AUN-SCUD

Dua Akademisi UNAIR Partisipasi dalam Tim Pembentukan AUN-SCUD

UNAIR NEWS – Dua akademisi Universitas Airlangga berpartisipasi dalam Kick-off Meeting pembentukan ASEAN University Network Sustainable City and Urban Development (AUN-SCUD), yang dilaksanakan di kampus Universitas Indonesia (UI) Jakarta, 14-15 Desember 2017 kemarin. Dua tokoh akademisi UNAIR tersebut adalah Iman Prihandono, Ph.D, dosen Fakultas Hukum (FH), serta Dr. Eko Prasetyo, DEA, dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

”Pendirian AUN-SCUD itu adalah tindak lanjut dari keputusan pertemuan ke-33 AUN Board of Trustee. Jadi, AUN-SCUD ini dibentuk sebagai wadah untuk memperkuat kerjasama antara ahli, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam bidang pembangunan kota yang berkelanjutan. Selain itu juga untuk mendorong pemahaman regional ASEAN mengenai pentingnya kota yang berkelanjutan bagi peningkatan standar kehidupan masyarakat,” kata Iman Prihandono menjawab pertanyaan unair.news, Senin (18/12).

Sehingga, AUN-SCUD diharapkan menjadi wadah bagi kerjasama penelitian, penerbitan artikel dan jurnal, serta penyusunan kerangka kebijakan di bidang pembangunan infrastruktur, tata kota, pengelolaan lingkungan hidup, tata kelola (governance) dan aspek sosial ekonomi dari pembangunan perkotaan berkelanjutan. Oleh karena itu, AUN-SCUD menyediakan tempat bagi akademisi dari berbagai bidang keilmuan.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah akademisi dari beberapa universitas di Asia yang merupakan anggota dari AUN, diantaranya Universiti Sains Malaysia, University Malaya, Prince Songkhla University Thailand, dan De La Salle University Manila.

Acara kemarin itu dibuka oleh Dr. Choltis Dhirathiti, AUN Executive Director. Selanjutnya Kick-off Meeting itu dipimpin oleh Dr. Ali Berawi, Ph.D sebagai Direktur Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) sekaligus sebagai inisiator pendirian AUN-SCUD.

Menurut Iman Prihandono, dalam persidangan tersebut disepakati untuk dibentuknya struktur organisasi dan kepengurusan AUN-SCUD yang dipimpin oleh perwakilan dari UI. Selain itu juga disepakati dibentuk lima cluster yang akan fokus pada isu-isu khusus pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Lima cluster itu adalah Sustainable Infrastructure; Sustainable Urban Development; Sustainable Smart City; Sustainable Economy; dan Sustainable Society.

AUN-SCUD
SUASANA persidangan dalam pembentukan AUN-SCUD, di UI. Tampak utusan UNAIR, Iman Prihandono (batik cokelas, kanan). (Foto: Istimewa).

Utusan dari Universitas Airlangga akan bergabung dalam setiap cluster yang tersedia. Sehingga pada kesempatan pertama ini Dr. Eko Prasetyo, DEA bergabung dalam cluster Sustainable Urban Development. Sedangkan Iman Prihandono, Ph.D terpilih sebagai Koordinator cluster Sustainable Society. Disepakati juga, AUN-SCUD akan mengadakan The 1st International Conference on Sustainable City and Urban Development di Universiti Malaya tahun 2018.

Ditambahkan oleh Iman Prihandono, keterlibatan akademisi UNAIR ini sangat penting dalam AUN-SCUD, karena tidak hanya untuk ikut memberikan dukungan pada program pembangunan infrastruktur pemerintah, tetapi juga bagi terwujudnya kota yang bersih, sehat, dan ramah bagi penduduknya secara sosial dan ekonomi, baik di Indonesia maupun ASEAN”. (*)

Penulis: Bambang Bes




unair news

Dua Tahun UNAIR NEWS, Rektor: Harus News, New, dan Mak Nyus

UNAIR NEWS –  “UNAIR NEWS harus terus news, new, dan mak nyus”. Itulah pernyataan Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA., saat ditanya perihal kesan dan pesan untuk dua tahun media yang memberikan informasi seputar UNAIR ke jagat publik itu. Prof. Nasih juga menegaskan bahwa ke depan UNAIR NEWS diharapkan bisa terus membumikan nama UNAIR ke kancah nasional bahkan internasional.

“Semoga UNAIR NEWS bisa terus memberikan informasi tentang UNAIR dan Indonesia. Utamanya informasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu juga menambahkan, peran UNAIR NEWS sebagai portal media dalam jaringan milik UNAIR perlu untuk lebih mengudara. Prof. Nasih menegaskan bahwa informasi seputar UNAIR ke depan harus bisa menjadi konsumi bagi masyarakat dunia.

“Ke depan informasi seputar UNAIR yang dimuat dalam UNAIR NEWS harus bisa menjadi konsumsi bagi semua. Hal ini sebagai upaya kita semua untuk memberikan informasi dan menebar kemanfaatan lebih luas lagi,” terang Rektor UNAIR ke-13 itu di tengah kemeriahan peringatan dua tahun UNAIR NEWS, Jumat (29/12).

Semangat Perubahan

Semua bermula dari tekad dan semangat perubahan. Seiring berkembangnya dunia media, kebutuhan media pemberitaan dalam jaringan dirasa perlu, terlebih di tengah arus pemberitaan yang dibutuhkan dengan cepat dan akurat. Begitulah yang terlintas dalam benak Dr. Suko Widodo, M.Si., selaku ketua Pusat Infromasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga, saat ditanya perihal awal sejarah panjang  UNAIR NEWS.

Tepat 30 Desember 2015, sebagai portal berita dalam jaringan pertama di Indonesia yang dimiliki oleh instansi pendidikan tinggi, UNAIR NEWS tidak serta-merta langsung muncul. Suko mengatakan bahwa pada awal pendirian UNAIR NEWS diperlukan persiapan yang matang, semangat, dan komitmen seluruh komponen. Baik di kalangan PIH maupun seluruh civitas akademika UNAIR.

“Tidak mudah memang untuk menghadirkan portal berita dalam jaringan bagi kampus. Tapi ini memang sudah menjadi tuntunan zaman,” terangnya. “Dan waktu itu, kami berfikir bahwa ini sudah saatnya kita bertransformasi digital serta tuntutan dunia luar akan keterbukaan informasi,” imbuhnya.

unair news
DARI KIRI: Imron Mawardi (Sekretaris PIH), Prof. Dr. Moh. Nasih (Rektor UNAIR), dan Suko Widodo (Ketua PIH) di tengah perayaan dua tahun UNAIR NEWS. (Foto: Helmy Rafsanjani)

Pakar komunikasi politik itu juga berharap, berjalannya media yang muncul dari gagasannya itu diharapkan dapat menjadi pijakan dari perubahan pola media komunkasi di lingkungan UNAIR. Pasalnya, semenjak lahirnya UNAIR NEWS di tengah dinamika perjalanan UNAIR, informasi seputar kampus yang berusia 63 tahun itu semakin terlihat.

“Dua tahun UNAIR NEWS semoga bisa menjadi inspirasi dan perubahan yang nyata bagi pemberitaan seputar UNAIR serta keterbukaan informasi publik,” tandasnya.

Penulis : Nuri Hermawan

Editor : Binti Q. Masruroh




Lir-ilir ala FKM UNAIR Sehatkan Lingkungan Wonokusumo

UNAIR NEWS – Bagi sebagian orang, lagu Lir-ilir yang khas berbahasa Jawa mungkin sudah sering didengar. Namun, untuk mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, ada yang berbeda dengan Lir-ilir.

Lir-ilir, bagi mereka, adalah singkatan dari ”Lingkungan Resik, Kali Mengalir”. Yakni, sebuah program dari kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) mahasiswa untuk mengajak warga Tenggumung, RW VIII, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, aktif menjaga kebersihan lingkungan. Khususnya kali yang biasa penuh dengan sampah.

Kegiatan tersebut digelar pada Minggu (4/2). Sejak pagi warga sudah keluar rumah untuk membersihkan selokan dan kali di sekitarnya.

Selama ini selokan kecil di depan rumah warga ditutup beton karena gang yang sempit. Penutupan itu dilakukan untuk lahan parkir dan jalan. Namun,\ ketika beton dibuka, ternyata sampahnya menumpuk.

”Di bagian Tenggumung Wetan Gang Garuda II, terdapat kali yang cukup lebar, tapi juga penuh dengan sampah,” ujar salah seorang anggota tim.

Menurut warga, bukan hanya warga setempat yang membuang sampah di kali. Pengguna jalan yang lewat kerap melemparkan sampahnya ke sana.

”Yang banyak ditemukan, mulai sampah plastik sampai pampers bayi,” tambahnya.

Kerja bakti tersebut juga bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya. Selanjutnya, pukul 10.30 pihak DKP datang untuk mengangkut sampah yang telah terbungkus karung.

”Memang lama kami tidak melakukan kerja bakti. Karena itu, kami sangat terbantu dengan kehadiran teman-teman mahasiswa FKM UNAIR yang bersemangat mengajak warga untuk berhenti membuang sampah di kali,” ungkap Ketua RW VIII Kelurahan Wonokusumo Matru’i.

Kegiatan itu berlanjut dengan pemasangan papan peringatan dan banner di sepanjang kali. Dengan begitu, masyarakat diharapkan sadar dan malu bila masih membuang sampah di kali.

Bukan hanya itu, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pengecatan paving di Tenggumung Wetan Gang III yang dibantu anak-anak SD. Dengan bersemangat dan senang, mereka mengecat paving dengan warna-warni.

Ada warna merah, kuning, hijau, dan biru. Tujuannya adalah mempercantik lingkungan. Terutama menumbuhkan sikap tidak tega melakukan aktivitas yang membuat lingkungan warga kotor.

BERSAMA anak-anak usia SD, tim FKM UNAIR mengecat paving agar lingkungan tampak rapi, indah dan bersih. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Ketua Tim FKM UNAIR Muhammad Sabilal Mujahidin berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Terutama menjaga lingkungan sungai dengan tidak membuang sampah di kali. Selain mencegah tumbuhnya nyamuk, itu dapat mencegah banjir karena saluran air yang tersumbat.

”Semoga kegiatan Lir-Ilir ini bisa dilakukan rutin. Bisa dilakukan setiap satu bulan sekali,” imbuhnya. (*)

Penulis: Zulfia Husnia

Editor: Feri Fenoria




wisudawan

Lulus 3,5 Tahun, Ahmad Aziz Putra Wisudawan Terbaik S1 FEB UNAIR

UNAIR NEWS – Padatnya kegiatan di luar perkuliahan tak menghalangi Ahmad Aziz Putra Pratama untuk menjadi wisudawan terbaik. Aziz, asal dari sebuah desa terpencil di Rembang, Jateng, itu termotivasi untuk selalu meraih prestasi saat kuliah di UNAIR. Akhirnya, alumnus S1 Manajemen itu berhasil lulus sebagai wisudawan terbaik S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, dengan meraih IPK 3.97, nyaris sempurna.

Kegiatan selain perkuliahan selama 3,5 tahun, antara lain ikut trading saham, asisten dosen, mengikuti sekolah pasar modal, kepanitiaan acara, menjadi salah satu tim surveyor riset, pelatihan TBI English Course, mengikuti brevet Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), mengikuti Basic Financial Accounting dan Internal Audit & Fraud Detection Course oleh IAI.

“Saya berasal dari desa kecil, yaitu Pantiharjo, Kec. Kaliori, Kab. Rembang, Jateng. Saya dari keluarga sederhana. Jarang sekali siswa dari desa saya melanjutkan ke perguruan tinggi,”tambahnya.

Selam kuliah, prestasi menonjol Aziz adalah menjadi finalis Innovative Research Paper Competition, finalis Management Case Analysis Competition, dan Tim Surveyor NAZAVA Group. Ketiganya pada tahun 2016.

Bagi Aziz, sangat penting membagi waktu antara kuliah, ibadah, menjalin relasi, organisasi, lomba, keluarga, dan kegiatan lainnya. Jangan hanya terpaku mengejar nilai kuliah, karena banyak kegiatan yang bisa memberikan nilai positif.

Staff divisi Education Business, Workshop Entrepreneur & Business Society (WEBS) 2015-2016 itu mengakui, bagi mahasiswa, perencanaan sangat penting. Seperti membuat timeline kegiatan, pengeluaran dan pemasukan kas, kondisi keungan, dan target yang harus dicapai dalam periode tertentu.

“Mahasiswa sangat penting untuk mulai merancang perencanaan sebelum terlambat. Karena bagi saya orang yang tidak memiliki perencanaan sama sekali adalah orang yang sedang merencanakan sebuah kegagalan,” ujarnya.

Setelah lulus, kesibukan sudah menunggu Aziz; menjadi koordinator Asisten Dosen Manajemen Keuangan, melakukan trading saham saat waktu kosong, menjadi freelancer beberapa proyek. Ketika malam, ia masih mengikuti pelatihan yang diadakan IAI. (*)

Penulis : Binti Quryatul Masruroh

Editor : Bambang Bes.




Prof. Sri Iswati, Mensyukuri Kesetaraan Gender dengan Menjunjung Profesionalisme

UNAIR NEWS – Di zaman sekarang, khususnya di kota besar seperti Surabaya, kesetaraan gender sudah menjadi barang umum. Baik laki-laki maupun perempuan, dapat mengemban hak dan kewajiban yang sama. Bahkan, kota pahlawan ini dipimpin oleh seorang wali kota perempuan.

Di kampus, gaji dosen satu dengan yang lain tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Gelar guru besar, jabatan dekan, dan pangkat tertinggi, dapat dicapai oleh siapapun. Artinya, tidak ada diskriminasi di sana.

Nikmat kesetaraan tersebut, kata Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR Prof. Dr. Hj. Sri Iswati, SE., M.Si., Ak., mesti disyukuri oleh semua orang. Khususnya, para perempuan. Bagaimana cara mensyukurinya?

Pertama, menghaturkan terimakasih pada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, melakukan ibadah sebagai bentuk syukur. Ketiga, mengerjakan segala sesuatu dengan semangat profesionalisme.

“Semua orang dihidupkan di dunia dengan perannya masing-masing. Ada yang sebagai dekan, pejabat birokrasi, office boy atau cleaning service, dan lain sebagainya. Namun, semua orang harus melakukan tugasnya dengan baik dan profesional,” kata perempuan yang biasa disapa Is tersebut.

Ditambahkan Ibu dua anak tersebut, semua pekerjaan mesti dilakukan dengan optimal. Tidak boleh setengah-setengah. Sebab, Tuhan menganugerahi manusia dengan kemampuan yang maksimal. Profesionalisme tersebut, ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut, bakal berujung pada kebermanfaatan. Tanpa profesionalisme atau totalitas dalam berkarya, seseorang tidak akan bisa memberi manfaat yang besar.

“Agama sudah mengajarkan, orang yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia,” papar dosen yang menyandang gelar professor pada usia 43 tahun tersebut.

Keseriusan dalam bekerja atau bersumbangsih di lingkungan akan memberi catatan tersendiri. Baik di mata manusia, lebih-lebih dalam pandangan Tuhan. Kalau sudah begitu, semua akan berpulang pada diri sendiri. Kebaikan yang dilakukan, pasti akan berbalik pada yang mengerjakannya. (*)

Penulis: Rio F. Rachman




Kampus B

Kata Mereka, Tentang Atap di Sepanjang Trotoar Kampus B UNAIR

UNAIR NEWS – Panasnya matahari di Kota Surabaya dan terkadang derasnya hujan yang datang tidak menentu membuat masyarakat harus mencari tempat berteduh. Tidak terkecuali warga Universitas Airlangga.

Melihat hal tersebut pihak sarana dan prasarana UNAIR menambah fasilitas baru dengan membangun sebuah kanopi di sepanjang  trotoar yang membentang dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Perpustakaan, Fakultas Farmasi (FF), Pusat Bahasa, dan Fakultas Hukum (FH).

Berikut telah UNAIR NEWS rangkum kesan beberapa mahasiswa mengenai adanya atap atau kanopi baru yang bisa dinikmati oleh seluruh warga UNAIR.

Berguna banget sih. Soalnyadi Surabaya kalau siang panas banget, setelah ada atap jadi gak begitu panas, kalau hujan dan gak bawa payung juga enak gak takut kehujanan karena ada atap itu. Selain itu kalau kita pulang malam jalan dari FISIP yang tadinya gelap karena lampunya minim, sekarang sudah terang benderang karena karena lampu atap itu. Jadi tidak usah takut lagi kalau pulang sendirian.

– Nur Khamidah, Mahasiswa S1 Antropologi

 Bagus. Soalnya dulu sebelum ada payung itu kan panas, karena ada payung itu sekarang jadi tidak panas lagi. Selain itu, bermanfaat sekali pada waktu hujan, jalan dibawah payungan itu jadi gak kehujanan. Aku berharap makin banyak lagi payungan-payungan di UNAIR agar pejalan kaki lebih nyaman lagi.

– Muhammad Muamar Fatoni, Mahasiswa S1 Pendidikan Apoteker

Menurutku  tepat sekali pemberian kanopi atau atap tersebut karena dirasa cukup memberikan ruang kenyamanan bagi civitas akademika yang berlalu lalang tanpa takut kepanasan maupun kehujanan. Ditambah lagi perlunya inovasi misal campus go green guna mempertahankan bahkan menambah hawa sejuk ketika disiang hari.

– Muchammad Yusuf Hidayat, Mahasiswa S1 Ilmu Sejarah

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan




Commersale Vol 3 Meriahkan Ultah Departemen Ilmu Komunikasi

UNAIR NEWS  –  Dalam rangka Hari Ulang Tahun Departemen Ilmu Komunikasi (Hutkom) UNAIR yang ke-28, beragam kegiatan digelar untuk memeriahkannya, salah satunya adalah “Commersale vol 3”. Acara yang diadakan di Atrium Tunjungan Plaza (TP) 2 Surabaya tersebut, dihelat selama 3 hari yakni mulai tanggal 29 April hingga 1 Mei.

“Acara ini menarik, selain dalam rangka mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari ketika kuliah, kegiatan ini juga bisa dijadikan lahan untuk mencari uang, lalu uang itu digunakan buat mengadakan acara lainnya ,” ujar Dr. Yayan Sakti Suryandaru. S.Sos.,M.Si selaku Ketua Departemen Ilmu Komunikasi.

Demi menyukseskan acara, Food dan fashion menjadi dua tema yang dipilih panitia untuk acara tersebut. Pemilihan kedua tema tersebut dikarenakan dinilai memiliki daya tarik bagi pengunjung Commersale, sehingga bisa menambah keuntungan dari para peserta yang mengisi stand Commersale. Natali, salah satu pengisi stand di acara tersebut mengungkapkan, bahwa pendapatan yang diterima pihaknya bisa mencapai keuntungan hingga dua kali lipat.

“Walaupun harga sewa stand mahal, tapi di hari pertama aja sudah balik modal, bahkan dapat keuntungan dua kali lipat,” ujar penjaga stand “Gincu Addict” di acara Commersale.

Pantia juga punya cara lain untuk menarik minat pengunjung, salah satunya dengan mendatangkan D’Kadoor, selebgram– populer di media Instagram- yang humoris sebagai bintang tamunya. Selain itu, program yang unik juga digelar untuk lebih menarik minat pengunjung agar mampir ke Atrium TP 2.

“Untuk menarik minat pengunjung kami gelar beragam acara mulai D’Kadoor, kompilasi drummer dari radja, kerispatih sama pas band, lalu ada beauty class, standup komedi dari Surabaya, trus ada fashion show dan lomba fotografi,” ujar Dicky Muldian, Ketua Panitia Commersale 2016.

Dicky juga mengungkapkan bahwa Commersale pada tahun ini berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, Acara tahunan yang digelar sejak tiga tahun lalu tersebut seringkali diadakan hanya di lingkungan kampus  UNAIR.

“Yang berbeda dari Commersale sekarang itu kita mengadakan di luar kampus, kalau dulu kan dilaksanakan di aula kampus, baru kali ini di luar kampus. Jadi baru kali ini acara ini digelar untuk umum,” ujar mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi angkatan 2014 tersebut.

Ia berharap, kedepannya acara Commersale bisa menjadi media penghubung antara online shop dan pelanggan. Hal ini didasari dengan banyaknya peminat produk dagang yang dijual secara online memiliki keraguan tentang produk yang ditawarkan.

“Harapan kedepan kita kan udah bangun relasi sama online shop Surabaya. Kita ingin mereka lebih memiliki antusias yang lebih besar lagi sama pengunjungnya,” pungkasnya. (*)

Penulis : Dilan Salsabila
Editor    : Nuri Hermawan




Mahasiswa Perhotelan Siap Jadi Entrepreneur Sejati

UNAIR NEWS – Seorang entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha atau bisa dikatakan orang yang mampu mengenali produk baru, menyusun, memproduksi, dan memasarkannya. Untuk menjadi seorang entrepreneur sejati perlu melewati banyak tantangan, seperti yang dijelaskan dalam kuliah tamu yang dilaksanakan pada hari Jumat, (20/4).

Kuliah tamu dengan tema Motivation and Entrepreneur Inspirations yang diadakan di Aula Fakultas Vokasi Universitas Airlangga itu diikuti oleh mahasiswa D-3 Manajemen Perhotelan. Materi dalam kuliah tamu disampaikan oleh Roni Iswahyudi Arham, seorang entrepreneur dan public relation.

Dalam kuliah tamu kali ini, mahasiswa diajarkan untuk melakukan apapun yang mereka inginkan agar dapat mewujudkan keinginannya. Seperti yang dikatakan Roni, Stop Dreaming Start Doing. Mahasiswa diajak untuk bertindak langsung dan jangan hanya bermimpi saja kalau ingin impiannya terwujud.

Selain itu, mahasiswa juga diajarkan tentang hal-hal yang harus disiapkan untuk berwirausaha. Seperti keinginan, harus mau meneriman resiko, hingga ilmu organisasi. Roni mengatakan, yang paling penting dalam wirausaha adalah bersyukur, baik dalam keadaan yang menyenangkan maupun tidak.

Mahasiswa yang datang pun terlihat antusias dengan materi di kuliah tamu ini, sehingga banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan.

Roni yang juga alumni Manajemen Perhotelan tahun 2010 mengatakan, mahasiswa harus mau mencoba berwirausaha agar semakin berinovasi dan berkembang.

Roni Iswahyudi Arham saat memberikan kuliah tamu dengan tema Motivation and Entrepreneur Inspirations di Aula Fakultas Vokasi Universitas Airlangga Jumat, (20/4). (Foto: Amanda Putri)

“Karena kalau kita hanya bekerja di hotel saja, bisa membuat diri kita boring. Dan, kalau kita berpatokan itu-itu saja, kita tidak bisa berkreasi. Nah, dengan berwirausaha seperti jualan pulsa atau online shop bisa menjadi selingan dan semakin berinovasi,” papar Roni.

Roni menyarankan kepada mahasiswa untuk memulai berwirausaha dari hal kecil. Yang penting, ada keinginan dan dibarengi dengan tindakan.

“Yang penting bisa menghasilkan dan bisa menjadikan itu berguna untuk diri sendiri dan masyarakat sekitar. Apalagi kalau hasilnya bisa digunakan untuk tambahan uang jajan,” tambahnya.

Dalam kuliah tamu ini, mahasiswa juga diajarkan untuk tidak mudah putus asa, harus selalu berusaha, mau menerima semua kritikan yang bisa membangun semangat. Mahasiswa juga diajarkan untuk mengatur waktu yang efisien meskipun sibuk dengan jadwal perkuliahan. Jadi, bisa membuat mahasiswa semakin yakin bahwa mereka juga bisa melakukan kuliah dan berwirausaha secara bersamaan.

Sementara itu, Dian Yulie Reindrawati S.Sos., M.M, Ph.D selaku koordinator prodi D-3 Manajemen Perhotelan berharap, mahasiswa dapat menyerap materi dengan baik dari kuliah tamu yang diadakan. “Semoga mahasiswa bisa semakin baik, baik dan baik untuk ke depannya,” paparnya. (*)

Penulis : Katelya Larasati A.

Editor: Binti Q. Masruroh




KELUARGA Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga saat melakukan ramah tamah, Senin (25/6). (Foto: Istimewa)

FKM Sambung Rasa Lewat Halalbihalal Idulfitri 1439 H

UNAIR NEWS – Di Indonesia, perayaan Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan halalbihalal. Kegiatan itu menjadi acara yang wajib diadakan selepas lebaran.

Halalbihalal telah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal itu sudah menjadi budaya yang terus ada, bahkan keberadaanya dilestarikan.

Tradisi tersebut berupa kegiatan saling bermaaf-maafan. Yakni, saling mengikhlaskan kesalahan (menghalalkan atas kehilafan) yang pernah dilakukan. Karena itu, halalbihalal dapat menciptakkan keharmonisan antarmanusia, khususnya masyarakat dlam lingkup-lingkup tertentu.

Terkait dengan itu, tepatnya untuk menjaga tali silaturahmi antarsesama atau civitas akademika, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga menggelar acara halalbihalal pada Senin (25/6). Bertempat di Aula Soemarto FKM, halalbihalal itu dihadiri seluruh civitas akademika FKM beserta keluarga masing-masing.

Acara halalbihalal tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah. Berikutnya adalah sambutan dekan, ceramah, do’a, ramah tamah. Serta, makan bersama menjadi penutup acara. Halalbihalal juga mengundang ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM UNAIR sebagai perwakilan mahasiswa.

”Saya sangat antusias mengikuti acara ini. Bagi saya, acara ini bisa menjadi wadah mahasiswa untuk menjalin tali silaturahmi dengan dosen maupun civitas akademika,” tutur Anugerah Visar Rahman, wakil ketua BEM FKM UNAIR.

Vio –sapaan akrabnya– mengungkapkan terasanya kehangatan kekeluargaan di FKM dalam halalbihalal tersebut. Hal itu, menurut dia, bisa terjadi karena seluruh keluarga, baik dosen, dekan, maupun staf lainnya, berkumpul. Mulai istri hingga anak-anak mereka.

‘’Makanan yang dihidangkan beragam dan enak. Yang paling unik adalah disediakannya stan khusus bagi penikmat kopi,” ungkap Vio.

Sementara itu, Vio berharap halalbihalal bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Selain itu, momentum itu diharapkan mampu menumbuhkan iklim yang positif pada hubungan antar civitas akademika FKM. Dengan begitu kerja sama dalam upaya meningkatkan kualitas, terutama mendukung program World Class University (WCU) UNAIR, mampu diraih bersama-sama.

”Ungkapan maaf dari seseorang sangat berarti. Terkadang tanpa disadari perbuatan yang kita lakukan dapat menyakiti orang lain,” ujarnya. ”Manusia tidak pernah luput dari dosa. Selagi masih bernyawa, teruslah meminta maaf,’’ imbuh Vio.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

 




Rangkuman Berita UNAIR di Media (15/7 sd 20/7)

UNAIR- UBRU Thailand Sepakati Kerja Sama Riset

Dua lembaga pendidikan tinggi, yakni Universitas Airlangga dan Ubon Ratchathani Rajabhat University (UBRU) Thailand berkomitmen memperkuat kerja sama, terutama di bidang riset. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kampus C UNAIR Surabaya, Rabu (13/7). Menurut Rektor UNAIR, Prof. Nasih, bidang kerjasama yang dikolaborasikan meliputi riset dan publikasi jurnal internasional yang terindeks Scopus serta pengiriman staf ke UBRU. Penandatanganan Memorandum of Agreement disaksikan oleh dekanat FKM, Presiden UBRU, dan delegasi UBRU lainnya. Penandatanganan Memorandum of Agreement ini merupakan kelanjutan dari nota kesepakatan yang berlangsung antara 2013-2015 lalu.

Republika, 15 Juli 2016 halaman 9

Mahasiswa Bidikmisi Lebihi Kuota, PTN Bingung

Kebijakan pemerintah pusat terkait dengan penetapan kuota beasiswa bidikmisi yang diberikan setelah penerimaan mahasiswa mengakibatkan beberapa PTN menerima mahasiswa Bidikmisi lebih banyak dari kuota yang diberikan pemerintah. Di UNAIR, ada kelebihan kuota bidikmisi. Dari kuota 440 mahasiswa, UNAIR telah menerima mahasiswa bidikmisi sebanyak 666 mahasiswa. Mereka berasal dari jalur SNMPTN sebanyak 373 mahasiswa dan SBMPTN sebanyak 293 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, ada 116 mahasiswa yang terlanjur diterima jalur bidikmisi, tetapi diluar kuota pemerintah sehingga biaya kuliah menjadi beban UNAIR.

Sindo, 16 Juli 2016 halaman 2, Radar, 16 Juli 2016 halaman 3

22 WNA Ikut Seleksi Kelas Internasional

PTN di Surabaya tidak hanya menarik minat siswa dari dalam negeri. Tidak sedikit juga warga negara asing yang ingin melanjutkan studi di Surabaya, salah satunya UNAIR. Setiap tahun ada saja WNA yang ikut pendaftaran penerimaan mahasiswa baru (PPMB) UNAIR. Tahun ini, ada 22 WNA yang mengikuti PPMB 2016. Menurut Rektor UNAIR, Prof. Moh Nasih, jumlah WNA yang mendaftar di UNAIR tahun ini turun jika dibandingkan dengan 2015. Tahun lalu ada 32 WNA yang mendaftar kelas internasional pada PPMB jalur Mandiri. Selain 22 WNA, kelas internasional UNAIR kebanjiran pendaftar dari lulusan dalam negeri. Tahun ini, UNAIR membuka kelas internasional pada empat prodi. Semuanya di Fakultas Kedokteran, dengan rincian 20 kursi prodi pendidikan dokter, 10 pendidikan dokter gigi, 15 pendidikan dokter hewan, dan 10 pendidikan apoteker.

Jawa Pos, 16 Juli 2016 halaman 28

Sempat Kesulitan Dana, Satu-satunya Peraih IPK 4.00

UNAIR kembali mewisuda 835 mahasiswa dari berbagai jurusan dan jenjang pendidikan. Para wisudawan tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari negara lain. Bahkan, Moro Kadjo Daniel Bitty dari pantai Gading menjadi wisudawan terbaik di jenjang S-3. Daniel mengaku sejak dulu sangat ingin belajar di Indonesia. Untuk bisa mendapatkan gelar doktornya, dia harus berjuang keras karena tidak punya biaya. Tetapi, selama melakukan penelitian tentang pentingnya pengaruh keuangan dalam kehidupan sehari-hari dan memahami kebijakan yang berkembang di negara Afrika dan Asia, dia mendapatkan bantuan dari sejumlah dosen di UNAIR. Hasil penelitian ini mengantarkan Daniel menjadi wisudawan terbaik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta menjadi satu-satunya peraih indeks prestasi kumulatif sempurna. Selain Daniel, ada 14 mahasiswa asing lain yang mengikuti prosesi wisuda di Airlangga Convention Center, 16 Juli 2016 lali.

Sindo, 17 Juli 2016 halaman 2, Jawa Pos, 17 Juli 2016 halaman 24, Republika, 18 Juli 2016 halaman 14

Terapi Gangguan Menelan dengan Setrum

Memakai sonde atau alat bantu makan dengan menggunakan selang memang banyak dialami para penyandang stroke. Sebab, orang yang pernah mengalami stroke terganggu di bagian saraf nomor 5,6,7,9,10, dan 12 yang berkaitan dengan kemampuan menelan seseorang. Spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr.Nunung Nugroho, SpKFR, mengungkapkan bahwa pasien dengan gangguan menelan disebut dysphagia. Hampir seluruh pasien stroke mengalami masalah itu. Namun, ada yang derajatnya ringan sampai berat. Pasien dengan sonde selama ini memang sulit hidup dengan nyaman. Mereka sama sekali tidak bisa menikmati rasa makanan lagi. Kini ada terapi yang dilakukan untuk membantu pasien. Selain dengan obat, memakai terapi wicara manual. Menurut alumnus FK UNAIR itu, ada alat yang lebih modern bernama neuromuscular electrical stimulation (NMES) dimana pasien distimulasi memakai elektroda.

Jawa Pos , 15 Juli 2016 halaman 36

Medcupe, Mencegah Tertukarnya Sampel di Rumah Sakit

Kasus tertukarnya sampel pasien saat pemeriksaan di laboratorium beberapa kali terdengar. Berangkat dari fenomena ini, lima mahasiswa UNAIR yang beranggotakan Mokhammad Dedy Batomi, Mokhammad Deny Basri, Masunatal Ubudiyah, Pratama bagus Baharsyah, dan Sucowati Dwi Jatis, membuat alat Medcupe (Medical Specimens Cube Shipper). Alat ini berfungsi sebagai alat ergonomis pengirim dan direct labelling spesimen pasien berbasis pengolahan citra solusi kasus malpraktik sampel tertukar di laboratorium medis. Sayangnya, mesin ini belum secara penuh mengontrol otomatis pengiriman sampel. Sesampainya sampel di ruang laboratorium, petugas masih harus memilah-milah sampel sesuai dengan jenis untuk diantarkan ke tempat uji masing-masing.

Sindo, 18  Juli 2016 halaman 13 dan 14

Diaper, Pilih Yang Cocok

Balita yang memakai popok sekali pakai atau diaper sering tidak tepat dalam pemakaian. Akibatnya, anak terancam ruam popok. Menurut Alumnus UNAIR, dr. Dian Pramastuti, SpA, jarang mengganti diaper menjadi penyebab utama ruam popok. Saat popok lembab karena penuh cairan, kulit tidak bisa bernapas. Hal itu menjadi tempat favorit berkembangnya bakteri. Akibatnya, timbul kemerahan di daerah sekitar genetalia atau bokong anak. Jika dibiarkan, ruam popok bisa memicu infeksi saluran kencing. Untuk menghindari ruam popok, idealnya popok diganti secara rutin, minimal empat jam sekali. Selain itu, pakai diaper dengan bahan yang lembut, termasuk bahan yang mudah menyerap cairan.

Jawa Pos, 19 Juli 2016 halaman 36

Dosen UNAIR Asuh Mahasiswa Bidik Misi

Terbatasnya anggaran bidikmisi untuk mahasiswa membuat UNAIR mewajibkan para dosennya menjadi orang tua asuh bagi anak-anak bidikmisi. Hal itu karena biaya bidikmisi yang didapat untuk keperluan bulanan hanya Rp 600 ribu, sedangkan kebutuhan sehari-hari bagi mereka apalagi yang datang dari luar kota cukup besar. Rektor UNAIR, Prof. Moh. Nasih mengakui bahwa pihaknya akan segera membuat kebijakan agar dosen mengambil mahasiswa bidikmisi sebagai anak asuh.

Radar, 20 Juli 2016 halaman 11, Surya, 20 Juli 2016 halaman 13 dan 16 , Jawa Pos, 20 Juli 2016 halaman 29

Penulis : Afifah Nurrosyidah
Editor : Dilan Salsabila