LPM UNAIR Gelar Penyuluhan Bahaya Penggunaan Narkoba

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Narkoba
Suasana penyuluhan pencegahan penggunaan narkoba di LPM UNAIR. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Airlangga menggandeng Badan Kerja Sama Panti Asuhan Islam Surabaya (BKPAIS) untuk menggelar Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba dan Motivasi Belajar di Perguruan Tinggi bagi Remaja di Lingkungan Panti Asuhan di Wilayah Surabaya.  

Acara di Ruang Sidang Utama LPM UNAIR itu diikuti ratusan anak panti yang tergabung dalam BKPAIS, Sabtu (28/10). Mewakili Ketua LPM UNAIR, Prof. Hery Agoes Hermadi selaku tim pengmas menyatakan bahwa mengenai penggunaan narkoba, semuanya bermula dari hal-hal sederhana yang tidak mendapat perhatian. Dia menegaskan, jika seseorang sudah terkena narkoba, banyak kerugian yang didapat.

“Kalau sudah terkena narkoba, banyak kerugian yang didapat. Selain menghambat kalian untuk berkarya, masa depan tidak gemilang,” terangnya.

Seusai sambutan, acara selanjutnya adalah pemaparan materi tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba oleh Ria Damayanti, S.H., MM. selaku ketua Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Jawa Timur. Sebelum detail memaparkan upaya pencegahan penggunaan narkoba, lebih dulu Ria menjelaskan bahwa narkotika sejatinya merupakan obat untuk medis dan riset yang disalahgunakan.

“Narkotika ini boleh digunakan sebenarnya, tapi harus sesuai dengan aturan dan kegunaan. Bukan disalahgunakan,” jelasnya.

Selanjutnya, Ria memberikan paparan mengenai fenomena pengguna narkoba. Di hadapan peserta, Ria menunjukkan beberapa bukti bahwa pengguna narkoba hampir merambah kepada semua usia dan kalangan. Tidak peduli orang kaya atau miskin.

“Kondisi saat ini, pengguna narkoba menerjang semua lapisan, mau artis, orang biasa, laki-laki atau perempuan, semua berpotensi. Maka hati-hati,” tegasnya.

Selanjutnya, selain memaparkan berbagai jenis-jenis narkoba yang tergolong narkoba jenis lama atau baru, Ria menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman terbesar generasi bangsa ke depan. Baginya, narkoba adalah pejajah tanpa wajah yang siap menghancurkan negara.

“Bahaya narkoba akan merambat pada banyak hal. Salah satunya prestasi dan mimpi untuk bekarya pada masa yang akan datang bakal hilang,” jelasnya.

Pada akhir, Ria menunjukkan berbagai cara penyelundupan narkoba, dampak-dampak setelah mengonsumsi narkoba, hingga pandangan Islam terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Bukan hanya itu, Dia juga menjelaskan cara cerdas menolak narkoba.

“Banyak cara cerdas yang bisa kita lakukan. Salah satunya, membangun kreativitas diri dan meningkatkan keimanan,” pungkasnya.

Penulis : Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).