Alumni UNAIR Paparkan Tips Ngonten Bagi Dokter Hewan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Pemaparan materi drh. Putri tentang trik membuat konten pada sesi webinar The Future of Vets. (Foto: dokumen pribadi)

UNAIR NEWS – Media sosial sedang gencar digunakan pada akhir-akhir ini. Tidak sedikit ahli, memilih media sosial sebagai sarana menyampaikan informasi yang mereka pahami. Namun begitu, beberapa juga dari mereka terkadang belum mengerti cara menyampaikan informasi dengan lebih menarik.

Menyampaikan informasi, atau akrab disebut ngonten, diperlukan beberapa trik khusus agar lebih menarik perhatian audiens. drh. Putri Ekha Puspitayani, DVM yang merupakan dokter hewan sekaligus pemengaruh di aplikasi TikTok memberikan pemaparannya tentang tujuh tips membuat konten yang menarik di media sosial. 

Command Attention

Menurut drh. Putri, command attention merupakan pengembangan ide yang dapat direfleksikan menjadi suatu pesan. “Contoh nih temen-temen harus mikir dulu nih, ‘aku ada kasus begini yang lagi hits, seumpama tentang pemberian kunyit untuk mengatasi luka pada kucing.’ Nah temen-temen bisa tangkap dulu ide tersebut dan ketika sudah punya satu pokok poin pembahasan, bisa lanjut ke proses yang kedua,” tuturnya.

Clarify The Message

Proses kedua ini, dapat dilakukan dengan mengolah konten melalui bahasa yang mudah dimengerti. “Terus yang paling penting, ingat audiens kita itu pasti orang awam kan. Ketika orang awam, gunakanlah bahasa-bahasa yang sederhana dan jelas,” imbuh drh. Putri.

Create Trust

drh. Putri menyebut bahwa create trust dilakukan dengan memastikan pesan yang disampaikan dari proses yang pertama (command attention, Red), harus bisa dipercaya, tidak bohong, dan terjangkau. “Contoh kan tadi tuh ada kasus luka dikasih kunyit, nah sebagai dokter harus cek dulu kebenarannya. Sertakan jurnal-jurnal pendukung juga, kalau perlu,” ungkapnya.

Communicate a Benefit

Pesan yang disampaikan harus memiliki manfaat bagi kedua belah pihak, sehingga dapat meminimalisir kesalahan informasi dan hoaks di masyarakat. “Pesan yang disampaikan dapat memberikan keuntungan, terutama bagi kedua belah pihak. Untungnya yakni kita bisa meluruskan hoaks-hoaks yang ada dan kemudian pasti kan tanya, ‘dokter, praktiknya dimana?’ Nah itu poinnya,” terang drh. Putri.

Consistency

Disampaikan oleh drh. Putri, bahwa konsistensi juga merupakan proses yang tidak kalah penting. Hal itu bisa diterapkan melalui lini masa (timeline, Red) yang dapat kita buat. “Oh aku nih seminggu harus unggah sekitar dua konten, minggu depan dua konten lagi seterusnya. Jadi, harus konsisten dan terkini,” papar drh. Putri.

Cater to The Heart and Head

drh. Putri menyebut, bahwa pesan yang disampaikan harus dapat menyentuh akal dan emosi sasaran. “Jadi contohnya kalau sudah diberi tahu misalnya ketika pemberian kunyit pada luka kucing tidak benar, karena ada kejadian yang bahkan semakin sepsis. Terus target atau audiens akan merasa bersalah dan kemudian membawa hewan mereka ke dokter,” tambah drh. Putri.

Call to Action

Pesan yang disampaikan dapat mendorong dan mempengaruhi sasaran untuk bertindak ke hal-hal positif. “Ketika dia sudah mengetahui bahwa dia bersalah, maka selanjutnya akan tahu kemana harus pergi.  Ya kemana lagi kalau bukan ke kita sebagai dokter hewan,” pungkas dokter yang memiliki lebih dari 36 ribu pengikut di aplikasi TikTok tersebut.  

Penulis: Fauzia Gadis Widyanti

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS