Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Anak Sedini Mungkin

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto by KlikDokter

UNAIR NEWS – Kesehatan gigi anak merupakan salah satu aset penting yang harus dijaga sedini mungkin. Sayangnya, masih banyak orang tua yang tidak sadar akan pentingnya merawat kesehatan gigi anak tersebut.

Pakar Kesehatan Gigi Anak Universitas Airlangga, Mega Moeharyono Puteri drg., Ph.D., Sp.KGA(K). menjelaskan, kesehatan gigi anak harus mulai dirawat sedari masih di dalam kandungan ibu. Hal tersebut dikarenakan gigi susu anak mulai terbentuk pada trismeter ketiga  kehamilan. Sementara itu, gigi dewasa akan mulai terbentuk saat anak menginjak usia 3 bulan setelah lahir.

“Sebelum kehamilan, calon ibu harus mempersiapkan kesehatan rongga mulutnya terlebih dahulu, seperti, membersihkan karang gigi dan menambal gigi yang berlubang. Kemudian, ketika hamil sebaiknya, calon ibu memenuhi kebutuhan kalsiumnya, misalnya, mengonsumsi susu atau keju,” jelas Mega.

Bila anak telah lahir, orang  tua harus mulai membiasakan rongga mulut anak dalam keadaaan bersih sejak bayi. Setelah meminum ASI, sebaiknya rongga mulut anak dibersihkan menggunakan waslap atau kasa steril yang dibasahi air matang hangat, tambahnya.

“Bila gigi susu telah tumbuh, baru dapat dibersihkan menggunakan sikat gigi. Untuk anak 1-2 tahun bisa menggunakan sikat gigi silikon dengan pasta gigi tanpa fluoride seukuran butir padi,” tuturnya.

Penggunaan pasta gigi tanpa fluoride bertujuan untuk menghindari fluoride tertelan pada saat anak berkumur. Sementara itu, untuk anak usia 2 tahun ke atas dapat menggunakan sikat gigi anak dengan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong.

“Dalam memilih sikat gigi anak, hendaknya dipilih bulu sikat lembut dan memiliki panjang kepala sikat seukuran 2 gigi seri atas depan anak,” pesannya.

Mega juga menjelaskan, anak harus dibiasakan makan makanan mengandung serat, mengurangi makan makanan manis, dan lengket. Anak juga dibiasakan untuk meminum air mineral setelah makan, dengan tujuan membersihkan sisa makanan yang menempel pada gigi dan gusi.

Selanjutnya, dosen Fakultas Kedokteran Gigi tersebut menjelaskan, ibu hamil. Karena pada ibu hamil yang tidak membersihkan sisa makanan pada rongga mulut, akan mengakibatkan timbulnya penumpukan makanan. Hal tersebut dapat menyebabkan radang pada gusi dan menjadi media pertumbuhan bakteri, sehingga menimbulkan infeksi. Infeksi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan janin. Salah satunya, menyebabkan berat badan bayi saat lahir rendah.

Ia melanjutkan, anak-anak rentan terkena gigi berlubang bila tidak membersihkan rongga mulut. Gigi berlubang akan menimbulkan rasa sakit sehingga menganggu nafsu makan anak. Bila anak susah makan, maka nutrisi yang masuk ke dalam tubuh berkurang.

“Gigi susu berlubang juga memengaruhi susunan gigi, sebab, fungsi gigi salah satunya adalah menjaga tempat bagi gigi dewasa penggantinya. Selain itu, gigi berlubang  dapat memengaruhi pelafalan beberapa huruf. Misalnya, seperti  huruf T, yang memerlukan keberadaaan gigi depan,” jelasnya.

Pada akhir, ia menyampaikan bahwa orang tua dapat mengajak anak menggosokgigi bersama untuk membangun suasana menyenangkan, sehingga anak terbiasa membersihkan giginya. Selain itu, orang tua sebaiknya membawa anak setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi untuk mendeteksi sedini mungkin masalah yang ada di rongga mulut.(*)

Penulis: Alysa Intan Santika

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS