Rangkaian Perhelatan 63 Tahun Universitas Airlangga

UNAIR NEWS – Tepat 10 November mendatang, Universitas Airlangga genap berusia 63 tahun. Mengusung tema “Indonesia Adil dan Beradab” peringatan 63 Tahun UNAIR diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai kegiatan yang melibatkan sivitas akademika hingga masyarakat umum.

Beragam kegiatan itu bakal dilaksanakan sejak 9 Oktober hingga 24 November mendatang. Kegiatan besar pertama adalah acara Rector Cup yang akan berlangsung berlangsung hingga 23 Oktober. Pada laga Rector Cup diisi dengan berbagai lomba seperti Badminton, Catur, Voli, Futsal, Basket, Bridge, Pencak Silat, Tenis, Tenis Meja, Karya Tulis, dan Pekan Seni Mahasiswa.

Kedua, kegiatan besar yang bakal berlangsung pada 22 Oktober mendatang adalah Minggu Sehat Ceria. Pada gelaran Minggu Sehat Ceria serangkaian kegiatan akan berlangsung seperti CMS Surabaya Run, Jalan Sehat dan Lomba Senam UNAIR, Bazar, Panen Raya, Lomba Bakar Ikan, Lomba Vocal Group, dan Pojok Layanan.

Berlanjut acara besar ketiga adalah Lomba Cipta dan Baca Puisi yang bakal berlangsung 5 November. Kemudian dilanjutkan dengan Book Sale yang bakal dilangsungkan mulai tanggal 6 hingga 12 November.

Lomba Paduan Suara Nasional Tingkat SMA juga bakal digelar pada tanggal 8 November. Selanjutnya, Sarasehan Nasional dengan tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Kehidupan Kebangsaan Indonesia yang Demokrasi dan Berkeadilan Sosial” akan dilangsungkan pada tanggal 8 dan 9 November.

Acara selanjutnya yang menjadi kebanggaan seluruh sivitas akademika dan bangsa Indonesia adalah Peresmian Rumah Sakit Terapung. RS Terapung perdana yang dilayarkan oleh institusi pendidikan tinggi ini bakal diresmikan pada tanggal 9 November.

Puncak dari peringatan Dies Natalis ke-63 UNAIR yang jatuh pada 10 November bakal diisi dengan sidang universitas yang diisi dengan orasi ilmiah. Selanjutnya ada tiga kegiatan besar yang bakal menjadi serangkaian acara penutup, yakni Pentas Wayang Orang pada 11 November, Pekan Pengabdian Masyarakat pada tanggal 11 hingga 18 November, dan kegiatan terakhir adalah Malam Penganugerahan UNAIR pada tanggal 24 November.

Ayo, kita semarakkan 63 Tahun kampus tercinta, Universitas Airlangga. Di timur Jawa Dwipa, Airlangga tetap Kau jaya. (*)

Penulis : Nuri Hermawan

Editor : Binti Q. Masruroh




Alumni SMA Al – Hikmah Surabaya Langganan Masuk UNAIR

UNAIR NEWS – Tujuh perwakilan guru dan kepala sekolah SMA Al – Hikmah Surabaya  melakukan audiensi ke Universitas Airlangga. Audiensi ini diterima langsung oleh Dr. Achmad Solihin, SE., M.Si selaku Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru dan dua staf Pusat Informasi dan Humas.

Audiensi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru dan mengetahui perkembangan hasil studi alumni SMA Al-Hikmah Surabaya yang saat ini menjadi mahasiwa di Universitas Airlanggga.

“Saat ini siswa yang berada di kelas 12 ada sekitar 360 orang dan kebanyakan dari mereka memilih UNAIR,” Ujar Ahmad Fais  selaku kepala SMA Al – Hikmah

Ketua PPMB mengapresiasi SMA Al-Hikmah yang masuk  jajaran 20 besar jumlah mahasiswa terbanyak yang diterima di Universitas Airlangga. Mahasiwa aktif yang berasal dari SMA Al-Hikmah sebanyak 260 orang yang tersebar di berbagai fakultas dan program studi.

Ahmad Fais menjelaskan bahwa rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif dari mahasiwa asal SMA Al-Hikmah rata-rata cukup baik, yakni di angka 3. Sejauh ini pihak sekolah tetap memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa agar bisa belajar di Universitas Airlangga untuk menambah jumlah mahasiswa SMA Al- Hikmah di UNAIR. Hal itu juga akan berpengaruh terhadap penilaian indeks sekolah pada jalur SNMPTN.

Dalam audiensi tersebut pihak SMA – Al Hikmah juga  menyampaikan keraguan siswa dalam menentukan pilihan Program Studi.

“Para siswa ini bertanya- tanya apakah Jurusan IPA bisa daftar ke Jurusan IPS, begitu pula sebaliknya,” tandas Ahmad Faiz

Menanggapi hal tersebut, Solihin menjelaskan bahwa untuk Jalur SNMPTN memang lebih sulit, karena dalam penilaian SNMPTN juga mempertimbangkan nilai mata pelajaran yang linier dengan program studi pilihan, Untuk IPA misalnya, terdapat enam mata pelajaran yang menjadi penilaian, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi. Sedangkan untuk IPS, enam mata pelajaran yang menjadi penilaian adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, dan Ekonomi.

Penulis Anandya Anandita

Editor : Faridah Hari




UNAIR Tuan Rumah Mukernas APPTI III

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga menjadi tuan rumah Musyawarah Kerja Nasional Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) III yang sebelumnya berlangsung di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada Mukernas APPTI III ini, “Peran APPTI dalam memformulasikan perkembangan demokrasi” diangkat menjadi tema kegiatan. Acara ini bertujuan untuk mensinergikan lembaga penerbit perguruan tinggi se Indonesia dalam memajukan kiprahnya.

“Selain untuk memperbaiki kesenjangan antar penerbit universitas, APPTI III ini menjadi wadah diskusi dalam mendukung perkembangan kedepannya,” ucap Drs. Aribowo M.S selaku tuan rumah yang juga direktur Airlangga University Press.

Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Kelembagaan Kemenristek Dikti Dr. Ir. Patdono Suwgnjo M. Eng., Sc., menyampaikan dukungan serta apresiasi atas terselenggaranya APPTI III yang dikuti oleh 49 pergguruan tinggi. Petugas eslon I dikti ini menyampaikan bahwa perkembangan penerbitan begitu cepat, untuk itu harus direspon cepat dalam menyikapi dunia persaingan yang kompetitif.

“Penerbit universitas sudah saatnya untuk berkiprah merangkum gagasan terbaik di masing-masing universitas,” imbuhnya.

Turut hadir juga Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Syaifullah Yusuf. Dalam sambutannya, wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu menyampaikan, tantangan era digital perlu dianggap serius. Pasalnya, perkembangan pengetahuan sangat penting di era digital. Gus Ipul berpesan bahwa penerbit harus mengantisipasi adanya hal semacam ini dan harus mempublikasikan karya ilmiah dengan versi digital.

Menambahkan pernyataan Gus Ipul, Wakil Rektor IV Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D dalam kata sambutannya mengatakan, data terakhir yang disampaikan Ikatan Penerbit Indonesia (IKPI) menyebutkan bahwa jumlah buku yang diusulkan untuk mendapatkan international book number sebanyak 44.128 judul buku. Bila dirata-rata dari 711, penerbit itu hanya menerbitkan 62 judul pertahun.

“Ini menandakan bahwa masih jauh dari harapan yang harusnya setiap penerbit harus bisa menerbitkan lebih dari 200 buku setiap tahunnya untuk bisa mencerdaskan bangsa,”  jelasnya.

Junaidi melihat bahwa perkembangan era digital, khusunya bagi mahasiswa yang sekarang ini lebih banyak menggemari tulisan-tulisan elektronik. Hal ini memberi tantangan tersendiri bagi panerbit untuk bisa terus berinovasi. Sehingga, nantinya dapat mewujudkan kecerdasan bangsa.

“Acara ini diharapkan semakin meningkatkan minat baca masyarakat dengan didukung penuh oleh tersedianya karya ilmiah yang bermutu. Namun, dapat dijangkau oleh masyarakat luas melalui peran yang dirumuskan APPTI,” imbuh Junaidi.

Penulis : Helmy Rafsanjani

Editor : Nuri Hermawan




BPJS ‘Goes to Campus’ Menyapa Mahasiswa UNAIR

UNAIR NEWS – Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya untuk mewujudkan Indonesia sejahtera dengan JKN – KIS (Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat) salah satu caranya dengan acara BPJS Goes to Campus yang bertempat di Universitas Airlangga, Kamis (5/10).

Pada kesempatan itu hadir Wakil Rektor I Universitas Airlangga Prof. Djoko Santoso., dr., Ph.D Sp.PD.K-GH.FINASIM, Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. Hadi Subhan, SH.,MH.,CN., Direktur Keuangan dan Inventaris BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso., MBA, dan juga beberapa direksi dari BPJS Kesehatan.

“Melalui BPJS ini menunjukan bahwa negara telah hadir di tengah masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan, kedepannya BPJS bisa lebih baik untuk masyarakat Indonesia menuju Indonesia sehat,” ungkap Prof. Djoko Santoso saat memberikan sambutan.

Menurutnya, BPJS goes to campus ini sebetulnya menjadi pembelajaran dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak berdaya menjadi berdaya bagi civitas akademika. Hal ini meruypakan esensi esensi dari pendidikan yang dimandatkan UNESCO.

“Living together, ini menjadi referensi amanah dalam hidup bersama dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kemal Imam Santoso juga turut mengajak mahasiswa untuk lebih peduli dan berinvestasi kesehatan dengan mengikuti JKN – KIS serta untuk mewujudkan Universal Health Coverage pada tahun 2019 mendatang.

“Sekarang untuk mendaftar JKN –KIS kami sudah mempersiapkan banyak kanal selain kantor layanan BPJS terdekat  seperti melalui aplikasi, di kecamatan yang tertunjuk, dan booth pendaftaran. Jadi tidak perlu mengantre lagi,” ungkap Kemal yang juga merupakan alumni Universitas Airlangga tahun 1979.

BPJS
MEMBELUDAK, mahasiswa UNAIR yang mengikuti sosialisasi BPJS. (Foto: Bambang Bes)

BPJS telah bekerjasama dengan 50 Universitas seluruh Indonesia untuk mendaftarakan mahasisiwa baru untuk peserta JKN – KIS.  “Kami akan melakukan kerjasama juga di UNAIR, sedang dalam proses,” ungkapanya

Acara tersebut juga menghadrikan Brand Ambassador BPJS Kesehatan, Ade Rai. Atlet binaragawan ini mengajak semua yang hadir untuk bergaya hidup sehat dengan berolahraga dan makan makanan berserat tinggi.

“Olahraga itu tidak perlu menunggu waktu luang, tapi meluangkan waktu untuk olahraga. Karena olahraga itu investasi kesehatan,” tandas Ade Rai.

Penulis  : Faridah Hariani

Editor   : Helmy Rafsanjani




UNAIR Jadi Rujukan Sekolah di Wilayah Barat Indonesia

UNAIR NEWS – Menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia timur, Universitas Airlangga kerap menjadi tujuan kunjungan sekolah menengah atas dari berbagai daerah. Baik dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, atau bahkan ada yang dari luar Jawa.

Kali ini kunjungan datang dari kawasan Indonesia barat, tepatnya SMA Plus Negeri 17 Palembang, Sumatera Selatan. Sebanyak 200 siswa bersama 10 guru pendamping, diterima oleh staf Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR di Aula Kahuripan Kampus C UNAIR pada Selasa (26/9).

Ria Wilastri selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan mengatakan, SMA tempatnya mengajar merupakan sekolah favorit di daerah Sumatera Selatan. Selain siswa lokal, SMA tersebut juga memiliki anak didik dari mancanegara.

Perihal kunjungannya ke UNAIR, Ria mengaku bahwa pihaknya ingin mengenalkan anak didiknya untuk mengenal perguruan tinggi di Indonesia wilayah timur. Sebab, pelajar sekolah tersebut mendominasi perguruan tinggi di daerah Sumatera dan Jakarta.

“Saya berharap agar anak-anak tidak hanya melanjutkan di kampus lokal maupun yang ada di Jakarta. Kami ingin mereka bisa ke UNAIR. Karena yang ke timur ini masih sedikit,” jelasnya.

Mewakili UNAIR, informasi seputar jalur masuk dan berbagai persyaratan untuk mengikuti seleksi disampaikan langsung oleh perwakilan Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB). Selanjutnya, dari PIH UNAIR menjelaskan berbagai macam fasilitas dan beragam hal seputar kehidupan kampus di UNAIR.

Anindya Anandita, S.Ikom., selaku staf PIH UNAIR mengatakan, jika ini merupakan kunjungan sekolah pertama dari daerah Sumatera Selatan. Ia juga mengatakan bahwa dengan banyaknya kunjungan dari sekolah di wilayah barat Indonesia, ke depan akan semakin mewarnai latar belakang mahasiswa UNAIR.

“Ini menunjukkan bahwa UNAIR juga menjadi pilihan sekaligus prioritas bagi sekolah di kawasan Barat,” jelasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Defrina Sukma S




Gathering dan Penyerahan Hadiah Lomba yang Diadakan PIH

UNAIR NEWS – Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga memberikan penghargaan kepada 18 peserta lomba penulisan opini, foto, dan video competition, Rabu (20/9). Selain seluruh pemenang, pemberian penghargaan tersebut juga dihadiri oleh awak media, maupun staf dan pimpinan PIH. Event itu juga merupakan gathering dan ajang diskusi bersama.

Berikut sekelumit dokumentasinya.




Semiloka Perguruan Tinggi dilaksanakan di UNAIR

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga mendapat kehormatan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai tuan rumah acara Semiloka Pembelajaran Daring di Perguruan Tinggi. Acara yang dilangsungkan di Aula Kahuripan Kampus C pada Senin (11/9), diikuti oleh berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Mewakili Rektor UNAIR hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM. Dalam sambutannya, Djoko berterima kasih kepada Ristek Dikti atas kepercayaan dalam menyelenggarakan acara  Semiloka Pembelajaran Daring di Perguruan Tinggi di UNAIR.




Semarak EMTEK Goes to Campus

UNAIR NEWS – Pusat Informasi dan Humas Universitas Airlangga bekerjasama dengan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek) menyelenggarakan acara “EMTEK Goes To Campus”. Acara akan berlangsung selama dua hari pada tanggal 13 – 14 September 2017 di Airlangga Convention Center.

Berikut sekelumit potret-potretnya.




UNAIR Kembangkan Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

UNAIR NEWS – Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga mengadakan semiloka “Pengembangan Pendidikan Inklusi Menuju UNAIR Kampus Humanis”, Kamis (14/9), di Aula Amerta Kantor Manajemen. Semiloka ini dimaksudkan untuk mengembangkan pendidikan inklusi yang ramah dengan penyandang disabilitas.

Acara semiloka tersebut dihadiri dua pembicara yakni Prof. Dr. Frieda Maryam Mangunsom Siahaan, M.Ed., Psi dari Universitas Indonesia, dan Ro’fah, Ph.D dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Acara tersebut diikuti oleh para pimpinan fakultas, ketua departemen dan koordinator program studi di lingkungan UNAIR.

Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang implementasi kebijakan pemerintah Republik Indonesia dan pengalaman terbaik tentang layanan pendidikan inklusi di perguruan tinggi yang dipaparkan masing-masing pembicara.

“Rendahnya mahasiswa disabilitas yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi salah satunya karena tidak diajarkannya mereka untuk bermimpi bisa belajar di perguruan tinggi saat berada di sekolah sebelumnya. Kapasitas mental dan motivasi seharusnya sudah dibangun sejak mereka masih duduk di bangku SDLB (sekolah dasar luar biasa), SMPLB (sekolah menengah pertama luar biasa), dan SMALB (sekolah menengah atas luar biasa),” jelas Ro’fah.

Agar tak ada kesenjangan dalam mencetak lulusan, Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Bambang Sektiari menuturkan, mahasiswa disabilitas maupun reguler akan mendapatkan perlakuan yang setara.

“Pendidikan inklusi ini bukan pendidikan eksklusif, maka mahasiswa yang masuk di UNAIR tidak mendapatkan perlakuan khusus. Antara mahasiswa reguler dan mahasiswa penyandang kebutuhan khusus akan sama-sama mendapatkan perlakuan maupun kenyamanan yang sama,” jelas Prof. Bambang.

Akibat minimnya partisipasi, fasilitas, tenaga pendidik dan pengayaan kurikulum pada pendidikan jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB bagi penyandang disabilitas, hingga saat ini partisipasi masyarakat disabilitas tercatat cukup kecil dari total jumlah mahasiswa yang ada di perguruan tinggi. Yaitu, hanya satu persen.

Penulis: Disih Sugianti

Editor: Defrina Sukma S

 




Hadirin Padati Kuliah Umum Stem Cell dengan Pembicara Rusia

UNAIR NEWS – Ratusan orang memadati ruang Amerta lantai IV gedung Rektorat Universitas Airlangga (UNAIR), Rabu pagi (13/9). Mereka menghadiri acara kuliah umum, dengan pembicara level internasional, tentang Stem Cell, yang diadakan oleh Stem Cell Research and Development Center UNAIR dan Institute for Regenerative Medicine, Sechenov University, Moskow, Rusia. Para hadirin berasal dari bermacam latar belakang, seperti, mahasiswa, dosen, peneliti, dan para pelajar yang berminat dengan dunia kedokteran maupun pengobatan.

Tampil sebagai narasumber Prof. Vladimir Mironov M.D. PhD, dari Sechenov University, dan Dr Purwati M.D. dari UNAIR. Prof Mironov secara khusus berbicara tentang Organ Printing: From Idea to New Industry. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Prof. Fedik Abdul Rantam.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III bidang riset dan kerjasama Prof. Amin Alamsjah. Dalam sambutannya, Amin mengajak para hadirin untuk bersyukur karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini makin pesat. Termasuk, di bidang kedokteran dan kesehatan.

“Stem cell membawa harapan baru. Ada banyak persoalan kesehatan di dunia yang bisa dipecahkan melalui ilmu pengetahuan tentang stem cell,” papar dia.

Maka itu, tambah dia, kesempatan menambah wawasan tentang stem cell tidak boleh disia-siakan. Kuliah umum ini adalah salah satunya. Sementara itu, antusiasme hadirin tampak di venue acara. Berkali-kali, panitia harus menambah kursi karena orang-orang terus berdatangan.

Hadiri membeludak. Mereka menikmati kuliah umum dengan seksama.

“Dua pembicara kali ini memiliki banyak pengalaman. Mereka sering meneliti dan mengaplikasikan hasil penelitiannya,” kata Prof. Fedik yang kemudian memerkenalkan sekelumit profil Prof. Mironov dan Dr. Purwati di hadapan hadirin.

Dalam kesempatan ini, Prof. Mironov menyeritakan tentang peluang besar untuk memecahkan problem kesehatan khususnya berhubungan dengan penyakit organ dalam. “Organ printing, secara umum, berbicara tentang keinginan untuk ‘menciptakan’ atau membentuk organ manusia,” ungkapnya.

Ini merupakan alternatif selain transplantasi organ. Yang bisa digunakan tatkala ada orang yang mengalami masalah dengan organ dalamnya. Tentu saja, teknologi stem cell menjadi prinsip dasar penerapannya.

Sebagian orang mungkin menganggap ini sebagai kegilaan atau sekadar science fiction. Namun faktanya, penelitian yang sudah dilaksanakan belasan tahun ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Salah satu mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Guntur Hadi Laksono mengutarakan, kuliah umum ini membuka wawasannya tentang teknologi stem cell di level internasional. “Saya jadi tahu, sudah sejauh mana teknologi dan inovasi ini berkembang. Sedangkan saya sendiri, ingin pula berkonsentrasi untuk belajar tentang stem cell,” papar mahasiswa semester tiga ini. (*)

Author: Rio F. Rahman