Tinggalkan Donggala, RST ”Ksatria Airlangga” Lanjutkan Misi Kemanusiaan di Ambon

UNAIR NEWS – Tepat pukul 12.00 WITA, Kamis (18/10) kemarin, dibawah komando Kapten Kapal Almudatsir, kapal Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga” (RST-KA) menarik jangkar untuk bertolak menuju Ambon. Meski bergeser, bantuan kesehatan untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala dari RST-KA dan sivitas Universitas Airlangga masih berlanjut dalam RS lapangan di Donggala, lengkap dengan dokter dan paramedisnya.

”Tetapi di Donggala masih ada posko Ksatria Airlangga dengan tim darat. Jadi masih melayani pasien korban bencana, termasuk untuk trauma healing. Bahkan tim UKM Mahagana UNAIR juga akan bergabung di tim darat, mulai besok (Jumat 19/10 ini, red),” kata Suwaspodo Henry Wibowo, dr., Sp.And., MARS., Sekretaris Yayasan Ksatria Medika Airlangga (YKMA), pengelola RST-KA, kepada unair.news, Kamis (18/10) malam.

Seperti diketahui, ketika terjadi bencana mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, kapal RST-KA sedang melaksanakan bakti kemanusiaan di Pulau Alor (NTT). Dari rencana selanjutnya di Maluku, akhirnya seketika kapal dikirim ke Palu. Berangkat dari Alor Minggu (30/9), dan sampai di Makassar, Senin (1/10).

Namun karena cuaca buruk, Kesyahbandaran setempat baru mengijinkan RST-KA berlayar menuju Palu hari Rabu (3/10), dankapal dengan selamat tiba di pelabuhan Pontolan, Palu, hari Jumat (5/10) Subuh. Tetapi karena di Palu sudah ada RST KRI dr. Soeharso, maka bakti kemanusiaan RST-KA diarahkan ke Donggala, dan merapat di Pelabuhan Donggala 90 menit kemudian. Pada hari Sabtu (6/10) tim RST-KA dipimpin Direkturnya, Dr. Agus Haryanto, Sp.B sudah memberikan pelayanan medis kepada para korban bencana di Donggala.

Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) juga membenarkan bahwa bakti kemanusiaan dari fasilitas yang dihadirkan oleh alumni UNAIR ini akan bergeser ke Maluku, kemudian dilanjutkan ke Wakatobi, dan akan berakhir di Kepulauan Madura.

”Luar biasa. Selamat jalan Kapten Almudatsir,” kata Prof. Budi Santoso menyampaikan ucapan selamat setelah mengetahui kapal RST-KA melanjutkan tugas kemanusiaan ke Ambon dan Maluku.

Dr. Henri Suwaspodo menambahkan dengan merinci jadwal pelayaran dan pelayanan kemanusiaan RST-KA untuk tahap II. Kapal akan berlabuh di pelabuhan Kota Ambon pada tanggal 26 Oktober. Dua hari kemudian, (28/10) melayani masyarakat Pulau Moa.

Kemudian berturut-turut melayani bantuan kesehatan masyarakat di kepulauan terpencil. Antara lain di Pulau Masela 29 Oktober, di Pulau Babar (30-31 Oktober), Pulau Sermata 1 November, di Pulau Luang Timur 2 November, di Pulau Luang Barat 3 November, di Pulau Lakor 5 November. Tanggal 6-8 November kembali ke Pulau Moa, diteruskan ke Pulau Leti 9 November, Pulau Kisar (10-12 November), Pulau Wetar (13-14 November), dan Pulau Lirang pada 16-17 November 2018.

”Setelah itu menuju ke Sulawesi Tenggara untuk bakti serupa di Pulau Wakatobi pada tanggal 21-23 November 2018,” tambah dr. Henri, panggilan akrabnya.

Setelah dari Wakatobi, tim kesehatan RST Ksatria Airlangga akan menuju Kepulauan Madura, di Jawa Timur. Dijadwalkan melayani masyarakat Pulau Kangean (Kangayan) pada 28 November hingga 1 Desember. Kemudian Pulau Raas (3-5 Desember), dan ke Pulau Sapudi pada 6-8 Desember 2018. Setelah itu RST-KA kembali ke Surabaya.

UCAPAN SELAMAT

Dikutip dari grup WhatsApp “Bhakti RST untuk Palu-Donggala”, pengabdian Tim RST-KA banyak menuai pujian. Tim Posko Kesehatan untuk korban bencana di Palu dan Donggala juga banyak yang menyampaikan selamat jalan menuju pengabdian selanjutnya disertai ucapan terima kasih.

”Selamat jalan Dr. Agus (maksudnya Dr. Agus Haryanto, Sp.B) dan Tim, semoga Tuhan selalu menyertai setiap langkah dan pelayanan di daerah-daerah yang membutuhkan, sehingga bisa menjadi berkat bagi sesama,” kata Ferdinandus di GWA tersebut.

Dr. Dian Islami, dari Posko Kesehatan di Palu juga menyampaikan ucapan selamat dan terima kasihnya atas darma-bakti RST Ksatria Airlangga. ”Terima kasih atas darma bakti RST Ksatria Airlangga di setiap event kemanusiaan. Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” tulis Dian Islami.

”Selamat berlayar kapten dan ABK RST-KA, hati-hati di perjalanan Capt, sampai bertemu lagi di Ambon,” tulis dr. Agus Haryanto, alumni FK UNAIR angkatan 1985 ini.

Ketua Ikatan Alumni FK UNAIR Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG(K) juga menyampaikan ucapan selamat. ”Selamat jalan captain Mudatsir beserta para sahabat awak kapal RST-KA, semoga selalu diberikan kemudahan selama perjalanan sampai di Ambon,” kata dr. Pudjo Hartono.

”Selamat berlayar ya Kapten dan teman-teman ABK RST-KA. Jangan ngebut-ngebut ya, yang terpenting selamat,” tambah Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes., pengawas pada YKMA.

Melalui tulisannya dalam GWA itu juga, Kapten Kapal RST-KA, Almudatsir, juga membalas ucapan-ucapan dari para sahabat di Grup WA.

”Alhamdulillah, terima kasih Bapak Prof. (Prof. Budi Santoso – red). Insya Allah kecepatannya standar saja, dokter. Amiin-amin untuk semua ucapannya,” kata Almudatsir dalam membalas ucapan melalui GWA tadi. (*)

Penulis: Bambang Bes




PP IKA UA Lantik Pengurus Wilayah Jawa Tengah

UNAIR NEWS – Usai melantik pengurus wilayah di berbagai daerah, kali ini Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA UA) melantik Pengurus IKA UA Wilayah Jawa Tengah. Bertempat di Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang (13/10), acara pelantikan tersebut juga dikemas dengan acara temu alumni.

Hadir mewakili Rektor UNAIR Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., selaku Wakil Rektor II. Dalam sambutannya, Madyan menyampaikan bahwa pelantikan alumni menjadi momen untuk menguatkan peran alumni bagi almamater dan bangsa. Tidak lupa, Madyan juga menyinggung upaya UNAIR untuk menjadi 500 besar kampus kelas dunia. Untuk itu, berbagai langkah dan gebrakkan yang dilakukan butuh dukungan penuh dari seluruh alumni.

“Tentu, segala upaya dan ikhtiar yang dilakukan oleh kami, yang kini berada di kampus, perlu adanya masukan, perlu sebuah dukungan dan perlunya sebuah dorongan dari rekan-rekan alumni sekalian. Baik dukungan berupa gagasan, pemikiran, dan dukungan dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Sementara itu, menambahkan pernyataan Wakil Rektor II, Dr. Muhammad Taufiqy S., Sp.OG(K)., selaku Ketua Umum IKA UA Wilayah Jawa Tengah mengatakan bahwa setelah tahapan pelantikan ini, pihaknya akan melakukan berbagai kegiatan. Menurutnya, pertama kali yang akan dilakukan adalah konsolidasi ke intern pengurus. Pasalnya, karena tidak semua pengurus yang dilantik sudah memahami karakter satu dengan yang lain.

“Oleh karena itu, kita perlu sebuah kegiatan semacam konferensi pengurus untuk membuat rencana jangka panjang. Dan kami berharap semua pengurus bisa memiliki rencana dan langkah kerja yang nanti akan kita rumuskan selama lima tahun ke depan,” jelasnya.

Selain kebijakan dan rencana tersebut, pihaknya juga akan berupaya melakukan validasi data anggota alumni. Selanjutnya, imbuhnya, penting untuk mengenalkan IKA UA Wilayah Jawa Tengah ini di tengah masyarakat. Hal itu, menurutnya akan dikemas dengan bakti sosial.

“Dan yang terpenting dari semua itu adalah monitoring dari setiap program kerja yang kita lakukan. Tidak hanya itu, kami berharap bagi pengurus dan anggota penting untuk memeiliki rasa dari organisasi. Semoga organisasi ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi tapi ke depan bisa menjadi sebuah wadah yang memiliki nilai ekonomi dan yang lain,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan




Pelantikan IKA UA Wilayah Sumatera Selatan, Warek IV: Mereka Adalah Duta Airlangga

UNAIR NEWS – Alumni menjadi aset penting bagi sebuah institusi pendidikan. Untuk itu, Universitas Airlangga tidak hentinya melangsungkan kegiatan temu alumni di berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, melalui Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) melangsungkan acara Temu Alumni dan Pelantikan IKA UA Wilayah Sumatera Selatan.

Bertempat di Hotel Horison Ultima Palembang (14/10), acara Temu Alumni dan Pelantikan IKA UA Wilayah Sumatera Selatan itu, dihadiri puluhan alumni UNAIR dari beragam profesi yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Wakil Rektor IV Junaidi Khotib Ph.D., yang turut hadir mewakili rektor mengatakan, pelantikan yang dilakukan merupakan awal sebuah pengabdian yang luar biasa untuk almamater dan bangsa. Doktoral lulusan Jepang itu juga mengatakan bahwa pengurus IKA UA di berbagai wilayah sudah dirancang untuk dibentuk dan tinggal dilakukan pelantikan. Hal itu, imbuhnya, merupakan bagian UNAIR untuk terus mampu memberikan sumbangsih yang nyata bagi peradaban bangsa.

“Tercatat, masih ada beberapa daerah yang belum dilantik, ke depan akan kita selaraskan tekad ini untuk memberikan sumbangsih yang nyata bagi bangsa dan negara ini,” tuturnya.

Mengenai misi UNAIR menjadi 500 besar kampus kelas dunia, dalam sambutannya, ia mengajak kontribusi dan partisipasi alumni untuk mendukung langkah itu. Saat ini, imbuhnya, alumni telah banyak membantu dalam bentuk fisik, masjid, beberapa sarana prasarana di fakultas, dan RS Terapung misalnya, yang semua itu bersumber dari dana alumni.

“Alumni harus mampu memberikan gambaran yang utuh terkait nilai-nilai yang dimiliki UNAIR dimanpaun berada. Mereka yang bergerak di bidang masing-masing itu adalah duta airlangga,” jelasnya.  “Mari memberikan kontribusi dengan menerapkan budaya akademik ataupun organisasi yang sudah di bangun di UNAIR,” imbuhnya.

Sebelum menutup sambutan, Junaidi mengatakan bahwa banyak cara dan hal yang ke depan harus dilakukan oleh alumni. Salah satu yang sangat penting untuk hari ini adalah menguatkan komunikasi dan jariangan melalui media sosial. Baik antar alumni yang sudah lama maupaun alumni yang baru saja selesai studi.

“Kita perlu bergerak bersama-sama. Karena sejatinya kita sudah dalam barisan yang kuat. Untuk itu, mari berjuang bersama-sama untuk membangun negeri melalui profesi dan instansi dimanapun kita berada,” pungkasnya.

 

Penulis: Nuri Hermawan




IKA UA Wilayah Sumatera Selatan Resmi Dilantik

UNAIR NEWS – Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA UA) kembali melantik IKA UA di daerah. Kali ini, PP IKA UA melantik pengurus IKA UA Wilayah Sumatera Selatan. Dilangsungkan di Hotel Horison Ultima Palembang pada Minggu (14/10), Pelantikan IKA UA Wilayah Sumatera Selatan juga dikemas dengan kegiatan temu alumni.

Dalam acara tersebut dihadiri puluhan alumni UNAIR dari beragam profesi yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Selatan. Hadir mewakli Rektor UNAIR, Wakil Rektor IV Junaidi Khotib Ph.D. Dalam sambutannya, Junaidi mengajak agar para alumni yang baru saja dilantik bisa melaksanakan tugas dan amanah yang telah diberikan dengan baik.

“Karena pelantikan yang baru saja dilakukan merupakan awal sebuah pengabdian yang luar biasa untuk almamater dan bangsa kita,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Junaidi juga mengajak seluruh pengurus untuk aktif melakukan berbagai kegiatan yang banyak melibatkan banyak alumni yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Baginya, dengan melakukan hal tersebut akan membuat alumni bisa semakin solid.

“Kalau kita melangkah bersama-sama akan bisa semakin kuat,” tandasnya.

Menanggapi pernyataan Wakil Rektor IV, Ketua IKA UA Wilayah Sumatera Selatan Dr. dr. Anang Tri Wibowo Sp.M(K)., mengatakan bahwa upaya untuk melibatkan seluruh alumni yang ada di Sumatera Selatan akan dimulai dengan menguatkan jejaring. Baik dalam kegiatan maupun media sosial.

“Bahkan saya juga punya rencana untuk mengandeng BEM yang masih aktif mengurus untuk bersama memberikan kontribusi yang nyata,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Danar Dono, selaku pengurus senior IKA UA Wilayah Sumatera Selatan mengatakan bahwa komunikasi alumni UNAIR di Sumatera Selatan sudah berjalan sejak tahun 1963. Bahkan banyak gagasan yang telah dilakukan oleh alumni UNAIR menjadi acuan kegiatan yang kini dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami sudah ada semacam ikatan alumni pada tahun 1963, hanya saja kebanyakan lulusan dokter. Semoga dengan adanya pengurus IKA UA yang baru ini bisa menggandeng banyak alumni dari berbagai profesi,” ungkapnya.

Pada akhir, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR Galuh Teja Sakti juga menegaskan bahwa keterlibatan alumni sangat ditunggu oleh mahasiswa yang masih aktif kuliah. Untuk itu, imbuh Teja, alumni bisa menguatkan jaringan dan komunikasi dengan mahasiswa yang aktif kuliah.

“Kami sangat menunggu peran alumni untuk bersama-sama kami (mahasiswa -red) memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa,” tandasnya.

 

Penulis: Nuri Hermawan




IKA-UA NTB Akan Bangun 100 Huntara di Lombok, dan Bantu Palu Melalui RST ‘Ksatria Airlangga’

UNAIR NEWS – Dewan Pembina, pengurus, dan perwakilan anggota Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA-UA) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (10/10) melakukan silaturahmi dengan Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah di kantornya. Rombongan alumni UNAIR di NTB ini dipimpin oleh Ketua Wilayah setempat Prof. Dr. Gatot Dwi Hendro Wibowo, SH.,M.Hum.

”Beliau pribadi yang hangat, ramah, dan menyenangkan dalam diskusi,” kata Prof. Gatot Dwi Hendro Wibowo seusai pertemuan dengan orang nomor dua di Provinsi NTB itu.

Dalam audiensinya, Prof. Gatot Dwi HW juga didampingi pengurus dan anggota, antara lain Drh. Wahyu Setiawan Y, Drg. Murwani S. M.Kes., Oryza, M.Sosio, Dodi Sambodo, SH., Nila Kusuma, M.Sosio., dan Khalifatul S. M.Sosio.

Kepada Wagub NTB juga dilaporkan tentang keorganisasian dan kepengurusan IKA-UA NTB, dimana status dan keberadaannya berdasarkan SK Pimpinan Pusat IKA-UA Nomor 013/SK/PP IKA UA/SK.VI/2018 tanggal 28 Juni 2018. Hingga saat ini IKA-UA NTB didukung oleh 275 orang anggota.

Prof Gatot Dwi juga melaporkan kiprah atau kegiatan organisasi IKA-UA di NTB. Pertama mengadakan aksi “Peduli Gempa Lombok” dengan menyelenggarakan Posko Penyaluran Bantuan Kemanusiaan (untuk Lombok Timur, Utara dan Barat). Menjalin kerjasama dengan kapal Rumah Sakit Terapung ’Ksatria Airlangga’ (RST-KA) dengan para pihak, kemudian mendirikan RS Lapangan di Pelabuhan Bangsal, serta mendirikan posko dapur umum.

Kemudian pasca gempa Lombok, mengedepankan aksi sosial dengan tagline ”Ayo !!! Bangun Kembali Lombok-Sumbawa”. Aksi ini direalisasikan dengan mendirikan posko penyaluran bantuan kemanusiaan. Kemudian juga membina desa binaan ”KAMPOENG AIRLANGGA” dengan tiga bidang fokus garapan; yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

”Untuk desa binaan ini sudah diusulkan di lima desa, yaitu Desa Banyu Urip-Gerung, Batulayar, Gunungsari, Lingsar, dan Desa Narmada. Selain itu juga mengadakan pipanisasi air bersih,” tambah Prof. Gatot Dwi.

Aksi untuk korban bencana di Lombok belum usai, disusul gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Untuk itu pengurus dan anggota IKA-UA NTB juga menggalang donasi untuk Palu dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 16.200.000. Diyakini jumlah itu masih bisa bertambah lagi sampai bantuan tersebut disalurkan pada tanggal 15 Oktober 2018 melalui Rekening Kapal RST ‘Ksatria Airlangga’.

Ikhwal donasi tersebut, Prof. Gatot selaku Ketua Wilayah IKA-UA NTB juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada anggota Keluarga Besar IKA-UA Wilayah NTB yang telah bersimpati dan berempaty mendonasikan sebagian rezekinya untuk membantu sesama yang sedang susah, termasuk untuk Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah.

BANGUN 100 HUNTARA

Dalam tanggapannya, Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi anggota IKA-UA Wilayah NTB yang berkenan datang bersilaturahmi dengan membawa unsur sebagai organisasi sosial kemasyarakatan.

”Apalagi IKA-UA ini datang dengan membawa konsep dan bahkan sudah melakukan action ke lapangan dan penanganan bantuan kemanusiaan peduli gempa dan pasca gempa di Lombok, kemudian berlanjut membentuk desa binaan,” kata Wagub Sitti RD memuji.

Disampaikan juga, pada saat ini pemerintah NTB fokus pada penyelesaian pemetaan daerah sesar dan daerah rawan longsor. Kawasan demikian, menurut Wagub, amat sangat butuh segera ditangani. Kemudian akan membangun 11.000 Huntara (hunian sementara), sedangkan pada saat ini baru berhasil dibangun 800 huntara saja.

”Jadi masih butuh banyak sekali. Silahkan IKA-UA NTB pilih bangun 125 Huntara di Lopok Aur (Kab. Lombok Utara) atau 85 Huntara di Penenggak, atau 100 Huntara di Kampung Duduk, Batulayar Barat (Lobar). Ya kalau toh tidak semua, dimulai saja, sesuai dana yang ada,” kata ibu Wagub itu.

Atas dasar rekomendasi dari Wakil Gubernur NTB tersebut, akhirnya kepada IKA-UA NTB diharapkan bisa membantu merealisasikan pembuatan 100 Huntara, secara bertahap di Desa Kampung Duduk, Batulayar Barat, di Lombok Barat.

”Sekaligus bisa dijadikan Desa Binaan “KAMPOENG AIRLANGGA” oleh IKA-UA Wilayah NTB,” lanjut Wagub Sitti Rohmi.

IKA-UA bergerak cepat. Hasil dari pertemuan dengan Wagub NTB tersebut, kemudian direncanakan hari Minggu 14 Oktober 2018 ini tim IKA-UA NTB akan melakukan peninjauan lokasi ke Desa Kampung Duduk, Batulayar Barat, Lombok Barat. Tujuannya untuk melakukan survey lokasi yang terdampak dan melakukan pembagian paket sembako. Bravo IKA-UA NTB. (*)

Penulis : Bambang Bes

 




Tim RST ’Ksatria Airlangga’ Bantu Pemulihan Yankes di Empat Puskesmas Donggala

UNAIR NEWS – Pelayanan umum yang dilaksanakan tim Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga” (RST-KA) di kawasan bencana di Palu, Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Donggala, sejak Selasa (9/10) kemarin dipindahkan ke Puskesmas di Donggala. Sebelumnya, layanan kesehatan (yankes) untuk korban gempa dan tsunami itu dilaksanakan di sekitar RST-KA di Pelabuhan Donggala.

”Sehingga pelayanan di sekitar RST-KA dihentikan, sekarang dipindahkan ke Puskesmas di Donggala yang dilaksanakan bersama secara terpadu dengan crew Puskesmas Donggala. Ini sekaligus secara berangsur-angsur untuk memberdayakan pemulihan kembali pelayanan kesehatan di Puskesmas-puskesmas di Donggala,” kata Suwaspodo Henry Wibowo, dr., Sp.And., MARS., Sekretaris Yayasan Ksatria Medika Airlangga (YKMA) kepada unair.news, Rabu (10/10).

Pada Selasa (9/10) kemarin di hari pertama melayani di Puskesmas, tim RST-KA terdiri seorang dokter spesialis bedah dan enam orang dokter umum. Bahkan seorang dokter umum juga diperbantukan untuk mendukung pelayanan kesehatan Tim Pemkot Surabaya. Dari SDM tersebut Tim RST-KA kemarin melayani kesehatan dasar komulatif terhadap 279 pasien, serta melakukan operasi untuk seorang pasien.

yankes donggala
ANAK buah kapal (ABM) RST-KA bahu-membahu mendirikan tenda besar untuk pelayanan kesehatan Tim RST-KA di sekitar Puskesmas di Donggala. (Foto: Dok RST-KA)

Karena itu, hari Rabu ini tim RST-KA yang juga mendapat support tenaga medis dari Rumah Sakit Karsa Husada (RSKH) Kota Batu, Malang, terus melanjutkan pelayanan umum di Puskesmas-Puskesmas sekitar Donggala. Sebuah tenda besar bantuan Kemenkes yang semula didirikan di sekitar kapal yang disediakan oleh Alumni UNAIR ini juga dibongkar untuk didirikan kembali di sekitar Puskesmas.

”Hari ini kami juga akan bertemu dengan Kadinkes Donggala untuk membahas permintaan bantuan pemulihan fungsi terhadap empat Puskemas di Kabupaten Donggala,” tambah dr. Henri, panggilan akrabnya.

Dalam pemindahan yankes tersebut, lanjut dr Henri, baik tenaga kesehatan, peralatan medis 9yang bisa dibawa), bahkan tenda, juga digeser ke sekitar Puskesmas. Bahkan mulai Rabu ini juga Tim RST-KA juga mendapat tambahan beban untuk membantu mengaktifkan empat Puskesmas di sekitar Donggala.

yankes donggala
TENDA bantuan Kemenkes yang semula didirikan di sekitar Pelabuhan Donggala, dekat RST-KA, Selama (9/10) kemarin dipindah ke sekitar Puskesmas di Donggala. (Foto: Dok RST-KA)

Seperti diketahui, adanya bencana di Palu Sulteng ini, Tim Dinkes Provinsi Jatim mengkoordinir dan menggalang bantuan. Beberapa rumah-sakit di Jatim secara bergelombang berangkat ke Palu untuk bergiliran “piket” memberikan bantuan yankes. Misalnya dari RSUD Dr. Soetomo, RST-KA, RSSA dan RS Lavalete (Malang), RSUD Sidoarjo, RSU dr. Soedono Madiun, RSU dr. Soebandi Jamber, RS Karsa Husada (Batu) dan sebagainya.

Sesampaikan di Palu tenaga media dari berbagai provinsi itu melapor ke Posko Kesehatan Dinkes Sulawesi Tengah untuk didistribusikan membantu pelayanan di berbagai RS. Misalnya ke RS Undata, RST KRI dr. Soeharso, RST Ksatria Airlangga, RS Sis Aljufri, RS Budi Agung, RS Tarabelo, RS Kabilota, RS Madani, RS Bhayangkara, RS Samarintan, RS Woodward, RS Wirabuana, Yonkes 1, RS Anatapura, dan RS Bathesda Kulawi.

RST-KA yang sudah merapat di Pelabuhan Donggala sejak Jumat (5/10) mendapat bantuan sebelas tenaga medis dari RSKH Batu, Malang. Mereka adalah Dr. Bambang Sp.OT., Dr. Bara, Sp.B, Dr. Ferdinandus, Sp.PD., Dr. Putra, Sp.Em., Dr. Radhitio, M.BioMed., Ali Mansur, SST., Dhella Christianto, Amd.Kep, Sujud Priono M.Kep Ns., Angga S.Farm, Apt., Nunung Heri S, S.Gz., dan Suwiyarno, Amd Kep. (*)

Penulis: Bambang Bes




RST ”Ksatria Airlangga” Diplot Layani Korban Bencana di Donggala dan Sekitarnya

UNAIR NEWS – Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga” (RST-KA) berhasil merapat dengan selamat di pelabuhan Pantoloan, Palu, selepas Subuh hari Jumat (5/10) pukul 04.35 WITA, setelah melanjutkan pelayaran dari Makasar, Rabu (3/10) siang pukul 11.00 WITA.

Namun karena disana sudah ada RST KRI dr. Soeharso yang sekaligus sebagai rumah sakit rujukan di sekitar Kota Palu, atas saran dari Sekjen IDI Pusat dr. M. Adib Kumaidi, Sp.OT., maka RST-KA digeser untuk operasional di Pelabuhan Donggala, karena korban gempa dan tsunami disana belum banyak tersentuh pelayanan medis secara maksimal.

Akhirnya kapal Phinisi sepanjang 27 meter dan lebar 7,2 meter yang disediakan oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga ini bergeser meninggalkan Palu, dan berhasil merapat di pelabuhan Donggala, 90 menit kemudian, yakni pukul 06:08. Direktur RST-KA Agus Harianto, dr., Sp.B dan Kapten Kapal RST-KA, Almudatsir, membenarkan informasi tersebut.

airlangga donggala
KAPAL RST Ksatria Airlangga, Jum’at Subuh tadi berhasil sandar di Pelabuhan Donggala. Siap melayani korban gempa dan tsunami di daerah tersebut. (Foto: dr. Agus Harianto)

”Kapal merapat di pelabuhan Donggala, kala pagi itu dermaga belum ada aktivitas,” tulis dr. Agus Harianto di WAG Perduli Palu.

Kemudian dalam diskusinya dengan petugas kesyahbandaran Pelabuhan Donggala, dr. Agus Harianto menjelaskan, kantor pelabuhan Donggala yang bangunannya masih berdiri tegak dipersilahkan dijadikan tempat pelayanan kesehatan RST-KA di darat (sebagai RS lapangan).

Tetapi Jumat tadi pagi dr. Agus mengharapkan ada bantuan dua buah tenda dari BNPB (Badan nasional Penanggulangan Bencana), 30 velbed, dan satu atau dua buah ambulan. Kemudian dari RS Karsa Husada, Batu Malang, juga menyatakan siap membantu RST-KA. Namun sebelas tenaga medis ini baru akan berangkat Senin (8/10).

Di Donggala, RST-KA juga akan saling koordinasi dengan RSUD Kabelota yang tidak jauh dari pelabuhan. Di Donggala juga sudah masuk bantuan tenaga medis RS dr. Karyadi Semarang. Bahkan diantara titik-titik pelayanan kesehatan korban bencana itu akan saling berkoordinasi, khususnya mengenai suplay personil dan logistik medis.

Kepala Satgas RST KRI dr. Soedarso, IDGN Nalendra D.I., dr., SpB., SpB-TKV(K), yang juga Direktur RSAL Dr. Ramelan Surabaya, menjelaskan bahwa sebagai RS rujukan, RST KRI dr. Soedarso selain didukung oleh tim medis dari Surabaya (RSU Dr. Soetomo, RSAL Dr. Ramelan, Diskes Koarmada II, Diskes/Dispen/Yonmarhanlan Lantamal V, Rumkital Dr. Oepomo, dan Rumkitmar Gunungsari) juga mendapat support tim dari RS Ortopedi Solo dan RS Hasan Sadikin Bandung.

Tenaga dokter ahli yang memperkuat RS rujukan KRI dr Soedarso boleh dikatakan komplet. Ada dokter spesialis (ahli) bedah umum, konsultan digestif, ahli bedah TKV (Torak Kardio Vaskuler), ahli bedah tulang, ahli anaestesi, ahli syaraf, bahkan ahli bedah plastik, serta puluhan tenaga paramedis lainnya.

airlangga donggala
SEORANG pasien korban gempa dan tsunami di Palu, Jumat (5/10) sore diangkat bersama-sama oleh petugas/relawan ke atas KRI Dr. Soeharso sebagai RS rujukan untuk dilakukan tindakan lanjut. (Foto: Istimewa).

Dr. Nalendra juga menjelas, pada Kamis (4/10) malam berhasil mengoperasi 12 kasus dan satu SC (Sectio Caesarea) yaitu operasi persalinan. Mulai Jumat ini koordinasi antar berbagai pusat pelayanan media dengan tim krisis bencana dari Kemenkes juga ditingkatkan untuk berbagi kekuatan dalam membantu Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

”Kita targetkan dalam dua minggu penangan bantuan ini harus selesai, dan fungsi fasilitas kesehatan daerah juga diharapkan sudah jalan. Karena itu sambil mencari korban yang belum tersentuh penanganan kita bantu Puskesmas-Puskesmas untuk bisa berfungsi normal,” kata dr. Nalendra.

Pasien yang diterima dan harus dirawat inap sampai Jumat (5/10) pagi tadi sebanyak 14 orang, termasuk bayi yang baru dilahirkan. Namun siangnya seorang pasien sudah bisa keluar rumah sakit.

Sedangkan tindakan operasi terhadap pasien yang terdampak bencana antara lain, operasi ortopedi dengan tambahan penyangga (tibia), operasi dengan ORIF (Open Reduksi Interna Fiksasi), operasi dengan laparatomi, reposisi dislokasi bahu, operasi sectio, operasi debridement yaitu menghilangkan jaringan yang mati dan membersihkan luka dari kotoran, operasi patah tulang dengan fiksasi. (*)

Penulis: Bambang Bes




Tertunda di Makasar karena Cuaca, RST ‘Ksatria Airlangga’ Lanjutkan Menuju Palu

UNAIR NEWS – Kesyahbandaran pelabuhan Makasar akhirnya mengijinkan Kapal Rumah Sakit Terapung (RST) “Ksatria Airlangga” (RST-KA) meneruskan perjalanan layarnya menuju Palu dan Donggala, kawasan bencana di Sulawesi Tengah. Dalam informasi melalui WhatsApp kepada unair.news, Kapten Kapal RST-KA, Almudatsir, menjelaskan tepat hari Rabu (3/10) pukul 11.00 Wita kapal sepanjang 27 meter dan lebar 7,2 meter itu bergerak meninggalkan dermaga.

Seperti diketahui, sejak berangkat dari pelabuhan Alor hari Minggu (30/9) siang, kapal milik Alumni Universitas Airlangga ini lego jangkar di pelabuhan Galesong, Sulawesi Selatan, tempat kapal ini dibuat, pada Senin (1/10) pukul 22.00. Atau delapan jam lebih cepat dari yang dijadwalkan.

Para pimpinan dan stakeholder RST-KA berharap secepatnya kapal bisa melanjutkan ke Palu, karena kehadirannya sangat dibutuhkan. Di Makasar, kapal menambah bahan bakar, logistik ABK, dan tambahan barang kebutuhan bakti kemanusiaan seperti obat-obatan, kain pembalut, kantong mayat, dsb, dijadwalkan Selasa (2/10) pukul 08.00 berangkat menuju Palu.

Namun, Mudatsir mengabarkan, sesuai laporan BMKG, Syahbandar Makassar memberikan status peringatan untuk berlayar. Ini karena cuaca yang tidak bersahabat, gelombang tinggi disertai angin kencang. Peringatan itu karena kapal akan mengarungi Selat Makasar bagian selatan yang gelombangnya relatif besar. Jadi RST-KA baru diijinkan berangkat Rabu (3/10) siang, dalam waktu sekitar 45 jam sampai di Palu.

”Dengan penuh semangat tim RST-KA bertolak menuju Palu. Mohon maaf atas memanjangnya waktu singgah,” tulis dr. Agus Harianto, SpB., Direktur RST-KA dalam WAG Perduli Palu-Donggala.

Dari Makasar, RST-KA juga membawa bantuan dari berbagai pihak berupa barang non-medis serta beberapa tenaga medis. Sedang obat-obatan yang diperlukan dan dipenuhi di Makasar antara lain Cefazolin 20 dus (100 vial), Surflo nomor 18 (3 box/100), Surflo No-22 (2 box), Infus set pediatri 100 set, Infus set dewasa 100 set, PZ 500 cc 10 box isi 20, Aqua pro inj 200 flash, RL 10 box isi 20, D5 sebanyak 5 box isi 20, Handscoen Nomor 8 (2 box), Nomor 7,5 (3 box), Handscoen Nomor 7 (2 box), Handscoen Nomor 6,5 (4 box), Handscoen Nomor 6 (3 box), Transufix 75 pcs, Fentanyl 10 box (@5 ampul), Metoclopramid 2 box (@10 ampul), dan Tramadol 10 box (@10 ampul).

”Semangat pagi semua kru RST, semoga Allah selalu memberikan kekuatan, keselamatan dan kemudahan kepada kapal kita dengan seluruh isinya untuk menunaikan misi kemanusiaan yang mulia ini,” kata Dr. Pudjo Hartono, dr., SpOG, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

ksatria airlangga
ANAK buah kapal dan bantuan tenaga medis memasukkan barang medis dan non-medis ke kapal RST-KA di sebuah dermaga di Makasar, Selasa (2/10). (Foto: Dok RST-KA)

BANTUAN JAWA TIMUR

Provinsi Jawa Timur selain mengirimkan RS Terapung “Ksatria Airlangga” juga mengirim bantuan baik berupa barang dan tenaga medis ke kawasan bencana. Namun pengiriman obat-obatan lanjutan, mengutip informasi dari Posko Kesehatan di Palu, akan disesuaikan dengan hasil pemetaan di lapangan.

Seperti yang didata Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, selain tim dokter dan paramedis RSUD Dr. Soetomo/FK UNAIR serta RST-KA, beberapa rumah sakit di Jatim membantu mengirimkan tim medisnya. Misalnya BPBD, IDI Surabaya, dan Dinas Sosial Jatim yang berangkat Sabtu (29/9).

Menyusul sepuluh tenaga IDI Kota Surabaya, berangkat Minggu (3/10). Kemudian dari RS dr. Soewandi Surabaya, RSUD Sidoarjo, RSU Dr. Soebandi Jember, RS Dr. Saiful Anwar Malang, RS dr. Soedono Madiun, dsb. Karena pelayanan kesehatan ini diperkirakan lama, maka Dinas Provinsi akan mengatur kelangsungannya.

Dalam koordinasi yang dipimpin dr. Budiman dari Kemenkes, diputuskan dengan sudah menyalanya listrik menggunakan Genset, maka beberapa fasilitas penunjang mulai difungsikan. Misalnya membuka lima kamar operasi, Puskesmas, dan laboratorium darurat agar lebih banyak pasien bisa ditangani. Sesuai assesment, yang banyak ditangani adalah kasus ortopedi.

Namun kendala kurang tenaga analis lab dan tenaga terampil untuk sterilisasi alat medis, diharapkan bisa dipenuhi dengan bantuan tenaga yang akan dikirim ke Sulteng dan memperhatikan kebutuhan. Misalnya tenaga analis lab, radiografer, penata anastesi, apoteker, dan fisioterapi.

”Kepada para donatur, mungkin bisa mendonasikan bantuan dananya kepada lembaga-lembaga yang amanah untuk dapat didayagunakan membeli alat kesehatan habis pakai, untuk linen operasi, pen untuk operasi-operasi tulang, dan sebagainya,” kata dr. Budiman seperti dikutip Didiek Rachmadi di GWA Perduli Palu. (*)

Penulis: Bambang Bes




Kapal RS Terapung ‘Ksatria Airlangga’ Alihkan Sasaran Baksos Menuju Palu-Donggala

UNAIR NEWS – Bakti kemanusiaan Rumah Sakit Terapung ”Ksatria Airlangga” (RST-KA) karya Alumni Universitas Airlangga ini, Minggu (30/9) dialihkan untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng. Semula dari 14 pulau kecil di Indonesia Timur, baru dua yang terlayani yakni Nusa Penida dan Alor. Namun begitu bencana di Palu terjadi, RST-KA segera bertolak menuju Palu, dan di Makassar untuk melengkapi perlengkapan yang dibutuhkan.

Bersamaan dengan itu, Dr. Christriyogo Sumartono dr., Sp.An., Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga (YKMA) menjelaskan dalam WhatsApp Grup Bhakti RST untuk Palu dan Donggala, mengirim sepuluh relawan kesehatan dari Surabaya untuk memperkuat RST-KA. Minggu malam relawan sudah tiba di Makassar untuk kemudian dengan pesawat Hercules menuju Palu.

Sepuluh relawan tersebut lima orang dokter FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo dan lima perawat. Mereka adalah Yoppie Prim Avidar, dr., SpAn, M. Hardian Basuki, dr., SpOT., Shohibul Hilmi, dr., SpOT., Wayan Dhea Agastya, dr., Yos Kowara, dr. Kemudian Djoko Winarno, Ns., Gozali Asparin, Ns., Randy Yusuf Pratama Putra, Ns., dan Lejar Gumawang, Ns, Anang Wijaya, Amd.Kep.

kapal terapung
KAPAL Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga” selepas dari Pulau Alor untuk menuju Makasar dan kemudian ke Palu dan Donggala. (Foto: Dok YKMA)

Direktur RST-KA, Agus Harianto, dr., Sp.B menjelaskan pengalihan baksos RST ini karena korban bencana di Palu dan Donggala lebih membutuhkan penanganan, sehingga kapalnya diputuskan untuk putar haluan menuju Donggala. Kapal RST-KA ini berangkat dari pelabuhan Alor.

Seperti diberitakan, sesuai agenda RST, dari Alor kapal akan menuju Maluku Barat Daya, untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pulau-pulau kecil dekat perbatasan di kawasan Indonesia Timur. Namun dengan adanya bencana di Palu maka dialihkan ke Donggala.

Sekretaris Yayasan KMA Suwaspodo Henri Wibowo, dr., Ap.An., MARS., kepada unair.news menjelaskan, sesuai agenda RST-KA sudah disusun rencana kegiatan baksos sejak 19 September hingga 3 Nopember 2018. Sebanyak 14 pulau sasaran baksos itu meliputi Pulau Nusa Penida, Alor, Lakor, Kisar, Lirang, Wetar, Leti, Moa, Luang Barat, Luang Timur, Sermata, Babar, Banda, dan terakhir di Wakatobi.

”Dari sederet agenda di pulau-pulau tadi, yang sudah dilakukan dengan lancar dan inshaAllah bermanfaat baru di Nusa Penida dan Alor, karena itu kapal RST-KA bertolak dari Alor,” kata dr. Henri, sapaan akrabnya.

Dr. Agus Harianto menambahkan, jarak yang harus ditempuh dalam perjalanan laut dari Alor menuju Donggala sekitar 730 mil, yang diperkirakan butuh waktu tempuh sekitar 3-4 hari pelayaran. Tetapi kapal RST akan singgah dahulu di Makassar, yang diperkirakan merapat di pelabuhan Sukarno-Hatta.

kapal terapung
SATU lagi bayi dilahirkan secara sectio di kapal RST ”Ksatria Airlangga” saat baksos di Nusa Penida. Tampak Dr. Poedjo Hartono, dr., Sp.OG (baju operasi biru sebelah kanan disamping bayi) usai melakukan operasi. (Foto: Dok RST-KA)

Almudatsir, Kapten Kapal RST-KA membenarkan, kapal akan singgah di pelabuhan Makasar. Hal ini setidaknya untuk memenuhi saran Dr. Pudjo Hartono dr., Sp.OG, Ketua IKA-FK UNAIR yang mengingatkan bahwa di Palu untuk mencari bahan bakar kapal juga masih bermasalah, sehingga disarankan membeli stok di Makasar. Sedang di Palu kemungkinan kapal akan merapat di pelabuhan Pantoloan.

Dr. Henri juga sependapat akan lebih mudah merapat di Makasar dibandingkan di Galengsong, tempat kapal RST-KA ini dibuat. Sebab di Makasar selain akan mengisi bahan bakar juga akan memasukkan barang-barang bantuan medis dan non medis. Seperti obat-obatan, kateter, kain pembalut (perban), dan perlengkapan lain yang dirasa kurang.

Juga menginformasikan bahwa sebenarnya dimana pun kapal RST akan berlabuh, sudah memperoleh bantuan kemudahan dari Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub. Hal itu sesuai dengan Surat Telegram Dirjen Hubla Nomor TX-21/IX/DN-18 tanggal 24 September 2018.

Dalam surat telegram tersebut dinyatakan dan diinstruksikan kepada para Syahbandar UPT Ditjen Perhubungan Laut yang disinggahi kapal RST Ksatria Airlangga sebagai kapal pemberian pertolongan, agar diberikan kemudahan dan kelancaran terhadap penerbitan SPB dan pengangkutan barang yang diangkut. (*)

Penulis : Bambang Bes




Tiada Hari Tanpa ’Nggowes’, Gaya Hidup Sehat Direktur SPL UNAIR, Karnaji

PEMANDANGAN tidak biasa terjadi di halaman gedung Airlangga Convention Center (ACC), Sabtu (8/9) lalu. Ditengah kerumunan ratusan wisudawan yang melakukan absen untuk mengikuti wisuda, melajulah seseorang dengan sepeda anginnya membelah kerumunan itu. Setelah terlihat dari dekat, barulah tahu bahwa seseorang tadi adalah salah seorang pimpinan yaitu Karnaji, S.Sos., M.Si., Direktur Sarana Prasarana dan Lingkungan (SPL) Universitas Airlangga.

”Ini tadi nggowes sejauh 29 Km,” kata alumni FISIP UNAIR ini sambil menunjukkan layar HP yang memperlihatkan aplikasi pencatat jarak tempuh yang ia jalani. ”Ini tadi saya mandi dulu, ganti baju, baru kesini,” lanjutnya di halaman ACC kepada unair.news. Ia lalu melipat sepeda angin itu dan memasukkannya ke dalam mobilnya yang diparkir di garasi.

karnaji nggowes
Direktur SPL UNAIR datang ke Gedung ACC dengan naik sepeda angin. (Foto: Bambang Bes)

Apa yang dilakukan Pak Ji, panggilan akrab Karnaji S.Sos., M.Si, itu membuktikan seperti yang pernah dikatakan bahwa ada acara besar apapun di kampus, tidak mengubah jadwalnya nggowes, setiap hari Selasa, Rabu dan Jumat pagi. Jadi dalam sepekan hari dinas, setidaknya tiga kali Direktur SPL UNAIR ini nggowes (naik sepeda angin) dari rumahnya di Bukit Mas, Lidah Wetan Surabaya hingga ke kampus C UNAIR Jl. Mulyorejo, Surabaya Timur.

Di lingkungan sivitas UNAIR, sepertinya rutinitas dosen FISIP ini masih satu-satunya. Artinya yang berangkat bekerja dengan gowes secara rutin selama tiga hari kerja. Diluar tiga hari itu, yakni Senin dan Kamis, Cak Karnaji, sebutan para alumni UNAIR, ia libur gowes karena untuk berpuasa.

”Motivasi saya ya ingin sehat dan bugar saja,” katanya ketika disinggung motivasinya. Rutinitasnya sudah terjadwal dinamis dalam keseharian aktivitasnya. Karena itu setiap akan nggowes tak sampai harus menyiapkan perlengkapan secara ekstra. Berangkat dari rumahnya rata-rata pukul 05.00. Sampai di kampus B atau kampus C rata-rata pukul 06.00, saat kebanyakan mahasiswa/karyawan belum pada datang, kecuali petugas cleaning service.

”Sehari sebelum waktunya nggowes, baju kerja sudah siap di kantor. Kalau harus mengajar dulu di kampus B, baju saya titipkan isteri saat berangkat ngantor, lalu dia antar ke kampus,” katanya.

Jadi ketika esok pagi akan sepedahan, petang/sore hari sebelumnya Pak Ji memarkir mobilnya di garasi kantor. Pulangnya dijemput isteri. Ketika harinya nggowes (Selasa, Rabu, Jumat), pagi setiba di kantor, tak jarang sambil istirahat dan masih berkostum nggowes, ia melihat-lihat pekerjaan outdoor yang sedang digarap. Misalnya taman, meninjau lingkungan, sanitasi, penghijauan kampus, dsb.

karnaji nggowes
KARNAJI ketika nggowes saat melaju di kawasan Kute-Bedugul (100 Km) di Bali. (Foto: Freedom Cycling Club)

Setelah mandi dan ber berganti baju, baru ia mengambil mobil di garasi. Sedangkan saat menjelang pulang, sepeda anginnya dilipat dan dimasukkan dalam mobilnya dan dibawa ke rumah untuk nggowes esok lusa.

”Jadi mandi di kantor bagi saya sudah biasa,” kata bapak dua puteri ini yang mengaku absen nggowes hanya ketika sedang tugas keluar kota. Saat di kantor ada acara besar pun (rapim, wisuda, pengukuhan guru besar), ia tetap nggenjot sepeda angin dari rumahnya.

Situasi menyenangkan saat nggowes ia sempatkan untuk ”wisata kuliner” diantara rute-rute yang ditempuh. Apalagi tempat-tempat kuliner itu cocok dengan menu favoritnya: sego pecel pincuk. Jika rutenya ke kantor, yang disinggahi kalau tidak pecel Jl. Dharmawangsa (selepas perempatan menuju arah Pucang) atau Pecel Mbak Ning Jl. Kertajaya (seberang Samsat). Disitulah Pak Ji makan pagi.

”Teka ndik warung kadang jek keisuken. Kadang ya melok angkat-angkat nyiapno dagangan, cek ndang beres, gek ndang sarapan,” katanya saat di Pecel Dharmawangsa.

Mengulang Masa Sekolah

Baginya, kebiasaan sepedahan itu bukan hal baru. Saat dulu masih SMP dan SMAN 2 Jombang, Karnaji remaja setiap hari sudah ngonthel dari rumahnya di Desa Megaluh hingga sekolahnya di tengah kota, sejauh 14 Km. Jadi pergi-pulang (PP) 28 Km.

Khusus hari Selasa, Rabu dan Jumat, ia melahap jarak 56 Km (2 x PP). Karena pada hari-hari itu ia mengikuti ekstra kurikuler Pramuka, PMR (Palang Merah Remaja), dan pecinta alam. Jadi selesai sekolah jam 13.00 ia pulang untuk makan siang. Menjelang sore kembali ke sekolah untuk ikut kegiatan ekstra, sampai petang dan baru pulang.

Diluar tiga hari itu, Senin dan Kamis, Karnaji remaja sudah rajin puasa. Saat puasa inilah ia hanya menempuh sekali PP (28 km). Bahkan selepas jam sekolah ia tak langsung pulang. Istirahat di Masjid Jami’ Jombang. Baru setelah adhem sehabis Asyar ia kayuh sepedanya pulang ke Megaluh. Jika dirata-rata, setiap nggowes ia melahap jarak tempuh 25 km, malah kadang sampai 30 Km.

”Jadi yang sekarang ini mengulang kebiasaan saya saat sekolah dulu,” katanya. Tetapi hari Sabtu, lanjutnya, ia nggowes bersama komunitas Freedom Cycling Club. Rutenya agak jauh: Sidoarjo, Krian, Wonoayu, Legundi, dsb. Bahkan 28 April hingga 1 Mei 2018 lalu Pak Ji dan komunitasnya itu nggowes di Bali, menempuh Denpasar-Kintamani (95 km) dan Denpasar-Bedugul (96 km).

Direktur SPL UNAIR ini menambahkan, kambuhnya kebiasaan bersepeda itu berawal sejak rapim di Taman Dayu (Pasuruan) tahun 2016. Beberapa peserta sepakat membawa sepeda. Diantaranya Dr. Muh. Madyan (Wakil Rektor II), Iman Prihandono, Ph.D (Sekretaris Senat), Drs. Eko Supeno M.Si (Direktur SI – saat itu), dan Prof. Budi Santoso (Wadek II FK). Pada saat bersepeda bersama itulah Eko Supeno mengomentari gaya Karnaji mengayuh sepedanya.

”Ndelok gayamu nggowes, ketoke riko iku kuat sepedaan,” kata Cak Eko Supeno. ”Gak kuat ya opo, biyen nem taun meh saben dino nempuh 56 km,” jawab Karnaji.

Seminggu berikutnya Karnaji mengulang rindunya bersepedahan itu menempuk jarak dekat saja di sekitar rumahnya. Ia tidak merasa capek. Sejak itulah setiap Jumat ia nggowes. Lalu membeli sepeda baru yang bisa dipasangi tas untuk bekal baju dsb. Mulailah kegandrungannya pada nggowes menyala kembali.

karnaji nggowes
TIBA di kantor pagi-pagi dengan nggowes, tak jarang Direktur SPL ini langsung nimbrung bergiat di wilayah tanggungjawabnya. Kali ini menata taman. (Foto: Istimewa)

Bersama komunitas “Freedom” tadi, Ia ikut nggowes di hari Sabtu-Minggu saja, karena klub itu melakukannya setiap hari dengan rute-rute lokal seperti Kenjeran, Suramadu, Taman Bungkul, dsb. Sedangkan hari Minggu agak jauh, misal ke Pacet, Pandaan, dsb.

Tidak jenuh? ”Malah ngangeni. Apalagi kalau ketemu orang-orang se-hoby, tambah seneng,” katanya seraya menambahkan bahwa isteri dan anaknya mengijinkan sekaligus dengan doa-doanya. Terkadang saja anggota keluarga merasa was-was, khususnya soal keselamatan di jalanan.

”Kalau saya sih sambil nggenjot sepeda itu ya solawatan (Shalawat Nabi – red) saja. Terpenting tetap fokus, mematuhi jalur dan rambu lalu lintas dan selalu waspada, terutama saat akan menyeberang.”

Pernahkah sepedanya gembos? ”Berkali-kali. Tetapi yang menuju kantor, belum pernah,” jawabnya. Untuk itu ada beberapa solusi. Jika kempesnya di tempat jauh dan tak ada kendaraan, ia menelepon anggota keluarga dan minta dijemput. Atau pulang naik taksi. Tetapi kalau bisa diatasi, misalnya ban bocor, ia selalu membawa ban dalam cadangan dan alatnya. Jadi diperbaiki sendiri.

”Saya tidak pernah membawa ke tukang tambal, biasanya mereka tidak punya alatnya yang khusus. Kalau dipaksa malah bisa merusak velg. Jadi lebih baik pulang naik taksi,” katanya.

Itulah gaya hidup sehat Karnaji, S.Sos., M.Si., Direktur Sarana Prasarana dan Lingkungan Universitas Airlangga. Siapa menyusul nggowes ke kantor? (*)

Penulis: Bambang Bes.