Pentingnya Pengetahuan Management Bagi Kinerja Organisasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh shiftindonesia.com

Keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan suatu aset yang memiliki peran penting. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa sangat berhati-hati dalam mengelola knowledge apalagi banyaknya faktor pemicu dari globalisasi yang ada seperti perdagangan bebas dunia, persaingan bisnis tingkat dunia, adanya keinginan para pelanggan akan jasa atau barang yang memiliki kualitas tinggi yang di iringin dengan nilai, perkembangan teknologi informasi, transportasi serta berbagai hal yang bisa memunculkan peluang bisnis baru.

Knowledge management dalam hal ini bisa dijelaskan pada suatu aktivitas-aktivitas yang tersistematik dan terencana, yang kemudian di arahkan pada suatu aktivitas yang menciptakan, memperoleh knowledge, menyebarkan, menggunakan, memindahkan, menyimpan serta mengembangkannya untuk meningkatkan kemampuan baik itu individu atau kelompok bahka dalam suatu organisasi yang ada.  Sudah jelas knowledge management dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan output yang berupa produk yang baik, layanan yang prima yang bisa memenuhi kebutuhan akan para stakeholders yang pada berujung pada ketahanan perusahaan dalam menghadapi globalisasi.

Knowledge management: Sumber Daya Manusia Perlu Memiliki Global Mindset

Keberadaan dari knowledge management tidak bisa dilepaskan dari adanya peran para leadership. Leadership sendiri di harapkan harus memiliki global mindset yang dapat membaca situasi dan kondisi bisnis yang akan datang, jadi perlu adanya kesiapan atau strategi yang baik untuk menghadapinya. Leadership dalam penelitian bisa di bedakan menjadi dua yang pertama  transformasional leadership dimana seorang leader yang mampu menciptakan perubahan secara signifikan kepada pengikutnya yang dalam hal ini level di bawahnya, baik dalam hal misi, strategi, culture dan inovasi. Kedua transaksional leadership secara garis besar bahwa leader hanya dapat bereaksi jika level di bawahnya gagal dalam memenuhi perannya dan bisa dikatakan bahwa karyawan akan di beri imbalan sesuai dengan apa yang dilakukan.

Knowledge management untuk dapat survive dan sustainabiliy selain adanya peran leadership juga adanya organizatioanal culture. Organizational culture memiliki definisi yang tidak mudah di jelaskan, tetapi hal ini dipahami sebagai value, kepercayaan dan anggapan yang memadukan dan mengkoordinasikan perilaku. Organizational culture memiliki tiga tingkatan yaitu artefak, nilai dan asumsi dasar.  Disamping itu memiliki berbagai peran a) sebagai pembatas organisasi antara organisasi satu dengan yang lainnya. b). Sebagai pemberi identitas pada para anggota, c). Perekat komitmen untuk menyatukan para anggotanya agar anggota bisa berkomitmen mencapai tujuan organisasi, d). Peningkat stabilitas sosial untuk meningkatkan keterikatan antar anggota yang ada.

Metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini, metode kuantitatif sendiri merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran dan menguji hipotesis yang telah di tetapkan. Instrument dalam penelitian adalah kuesioner yang berisi pernyataan yang di kirimkan kepada 180 responden (karyawan), dari 180 responden tersebut terdapat 30 kuesioner yang dinyatakan tidak layak, 60 kuesioner terlambat dalam mengembalikan, jadi total ada 90 kuesioner  yang kembali dalam keadaan sempurna. Data yang telah terkumpul di analisa menggunakan teknik analisis MRA (Multiple Regression Analysis).

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ketiga variabel memiliki pengaruh terhadap knowledge manajement, kedua variabel independent yaitu transformational dan transaksional leadership memiliki perbedaan nilai pengaruh terhadap knowledge management, hasil menunjukkan bahwa transformational leadership memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap knowledge management.  

Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu keterbatasan jumlah responden, scope tidak terlalu besar tetapi dengan hal itu di harapakan penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada perusahaan yang bergerak di bidang yang sama,  bahwa keberadaan leadership memiliki peran yang penting dan tidak bisa terlepas dari kesuksesan knowledge management. Tidak berhenti pada peran leadership saja, disini peneliti juga mengupa bahwa organizational culture juga memiliki kontribusi yang besar, nilai-nilai yang ada dalam organisasi mampu menjadi moderating antara leadership terhadap knowledge management.

Penulis: Prof. Dr. Anis Eliyana SE., M.Si

Informasi detail dari riset ini bisa di lihat pada

https://www.ijicc.net/images/vol10iss12/101229_Mustika_2020_E_R.pdf

Hindah Mustika, Anis Eliyana, Tri Siwi Agustina. 2020. The Effect of Leadership Behaviour on Knowledge Management Practices at the PT Power Plant of East Java. International Journal of Innovation, Creativity and Change.  www.ijicc.net  Volume 10, Issue 12

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).