dengan blok KKN atau blok elektif.

“Pelaksanaan model blok elektif pada semester 7 ini dilakukan dengan kolaborasi bersama prodi lain baik di UNAIR sendiri, luar UNAIR,bahkan hingga luar negeri,” jelas Prof. Budi.

Suasana perkuliahan S1 Kedokteran UNAIR Terapkan Kuliah Hybrid dan Blended. (Foto: Agus Irwanto)

Tantangan 

Meski begitu, Prof. Budi menyebut sistem kurikurulum yang semi rigid menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan MBKM di FK UNAIR. Dengan sistem itu, definisi merdeka menurutnya tidak bisa dimaknai 100% merdeka karena harus tetap memperhatikan jenjang program yang ditempuh mahasiswa.

“Pada prinsipnya kami memfasilitasi dan sangat mendukung kebijakan kampus merdeka. Semoga kedepannya FK bisa terus melaksanakan program ini secara spesifik,” harapnya.

Penulis: Nikmatus Sholikhah

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS