defile FK

Sejawat Angkatan NIAS Meriahkan Defile Alumni FK UNAIR, 43 Tim Ambil Bagian

UNAIR NEWS – Hari Minggu pagi 11 November 2018 lalu, halaman kampus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) hingar-bingar penuh warna dalam beragam atraksi dan busana. Pada hari itulah rangkaian kemeriahan peringatan Dies Natalis FK UNAIR ke-105 diselenggarakan “Defile Alumni”. Inilah tradisi Ikatan Alumni FK setiap memperingati dies natalisnya.

Menurut Ketua IKA FK UNAIR Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG(K), defile tahunan kali ini jauh lebih ramai, lebih berwarna, dan tentunya lebih meriah dibandingkan pelaksanaan defile sebelumnya. Namun wilayah defilenya masih kalah dengan yang dilaksanakan pada dies natalis fenomenal tahun 2013 saat “Seabat FK UNAIR”. Saat itu defile juga dilakukan di “Taman Surya” Pemkot Surabaya.

Suwaspodo Henry Wibowo, dr., Sp.And., MARS., panitia seksi defile, menjelaskan, tahun ini 43 angkatan alumni FK UNAIR ambil bagian memeriahkan. Angkatan paling senior tahun 1952 (masih alumni angkatan NIAS). Dilihat dari riwayatnya, FK UNAIR memang berawal dari sekolah kedokteran Netherlands Indische Artsen Schools (NIAS) yang didirikan Belanda tahun 1913. Jadi hingga kini sudah berusia 105 tahun.

defile FK
ALUMNI FK Unair angkatan 1968 dengan tema tradisional, atraksi-atraksinya meraih juara III “Defile Alumni” 2018. (Foto: Bambang Bes)

Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U(K), sejak acara dimulai pukul 07.30, Guru Besar Ilmu Urologi FK UNAIR ini tak beranjak dari tempatnya menyaksikan. Dilakukan tidak sambil duduk di kursi, tetapi sambil berdiri dan wira-wiri di sekitar panggung penjurian. Sesekali ikut berdendang, berlenggang, dan menyanyi bersama sejawat alumni yang saat itu timnya dinilai.

”Kemeriahan seperti ini bisa terjadi karena semua alumni punya tekad dan semangat sama, yaitu kompak untuk memajukan almamaternya. Dengan alasan itu maka mereka akan kompak terus. Mulai angkatan 1951 sampai yang termuda akan begitu, rukun, guyup dan semangat tinggi,” katanya. “Dan, modal utama menjadi dokter memang begitu. Tidak boleh saling menyalahkan, dan semua harus cerdas dalam belajar untuk terus berinovasi,” tambah Prof. Soetojo.

Baik Prof. Soetojo dan Dr. Pudjo Hartono mengakui bahwa sukses rutinitas defile alumni FK ini karena faktor kemandirian kelompok angkatan. Menurut Dekan, hal demikian itu karena adanya tuntutan untuk mandiri, inovatif, kreatif, dan unggul di tingkat nasional dan internasional.

defile fk
ANGKATAN tahun 1971 dengan tema busana dan kesenian nasional. (Foto: Bambang Bes)

”Dari tuntutan itu membuat jiwanya bersemangat dan mandiri. Selain itu kalau mengandalkan anggaran fakultas atau universitas, jelas sulit terjadi. Karena semangat dan kekompakan itu sehingga hal-hal yang membuat mereka senang, maka sesuatunya tidak dipikirkan. Demi nilai-nilai kekompakan dan semangat itu mereka tidak menghitung-hitung,” kata Prof. Soetojo.

Dr. Pudjo menambahkan, kekompakan dan antusiasme kebersamaan itu menunjukkan sebuah tekad bahwa kita, alumni, ingin maju bersama almamaternya. Yang jelas, tambahnya, semua bergerak secara luar biasa.

”Ini saya kira kekuatan kita itu. Dan hikmahnya kalau kita akan selalu ingin menjaga nama baik, ingin berprestasi dan kita sukses, maka ujung-ujungnya nanti yang diuntungkan ya masyrakat. Jadi apapun yang kita kerjakan disini, dan prestasi ini, semua untuk masyarakat,” kata Dr. Pudjo, Ketua IKA-FK.

Ia berharap akan terus seperti ini, baik yang di Surabaya dan yang di seluruh Indonesia akan selalu membawa nama baik almamater. Artinya, setiap alumni melangkahkan jejak, berkiprah, maka kita akan selalu ingat bahwa membawa nama baik Airlangga, jadi harus selalu menunjukkan prestasi untuk bangsa dan negara. “Itu saya kira,” tandasnya.

Dalam defile kemarin dibagi dua kelompok. Kelompok alumni sebelum angkatan ’70, rutenya diperpendek. Keluar dari pintu keluar di sisi kiri halaman FK, belok kanan masuk ke jalan raya dan berjalan melawan arus untuk masuk melalui pintu utama kampus FK. Di sisi luar Aula FK itulah penjurian dilaksanakan oleh tim.

defile fk
ANGKATAN 1979 berdefile dengan mengangkat tema busana khas Papua. (Foto: Bambang Bes)

Sedangkan sejawat angkatan setelah 1970 rutenya lebih jauh. Dari pintu keluar halaman FK, belok kiri, sesampai di traffic light Jl. Karang Menjangan langsung putar balik dan berjalan di sisi Jl. Prof. Dr. Moestopo (sisi depan RSU Dr. Soetomo). Kemudian setelah traffic light dekat kampus FKG, defile putar balik dan memasuk kampus FK melalui pintu utama.

Beragam gaya dan penampilan dipertunjukkan. Ada yang mengambil tema “djadoel” (djaman doeloe), tradisional, kekinian dengan boneka-boneka dan aneka busana, satire dengan joke-joke tertentu, menampilkan replika perahu RS Terapung “Ksatria Airlangga” dsb. Seusai dinilai, peserta bebas memilih konsumsi makan siang yang disediakan dengan berbagai menu.

Dari 43 peserta defile alumni FK tahun 2018 ini, tim juri memilih Juara I Tim defile Angkatan 1984. Juara II defile angkatan tahun 2006, dan Juara III angkatan tahun 1968. Sedangkan Juara Favorit terpilih tim defile gabungan angkatan tahun 1952-1962. (*)

Penulis : Bambang Bes




kampung kajoetangan

IKA-UA Malang Raya Baksos Kesehatan di “Kampoeng Heritage Kajoetangan” Kota Malang

UNAIR NEWS – Dalam rangka turut memeriahkan peringatan Dies Natalis Universitas Airlangga yang ke 64, Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA-UA) Cabang Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) mengadakan bakti sosial (baksos) di “Kampoeng Haritage Kajoetangan”, destinasi wisata yang dibangun di Kelurahan Kauman di Kota Malang.

”Kami mengadakan baksos tersebut pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2018, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kami bekerjasama dengan tim pengelola Kampoeng Haritage Kajoetangan tersebut sambil mempromosikan kampung wisata tersebut yang hingga kini sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan,” kata Mursyidah, pengurus IKA-UA Malang Raya yang juga panitia baksos kepada unair.news.

Wujud pengabdian IKA-UA Malang Raya kepada masyarakat di kampung Kayutangan ini, antara lain pengobatan gratis yang dilaksanakan sekaligus dengan penyuluhan kesehatan gigi oleh dokter gigi alumni FKG UNAIR.

kampung kajoetangan
PAPAN penunjuk “Selamat Datang” ke arena “Kampoeng Heritage Kajoetangan” di Kota Malang. (Foto: Dok IKA-UA Malang)

Sebanyak 40 orang anggota IKA-UA Cabang Malang Raya turut ambil bagian dalam partisipasi baksos ini. Mereka lulusan yang berasal dari berbagai fakultas di Universitas Airlangga, tetapi dalam baksos kali ini yang banyak hadir para alumni Fakultas Farmasi, yakni mencapai 20 orang.

Kemudian juga disediakan berbagai konsultasi, baik mengenai pentingnya gizi, persoalan psikologi, spiritual, juga konsultasi tentang kesehatan gigi itu sendiri. Penyuluhan kesehatan gigi tersebut sasarannya untuk anak-anak usia Sekolah Dasar, yang diikuti sebanyak 30 anak.

”Kami juga sekaligus menyediakan obat-obatannya. Semua laris manis,” tambah Ibu Mursyidah dalam penjelasannya via WhatsApp.

Selain pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, IKA-UA Cabang Malang Raya juga menyediakan pemeriksaan laboratorium sederhana. Pemeriksaan lan sederhana yang dimaksudkan adalah pemeriksaan dengan menggunakan alat sederhana, misalnya pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.

”Tercatat keseluruhan ada sebanyak 178 orang memanfaatkan baksos ini, sedangkan keluhan paling banyak adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), kemudian hipertensi (HT) dan linu-linu sakit sendi,” tambah Mursyidah.

kampung kajoetangan
PESERTA baksos di Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang. Berasal dari lulusan berbagai fakultas di UANIR. (Foto: Dok IKA-UA Malang)

Ditambahkan juga, bahwa selain baksos pemeriksaan kesehatan, diantara anggota IKA-UA di malang Raya juga melakukan talk show melalui sebuah Radio FM. Tujuan talk-show ini antara lain untuk membantu mengenalkan UNAIR secara lebih luas kepada masyarakat.

”Dalam talk show ini sudah tentu diisi oleh tenaga-tenaga yang berkompeten di bidangnya, baik itu dokter, dokter hewan, apoteker, dan psikolog lulusan Universitas Airlangga yang menjalankan professinya di Malang,” katanya.

Selain baksos pemeriksaan kesehatan dan talk-show juga ada satu yang sifatnya permanen, yakni membantu membangunkan sebuah “gate” di Kampoeng Haritage Kajoetangan. Sehingga bangunan semacam tugu “prasasti” ini sekaligus sebagai petunjuk penegas keberadaan destinasi wisata ini yang mudah dilihat oleh khalayak wisatawan. (*)

Penulis: Bambang Bes




bakti palu

RS Ksatria Airlangga Lanjutkan Bakti Kemanusiaan di Palu, Sepekan Layani Ratusan Pasien

UNAIR NEWS – Satu bulan pasca bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, penanganan krisis kesehatan oleh Rumah Sakit Ksatria Airlangga (RSKA) masih terus berlanjut. RS yang digawangi sejawat dokter alumni FK UNAIR dan relawan dari sivitas yang lain, dalam sepekan kemarin, yaitu Senin (21/10) hingga Jumat (26/10) setidaknya melayani 400 lebih pasien.

Jumlah tersebut diperkirakan akan lebih banyak lagi jika penyampaian informasi adanya pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat, dapat dilaksanakan secara baik dan normal. Tetapi realitanya terkendala karena keterbatasan sarana.

Para pasien tersebut mayoritas masyarakat setempat yang selamat dari peristiwa 28 September 2018 lalu. Mereka merupakan pasien berobat/perawatan lanjutan, pasien berobat jalan, dan atau pasien baru dampak dari musibah tersebut. Hal tersebut dibenarkan oleh Suwaspodo Henry Wibowo, dr., Sp.And., MARS., Sekretaris Yayasan Ksatria Medika Airlangga (YKMA), Minggu (21/10).

Seperti diberitakan, kendatipun kapal Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga” (RST-KA) sejak Kamis (18/10) sudah dipindah bakti kemanusiaannya dari Donggala menuju Maluku, namun bantuan kesehatan untuk korban bencana di Palu dari sivitas Universitas Airlangga masih berlanjut melalui RS lapangan di sekitar Donggala.

bakti palu
TRAUMA Healing dilaksanakan oleh relawan UNAIR terhadap anak-anak korban bencana di Donggala, tepatnya di lokasi dekat penampungan pengungsi. (Foto: Dok RSTKA)

Dihimpun dari laporan harian Tim RS Ksatria Airlangga yang dilakukan dr. Intan, dr. Ragil, dr. Winni, dr. Nita,  dr Monica, dan dr Aga, pelayanan kesehatan tersebut diberikan di Posko Kesehatan Pengungsi di Lapangan Batusuya, di Desa Sigi, Desa Saliru, Desa Saloya, Poskesdes Kaliburu, serta trauma healing di Desa Seliru.

”Kalau di rata-rata setiap hari Tim RSKA  melayani sekitar 60 pasien dari berbagai macam keluhan sakit,” tambah dr. Henry.

Salam satu contoh pada pelayanan di Posko Pengungsian di lapangan Batusuya, dr. Intan mencatat hari Minggu (21/10) lalu itu terdapat 51 pasien. Dominasi pasien memang orang dewasa, tetapi juga ada pasien anak-anak, balita, remaja dan lansia.

Keluhan/gangguan kesehatan masyarakat yang dicatat dari berbagai pos layanan kesehatan itu, paling banyak adalah Mialgia atau yang populer disebut nyeri otot, badan terasa pegal-pegal yang diduga akibat aktivitas pasca-bencana. Setidaknya terdapat sekitar 20% merupakan pasien dengan keluhan mialgia.

Selain mialgia, lima besar keluhan yang lain antara lain ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), HT (hipertensi), dyspepsia atau maag (gangguan perasaan nyeri pada saluran pencernaan atas), gastritis (radang lambung/asam lambung), gangguan pencernaan, dermatitis (peradangan kulit), dsb.

bakti palu
RELAWAN Mahagana UNAIR sebagai instruktur senam untuk memberikan upaya kesehatan untuk masyarakat Donggala, korban bencana. (Foto: Dok RST-KA)

Berbagai pemeriksaan dan usaha pengobatan lantas diberikan oleh relawan Tim RS Ksatria Airlangga yang terdiri dari dokter Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, perawat, psikolog dan ahli farmasi UNAIR, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan UKM Mahagana UNAIR. Misalnya melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat, pemberian tambahan gizi, edukasi dan sosialisasi, senam bersama untuk orang dewasa di pengungsian, serta trauma healing untuk anak-anak.

Satu hal tentang kendala yang ditemui, antara lain keterbatasan sarana laboratorium sehingga memperlambat pemeriksaan. Selain itu juga keterbatasan sarana transportasi yang sedikit banyak juga menghambat upaya relawan UNAIR dalam usahanya melakukan motivasi pemulihan ekonomi bagi nelayan, karena jarak yang harus ditempuh relatif jauh. Selain itu ada lokasi Poskesdes yang jauh dan medannya susah dijangkau, kemudian kelengkapan ATK pelayanan yang terbatas, kesulitas mendapatkan obat-obat kulit, serta ada pasien yang seharusnya dirujuk tetapi ia menolak. (*)

Penulis: Bambang Bes




RST Ambon

Tinggalkan Donggala, RST ”Ksatria Airlangga” Lanjutkan Misi Kemanusiaan di Ambon

UNAIR NEWS – Tepat pukul 12.00 WITA, Kamis (18/10) kemarin, dibawah komando Kapten Kapal Almudatsir, kapal Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga” (RST-KA) menarik jangkar untuk bertolak menuju Ambon. Meski bergeser, bantuan kesehatan untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala dari RST-KA dan sivitas Universitas Airlangga masih berlanjut dalam RS lapangan di Donggala, lengkap dengan dokter dan paramedisnya.

”Tetapi di Donggala masih ada posko Ksatria Airlangga dengan tim darat. Jadi masih melayani pasien korban bencana, termasuk untuk trauma healing. Bahkan tim UKM Mahagana UNAIR juga akan bergabung di tim darat, mulai besok (Jumat 19/10 ini, red),” kata Suwaspodo Henry Wibowo, dr., Sp.And., MARS., Sekretaris Yayasan Ksatria Medika Airlangga (YKMA), pengelola RST-KA, kepada unair.news, Kamis (18/10) malam.

Seperti diketahui, ketika terjadi bencana mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, kapal RST-KA sedang melaksanakan bakti kemanusiaan di Pulau Alor (NTT). Dari rencana selanjutnya di Maluku, akhirnya seketika kapal dikirim ke Palu. Berangkat dari Alor Minggu (30/9), dan sampai di Makassar, Senin (1/10).

Namun karena cuaca buruk, Kesyahbandaran setempat baru mengijinkan RST-KA berlayar menuju Palu hari Rabu (3/10), dankapal dengan selamat tiba di pelabuhan Pontolan, Palu, hari Jumat (5/10) Subuh. Tetapi karena di Palu sudah ada RST KRI dr. Soeharso, maka bakti kemanusiaan RST-KA diarahkan ke Donggala, dan merapat di Pelabuhan Donggala 90 menit kemudian. Pada hari Sabtu (6/10) tim RST-KA dipimpin Direkturnya, Dr. Agus Haryanto, Sp.B sudah memberikan pelayanan medis kepada para korban bencana di Donggala.

Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) juga membenarkan bahwa bakti kemanusiaan dari fasilitas yang dihadirkan oleh alumni UNAIR ini akan bergeser ke Maluku, kemudian dilanjutkan ke Wakatobi, dan akan berakhir di Kepulauan Madura.

”Luar biasa. Selamat jalan Kapten Almudatsir,” kata Prof. Budi Santoso menyampaikan ucapan selamat setelah mengetahui kapal RST-KA melanjutkan tugas kemanusiaan ke Ambon dan Maluku.

Dr. Henri Suwaspodo menambahkan dengan merinci jadwal pelayaran dan pelayanan kemanusiaan RST-KA untuk tahap II. Kapal akan berlabuh di pelabuhan Kota Ambon pada tanggal 26 Oktober. Dua hari kemudian, (28/10) melayani masyarakat Pulau Moa.

Kemudian berturut-turut melayani bantuan kesehatan masyarakat di kepulauan terpencil. Antara lain di Pulau Masela 29 Oktober, di Pulau Babar (30-31 Oktober), Pulau Sermata 1 November, di Pulau Luang Timur 2 November, di Pulau Luang Barat 3 November, di Pulau Lakor 5 November. Tanggal 6-8 November kembali ke Pulau Moa, diteruskan ke Pulau Leti 9 November, Pulau Kisar (10-12 November), Pulau Wetar (13-14 November), dan Pulau Lirang pada 16-17 November 2018.

”Setelah itu menuju ke Sulawesi Tenggara untuk bakti serupa di Pulau Wakatobi pada tanggal 21-23 November 2018,” tambah dr. Henri, panggilan akrabnya.

Setelah dari Wakatobi, tim kesehatan RST Ksatria Airlangga akan menuju Kepulauan Madura, di Jawa Timur. Dijadwalkan melayani masyarakat Pulau Kangean (Kangayan) pada 28 November hingga 1 Desember. Kemudian Pulau Raas (3-5 Desember), dan ke Pulau Sapudi pada 6-8 Desember 2018. Setelah itu RST-KA kembali ke Surabaya.

UCAPAN SELAMAT

Dikutip dari grup WhatsApp “Bhakti RST untuk Palu-Donggala”, pengabdian Tim RST-KA banyak menuai pujian. Tim Posko Kesehatan untuk korban bencana di Palu dan Donggala juga banyak yang menyampaikan selamat jalan menuju pengabdian selanjutnya disertai ucapan terima kasih.

”Selamat jalan Dr. Agus (maksudnya Dr. Agus Haryanto, Sp.B) dan Tim, semoga Tuhan selalu menyertai setiap langkah dan pelayanan di daerah-daerah yang membutuhkan, sehingga bisa menjadi berkat bagi sesama,” kata Ferdinandus di GWA tersebut.

Dr. Dian Islami, dari Posko Kesehatan di Palu juga menyampaikan ucapan selamat dan terima kasihnya atas darma-bakti RST Ksatria Airlangga. ”Terima kasih atas darma bakti RST Ksatria Airlangga di setiap event kemanusiaan. Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” tulis Dian Islami.

”Selamat berlayar kapten dan ABK RST-KA, hati-hati di perjalanan Capt, sampai bertemu lagi di Ambon,” tulis dr. Agus Haryanto, alumni FK UNAIR angkatan 1985 ini.

Ketua Ikatan Alumni FK UNAIR Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG(K) juga menyampaikan ucapan selamat. ”Selamat jalan captain Mudatsir beserta para sahabat awak kapal RST-KA, semoga selalu diberikan kemudahan selama perjalanan sampai di Ambon,” kata dr. Pudjo Hartono.

”Selamat berlayar ya Kapten dan teman-teman ABK RST-KA. Jangan ngebut-ngebut ya, yang terpenting selamat,” tambah Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes., pengawas pada YKMA.

Melalui tulisannya dalam GWA itu juga, Kapten Kapal RST-KA, Almudatsir, juga membalas ucapan-ucapan dari para sahabat di Grup WA.

”Alhamdulillah, terima kasih Bapak Prof. (Prof. Budi Santoso – red). Insya Allah kecepatannya standar saja, dokter. Amiin-amin untuk semua ucapannya,” kata Almudatsir dalam membalas ucapan melalui GWA tadi. (*)

Penulis: Bambang Bes




IKA UA

PP IKA UA Lantik Pengurus Wilayah Jawa Tengah

UNAIR NEWS – Usai melantik pengurus wilayah di berbagai daerah, kali ini Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA UA) melantik Pengurus IKA UA Wilayah Jawa Tengah. Bertempat di Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang (13/10), acara pelantikan tersebut juga dikemas dengan acara temu alumni.

Hadir mewakili Rektor UNAIR Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., selaku Wakil Rektor II. Dalam sambutannya, Madyan menyampaikan bahwa pelantikan alumni menjadi momen untuk menguatkan peran alumni bagi almamater dan bangsa. Tidak lupa, Madyan juga menyinggung upaya UNAIR untuk menjadi 500 besar kampus kelas dunia. Untuk itu, berbagai langkah dan gebrakkan yang dilakukan butuh dukungan penuh dari seluruh alumni.

“Tentu, segala upaya dan ikhtiar yang dilakukan oleh kami, yang kini berada di kampus, perlu adanya masukan, perlu sebuah dukungan dan perlunya sebuah dorongan dari rekan-rekan alumni sekalian. Baik dukungan berupa gagasan, pemikiran, dan dukungan dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Sementara itu, menambahkan pernyataan Wakil Rektor II, Dr. Muhammad Taufiqy S., Sp.OG(K)., selaku Ketua Umum IKA UA Wilayah Jawa Tengah mengatakan bahwa setelah tahapan pelantikan ini, pihaknya akan melakukan berbagai kegiatan. Menurutnya, pertama kali yang akan dilakukan adalah konsolidasi ke intern pengurus. Pasalnya, karena tidak semua pengurus yang dilantik sudah memahami karakter satu dengan yang lain.

“Oleh karena itu, kita perlu sebuah kegiatan semacam konferensi pengurus untuk membuat rencana jangka panjang. Dan kami berharap semua pengurus bisa memiliki rencana dan langkah kerja yang nanti akan kita rumuskan selama lima tahun ke depan,” jelasnya.

Selain kebijakan dan rencana tersebut, pihaknya juga akan berupaya melakukan validasi data anggota alumni. Selanjutnya, imbuhnya, penting untuk mengenalkan IKA UA Wilayah Jawa Tengah ini di tengah masyarakat. Hal itu, menurutnya akan dikemas dengan bakti sosial.

“Dan yang terpenting dari semua itu adalah monitoring dari setiap program kerja yang kita lakukan. Tidak hanya itu, kami berharap bagi pengurus dan anggota penting untuk memeiliki rasa dari organisasi. Semoga organisasi ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi tapi ke depan bisa menjadi sebuah wadah yang memiliki nilai ekonomi dan yang lain,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan




IKA UA

Pelantikan IKA UA Wilayah Sumatera Selatan, Warek IV: Mereka Adalah Duta Airlangga

UNAIR NEWS – Alumni menjadi aset penting bagi sebuah institusi pendidikan. Untuk itu, Universitas Airlangga tidak hentinya melangsungkan kegiatan temu alumni di berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, melalui Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) melangsungkan acara Temu Alumni dan Pelantikan IKA UA Wilayah Sumatera Selatan.

Bertempat di Hotel Horison Ultima Palembang (14/10), acara Temu Alumni dan Pelantikan IKA UA Wilayah Sumatera Selatan itu, dihadiri puluhan alumni UNAIR dari beragam profesi yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Wakil Rektor IV Junaidi Khotib Ph.D., yang turut hadir mewakili rektor mengatakan, pelantikan yang dilakukan merupakan awal sebuah pengabdian yang luar biasa untuk almamater dan bangsa. Doktoral lulusan Jepang itu juga mengatakan bahwa pengurus IKA UA di berbagai wilayah sudah dirancang untuk dibentuk dan tinggal dilakukan pelantikan. Hal itu, imbuhnya, merupakan bagian UNAIR untuk terus mampu memberikan sumbangsih yang nyata bagi peradaban bangsa.

“Tercatat, masih ada beberapa daerah yang belum dilantik, ke depan akan kita selaraskan tekad ini untuk memberikan sumbangsih yang nyata bagi bangsa dan negara ini,” tuturnya.

Mengenai misi UNAIR menjadi 500 besar kampus kelas dunia, dalam sambutannya, ia mengajak kontribusi dan partisipasi alumni untuk mendukung langkah itu. Saat ini, imbuhnya, alumni telah banyak membantu dalam bentuk fisik, masjid, beberapa sarana prasarana di fakultas, dan RS Terapung misalnya, yang semua itu bersumber dari dana alumni.

“Alumni harus mampu memberikan gambaran yang utuh terkait nilai-nilai yang dimiliki UNAIR dimanpaun berada. Mereka yang bergerak di bidang masing-masing itu adalah duta airlangga,” jelasnya.  “Mari memberikan kontribusi dengan menerapkan budaya akademik ataupun organisasi yang sudah di bangun di UNAIR,” imbuhnya.

Sebelum menutup sambutan, Junaidi mengatakan bahwa banyak cara dan hal yang ke depan harus dilakukan oleh alumni. Salah satu yang sangat penting untuk hari ini adalah menguatkan komunikasi dan jariangan melalui media sosial. Baik antar alumni yang sudah lama maupaun alumni yang baru saja selesai studi.

“Kita perlu bergerak bersama-sama. Karena sejatinya kita sudah dalam barisan yang kuat. Untuk itu, mari berjuang bersama-sama untuk membangun negeri melalui profesi dan instansi dimanapun kita berada,” pungkasnya.

 

Penulis: Nuri Hermawan




IKA UA

IKA UA Wilayah Sumatera Selatan Resmi Dilantik

UNAIR NEWS – Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA UA) kembali melantik IKA UA di daerah. Kali ini, PP IKA UA melantik pengurus IKA UA Wilayah Sumatera Selatan. Dilangsungkan di Hotel Horison Ultima Palembang pada Minggu (14/10), Pelantikan IKA UA Wilayah Sumatera Selatan juga dikemas dengan kegiatan temu alumni.

Dalam acara tersebut dihadiri puluhan alumni UNAIR dari beragam profesi yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Selatan. Hadir mewakli Rektor UNAIR, Wakil Rektor IV Junaidi Khotib Ph.D. Dalam sambutannya, Junaidi mengajak agar para alumni yang baru saja dilantik bisa melaksanakan tugas dan amanah yang telah diberikan dengan baik.

“Karena pelantikan yang baru saja dilakukan merupakan awal sebuah pengabdian yang luar biasa untuk almamater dan bangsa kita,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Junaidi juga mengajak seluruh pengurus untuk aktif melakukan berbagai kegiatan yang banyak melibatkan banyak alumni yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Baginya, dengan melakukan hal tersebut akan membuat alumni bisa semakin solid.

“Kalau kita melangkah bersama-sama akan bisa semakin kuat,” tandasnya.

Menanggapi pernyataan Wakil Rektor IV, Ketua IKA UA Wilayah Sumatera Selatan Dr. dr. Anang Tri Wibowo Sp.M(K)., mengatakan bahwa upaya untuk melibatkan seluruh alumni yang ada di Sumatera Selatan akan dimulai dengan menguatkan jejaring. Baik dalam kegiatan maupun media sosial.

“Bahkan saya juga punya rencana untuk mengandeng BEM yang masih aktif mengurus untuk bersama memberikan kontribusi yang nyata,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Danar Dono, selaku pengurus senior IKA UA Wilayah Sumatera Selatan mengatakan bahwa komunikasi alumni UNAIR di Sumatera Selatan sudah berjalan sejak tahun 1963. Bahkan banyak gagasan yang telah dilakukan oleh alumni UNAIR menjadi acuan kegiatan yang kini dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami sudah ada semacam ikatan alumni pada tahun 1963, hanya saja kebanyakan lulusan dokter. Semoga dengan adanya pengurus IKA UA yang baru ini bisa menggandeng banyak alumni dari berbagai profesi,” ungkapnya.

Pada akhir, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR Galuh Teja Sakti juga menegaskan bahwa keterlibatan alumni sangat ditunggu oleh mahasiswa yang masih aktif kuliah. Untuk itu, imbuh Teja, alumni bisa menguatkan jaringan dan komunikasi dengan mahasiswa yang aktif kuliah.

“Kami sangat menunggu peran alumni untuk bersama-sama kami (mahasiswa -red) memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa,” tandasnya.

 

Penulis: Nuri Hermawan




IKA-UA NTB

IKA-UA NTB Akan Bangun 100 Huntara di Lombok, dan Bantu Palu Melalui RST ‘Ksatria Airlangga’

UNAIR NEWS – Dewan Pembina, pengurus, dan perwakilan anggota Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA-UA) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (10/10) melakukan silaturahmi dengan Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah di kantornya. Rombongan alumni UNAIR di NTB ini dipimpin oleh Ketua Wilayah setempat Prof. Dr. Gatot Dwi Hendro Wibowo, SH.,M.Hum.

”Beliau pribadi yang hangat, ramah, dan menyenangkan dalam diskusi,” kata Prof. Gatot Dwi Hendro Wibowo seusai pertemuan dengan orang nomor dua di Provinsi NTB itu.

Dalam audiensinya, Prof. Gatot Dwi HW juga didampingi pengurus dan anggota, antara lain Drh. Wahyu Setiawan Y, Drg. Murwani S. M.Kes., Oryza, M.Sosio, Dodi Sambodo, SH., Nila Kusuma, M.Sosio., dan Khalifatul S. M.Sosio.

Kepada Wagub NTB juga dilaporkan tentang keorganisasian dan kepengurusan IKA-UA NTB, dimana status dan keberadaannya berdasarkan SK Pimpinan Pusat IKA-UA Nomor 013/SK/PP IKA UA/SK.VI/2018 tanggal 28 Juni 2018. Hingga saat ini IKA-UA NTB didukung oleh 275 orang anggota.

Prof Gatot Dwi juga melaporkan kiprah atau kegiatan organisasi IKA-UA di NTB. Pertama mengadakan aksi “Peduli Gempa Lombok” dengan menyelenggarakan Posko Penyaluran Bantuan Kemanusiaan (untuk Lombok Timur, Utara dan Barat). Menjalin kerjasama dengan kapal Rumah Sakit Terapung ’Ksatria Airlangga’ (RST-KA) dengan para pihak, kemudian mendirikan RS Lapangan di Pelabuhan Bangsal, serta mendirikan posko dapur umum.

Kemudian pasca gempa Lombok, mengedepankan aksi sosial dengan tagline ”Ayo !!! Bangun Kembali Lombok-Sumbawa”. Aksi ini direalisasikan dengan mendirikan posko penyaluran bantuan kemanusiaan. Kemudian juga membina desa binaan ”KAMPOENG AIRLANGGA” dengan tiga bidang fokus garapan; yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

”Untuk desa binaan ini sudah diusulkan di lima desa, yaitu Desa Banyu Urip-Gerung, Batulayar, Gunungsari, Lingsar, dan Desa Narmada. Selain itu juga mengadakan pipanisasi air bersih,” tambah Prof. Gatot Dwi.

Aksi untuk korban bencana di Lombok belum usai, disusul gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Untuk itu pengurus dan anggota IKA-UA NTB juga menggalang donasi untuk Palu dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 16.200.000. Diyakini jumlah itu masih bisa bertambah lagi sampai bantuan tersebut disalurkan pada tanggal 15 Oktober 2018 melalui Rekening Kapal RST ‘Ksatria Airlangga’.

Ikhwal donasi tersebut, Prof. Gatot selaku Ketua Wilayah IKA-UA NTB juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada anggota Keluarga Besar IKA-UA Wilayah NTB yang telah bersimpati dan berempaty mendonasikan sebagian rezekinya untuk membantu sesama yang sedang susah, termasuk untuk Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah.

BANGUN 100 HUNTARA

Dalam tanggapannya, Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi anggota IKA-UA Wilayah NTB yang berkenan datang bersilaturahmi dengan membawa unsur sebagai organisasi sosial kemasyarakatan.

”Apalagi IKA-UA ini datang dengan membawa konsep dan bahkan sudah melakukan action ke lapangan dan penanganan bantuan kemanusiaan peduli gempa dan pasca gempa di Lombok, kemudian berlanjut membentuk desa binaan,” kata Wagub Sitti RD memuji.

Disampaikan juga, pada saat ini pemerintah NTB fokus pada penyelesaian pemetaan daerah sesar dan daerah rawan longsor. Kawasan demikian, menurut Wagub, amat sangat butuh segera ditangani. Kemudian akan membangun 11.000 Huntara (hunian sementara), sedangkan pada saat ini baru berhasil dibangun 800 huntara saja.

”Jadi masih butuh banyak sekali. Silahkan IKA-UA NTB pilih bangun 125 Huntara di Lopok Aur (Kab. Lombok Utara) atau 85 Huntara di Penenggak, atau 100 Huntara di Kampung Duduk, Batulayar Barat (Lobar). Ya kalau toh tidak semua, dimulai saja, sesuai dana yang ada,” kata ibu Wagub itu.

Atas dasar rekomendasi dari Wakil Gubernur NTB tersebut, akhirnya kepada IKA-UA NTB diharapkan bisa membantu merealisasikan pembuatan 100 Huntara, secara bertahap di Desa Kampung Duduk, Batulayar Barat, di Lombok Barat.

”Sekaligus bisa dijadikan Desa Binaan “KAMPOENG AIRLANGGA” oleh IKA-UA Wilayah NTB,” lanjut Wagub Sitti Rohmi.

IKA-UA bergerak cepat. Hasil dari pertemuan dengan Wagub NTB tersebut, kemudian direncanakan hari Minggu 14 Oktober 2018 ini tim IKA-UA NTB akan melakukan peninjauan lokasi ke Desa Kampung Duduk, Batulayar Barat, Lombok Barat. Tujuannya untuk melakukan survey lokasi yang terdampak dan melakukan pembagian paket sembako. Bravo IKA-UA NTB. (*)

Penulis : Bambang Bes

 




Tim RST ’Ksatria Airlangga’ Bantu Pemulihan Yankes di Empat Puskesmas Donggala

UNAIR NEWS – Pelayanan umum yang dilaksanakan tim Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga” (RST-KA) di kawasan bencana di Palu, Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Donggala, sejak Selasa (9/10) kemarin dipindahkan ke Puskesmas di Donggala. Sebelumnya, layanan kesehatan (yankes) untuk korban gempa dan tsunami itu dilaksanakan di sekitar RST-KA di Pelabuhan Donggala.

”Sehingga pelayanan di sekitar RST-KA dihentikan, sekarang dipindahkan ke Puskesmas di Donggala yang dilaksanakan bersama secara terpadu dengan crew Puskesmas Donggala. Ini sekaligus secara berangsur-angsur untuk memberdayakan pemulihan kembali pelayanan kesehatan di Puskesmas-puskesmas di Donggala,” kata Suwaspodo Henry Wibowo, dr., Sp.And., MARS., Sekretaris Yayasan Ksatria Medika Airlangga (YKMA) kepada unair.news, Rabu (10/10).

Pada Selasa (9/10) kemarin di hari pertama melayani di Puskesmas, tim RST-KA terdiri seorang dokter spesialis bedah dan enam orang dokter umum. Bahkan seorang dokter umum juga diperbantukan untuk mendukung pelayanan kesehatan Tim Pemkot Surabaya. Dari SDM tersebut Tim RST-KA kemarin melayani kesehatan dasar komulatif terhadap 279 pasien, serta melakukan operasi untuk seorang pasien.

yankes donggala
ANAK buah kapal (ABM) RST-KA bahu-membahu mendirikan tenda besar untuk pelayanan kesehatan Tim RST-KA di sekitar Puskesmas di Donggala. (Foto: Dok RST-KA)

Karena itu, hari Rabu ini tim RST-KA yang juga mendapat support tenaga medis dari Rumah Sakit Karsa Husada (RSKH) Kota Batu, Malang, terus melanjutkan pelayanan umum di Puskesmas-Puskesmas sekitar Donggala. Sebuah tenda besar bantuan Kemenkes yang semula didirikan di sekitar kapal yang disediakan oleh Alumni UNAIR ini juga dibongkar untuk didirikan kembali di sekitar Puskesmas.

”Hari ini kami juga akan bertemu dengan Kadinkes Donggala untuk membahas permintaan bantuan pemulihan fungsi terhadap empat Puskemas di Kabupaten Donggala,” tambah dr. Henri, panggilan akrabnya.

Dalam pemindahan yankes tersebut, lanjut dr Henri, baik tenaga kesehatan, peralatan medis 9yang bisa dibawa), bahkan tenda, juga digeser ke sekitar Puskesmas. Bahkan mulai Rabu ini juga Tim RST-KA juga mendapat tambahan beban untuk membantu mengaktifkan empat Puskesmas di sekitar Donggala.

yankes donggala
TENDA bantuan Kemenkes yang semula didirikan di sekitar Pelabuhan Donggala, dekat RST-KA, Selama (9/10) kemarin dipindah ke sekitar Puskesmas di Donggala. (Foto: Dok RST-KA)

Seperti diketahui, adanya bencana di Palu Sulteng ini, Tim Dinkes Provinsi Jatim mengkoordinir dan menggalang bantuan. Beberapa rumah-sakit di Jatim secara bergelombang berangkat ke Palu untuk bergiliran “piket” memberikan bantuan yankes. Misalnya dari RSUD Dr. Soetomo, RST-KA, RSSA dan RS Lavalete (Malang), RSUD Sidoarjo, RSU dr. Soedono Madiun, RSU dr. Soebandi Jamber, RS Karsa Husada (Batu) dan sebagainya.

Sesampaikan di Palu tenaga media dari berbagai provinsi itu melapor ke Posko Kesehatan Dinkes Sulawesi Tengah untuk didistribusikan membantu pelayanan di berbagai RS. Misalnya ke RS Undata, RST KRI dr. Soeharso, RST Ksatria Airlangga, RS Sis Aljufri, RS Budi Agung, RS Tarabelo, RS Kabilota, RS Madani, RS Bhayangkara, RS Samarintan, RS Woodward, RS Wirabuana, Yonkes 1, RS Anatapura, dan RS Bathesda Kulawi.

RST-KA yang sudah merapat di Pelabuhan Donggala sejak Jumat (5/10) mendapat bantuan sebelas tenaga medis dari RSKH Batu, Malang. Mereka adalah Dr. Bambang Sp.OT., Dr. Bara, Sp.B, Dr. Ferdinandus, Sp.PD., Dr. Putra, Sp.Em., Dr. Radhitio, M.BioMed., Ali Mansur, SST., Dhella Christianto, Amd.Kep, Sujud Priono M.Kep Ns., Angga S.Farm, Apt., Nunung Heri S, S.Gz., dan Suwiyarno, Amd Kep. (*)

Penulis: Bambang Bes




airlangga donggala

RST ”Ksatria Airlangga” Diplot Layani Korban Bencana di Donggala dan Sekitarnya

UNAIR NEWS – Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga” (RST-KA) berhasil merapat dengan selamat di pelabuhan Pantoloan, Palu, selepas Subuh hari Jumat (5/10) pukul 04.35 WITA, setelah melanjutkan pelayaran dari Makasar, Rabu (3/10) siang pukul 11.00 WITA.

Namun karena disana sudah ada RST KRI dr. Soeharso yang sekaligus sebagai rumah sakit rujukan di sekitar Kota Palu, atas saran dari Sekjen IDI Pusat dr. M. Adib Kumaidi, Sp.OT., maka RST-KA digeser untuk operasional di Pelabuhan Donggala, karena korban gempa dan tsunami disana belum banyak tersentuh pelayanan medis secara maksimal.

Akhirnya kapal Phinisi sepanjang 27 meter dan lebar 7,2 meter yang disediakan oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga ini bergeser meninggalkan Palu, dan berhasil merapat di pelabuhan Donggala, 90 menit kemudian, yakni pukul 06:08. Direktur RST-KA Agus Harianto, dr., Sp.B dan Kapten Kapal RST-KA, Almudatsir, membenarkan informasi tersebut.

airlangga donggala
KAPAL RST Ksatria Airlangga, Jum’at Subuh tadi berhasil sandar di Pelabuhan Donggala. Siap melayani korban gempa dan tsunami di daerah tersebut. (Foto: dr. Agus Harianto)

”Kapal merapat di pelabuhan Donggala, kala pagi itu dermaga belum ada aktivitas,” tulis dr. Agus Harianto di WAG Perduli Palu.

Kemudian dalam diskusinya dengan petugas kesyahbandaran Pelabuhan Donggala, dr. Agus Harianto menjelaskan, kantor pelabuhan Donggala yang bangunannya masih berdiri tegak dipersilahkan dijadikan tempat pelayanan kesehatan RST-KA di darat (sebagai RS lapangan).

Tetapi Jumat tadi pagi dr. Agus mengharapkan ada bantuan dua buah tenda dari BNPB (Badan nasional Penanggulangan Bencana), 30 velbed, dan satu atau dua buah ambulan. Kemudian dari RS Karsa Husada, Batu Malang, juga menyatakan siap membantu RST-KA. Namun sebelas tenaga medis ini baru akan berangkat Senin (8/10).

Di Donggala, RST-KA juga akan saling koordinasi dengan RSUD Kabelota yang tidak jauh dari pelabuhan. Di Donggala juga sudah masuk bantuan tenaga medis RS dr. Karyadi Semarang. Bahkan diantara titik-titik pelayanan kesehatan korban bencana itu akan saling berkoordinasi, khususnya mengenai suplay personil dan logistik medis.

Kepala Satgas RST KRI dr. Soedarso, IDGN Nalendra D.I., dr., SpB., SpB-TKV(K), yang juga Direktur RSAL Dr. Ramelan Surabaya, menjelaskan bahwa sebagai RS rujukan, RST KRI dr. Soedarso selain didukung oleh tim medis dari Surabaya (RSU Dr. Soetomo, RSAL Dr. Ramelan, Diskes Koarmada II, Diskes/Dispen/Yonmarhanlan Lantamal V, Rumkital Dr. Oepomo, dan Rumkitmar Gunungsari) juga mendapat support tim dari RS Ortopedi Solo dan RS Hasan Sadikin Bandung.

Tenaga dokter ahli yang memperkuat RS rujukan KRI dr Soedarso boleh dikatakan komplet. Ada dokter spesialis (ahli) bedah umum, konsultan digestif, ahli bedah TKV (Torak Kardio Vaskuler), ahli bedah tulang, ahli anaestesi, ahli syaraf, bahkan ahli bedah plastik, serta puluhan tenaga paramedis lainnya.

airlangga donggala
SEORANG pasien korban gempa dan tsunami di Palu, Jumat (5/10) sore diangkat bersama-sama oleh petugas/relawan ke atas KRI Dr. Soeharso sebagai RS rujukan untuk dilakukan tindakan lanjut. (Foto: Istimewa).

Dr. Nalendra juga menjelas, pada Kamis (4/10) malam berhasil mengoperasi 12 kasus dan satu SC (Sectio Caesarea) yaitu operasi persalinan. Mulai Jumat ini koordinasi antar berbagai pusat pelayanan media dengan tim krisis bencana dari Kemenkes juga ditingkatkan untuk berbagi kekuatan dalam membantu Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

”Kita targetkan dalam dua minggu penangan bantuan ini harus selesai, dan fungsi fasilitas kesehatan daerah juga diharapkan sudah jalan. Karena itu sambil mencari korban yang belum tersentuh penanganan kita bantu Puskesmas-Puskesmas untuk bisa berfungsi normal,” kata dr. Nalendra.

Pasien yang diterima dan harus dirawat inap sampai Jumat (5/10) pagi tadi sebanyak 14 orang, termasuk bayi yang baru dilahirkan. Namun siangnya seorang pasien sudah bisa keluar rumah sakit.

Sedangkan tindakan operasi terhadap pasien yang terdampak bencana antara lain, operasi ortopedi dengan tambahan penyangga (tibia), operasi dengan ORIF (Open Reduksi Interna Fiksasi), operasi dengan laparatomi, reposisi dislokasi bahu, operasi sectio, operasi debridement yaitu menghilangkan jaringan yang mati dan membersihkan luka dari kotoran, operasi patah tulang dengan fiksasi. (*)

Penulis: Bambang Bes