Belajar Bersama Alam, Hidupkan Kesadaran Menjaga Lingkungan Bersama Adik Binaan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Edukasi
Kegiatan selama kunjungan edukasi bersama adik binaan di Taman Mangrove Surabaya (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – SCOLAHUNAIR Mengajar sebagai Badan Semi Otonom (BSO) yang bergerak di bidang pengabdian masyarakat mengadakan kegiatan Kunjungan Edukasi pada utamanya pendidikan pada Minggu, (26/8) dan (2/9). Merupakan salah satu program Departemen Development SCOLAH-UNAIR Mengajar, tahun ini kegiatan itu mengusung tema “Belajar Bersama Alam untuk Menghidupkan Kesadaran Menjaga Lingkungan”.

Kegiatan itu juga kolaborasi dengan Sosma BEM FPK dan BerNas (Berbagi Nasi Surabaya) sebagai pemateri. Kegiatan yang dilakukan selama dua kali tersebut mengikutsertakan adik binaan dari Rumah Belajar (Rubel) Insani di Panjang Jiwo berjumlah 18 anak Dan adik binaan dari Rubel Surga di Sukomanunggal dengan 25 anak.

Farid Taufiqi, Ketua SCOLAH-UNAIR Mengajar menjelaskan, kegiatan kunjungan edukasi ini mengajak adik binaan berkunjung ke Ekowisata Mangrove Wonorejo. Selain bermain dan melihat berbagai tanaman mangrove, adik binaan juga diberi pemahaman terkait manfaat dari mangrove, berbagai jenis tanaman mangrove. Lalu, juga ada kegiatan pembuatan poster mengenai pohon mangrove dan penanaman pentingnya menjaga lingkungan alam khususnya pohon mangrove.

“Adik-adik binaan sangat antusias. Dan dari beberapa edisi kunjungan edukasi sendiri, adik binaan selalu senang ketika diajak jalan-jalan oleh kakak-kakak dari SCOLAH-UNAIR Mengajar,” jelas mahasiswa FEB yang akrab dipanggil Farid tersebut.

Kegiatan yang mengajak untuk belajar di lingkungan luar seperti taman, hutan, kebun binatang, sawah, dan lain-lain tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan pelajar melalui kegiatan yang proaktif. Harapannya adik binaan dapat memahami pengalaman secara langsung dan dapat berinteraksi secara dekat dengan apa yang dipelajarinya.

“Selain itu, kegiatan belajar di luar ruangan, khususnya dekat dengan alam akan meningkatkan kesadaran adik binaan untuk memahami problematika alam serta menjaga lingkungan agar tidak rusak. Hal tersebut dapat melatih rasa saling menjaga lingkungan serta tanggung jawab sosial dari adik binaan itu sendiri,” terang Farid.

Menurut Farid, terdapat hal menarik yang terjadi, yaitu ketika adik binaan diberi pertanyaan terkait hal yang baru dijelaskan oleh tour guide terkait mangrove. Melihat dari latar belakang serta lingkungannya, Farid menyadari bahwa sebenarnya adik binaan tersebut dapat menangkap dengan cepat berbagai hal yang diajarkan kepada mereka.

Farid berharap, usai kegiatan adik binaan dapat mengiterpretasi seluruh pembelajaran yang diberikan dan dapat memunculkan tindakan sesuai tujuan yang ditentukan dari pembelajaran tentang alam khususnya terkait mangrove itu sendiri.

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).