Hima MM Beri Pelatihan Pemasaran di Kampung Anak Negeri

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Airlangga (Hima MM UNAIR) memberikan bantuan dan edukasi pada anak-anak di Kampung Anak Negeri, Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial (UPTD), yang terletak di Jl Wonorejo 130 Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Kamis (15/6). Mereka memilih UPTD Kampung Anak Negeri karena potensi kewirausahaan yang bisa ditanamkan. Ini adalah bentuk pengabdian masyarakat sebagai bentuk penyaluran ilmu mahasiswa ke masyarakat.

Di Kampung Anak Negeri, anak-anak diajarkan untuk membuat beragam jenis keterampilan. Nah, para mahasiswa mengajari mereka, melalui para pendamping, untuk melakukan pemasaran secara online. Harapannya, langkah ini bisa meningkatkan daya jual melalui sistem online.

Hingga saat ini, Kampung Anak Negeri sudah memiliki produk sinom dan kerajinan tangan. Produk itu harus dicarikan strategi pemasarannya yang tepat. Misalnya, terkait di mana tempat yang cocok untuk dijual, pemasarannya bagaimana, penjualannya seperti apa dan lain sebagainya.

Kaprodi MM UNAIR, Dr. Gancar Candra Premananto mengatakan, UPTD Kampung Anak Negeri mengalami pengembangan fasilitas pesat, termasuk produksinya.

“Tetapi, kemampuan berwirausaha dan pemasaran produk harus lebih ditingkatkan. Sedang MM FEB UNAIR memiliki mahasiswa yang sudah berpengalaman kerja, serta ilmu kewirausahaan dan manajemen yang baik. Di aspek tersebut, kami saling menyalurkan ilmu,” ungkap dia. (*)

 




Keluarga Besar Pascasarjana FISIP Lakukan Bakti Sosial

UNAIR NEWS – Keluarga besar pascasarjana FISIP Universitas Airlangga mengadakan bakti sosial pada bulan Ramadan ini. Kegiatan ini adalah yang pertama, dan bakal dilakukan secara rutin pada bulan puasa atau momentum lainnya.

Kaur Administrasi Martino Arianto mengatakan, pihak yang terlibat dalam acara ini adalah para mahasiswa aktif dan alumni. Pelaksana kegiatan adalah mahasiswa angkatan 2016, baik S2 maupun S3. Mereka melakukan penggalangan dana untuk menggelar buka puasa bersama (bagi-bagi takjil) dan sahur on the road bersama masyarakat. Juga, melakukan bakti sosial di kampung 1001 malam, Lasem Baru, Krembangan, Surabaya.

“Ini adalah wujud apresiasi dan penggeloraan semangat kebersamaan bersama masyarakat sekitar UNAIR ataupun di Surabaya,” ungkap lelaki yang juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Ditambahkan pria yang biasa disapa Mas Tino ini, koordinasi dengan para alumni dilakukan melalui akun grup facebook KELUARGA BESAR PASCASARJANA FISIP-UNAIR. Juga, melalui aplikasi chatting WhatsApp. Sedangkan dengan para mahasiswa aktif, dilaksanakan oleh ketua kelas masing-masing. Tiap angkatan dilibatkan dan diberi informasi soal ini. Penggalangan dana untuk semua acara dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

“Kami mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan para donatur kepada kami.  Semoga dapat menjadi donatur kembali di kegiatan lainnya,” ungkap Mas Tino.

Secara umum, sivitas akademika UNAIR memang terus melakukan bakti sosial maupun pengabdian masyarakat di bulan Ramadan. Segenap elemen lintas fakultas, unit, maupun jurusan, melakukan aktifitas positif di momentum yang penuh berkah kali ini. (*)




Renoviesta Mata Angin Sukses Manjakan Penonton

UNAIR NEWSEvent tahunan UKM Teater Mata Angin dihelat pada 23 Mei 2017. Gelaran bertajuk “Renoviesta” dengan tema Dialog Rasa Dalam Bingkai Cinta itu mementaskan tiga naskah pertunjukkan di Gedung Cak Durasim. Masing-masing berjudul Kisah Cinta dan Lain-Lain (disutradarai oleh Ryan Chrisharo Halim, FISIP 2016), Sumur Tanpa Dasar (Faris Imam P., Vokasi 2016), dan Pinangan (Syeka Maulana, FEB 2016).

Tak kurang dari 400 penonton dari beragam latar belakang hadir dalam acara tersebut. Selain para pecinta teater, terdapat pula para pelajar, mahasiswa, pegiat seni, dosen, dan lain sebagainya.

Kekompakan para pemain menjadi kunci sukses (Sumber: Istimewa)

Tepuk tangan meriah terdengar menggema di venue acara tatkala pertunjukkan berakhir. Mereka yang selama penampilan terlihat “khidmat” menikmati, dibuat takjub begitu para pemain menyelesaikan akting. Pengunjung merasa terhibur dan dibuat kagum.

“Para aktor dan tim inti pertunjukkan adalah mahasiswa UNAIR angkatan 2016 atau anggota baru UKM kami. Sebagai proses pengaderan sekaligus branding rutin tahunan bagi Mata Angin,” ungkap Fitri Rismayanti, ketua Teater Mata Angin. “Renoviesta kali ini berusaha memberikan pandangan cinta yang universal,” imbuhnya.    

Akting yang optimal mengundang decak kagum (Sumber: Istimewa)

Yang tak kalah menarik, selain menampilkan teater, “Renoviesta” juga dimeriahkan dengan Lyrical Dance dari UKM Orchestra.

Diharapkan, melalui acara ini, Teater Mata Angin bisa dikenal lebih luas. Sedangkan di internal anggota, terbentuk keakraban dan rasa persaudaran yang lebih dalam. Sebab, dalam sebuah aktifitas teater, kerja tim merupakan kunci utama kesuksesan.

Selama ini, Teater Mata Angin kerap ikut bersumbangsih mengharumkan nama UNAIR. Antara lain, pada 23 sampai 25 April lalu di Universitas Surabaya. Pada event regional Jawa Timur bertajuk “Festival Teater” itu, Teater Mata Angin menjadi yang terbaik setelah membawakan naskah Malam Jahanam. (*)




Dukungan Penuh Rekan UKM Ju-Jitsu Antar Santoso Jadi Juara

UNAIR NEWS – UKM Ju-Jitsu kembali menorehkan prestasi. Santoso, salah satu anggotanya, berhasil membawa kemenangan tatkala tampil memukau di partai pilihan kelas straw One Pride MMA pada 27 Mei lalu. Bersua wakil Han Academy Solo, Daniel Chandra, Santoso merebut sukses setelah melancarkan kuncian standing guillotine choke yang fenomenal itu.

Mahasiswa D3 Perpustakaan Semester 4 itu bertolak ke Jakarta dengan membawa panji “Airlagga Jui-Jitsu”. Dalam event berkelas nasional itu, dia bisa turut mengharumkan nama kampus Airlangga.

“Apa yang saya raih ini tak lepas dari dukungan penuh kawan-kawan UKM Ju-Jitsu dan para pelatih,” ungkap alumnus SMK Bubutan Surabaya itu.

Dalam duel yang ditayangkan Tv One tersebut, lawan Santoso sebenarnya tampil menekan saat detik pertama. Dia melancarkan pukulan dan tendangan yang bertujuan untuk merusak konsentrasi Santoso.

Namun, hal itu tak mampu memengaruhi Santoso. Sebaliknya, Santoso berhasil mencari celah dan melancarkan serangan balik sekaligus “kuncian maut”. Wasit memberhentikan pertarungan di ronde pertama menit kedua detik ke-16.

“Kemenangan ini adalah yang kedua. Bila nanti saya menang untuk ketiga kalinya, saya bisa menantang pemilik sabuk yang tentu punya rekor lebih bagus,” ungkap dia.

Santoso masih bersemangat untuk berprestasi di ring octagon. Apalagi, kawan-kawan dan keluarganya mendukung aktifitas ini. Pihak kampus juga memberi poin plus bagi mahasiswa yang dapat berprestasi di bidang non-akademik seperti ini. (*)




Menikmati Gema Ramadan di Nuruzzaman

UNAIR NEWS – Waktu menjelang buka puasa pun tiba. Usai menunaikan ibadah salat Asar berjemaah, para mahasiswa yang tergabung dalam susunan kepanitiaan Ramadan Mubarak Airlangga (RMA) bergegas mempersiapkan berbagai kegiatan yang akan dilangsungkan di Masjid Nuruzzaman, Kampus B Universitas Airlangga.

Beragam persiapan pun mereka lakukan, mulai dari tempat dan perlengkapan untuk kajian, hingga persiapan menu dan takjil untuk berbuka puasa.

Seperti halnya masjid-masjid lain di Kota Surabaya, ada denyut kegiatan yang tak berhenti sejak bakda Asar hingga sekitar pukul sepuluh malam, baik di aula utama hingga serambi masjid yang menjadi ruang dakwah mahasiswa muslim UNAIR. Seraya menunggu waktu berbuka di serambi masjid, para jemaah bisa mengikuti kajian dan menutupnya dengan berbuka puasa bersama.

Narasumber kajian pun beragam. Sebagian besar dari mereka adalah dosen di lingkungan UNAIR. Sesuai misi yang dibawa oleh rekan-rekan panitia acara, seluruh kegiatan di masjid ini bisa diikuti oleh siapa saja, baik dosen, karyawan, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar kampus.

“Kami memberdayakan SKI di fakultas-fakultas untuk penentuan narasumber. Banyak fakultas yang menggunakan disiplin ilmunya dalam membingkai kajian islami,” ujar Ketua Ramadan Mubarak Airlangga, Muhammad Abdel Rafi.

Ramadan adalah momen yang tepat bagi siapa saja untuk berbagi, termasuk di Masjid Nuruzzaman. Setiap harinya, ada sekitar 300 hingga 400 takjil dan nasi bungkus yang diberikan secara gratis bagi siapa saja yang menghabiskan waktu menunggu berbuka di lingkungan masjid. Sebelum adzan berkumandang, para jamaah bisa mengambil takjil yang telah disediakan oleh panitia.

“Berdasarkan pengalaman dari tahun ketahun, sepuluh hari kedua dan berikutnya jamaah berkurang. Maka kita kurangi jumlah porsi. Kita berharap jemaah tetap banyak karena kalau sisa (kudapan dan nasi, -red) kan eman (sayang),” tutur Refel, sapaan karib Muhammad Abdel Rafi.

Ragam kegiatan

Ramadan kali ini banyak dipadati kegiatan. Jika setiap Senin-Jumat kajian rutin dengan tema silih berganti, maka pada Sabtu-Minggu diisi selingan dengan tema seputar lingkungan hidup. Kajian seputar lingkungan hidup ini bekerjasama dengan LSM Tunas Hijau, Surabaya.

Selain itu, untuk menambah wawasan seputar ilmu falak (astronomi), ada kajian astronomi sekaligus observasi dengan melakukan teropong langit. Rencananya, acara yang bekerjasama dengan Himpunan Astronomi Surabaya itu diselenggarakan pada tanggal 10-11 mendatang.

“Kita ada mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) di sini. Meneropong dan observasi perbendaharaan langit,” tambah Refel.

Masjid sebagai rumah kedua

Dalam mengelola seluruh kegiatan selama ramadan, ada sejumlah 86 panitia mahasiswa yang berasal dari beragam fakultas di UNAIR. Mereka tergabung dalam kepanitiaan Ramadan Mubarak Airlangga.

Dalam sehari, Rafel dan beberapa rekan panitia yang bertugas, nyaris menghabiskan lebih dari 12 jam berada di Nuruzzaman. Sebab, saat masuk waktu sahur, mereka juga menyediakan makanan bagi siapa saja yang bermalam dan melakukan iktikaf di masjid.

Usai sahur dan salat subuh, ada khatmil quran yang diikuti oleh internal panitia. Setelah khatmil quran, masing-masing panitia melakukan ‘latihan’ ceramah di mimbar masjid. Selain melatih mental dan mengasah ilmu pengetahuan keislaman, memberikan kajian di mimbar masjid menjadi momen refleksi diri melalui kajian-kajian yang disampaikan.

“Setiap hari di sini. Di sini kami punya base camp. Jadi, udah kayak rumah sendiri,” papar mahasiswa program studi Hubungan Internasional angkatan tahun 2015 ini.

Meskipun Ramadan masih berjalan di sepuluh hari pertama, namun Rafel berharap gema ramadan tahun ini dapat dirasakan oleh seluruh komponen, bukan hanya panitia, namun juga seluruh muslim di lingkungan UNAIR. “Momen Ramadan adalah milik semua muslim Airlangga,” ujarnya mantap.

Seiring dengan tema ramadan tahun ini yakni Bangkitkan Islam Kokohkan Persaudaraan, Rafel berharap ramadan tahun ini menjadi momentum setiap muslim untuk melakukan refleksi diri terkait apa saja yang telah diperbuat. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan




FPK Gelar Lomba Jurnalistik Internal

UNAIR NEWS – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) mengadakan lomba jurnalistik di internal mahasiswa. Event ini merupakan program lanjutan dari acara pelatihan jurnalistik penulisan berita dan fotografi yang digelar di sana pada Selasa sore, 2 Mei 2017, di ruang C-401 gedung FPK.

Salah satu dosen FPK yang menjadi penanggung jawab kegiatan Annur Ahadi Abdillah mengutarakan, baik pelatihan jurnalistik maupun lomba jurnalistik bertujuan untuk memupuk semangat dan soft skill mahasiswa di bidang tulis menulis. Mereka juga dilatih untuk dapat berkomunikasi melalui tulisan. Dalam kegiatan ini, pihak fakultas menggandeng Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR.

“Kalau bisa menulis dengan baik, prestasi dan berita-berita menarik di fakultas dapat tersiar dengan bagus di tengah khalayak,” urai dia saat diwawancara Selasa (29/5), beberapa saat setelah rekap nilai lomba rampung dilakukan.

Pelatihan jurnalistik yang digelar bisa diaplikasikan secara langsung di platform online yang sudah dimiliki fakultas. Nantinya, para mahasiswa dapat menulis di sana apapun yang mereka anggap penting dan bagus. Dengan demikian, sense of belonging mahasiswa terhadap kampusnya dapat lebih terasah.

Ditambahkan Hadi, kadang kala, ada banyak berita menarik di fakultas. Namun, karena kurangnya semangat dan kemampuan untuk mengemasnya, informasi itu terlewat begitu saja. Melalui dua event yang digelar secara berurutan ini, mahasiswa diharapkan lebih termotivasi untuk berekspresi di ranah kepenulisan dan fotografi.

Adapun pemenang lomba jurnalistik, yang merupakan hasil akumulasi nilai penulisan berita dan fotografi, adalah Monica P, Naufal Shofwan Winandi, Tisa Ayu, Fatimatus Azuhro, Ardiani Putri Rahayu, dan Riza N A. Mereka masing-masing mendapat hadiah menarik dari fakultas.

Salah satu peserta pelatihan dan lomba bernama Zulkifli Ghazali menuturkan, dirinya senang mendapat wawasan baru di dunia tulis-menulis. “Mudah-mudahan bisa langsung praktek secara rutin. Ini juga bekal pengetahuan selain wawasan akademik yang saya dapatkan sehari-hari,” kata dia. (*)

 




Kolaborasi Akademik Tingkatkan Kompetensi Keilmuan

UNAIR NEWS – Berawal dari kolaborasi pelaksanaan konferensi internasional, pengajar Universitas Salahuddin-Irak tertarik untuk menjalin kerjasama dengan sivitas akademika Universitas Airlangga.

Ketertarikan itu dibuktikan dengan kunjungan penjajakan yang dilakukan oleh delegasi Salahuddin Dr. Hewa Yaseen, Jumat (26/5). Yaseen disambut oleh Wakil Rektor III UNAIR Prof. Ir. M. Amin Alamsjah, Ph.D, beserta jajaran pimpinan di Ruang Sidang Pleno.

“Capaian-capaian seperti reputasi maupun sitasi penelitian akan mungkin terjadi dengan adanya kolaborasi. Dalam hal ini Fakultas Sains dan Teknologi (FST) melihat bahwa Universitas Salahaddin memilki kemajuan yang signifikan di bidang sains dan teknologi,” tutur Amin selaku Wakil Rektor bidang Kerjasama Akademik dan Publikasi.

“Mereka ada bidang engineering, natural science (ilmu alam), yang kemudian kerjasama dengan FST dan juga tripartit Malaysia,” imbuh Amin.

Sebelum adanya kerjasama ini, pihak sivitas akademika UNAIR pernah mengunjungi Irak untuk keperluan konferensi internasional. Di dalam konferensi tersebut, sebanyak 400 peserta dari 40 perguruan tinggi ikut dalam acara yang diselenggarakan di Erbil, Irak.

“Kedatangan delegasi Irak bertujuan untuk meluaskan kerjasama bukan hanya dengan FST, tetapi juga dengan berbagai fakultas dan itu memungkinkan,” lanjutnya.

Dengan adanya kerjasama, diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi penelitian. Selain itu, kompetensi yang dimiliki dosen juga akan meningkat berkat adanya pertukaran ilmu antara peneliti, serta mengelaborasi alat-alat penelitian yang terbaru.

Selain itu, kompetensi mahasiswa juga meningkat karena adanya mobilitas mahasiswa ke luar negeri dan sebaliknya, mahasiswa luar negeri akan datang ke UNAIR. Hal ini akan memperkaya wawasan dan pengalaman dalam transfer pengetahuan yang nantinya akan menguntungkan kedua belah pihak.

“Mereka senang dengan Indonesia karena orang-orang kita terbuka dan rendah hati sehingga membuat mereka nyaman. Itu juga yang melatarbelakangi mereka memilih Indonesia, khususnya UNAIR untuk berkolaborasi,” tutur Wakil Rektor III UNAIR.

Selain itu, kerjasama dengan universitas luar negeri akan terus dilakukan sivitas akademika UNAIR apalagi UNAIR tengah ditarget menembus posisi 500 perguruan tinggi terbaik di dunia.

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Defrina Sukma S




Airlangga Aquatic Borong Medali dari Bandung

UNAIR NEWS – Delegasi UKM Airlangga Aquatic terus mengukir prestasi. Kali ini, perwakilan UNAIR ini berhasil meraih Best Men’s Nationals Runner Up di ajang Liga Mahasiswa (LIMA) Swimming Competition tingkat nasional yang diselenggarakan di Kolam Prestasi KONI Jawa Barat, Bandung, pada 8 sampai 9 mei lalu.

Mereka sukses memeroleh total 8 medal. Rinciannya, Krisna Bayu, FEB 2014, yang meraih gold medal 50 meter gaya dada, gold medal 100 meter gaya dada, silver medal 50 meter gaya bebas, seta bronze medal 100 meter gaya bebas.
Selain itu, ada juga Ghazy Asyraf C. N., FEB 2014, yang meraih silver medal 50 meter gaya dada dan silver medal 100 meter gaya dada.

Dikategori Tim, Krisna dan Ghazy bergabung dengan Dio Novandra Wibawa, FH 2014 dan Bagus Ramadhan, FH 2016. Mereka berhasil membawa pulang bronze medal estafet 4 x 100 meter gaya ganti, dan bronze medal estafer 4 x 100 meter gaya bebas.

