Gathering dan Penyerahan Hadiah Lomba yang Diadakan PIH

UNAIR NEWS – Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga memberikan penghargaan kepada 18 peserta lomba penulisan opini, foto, dan video competition, Rabu (20/9). Selain seluruh pemenang, pemberian penghargaan tersebut juga dihadiri oleh awak media, maupun staf dan pimpinan PIH. Event itu juga merupakan gathering dan ajang diskusi bersama.

Berikut sekelumit dokumentasinya.




Semiloka Perguruan Tinggi dilaksanakan di UNAIR

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga mendapat kehormatan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai tuan rumah acara Semiloka Pembelajaran Daring di Perguruan Tinggi. Acara yang dilangsungkan di Aula Kahuripan Kampus C pada Senin (11/9), diikuti oleh berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Mewakili Rektor UNAIR hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM. Dalam sambutannya, Djoko berterima kasih kepada Ristek Dikti atas kepercayaan dalam menyelenggarakan acara  Semiloka Pembelajaran Daring di Perguruan Tinggi di UNAIR.




Semarak EMTEK Goes to Campus

UNAIR NEWS – Pusat Informasi dan Humas Universitas Airlangga bekerjasama dengan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek) menyelenggarakan acara “EMTEK Goes To Campus”. Acara akan berlangsung selama dua hari pada tanggal 13 – 14 September 2017 di Airlangga Convention Center.

Berikut sekelumit potret-potretnya.




UNAIR Kembangkan Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

UNAIR NEWS – Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga mengadakan semiloka “Pengembangan Pendidikan Inklusi Menuju UNAIR Kampus Humanis”, Kamis (14/9), di Aula Amerta Kantor Manajemen. Semiloka ini dimaksudkan untuk mengembangkan pendidikan inklusi yang ramah dengan penyandang disabilitas.

Acara semiloka tersebut dihadiri dua pembicara yakni Prof. Dr. Frieda Maryam Mangunsom Siahaan, M.Ed., Psi dari Universitas Indonesia, dan Ro’fah, Ph.D dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Acara tersebut diikuti oleh para pimpinan fakultas, ketua departemen dan koordinator program studi di lingkungan UNAIR.

Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang implementasi kebijakan pemerintah Republik Indonesia dan pengalaman terbaik tentang layanan pendidikan inklusi di perguruan tinggi yang dipaparkan masing-masing pembicara.

“Rendahnya mahasiswa disabilitas yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi salah satunya karena tidak diajarkannya mereka untuk bermimpi bisa belajar di perguruan tinggi saat berada di sekolah sebelumnya. Kapasitas mental dan motivasi seharusnya sudah dibangun sejak mereka masih duduk di bangku SDLB (sekolah dasar luar biasa), SMPLB (sekolah menengah pertama luar biasa), dan SMALB (sekolah menengah atas luar biasa),” jelas Ro’fah.

Agar tak ada kesenjangan dalam mencetak lulusan, Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Bambang Sektiari menuturkan, mahasiswa disabilitas maupun reguler akan mendapatkan perlakuan yang setara.

“Pendidikan inklusi ini bukan pendidikan eksklusif, maka mahasiswa yang masuk di UNAIR tidak mendapatkan perlakuan khusus. Antara mahasiswa reguler dan mahasiswa penyandang kebutuhan khusus akan sama-sama mendapatkan perlakuan maupun kenyamanan yang sama,” jelas Prof. Bambang.

Akibat minimnya partisipasi, fasilitas, tenaga pendidik dan pengayaan kurikulum pada pendidikan jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB bagi penyandang disabilitas, hingga saat ini partisipasi masyarakat disabilitas tercatat cukup kecil dari total jumlah mahasiswa yang ada di perguruan tinggi. Yaitu, hanya satu persen.

Penulis: Disih Sugianti

Editor: Defrina Sukma S

 




Hadirin Padati Kuliah Umum Stem Cell dengan Pembicara Rusia

UNAIR NEWS – Ratusan orang memadati ruang Amerta lantai IV gedung Rektorat Universitas Airlangga (UNAIR), Rabu pagi (13/9). Mereka menghadiri acara kuliah umum, dengan pembicara level internasional, tentang Stem Cell, yang diadakan oleh Stem Cell Research and Development Center UNAIR dan Institute for Regenerative Medicine, Sechenov University, Moskow, Rusia. Para hadirin berasal dari bermacam latar belakang, seperti, mahasiswa, dosen, peneliti, dan para pelajar yang berminat dengan dunia kedokteran maupun pengobatan.

Tampil sebagai narasumber Prof. Vladimir Mironov M.D. PhD, dari Sechenov University, dan Dr Purwati M.D. dari UNAIR. Prof Mironov secara khusus berbicara tentang Organ Printing: From Idea to New Industry. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Prof. Fedik Abdul Rantam.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III bidang riset dan kerjasama Prof. Amin Alamsjah. Dalam sambutannya, Amin mengajak para hadirin untuk bersyukur karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini makin pesat. Termasuk, di bidang kedokteran dan kesehatan.

“Stem cell membawa harapan baru. Ada banyak persoalan kesehatan di dunia yang bisa dipecahkan melalui ilmu pengetahuan tentang stem cell,” papar dia.

Maka itu, tambah dia, kesempatan menambah wawasan tentang stem cell tidak boleh disia-siakan. Kuliah umum ini adalah salah satunya. Sementara itu, antusiasme hadirin tampak di venue acara. Berkali-kali, panitia harus menambah kursi karena orang-orang terus berdatangan.

Hadiri membeludak. Mereka menikmati kuliah umum dengan seksama.

“Dua pembicara kali ini memiliki banyak pengalaman. Mereka sering meneliti dan mengaplikasikan hasil penelitiannya,” kata Prof. Fedik yang kemudian memerkenalkan sekelumit profil Prof. Mironov dan Dr. Purwati di hadapan hadirin.

Dalam kesempatan ini, Prof. Mironov menyeritakan tentang peluang besar untuk memecahkan problem kesehatan khususnya berhubungan dengan penyakit organ dalam. “Organ printing, secara umum, berbicara tentang keinginan untuk ‘menciptakan’ atau membentuk organ manusia,” ungkapnya.

Ini merupakan alternatif selain transplantasi organ. Yang bisa digunakan tatkala ada orang yang mengalami masalah dengan organ dalamnya. Tentu saja, teknologi stem cell menjadi prinsip dasar penerapannya.

Sebagian orang mungkin menganggap ini sebagai kegilaan atau sekadar science fiction. Namun faktanya, penelitian yang sudah dilaksanakan belasan tahun ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Salah satu mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Guntur Hadi Laksono mengutarakan, kuliah umum ini membuka wawasannya tentang teknologi stem cell di level internasional. “Saya jadi tahu, sudah sejauh mana teknologi dan inovasi ini berkembang. Sedangkan saya sendiri, ingin pula berkonsentrasi untuk belajar tentang stem cell,” papar mahasiswa semester tiga ini. (*)

Author: Rio F. Rahman




Para Tokoh Nasional Hadiri Seminar The 3rd International Conference on Contemporary Social and Political Science Affair

UNAIR NEWS – Seminar The 3rd ICoCSPA (International Conference on Contemporary Social and Political Science Affair) “Development and Security in Risk Society”, Kamis (7/9), dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional Agus Wijoyo, Prof. Hisae Nakanishi, Ph.D (Universitas Doshisha Jepang), Prof. Dr. Peter Grabosky (Universitas Nasional Australia), Dr. Robbie Pieters (Universitas Sydney Australia), dan Baiq Wardhani, Ph.D (Universitas Airlangga). Susunan acara ICoCSPA 2017 terdiri dari seminar internasional dan presentasi para peneliti. Berikut sejumlah foto-foto dokumentasinya.




Bertabur Professor, IKA-UA Sulawesi Selatan Diharap Melebihi Kiprah IKA Pusat

UNAIR NEWS – Tradisi Universitas Airlangga bahwa disela kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dimana pun, dengan mengadakan temu alumni, juga dilakukan di Makassar, Sulawesi Selatan, tempat PIMNAS ke-30/2017 dilaksanakan. Bertempat di Hotel Aston Makassar, Selasa (22/8) malam dilaksanakan Temu Alumni dan Pelantikan Pengurus Wilayah IKA UA Sulawesi Selatan periode 2017-2021.

Satu hal yang menarik, dalam Surat Keputusan PP IKA-UA Nomor 007/PP IKA UA/SK VIII/2017 tanggal 16 Agustus 2017 itu, dari 62 orang alumni UNAIR yang menjadi pengurus IKA-UA Wilayah Sulawesi Selatan, sebanyak 30 orang atau hampir 50% diantaranya bergelar professor (Guru Besar), serta tidak seorang pun yang bergelar sarjana (S1). Jadi minimal S-2 dan atau dokter spesialis. Pelantikan pengurus ini dilakukan Sekjen PP IKA-UA Dr. Budi Widayanto, Drs.Ec., MP., yang mewakili Ketua Umum PP IKA-UA yang berhalangan hadir.

Komposisi kepengurusan yang sedemikian “wah” karena bertabur Professor itu, juga diakui oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Moh Nasih, MT., SE., Ak., MCA., bahwa kekuatannya melebihi susunan pengurus PP IKA-UA. Karena itu diharapkan kekuatannya pun melebihi kiprah IKA-UA Pusat, karena dengan menjadi yang terbaik dalam pengabdian di berbagai tempat dan professinya, inilah kunci dalam berkontribusi terhadap nama baik almamater.

Rektor menyampaikan hal itu karena capaian produk UNAIR (alumni) berdasarkan penilaian internasional, sudah melebihi dari peringkat UNAIR (istitusinya) pada pemeringkatan cersi Dikti. Peringkat UNAIR terbaru versi Dikti berada di ranking tujuh, tetapi Academic Reputation UNAIR menduduki peringkat keempat.

”Itu artinya kita efisien secara luar biasa, sebab dari instansi berperingkat tujuh bisa menghasilkan output berperingkat empat. Karena itu marilah prestasi demikian ini kita lanjutkan,” kata Rektor Prof. Moh Nasih.

Rektor juga berpesan, para alumni untuk tidak malu dan segan-segan mencantumkan dalam database curiculum vitae di instansi atau perusahaan tempat bekerjanya untuk menulis sebagai alumni Universitas Airlangga, terutama pada data di website-nya. Apalagi jika alumni tersebut juga mencantumkan data prestasinya, maka hal-hal seperti itulah yang bisa berkontribusi menunjang target UNAIR untuk masuk 500 world class university (WCU) sebagaimana digadang-gadang oleh Kemenristekdikti.

Sementara itu Sekjen PP IKA UNAIR, Dr. Budi Widajanto, SE., Ak., MP., dalam sambutannya berharap agar segera melaksanakan rapat kerja untuk menyusun program kerja. Ini dimaksudkan agar tidak kehilangan momentum selepas pelantikan pengurus ini.

“Dalam menyusun program kerja hendaknya berpegang pada prinsip-prinsip, antara lain validasi organisasi, pengembangan karier, dan kerjasama almamater dengan lembaga lain. Selain itu mulai dari PP hingga Wilayah, Cabang, dan IKA Fakultas sepakat untuk mendukung upaya almamater dalam meraih target 500 dunia, yang sekarang masih di peringkat 700,” kata Budi Widayanto.

DALAM acara ini Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih dan Sekjen PP IKA-UA Budi Widayanto mendapat kehormatan sebagai “Warga Bugis” yang ditandai pengenaan busana adat Bugis. (Foto: Bambang Bes)

Gayung bersambut, Ketua IKA-UA Wilayah Sulsel, Prof. Dr. H. Heri Tahir, SH., MH., menyambut baik arahan PP IKA-UA. Pihaknya ingin senantiasa menjalin hubungan komunikasi yang produktif dengan IKA Pusat, karena pihaknya tidak ingin terjadi sesuatu yang stagnan sehingga bisa mengganggu pencapaian dan realisasi program kerja.

”Pengurus IKA UA Sulsel ini tidak beda jauh dengan PP-UA kok. Bedanya mungkin karena pengurus IKA-UA Sulsel ini lebih banyak yang berprofessi sebagai pendidik (dosen), namun juga banyak yang berprofessi lain seperti notaris dan di bidang kesehatan,” kata Prof. Heri Tohir.

Dalam susunan pengurus IKA-UA Sulawesi Selatan periode 2017-2021, pada jabatan Dewan Penasihat, dari 12 orang terdapat sepuluh diantaranya professor. Demikian juga Dewan Pakar, dari 13 alumni yang terpilih, sepuluh diantaranya professor. Kemudian enam professor sebagai pengurus harian dan empat professor pada kepengurusan bidang.

Selain Prof. Dr. H. Heri Tohir, SH, MH sebagai Ketua, juga dibantu Wakil Ketua I Prof. Dr. Muh Ali Lakatu, SE., MS., Wakil ketua II Prof. Dr. Syahnur Said, SE, MS., Wakil Ketua III Prof. Dr. Abd Rahman, SH, MH. Sekretaris: Dr. H. Nukrawi Nawir, M.Kes., AIFO., Wakil Sekretaris I Dra. Hj. Herlina Sukawati, M.Si., Wakil Sekretaris II Birkah Latif, Sh., MH., LLM., Wakil Sekretaris III Dr. Indirawaty, SPd., S.Kep.NS., M.Kes. Sedang Bendahara dijabat oleh Prof. Dr. drg. Herlina Yusuf, M.Kes., Wakil Bendahara I Prof. Dr. Hj. Hasmiaty, M.Kes., Wk Bendahara II Dr. Nurfaidah Said, SH., MH., M.Si, dan Wk Bendahara III Dr. Ir. Hikmawaty Mas’ud, M.Kes.

Kemudian juga dilengkapi bidang-bidang, yaitu Bidang Kajian dan Kebijakan Publik, Bidang Kajian Internasional dan Pemberdayaan Alumni, Bidang Usaha Kreatif dan Penggalangan Dana, Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar-lembaga, Bidang Pengembangan dan Kerjasama Almamater, Bidang Pengembangan Organisasi dan Alumni, Bidang Pengabdian Masyarakat dan Penanggulangan Bencana, Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Karier Alumni, Bidang Publikasi, Dokumentasi dan Humas., serta Bidang Jejaring dan Database Alumni. (*)

Penulis: Bambang Bes




Dibuka Rabu Malam di Kampus UMI, Tim PIMNAS UNAIR Siap Berlomba

UNAIR NEWS – Didamping para dosen pembimbing dan staf Kemahasiswaan, sebelas tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Airlangga, selesai melakukan regristrasi kepesertaan dalam Pekan Ilmian Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-30 tahun 2017, di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Jl. Urip Sumohardjo, Makassar, Selawesi Selatan, Rabu (23/8). Dalam regristasi tersebut juga disertakan file-file poster dan berkas lain.

“Karena regristasi bisa lebih cepat, maka kami masih ada waktu untuk melihat-lihat Kota Makassar sambil menunggu technical meeting peserta yang dijadwalkan pukul 15.30 WITA,” kata seorang mahasiswa UNAIR peserta PIMNAS, di base camp kontingen UNAIR yang mendapat jatah tempat di aula Fakultas Hukum UMI.

Pelaksanaan regristrasi sendiri tadi pagi berlangsung lancar, dilaksanakan di Auditorium Al-Jibra. Demikian juga pemasangan poster-poster yang dimulai pukul 14.00 WITA, Poster-porter PKM itu akan dilakukan penilaian hari Kamis besok. Kemudian dilanjutkan penilaian presertasi hingga hari Jumat (25/8).

Pada kelas presentasinya, untuk kelas PKM-KC (Karsa Cipta) akan dilakukan di kampus Fakultas Ekonomi UMI, demikian juga untuk PKMM (Pengabdian Masyarakat), dimana UNAIR masing-masing menurunkan tiga timnya. Sedangkan PKM Penelitian Eksakta (PKM-PE) dilaksanakan di gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMI. Sedangkan PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT) di kampus Fakultas Farmasi UMI.

Moch Z. Zoehdi, S.Sos., MA., Staf Kemahasiswaan UNAIR menyatakan bersyukur tidak ada mahasiswa yang terganggu kesehatannya, setiba di ”bumi Anging Mamiri” pada Selasa sore. Sedang pada malam harinya dilaksanakan latihan presentasi di dua hall Fave Hotel Jl. Pelita, Penakkukang, Makassar.

Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Moh Nasih, SE., MT., Ak., MCA., didampingi Direktur Kemahasiswaan Dr. M. Hadi Shubhan, SE., MH., CN., beserta pimpinan universitas dan fakultas lainnya, usai Temu Alumni juga mengunjungi para mahasiswa dan memberikan suntikan semangat. Diharapkan mahasiswa peserta PIMNAS tampil lepas agar bisa menunjukkan kemampuannya dan meraih hasil terbaik.

Pembukaan PIMNAS Ke-30 tahun 2017 dilaksanakan pada Rabu malam mulai pukul 18.0 WITA, di Auditorium Al-Jibra, kampus Universitas Muslim Indonesia Makassar. Pada acara pembukaan inilah akan diserahkan piala Adi Karta Kertawidya, sebagai Piala Bergilir PIMNAS, dari Universitas Brawijaya sebagai juara PIMNAS Ke-29/2016 di IPB, untuk diperebutkan kembali dalam PIMNAS Ke-30 tahun 2017 ini. Selamat berlomba. (*)

Penulis: Bambang Bes




Yel-Yel Bikin Semarak, Lomba Mahasiswa Asing Bikin Ketawa

UNAIR NEWS – Suasana halaman gedung Rektorat UNAIR terasa begitu ramai Kamis pagi (17/8). Lomba-lomba dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia dihelat dengan meriah. Para sivitas akademika begitu bergairah dan penuh semangat.

Ada lomba yel-yel, sepeda lambat, parikan dan karaoke bahasa Jawa. Lomba yel-yel diikuti semua unit di UNAIR. Para peserta tak segan menampilkan busana yang penuh aksesoris sebagai bentuk totalitas.

Peserta dari  Pusat Informasi dan Humas (PIH), misalnya. Mereka mencoret pipi, memakai wig dan hiasan kepala, serta mengenakan hiasan rumbai-rumbai tali raffia pada pinggang. Mereka menggubah lagu Goyang Bang Jali yang dipopulerkan Denny Cagur menjadi Goyang Merdeka. Tepuk tangan meriah dan sorak sorai bersahutan usai penampilan tim yang memakai busana bernuansa merah maroon tersebut.

Setelah mereka, tampil tim dari Rumah Sakit UNAIR. Mereka membawa tabuh-tabuhan sederhana yang digunakan untuk mengiringi yel-yel. Para penabuh, mengenakan helm khas pagawai konstruksi. Sedangkan busana yang mereka pakai berwarna hijau, yang biasa dikenakan perawat atau dokter yang mengoperasi pasien.

Lomba sepeda lambat tak kalah semarak. Begitu pula, lomba parikan dan karaoke bahasa Jawa yang juga mengundang gelak tawa. Sebab, ada penampil yang bukan berasal dari daerah Jawa. Sehingga saat menyanyikan lagu, logat yang terlontar pun jadi lucu. Misalnya, peserta dari Pusat Informasi dan Humas bernama Helmy Rafsanjani, yang menyanyikan Prau Layar.

Yang tak kalah seru adalah lomba-lomba bagi mahasiswa asing. Airlangga Global Engagement menyelanggarakan lomba makan krupuk, terompah raksasa, dan memasukkan paku dalam botol. “Ini sepertinya mudah. Ternyata sulit juga,” kata salah seorang peserta sesaat setelah dia sukses memasukkan paku dalam botol dan berteriak, “Airlangga!” Kawan-kawan di sekitarnya pun bertepuk tangan dan tertawa.

Peserta lain bernama Lotte Patty mengaku bahagia karena bisa berpartisipasi dalam acara ini. “Ini pengalaman luar biasa. Para warga kampus menghias ruangan mereka dengan nuansa merah putih. Kami juga diajak ikut merayakannya,” kata mahasiswi asal Belanda ini.

“Kami sengaja memakai pakaian olahraga dan melakukan pemanasan laksana seorang atlet. Demi bisa menjadi pemenang dalam lomba terompah raksasa dan makan krupuk,” tambah Thomas Van Scholik, mahasiswa asal Belanda, lantas terkekeh. (*)

Penulis: Rio F. Rachman




Mengisi Kemerdekaan dengan Bersumbangsih Bagi Masyarakat

UNAIR NEWS – Peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia dilangsungkan dengan khidmat sekaligus semarak di Universitas Airlangga (UNAIR) Kamis, 17 Agustus 2017. Seperti biasa, rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera yang diikuti sivitas akademika.

Kemudian, dilanjutkan dengan beragam perlombaan yang diikuti sivitas akademika UNAIR, yakni, staf, dosen, dan seluruh mahasiswa bagi dari dalam maupun luar negeri.

Dalam amanatnya, Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA., berpesan agar semua peserta upacara terus berupaya meningkatkan kualitas diri. Khususnya, di bidang pendidikan. Dengan kemampuan yang terus diasah, sumbangsih pada masyarakat pun bisa maksimal.

“Mari kita isi kemerdekaan dengan terus memberi manfaat bagi sekitar,” ungkap lelaki kelahiran Gresik tersebut.

Dia juga menuturkan, pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, harus dilakukan secara kontinyu dan berkualitas. Sebab, amalan tersebut adalah kewajiban bagi setiap kampus. Di sisi lain, mengisi kemerdekaan bisa dengan bersyukur dan menjadikan perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi untuk berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

Nasih juga menuturkan, pada tahun ini UNAIR memeringati pula Dies Natalis ke-63. Yang tepatnya jatuh pada 10 November 2017 mendatang. Dia berharap, momentum Dies Natalis ini bisa menjadikan para sivitas akademika lebih bersemangat dalam berkarya atau bekerja demi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Muaranya, UNAIR dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Juga, dapat berbicara banyak di level dunia, demi perkembangan ilmu pengetahuan.

Setelah upacara, dilaksanakan lomba-lomba yang beraneka rupa. Gelak tawa mewarnai tiap lomba yang dilaksanakan. Lomba yang dimaksud antara lain, Parikan, Yel-Yel, Karaoke Bahasa Jawa, Sepeda Lambat, dan Make-Up.

Sedangkan khusus mahasiswa asing, diadakan pula sejumlah lomba oleh Airlangga Global Engagement. Lomba bagi mahasiswa asing itu antara lain adalah terompah raksasa, makan krupuk, dan memasukkan paku dalam botol.

Prof. Anwar Ma’ruf, wakil direktur Sekolah Pascasarjana mengaku senang mengikuti event ini. Sebab, ajang ini juga menjadi sarana kumpul-kumpul bagi sivitas akademika. Yang belum saling kenal, bisa kenalan. Yang sudah saling kenal, bisa makin mengakrabkan diri.

“Silaturahmi bisa dilaksanakan melalui kegiatan semacam ini,” papar Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan ini. (*)

Penulis: Rio F. Rachman