Lestarikan Permainan Tradisional, Kampung Dolanan Isi Kegiatan di Gerbang Desa Jilid IV

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Kampung Dolanan sebagai komunitas yang bergerak di bidang sosial, khususnya di bidang pelestarian permainan tradisional bersedia hadir dalam kegiatan Gerbang Desa Jilid IV yang diadakan oleh Kementerian Pengabdian Masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (UNAIR). Mustofa Sam, delegasi dari Tim Kampung Dolanan dibantu dengan beberapa volunteer melaksanakan kegiatan tersebut pada Rabu (25/7).

“Kami merespon positif untuk semua hal yang berkaitan dengan pelestarian permainan tradisional, termasuk dengan teman-teman BEM UNAIR,” jelas Mustofa Sam atau biasa dipanggil Cak Mus.

Dalam kegiatan tersebut, Cak Mus menjelaskan bahwa terdapat sepuluh hingga dua belas permainan yang dikenalkan pada anak-anak Jolosutro. Diantaranya adalah egrang bambu, hulahop, tarik tambang, dan balap karung.

Sementara itu, untuk melatih kreativitas anak-anak, Tim dari Kampung Dolanan memberikan workshop pembuatan perainan tradisional bernama Up Down Your Ball. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat permainan itu adalah tali, bola tenis, botol minuman ukuran tanggung, gunting, dan cat.

Anak-anak tersebut, imbuhnya, lebih berantusias untuk memainkan permainan dari pada mengikuti workshop. Meskipun begitu, Cak Mus merasa tidak keberatan. Mengingat, dengan bermain anak-anak dapat belajar banyak hal terkait nilai-nilai kehidupan.

“Anak-anak sesuai qitohnya, biarkan mereka bermain yang mengangkat interaksi antar sesame. Baik dengan temannya, kakak kelas, ataupun dengan orang yang lebih tua,” jelasnya.

Hal yang berkesan untuk Cak Mus adalah ketika berinteraksi bersama anak-anak. Ketertarikan anak-anak untuk bisa bermain egrang dan teman sebayanya yang bahu membahu membantu temannya untuk melatih bermain egrang.

Dengan berlangsungnya program Gerbang Desa Jilid IV, masyarakat dapat benar-benar merasakan kebermanfaatannya. Besar harapan Cak Mus agar program yang dijalankan oleh PENGMAS BEM UNAIR itu tidak berhenti di tempat.

Selain itu, Cak Mus juga berharap kedepannya panitia dapat memunculkan tokoh tokoh penggerak di Jolosutro untuk melanjutkan program tersebut, sehingga kegiatan pemberdayaan tetap bisa dijalankan walaupun tanpa teman-teman UNAIR.

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).