Analisis Kesiapan Mitigasi Bencana Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh jabar.inews.id

Kajian ini membahas tentang analisis kesiapsiagaan mitigasi dan evakuasi gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis risiko bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentingnya mitigasi dan pencegahan serta kesiapsiagaan terhadap bencana jenis baru yaitu likuifaksi. Namun, banyak lembaga swadaya masyarakat yang bersedia membantu upaya penanggulangan krisis kesehatan tersebut agar kedepannya dapat menjadi mitra bagi pemerintah dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan tersebut. Ditemukan bahwa tidak adanya unit khusus tanggap krisis kesehatan di Dinas Kesehatan mengakibatkan kurang optimalnya upaya penanggulangan krisis kesehatan. Ditemukan bahwa kapasitas tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Puskesmas dalam merespon krisis kesehatan masih kurang.

Berdasarkan hasil kajian disarankan perlunya advokasi kepada pemangku kepentingan untuk mengkaji ulang kebijakan agar berorientasi pada pengurangan risiko bencana, UPTD Krisis Kesehatan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah harus dihidupkan kembali. Kajian dan analisis risiko yang ada untuk dijadikan dasar kebijakan pemerintah daerah dan masyarakat, termasuk instansi kesehatan; Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu menindaklanjuti dan mengevaluasi upaya penanggulangan krisis kesehatan yang telah dilakukan untuk perbaikan kebijakan.

Selain itu, perlu adanya penguatan kapasitas masyarakat di lini pertama saat terjadi keadaan darurat, seperti Pertolongan Pertama dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan menggunakan pemberdayaan masyarakat. PRRBK melibatkan LSM lokal; Perlu peningkatan kapasitas Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan RHA dan memanfaatkan LSM/EMT setempat untuk melakukan kajian cepat kebutuhan kesehatan dalam situasi bencana; dan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu memperkuat koordinasi dengan anggota sub klaster kesehatan dari kapasitas lokal dan kerjasama lintas sektor dalam penanggulangan krisis kesehatan.

Permasalahan kurang optimalnya kapasitas tenaga kesehatan dalam mengatasi krisis kesehatan mengakibatkan rendahnya penanganan bencana yang terjadi. Perlu dilakukan pelatihan mitigasi yang tepat dalam penanganan mitigasi, pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap jenis-jenis bencana likuifaksi. Pelatihan perlu diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kapasitas pelayanan kesehatan dalam keadaan darurat bencana dengan memanfaatkan lembaga swadaya masyarakat setempat untuk melakukan penilaian cepat dalam keadaan darurat bencana, dan diperlukan kebijakan pemerintah yang tepat dalam keadaan darurat bencana.

Penulis: Christrijogo Sumartono Waloejo, Teddy Heri Wardhana, Lucky Andrianto, Theophilus Ezra Nugroho, dan Moses Glorino Rumambo Pandin

Link Jurnal: https://rigeo.org/submit-a-menuscript/index.php/submission/article/view/567

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp