Dosen Manajemen Raih Best Paper Seminar Nasional di Medan

UNAIR NEWS – Para dosen Universitas Airlangga tidak pernah miskin prestasi. Kali ini, kabar menggembirakan datang dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Salah satu dosen bernama Dr Tri Siwi Agustina berhasil meraih penghargaan Best Paper dalam Seminar Nasional dan Call for Paper – Roundtable Indonesia Entrepreneur Educator (RIEE) 2017. Event tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Perkumpulan Pendidik Kewirausahaan Indonesia (Perwira). Kali ini, RIEE diadakan oleh Prodi Magister Manajemen, Universitas Sumatera Utara, Medan, pada 9 Agustus 2017.

Dalam kegiatan itu, setidaknya ada 88 papers, yang mewakili 15 kampus, dari 7 kota se-Indonesia. Bila berjalan sesuai rencana, event serupa akan diselenggarakan bulan Agustus tahun 2018 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Univ Syiah Kuala Banda Aceh.

RIEE adalah wadah rutin tahunan para pendidik Kewirausahaan dari seluruh Indonesia. Tujuan dari terbentuknya adalah sebagai sarana para pendidik entrepreneurship untuk berbagi informasi dan bertukar pengalaman tentang pengajaran Kewirausahaan.

RIEE juga sarana bagi peneliti tentang pembelajaran kewirausahaan, kewirausahaan secara umum, dan small business, untuk sharing hasil riset melalui Call for Paper dan jurnal ilmiah Perwira.

RIEE diinisasi oleh Prasetya Mulya dan Departemen Manajemen FEB UNAIR. Saat ini RIEE sudah memasuki tahun ke-5 dan masih sangat terbuka bagi para pendidik kewirausahaan untuk bergabung.

Perempuan yang biasa disapa Siwi itu menyajikan paper dengan judul Peran Unik Wanita sebagai “Garwo (Sigaraning Nyowo)” dalam Mendampingi Suami Memimpin Bisnis Keluarga pada Pasangan Suami Istri Jawa. Dalam masyarakat Jawa, istri disebut pula Garwo atau Sigaraning Nyowo, yang bisa diartikan sebagai belahan jiwa.

Paper tersebut mengulas tentang berbagai peran wanita sebagai istri yang mendampingi suami memimpin bisnis keluarga. “Mengapa menarik dikaji? Karena kontribusi istri dalam suatu kesuksesan sebuah bisnis keluarga seringkali luput diperhatikan,” terang Dr Siwi.

Padahal, imbuhnya, di balik kesuksesan suami, pasti ada peran besar istri. Nah, paper tersebut mengulas apa saja peran istri dalam mendampingi suami dalam menjalankan bisnis keluarga.

Peran istri pada suami yg menjalankan bisnis keluarga sangat beragam. Namun, pada pasangan suami istri Jawa, terungkap bahwa istri memiliki kontribusi yang detail dan komprehensif.

Mulai dari menyiapkan anak-anaknya menjadi penerima tongkat estafet kepemimpinan bisnis, misalnya dengan memilihkan sekolah hingga memberikan pengertian pada anak untuk mau meneruskan bisnis keluarga, hingga menciptakan suasana harmonis dengan karyawan dan ikut memotivasi kerja karyawan. Istri juga menjadi penasehat bagi suami, business partner, dan turut terlibat pada manajerial bisnis keluarga. Hal tersebut sangat beralasan, karena bagaimanapun juga, para istri beranggapan bahwa kesuksesan bisnis tersebut akan membawa kesejahteraan bagi keluarga mereka. (*)

 

Penulis: Rio F. Rachman

 

 




Tahun 2018, Gedung Baru Fakultas Farmasi Siap Difungsikan

UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih secara simbolis melakukan topping off atau pengecoran atap di lantai sepuluh gedung baru Fakultas Farmasi (FF).

Gedung yang mulai dibangun sejak peletakan tiang pancang pertama pada 15 Juni 2015 lalu itu diperkirakan akan selesai dan mulai digunakan tahun 2018 mendatang.

“Selesai sempurna tahun 2019. Tapi tahun 2018 kita sudah bisa manfaatkan paling nggak lima lantai. Sehingga tahun ini lima lantai paling bawah disiapkan untuk bisa dipakai,” ujar Rektor UNAIR ditemui UNAIR News,  Jumat (18/8).

Kesepuluh lantai itu akan difungsikan beragam, mulai dari ruang perkuliahan, ruang dosen dan administrasi, hingga laboratorium yang sangat dibutuhkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset.

Nasih mengatakan, pada gedung FF yang baru ini juga akan dibangun laboratorium yang bisa difungsikan bukan hanya mahasiswa dan dosen dari FF namun juga fakultas lain yang memiliki bidang ilmu serupa.

“Kalau ada lab yang bisa sesuai dengan bidang ilmu yang lain, bisa dimanfaatkan oleh fakultas lain, sehingga ada lab dasar yang bisa dimanfaatkan banyak fakultas. Termasuk yang selama ini belum tergarap dengan baik adalah bagaimana mahasiswa S-2 dan S-3 yang memiliki ruang kuliah berdekatan dengan lab untuk diskusi,” tambah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.

Setelah gedung baru FF ini selesai, gedung lama FF yang sebelumnya berada di Kampus B UNAIR akan segera dialihfungsikan. Sehingga FF akan menjadi satu kampus dengan fakultas-fakultas di Kampus C yang keseluruhan di bidang eksakta.

Dalam sambutan sebelum pemotongan tumpeng, Nasih mengatakan saat ini FF mulai menyiapkan pengusulan nama untuk gedung baru FF. Sehingga nanti ketika bangunan resmi digunakan, gedung baru sudah memiliki nama tersendiri.

“Sehingga nanti ketika peresmian gedung bukan bernama gedung farmasi,” ucapnya.

Pembangunan gedung baru FF ini akan menjadi percontohan terorganisirnya lab-lab yang ada di UNAIR.

“Misal, kalau anak farmasi (FF) mau belajar tentang wirausaha, silakan belajar ke ekonomi (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), atau anak farmasi (FF) yang ingin belajar statistika, silakan ke lab FST (Fakultas Sains dan Teknologi),” tutur Rektor.

“Peresmian gedung ini nantinya akan memperbaiki itu. Sebab, sumber ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) adalah riset, dan sumber riset lab, sehingga keberadaan lab harus kita perhatikan betul,” ungkapnya. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Defrina Sukma S




UKM Bridge Siap Songsong Kejurnas Gabsi

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus Airlangga selalu memiliki mimpi membawa nama harum almamater. Termasuk, melaui event yang diikuti. Baik di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional.

Salah satu UKM yang terus berupaya berprestasi adalah Bridge. Bila berjalan sesuai rencana, pada 20 sampai 26 Juli 2017, delegasi UKM Bridge akan mengikuti kejuaraan nasional yang digelar oleh Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi). Event ini tergolong paling bergengsi di tanah air.

Disampaikan Ketua UKM Bridge Septian Bayuaji, kejuaran nasional bisa diikuti oleh umum, perwakilan kampus, mahasiswa, dan perwakilan kabupaten/kota, ataupun provinsi. Semua tergantung dari kategori yang dipilih. Fokus kejuaraan ini bukan pada hadiah berupa uang atau materi. Namun, lebih pada peluang masuk tim nasional Bridge.

Tim nasional itu yang akan mewakili Indonesia di ajang Bridge internasional. Belum lama ini, terdapat dua delegasi UNAIR (satu mahasiswa dan satu alumnus) yang memerkuat tim nasional dan membawa predikat peringkat kedua dari pertandingan di Korsel. Mereka terpilih melalui seleksi yang diadakan sekaligus bersama kejuaraan nasional tahun sebelumnya. Jadi, mereka yang tampil menjanjikan saat kejuaraan nasional, akan langsung direkrut dan mendapatkan pemusatan latihan.

“Kami akan membawa tiga tim, delapan belas atlit,” tambah mahasiswa D4 jurusan Radiologi tersebut.

Dia mengatakan, awalnya UKM Bridge ingin membawa serta lebih banyak personel ke event yang bakal dilaksanakan di Hotel Utami Sidoarjo itu. Namun, sejumlah atlit senior tengah memersiapkan diri untuk KKN. Sedangkan sebagian yang lain, ada pula yang dipanggil oleh kabupaten/kota atau provinsi masing-masing untuk mewakili wilayah asalnya.

Yang jelas, dalam hari-hari belakangan ini, para atlit yang akan berlaga di kejuaraan nasional, terus melakukan latihan intensif. Secara umum, mereka sudah siap. Namun, tetap butuh latihan dan penguatan mental.

“Saat ini memang lagi UAS. Kami tidak memaksa para atlit untuk latihan kalau memang lagi sibuk persiapan ujian di mata kuliah yang berat. Intinya, mereka bisa menimbang dan mengaturnya sendiri,” urai dia. (*)

 




Hima MM Beri Pelatihan Pemasaran di Kampung Anak Negeri

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Airlangga (Hima MM UNAIR) memberikan bantuan dan edukasi pada anak-anak di Kampung Anak Negeri, Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial (UPTD), yang terletak di Jl Wonorejo 130 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Kamis (15/6). Mereka memilih UPTD Kampung Anak Negeri karena potensi kewirausahaan yang bisa ditanamkan. Ini adalah bentuk pengabdian masyarakat sebagai bentuk penyaluran ilmu mahasiswa ke masyarakat.

Di Kampung Anak Negeri, anak-anak diajarkan untuk membuat beragam jenis keterampilan. Nah, para mahasiswa mengajari mereka, melalui para pendamping, untuk melakukan pemasaran secara online. Harapannya, langkah ini bisa meningkatkan daya jual melalui sistem online.

Hingga saat ini, Kampung Anak Negeri sudah memiliki produk sinom dan kerajinan tangan. Produk itu harus dicarikan strategi pemasarannya yang tepat. Misalnya, terkait di mana tempat yang cocok untuk dijual, pemasarannya bagaimana, penjualannya seperti apa dan lain sebagainya.

Kaprodi MM UNAIR, Dr. Gancar Candra Premananto mengatakan, UPTD Kampung Anak Negeri mengalami pengembangan fasilitas pesat, termasuk produksinya.

“Tetapi, kemampuan berwirausaha dan pemasaran produk harus lebih ditingkatkan. Sedang MM FEB UNAIR memiliki mahasiswa yang sudah berpengalaman kerja, serta ilmu kewirausahaan dan manajemen yang baik. Di aspek tersebut, kami saling menyalurkan ilmu,” ungkap dia. (*)

 




Keluarga Besar Pascasarjana FISIP Lakukan Bakti Sosial

UNAIR NEWS – Keluarga besar pascasarjana FISIP Universitas Airlangga mengadakan bakti sosial pada bulan Ramadan ini. Kegiatan ini adalah yang pertama, dan bakal dilakukan secara rutin pada bulan puasa atau momentum lainnya.

Kaur Administrasi Martino Arianto mengatakan, pihak yang terlibat dalam acara ini adalah para mahasiswa aktif dan alumni. Pelaksana kegiatan adalah mahasiswa angkatan 2016, baik S2 maupun S3. Mereka melakukan penggalangan dana untuk menggelar buka puasa bersama (bagi-bagi takjil) dan sahur on the road bersama masyarakat. Juga, melakukan bakti sosial di kampung 1001 malam, Lasem Baru, Krembangan, Surabaya.

“Ini adalah wujud apresiasi dan penggeloraan semangat kebersamaan bersama masyarakat sekitar UNAIR ataupun di Surabaya,” ungkap lelaki yang juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Ditambahkan pria yang biasa disapa Mas Tino ini, koordinasi dengan para alumni dilakukan melalui akun grup facebook KELUARGA BESAR PASCASARJANA FISIP-UNAIR. Juga, melalui aplikasi chatting WhatsApp. Sedangkan dengan para mahasiswa aktif, dilaksanakan oleh ketua kelas masing-masing. Tiap angkatan dilibatkan dan diberi informasi soal ini. Penggalangan dana untuk semua acara dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

“Kami mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan para donatur kepada kami.  Semoga dapat menjadi donatur kembali di kegiatan lainnya,” ungkap Mas Tino.

Secara umum, sivitas akademika UNAIR memang terus melakukan bakti sosial maupun pengabdian masyarakat di bulan Ramadan. Segenap elemen lintas fakultas, unit, maupun jurusan, melakukan aktifitas positif di momentum yang penuh berkah kali ini. (*)




Renoviesta Mata Angin Sukses Manjakan Penonton

UNAIR NEWSEvent tahunan UKM Teater Mata Angin dihelat pada 23 Mei 2017. Gelaran bertajuk “Renoviesta” dengan tema Dialog Rasa Dalam Bingkai Cinta itu mementaskan tiga naskah pertunjukkan di Gedung Cak Durasim. Masing-masing berjudul Kisah Cinta dan Lain-Lain (disutradarai oleh Ryan Chrisharo Halim, FISIP 2016), Sumur Tanpa Dasar (Faris Imam P., Vokasi 2016), dan Pinangan (Syeka Maulana, FEB 2016).

Tak kurang dari 400 penonton dari beragam latar belakang hadir dalam acara tersebut. Selain para pecinta teater, terdapat pula para pelajar, mahasiswa, pegiat seni, dosen, dan lain sebagainya.

Kekompakan para pemain menjadi kunci sukses (Sumber: Istimewa)

Tepuk tangan meriah terdengar menggema di venue acara tatkala pertunjukkan berakhir. Mereka yang selama penampilan terlihat “khidmat” menikmati, dibuat takjub begitu para pemain menyelesaikan akting. Pengunjung merasa terhibur dan dibuat kagum.

“Para aktor dan tim inti pertunjukkan adalah mahasiswa UNAIR angkatan 2016 atau anggota baru UKM kami. Sebagai proses pengaderan sekaligus branding rutin tahunan bagi Mata Angin,” ungkap Fitri Rismayanti, ketua Teater Mata Angin. “Renoviesta kali ini berusaha memberikan pandangan cinta yang universal,” imbuhnya.    

Akting yang optimal mengundang decak kagum (Sumber: Istimewa)

Yang tak kalah menarik, selain menampilkan teater, “Renoviesta” juga dimeriahkan dengan Lyrical Dance dari UKM Orchestra.

Diharapkan, melalui acara ini, Teater Mata Angin bisa dikenal lebih luas. Sedangkan di internal anggota, terbentuk keakraban dan rasa persaudaran yang lebih dalam. Sebab, dalam sebuah aktifitas teater, kerja tim merupakan kunci utama kesuksesan.

Selama ini, Teater Mata Angin kerap ikut bersumbangsih mengharumkan nama UNAIR. Antara lain, pada 23 sampai 25 April lalu di Universitas Surabaya. Pada event regional Jawa Timur bertajuk “Festival Teater” itu, Teater Mata Angin menjadi yang terbaik setelah membawakan naskah Malam Jahanam. (*)




Dukungan Penuh Rekan UKM Ju-Jitsu Antar Santoso Jadi Juara

UNAIR NEWS – UKM Ju-Jitsu kembali menorehkan prestasi. Santoso, salah satu anggotanya, berhasil membawa kemenangan tatkala tampil memukau di partai pilihan kelas straw One Pride MMA pada 27 Mei lalu. Bersua wakil Han Academy Solo, Daniel Chandra, Santoso merebut sukses setelah melancarkan kuncian standing guillotine choke yang fenomenal itu.

Mahasiswa D3 Perpustakaan Semester 4 itu bertolak ke Jakarta dengan membawa panji “Airlagga Jui-Jitsu”. Dalam event berkelas nasional itu, dia bisa turut mengharumkan nama kampus Airlangga.

“Apa yang saya raih ini tak lepas dari dukungan penuh kawan-kawan UKM Ju-Jitsu dan para pelatih,” ungkap alumnus SMK Bubutan Surabaya itu.

Dalam duel yang ditayangkan Tv One tersebut, lawan Santoso sebenarnya tampil menekan saat detik pertama. Dia melancarkan pukulan dan tendangan yang bertujuan untuk merusak konsentrasi Santoso.

Namun, hal itu tak mampu memengaruhi Santoso. Sebaliknya, Santoso berhasil mencari celah dan melancarkan serangan balik sekaligus “kuncian maut”. Wasit memberhentikan pertarungan di ronde pertama menit kedua detik ke-16.

“Kemenangan ini adalah yang kedua. Bila nanti saya menang untuk ketiga kalinya, saya bisa menantang pemilik sabuk yang tentu punya rekor lebih bagus,” ungkap dia.

Santoso masih bersemangat untuk berprestasi di ring octagon. Apalagi, kawan-kawan dan keluarganya mendukung aktifitas ini. Pihak kampus juga memberi poin plus bagi mahasiswa yang dapat berprestasi di bidang non-akademik seperti ini. (*)




Menikmati Gema Ramadan di Nuruzzaman

UNAIR NEWS – Waktu menjelang buka puasa pun tiba. Usai menunaikan ibadah salat Asar berjemaah, para mahasiswa yang tergabung dalam susunan kepanitiaan Ramadan Mubarak Airlangga (RMA) bergegas mempersiapkan berbagai kegiatan yang akan dilangsungkan di Masjid Nuruzzaman, Kampus B Universitas Airlangga.

Beragam persiapan pun mereka lakukan, mulai dari tempat dan perlengkapan untuk kajian, hingga persiapan menu dan takjil untuk berbuka puasa.

Seperti halnya masjid-masjid lain di Kota Surabaya, ada denyut kegiatan yang tak berhenti sejak bakda Asar hingga sekitar pukul sepuluh malam, baik di aula utama hingga serambi masjid yang menjadi ruang dakwah mahasiswa muslim UNAIR. Seraya menunggu waktu berbuka di serambi masjid, para jemaah bisa mengikuti kajian dan menutupnya dengan berbuka puasa bersama.

Narasumber kajian pun beragam. Sebagian besar dari mereka adalah dosen di lingkungan UNAIR. Sesuai misi yang dibawa oleh rekan-rekan panitia acara, seluruh kegiatan di masjid ini bisa diikuti oleh siapa saja, baik dosen, karyawan, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar kampus.

“Kami memberdayakan SKI di fakultas-fakultas untuk penentuan narasumber. Banyak fakultas yang menggunakan disiplin ilmunya dalam membingkai kajian islami,” ujar Ketua Ramadan Mubarak Airlangga, Muhammad Abdel Rafi.

Ramadan adalah momen yang tepat bagi siapa saja untuk berbagi, termasuk di Masjid Nuruzzaman. Setiap harinya, ada sekitar 300 hingga 400 takjil dan nasi bungkus yang diberikan secara gratis bagi siapa saja yang menghabiskan waktu menunggu berbuka di lingkungan masjid. Sebelum adzan berkumandang, para jamaah bisa mengambil takjil yang telah disediakan oleh panitia.

“Berdasarkan pengalaman dari tahun ketahun, sepuluh hari kedua dan berikutnya jamaah berkurang. Maka kita kurangi jumlah porsi. Kita berharap jemaah tetap banyak karena kalau sisa (kudapan dan nasi, -red) kan eman (sayang),” tutur Refel, sapaan karib Muhammad Abdel Rafi.

Ragam kegiatan

Ramadan kali ini banyak dipadati kegiatan. Jika setiap Senin-Jumat kajian rutin dengan tema silih berganti, maka pada Sabtu-Minggu diisi selingan dengan tema seputar lingkungan hidup. Kajian seputar lingkungan hidup ini bekerjasama dengan LSM Tunas Hijau, Surabaya.

Selain itu, untuk menambah wawasan seputar ilmu falak (astronomi), ada kajian astronomi sekaligus observasi dengan melakukan teropong langit. Rencananya, acara yang bekerjasama dengan Himpunan Astronomi Surabaya itu diselenggarakan pada tanggal 10-11 mendatang.

“Kita ada mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) di sini. Meneropong dan observasi perbendaharaan langit,” tambah Refel.

Masjid sebagai rumah kedua

Dalam mengelola seluruh kegiatan selama ramadan, ada sejumlah 86 panitia mahasiswa yang berasal dari beragam fakultas di UNAIR. Mereka tergabung dalam kepanitiaan Ramadan Mubarak Airlangga.

Dalam sehari, Rafel dan beberapa rekan panitia yang bertugas, nyaris menghabiskan lebih dari 12 jam berada di Nuruzzaman. Sebab, saat masuk waktu sahur, mereka juga menyediakan makanan bagi siapa saja yang bermalam dan melakukan iktikaf di masjid.

Usai sahur dan salat subuh, ada khatmil quran yang diikuti oleh internal panitia. Setelah khatmil quran, masing-masing panitia melakukan ‘latihan’ ceramah di mimbar masjid. Selain melatih mental dan mengasah ilmu pengetahuan keislaman, memberikan kajian di mimbar masjid menjadi momen refleksi diri melalui kajian-kajian yang disampaikan.

“Setiap hari di sini. Di sini kami punya base camp. Jadi, udah kayak rumah sendiri,” papar mahasiswa program studi Hubungan Internasional angkatan tahun 2015 ini.

Meskipun Ramadan masih berjalan di sepuluh hari pertama, namun Rafel berharap gema ramadan tahun ini dapat dirasakan oleh seluruh komponen, bukan hanya panitia, namun juga seluruh muslim di lingkungan UNAIR. “Momen Ramadan adalah milik semua muslim Airlangga,” ujarnya mantap.

Seiring dengan tema ramadan tahun ini yakni Bangkitkan Islam Kokohkan Persaudaraan, Rafel berharap ramadan tahun ini menjadi momentum setiap muslim untuk melakukan refleksi diri terkait apa saja yang telah diperbuat. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan




FPK Gelar Lomba Jurnalistik Internal

UNAIR NEWS – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) mengadakan lomba jurnalistik di internal mahasiswa. Event ini merupakan program lanjutan dari acara pelatihan jurnalistik penulisan berita dan fotografi yang digelar di sana pada Selasa sore, 2 Mei 2017, di ruang C-401 gedung FPK.

Salah satu dosen FPK yang menjadi penanggung jawab kegiatan Annur Ahadi Abdillah mengutarakan, baik pelatihan jurnalistik maupun lomba jurnalistik bertujuan untuk memupuk semangat dan soft skill mahasiswa di bidang tulis menulis. Mereka juga dilatih untuk dapat berkomunikasi melalui tulisan. Dalam kegiatan ini, pihak fakultas menggandeng Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR.

“Kalau bisa menulis dengan baik, prestasi dan berita-berita menarik di fakultas dapat tersiar dengan bagus di tengah khalayak,” urai dia saat diwawancara Selasa (29/5), beberapa saat setelah rekap nilai lomba rampung dilakukan.

Pelatihan jurnalistik yang digelar bisa diaplikasikan secara langsung di platform online yang sudah dimiliki fakultas. Nantinya, para mahasiswa dapat menulis di sana apapun yang mereka anggap penting dan bagus. Dengan demikian, sense of belonging mahasiswa terhadap kampusnya dapat lebih terasah.

Ditambahkan Hadi, kadang kala, ada banyak berita menarik di fakultas. Namun, karena kurangnya semangat dan kemampuan untuk mengemasnya, informasi itu terlewat begitu saja. Melalui dua event yang digelar secara berurutan ini, mahasiswa diharapkan lebih termotivasi untuk berekspresi di ranah kepenulisan dan fotografi.

Adapun pemenang lomba jurnalistik, yang merupakan hasil akumulasi nilai penulisan berita dan fotografi, adalah Monica P, Naufal Shofwan Winandi, Tisa Ayu, Fatimatus Azuhro, Ardiani Putri Rahayu, dan Riza N A. Mereka masing-masing mendapat hadiah menarik dari fakultas.

Salah satu peserta pelatihan dan lomba bernama Zulkifli Ghazali menuturkan, dirinya senang mendapat wawasan baru di dunia tulis-menulis. “Mudah-mudahan bisa langsung praktek secara rutin. Ini juga bekal pengetahuan selain wawasan akademik yang saya dapatkan sehari-hari,” kata dia. (*)

 




Kolaborasi Akademik Tingkatkan Kompetensi Keilmuan

UNAIR NEWS – Berawal dari kolaborasi pelaksanaan konferensi internasional, pengajar Universitas Salahuddin-Irak tertarik untuk menjalin kerjasama dengan sivitas akademika Universitas Airlangga.

Ketertarikan itu dibuktikan dengan kunjungan penjajakan yang dilakukan oleh delegasi Salahuddin Dr. Hewa Yaseen, Jumat (26/5). Yaseen disambut oleh Wakil Rektor III UNAIR Prof. Ir. M. Amin Alamsjah, Ph.D, beserta jajaran pimpinan di Ruang Sidang Pleno.

“Capaian-capaian seperti reputasi maupun sitasi penelitian akan mungkin terjadi dengan adanya kolaborasi. Dalam hal ini Fakultas Sains dan Teknologi (FST) melihat bahwa Universitas Salahaddin memilki kemajuan yang signifikan di bidang sains dan teknologi,” tutur Amin selaku Wakil Rektor bidang Kerjasama Akademik dan Publikasi.

“Mereka ada bidang engineering, natural science (ilmu alam), yang kemudian kerjasama dengan FST dan juga tripartit Malaysia,” imbuh Amin.

Sebelum adanya kerjasama ini, pihak sivitas akademika UNAIR pernah mengunjungi Irak untuk keperluan konferensi internasional. Di dalam konferensi tersebut, sebanyak 400 peserta dari 40 perguruan tinggi ikut dalam acara yang diselenggarakan di Erbil, Irak.

“Kedatangan delegasi Irak bertujuan untuk meluaskan kerjasama bukan hanya dengan FST, tetapi juga dengan berbagai fakultas dan itu memungkinkan,” lanjutnya.

Dengan adanya kerjasama, diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi penelitian. Selain itu, kompetensi yang dimiliki dosen juga akan meningkat berkat adanya pertukaran ilmu antara peneliti, serta mengelaborasi alat-alat penelitian yang terbaru.

Selain itu, kompetensi mahasiswa juga meningkat karena adanya mobilitas mahasiswa ke luar negeri dan sebaliknya, mahasiswa luar negeri akan datang ke UNAIR. Hal ini akan memperkaya wawasan dan pengalaman dalam transfer pengetahuan yang nantinya akan menguntungkan kedua belah pihak.

“Mereka senang dengan Indonesia karena orang-orang kita terbuka dan rendah hati sehingga membuat mereka nyaman. Itu juga yang melatarbelakangi mereka memilih Indonesia, khususnya UNAIR untuk berkolaborasi,” tutur Wakil Rektor III UNAIR.

Selain itu, kerjasama dengan universitas luar negeri akan terus dilakukan sivitas akademika UNAIR apalagi UNAIR tengah ditarget menembus posisi 500 perguruan tinggi terbaik di dunia.

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Defrina Sukma S