“Kami ingin terus berprestasi. Kami ingin ikut membawa nama harum kampus,” kata Alfin Kurnia Ashari, ketua UKM Airlangga Aquatic. (*)

 




Pendidikan Vokasional Tak Sama dengan Politeknik

UNAIR NEWS – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mendapat kunjungan tamu dari Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Jakarta, Jumat (5/5). Delegasi STIAMI membawa lima personel yaitu Direktur Program Vokasi, Direktur Kampus, Koordinator Program Studi D-3 Perpajakan dan staf pengajar di program studi D-3 Perpajakan.

Rombongan diterima oleh jajaran manajemen Fakultas Vokasi Universitas Airlangga yang dipimpin oleh Wakil Dekan I Prof. Retna Apsari. Pemimpin bidang akademik dan kemahasiswaan tersebut berbagi suka duka proses membangun Vokasi UNAIR sampai saat ini.

“Dukungan pemerintah terkait program vokasi masih kurang dan banyak anggapan vokasi adalah politeknik. Padahal, dua hal tersebut sebenarnya berbeda,” tutur Retna.

Guru Besar bidang Bioptika tersebut juga mengajak program Vokasi Institut STIAMI untuk bergabung dalam Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) agar dapat berbagi semangat kevokasian bersama.

Menurut pimpinan delegasi STIAMI, Ardiansyah, sudah saatnya pendidikan vokasional lebih banyak mendapatkan tempat di hati para pelajar. Ia menjadikan kurangnya perhatian masyarakat terhadap pendidikan vokasional itu menjadi tantangan ke depan.

“Program Vokasi merupakan hal baru bagi masyarakat sehingga banyak tantangan yang harus diselesaikan untuk mempopulerkannya terutama kepada masyarakat luas,” ujar Ardiansyah.

Acara yang berlangsung hampir tiga jam dilakukan di ruang rapat pimpinan Fakultas Vokasi UNAIR. Harapan dari kegiatan tersebut dapat berbagi semangat kevokasian sehingga vokasi dapat semakin dikenal secara luas oleh masyarakat umumnya.

Penulis: Okta Hardiansyah (Humas Vokasi)

Editor: Defrina Sukma S




Bahas Potensi Kerjasama Akademik, Delegasi Universitas Hull Kunjungi UNAIR

UNAIR NEWS – Keunggulan sivitas akademika Universitas Airlangga di bidang kesehatan dan sosial selalu berhasil menarik minat peneliti dari universitas di luar negeri untuk menjalin kolaborasi. Pada hari ini, Senin (8/5), pimpinan kerjasama akademik Universitas Hull, Inggris, berkunjung ke UNAIR untuk membicarakan potensi kerjasama dengan pimpinan UNAIR.

Wakil Rektor bidang Kerjasama Akademik dan Publikasi Prof. Amin Alamsjah, Ketua International Office Partnership Dian Ekowati, Ph.D., dan beserta perwakilan unit kerja menyambut empat orang delegasi asal Universitas Hull.

Keempatnya adalah Direktur Kerjasama Akademik Andrew J. Abbot, Manajer Kerjasama Internasional Caroline M. Michel, Associate Dean International Lynne Barrow, dan Manajer Internasional British Council Audrie Sanova.

Dalam pertemuan tersebut, Amin memaparkan keunggulan Universitas, di antaranya adalah UNAIR menempati posisi keempat terbaik perguruan tinggi di Indonesia, keunggulan penelitian di bidang penyakit tropis dan stem cell. Selain di bidang penelitian, Wakil Rektor III UNAIR itu juga menjelaskan tentang kerjasama-kerjasama yang sedang dijalin oleh luar dengan UNAIR.

“Kami juga menjalin kerjasama-kerjasama dengan peneliti dari Jepang, Belanda, hingga Amerika Serikat,” terang Amin.

Delegasi Fakultas Kedokteran, dokter Kristanti Wanito Wigati, berharap agar fakultasnya bisa bermitra dengan Universitas Hull. Kristanti menyampaikan, bahwa salah satu penelitian yang unggul di FK adalah adalah penyakit tropis dan stem cell. Selain bidang penelitian, sivitas akademika FK dan mitra juga kerap mengikuti program pertukaran mahasiswa dan dosen.

“Kami juga secara rutin mengadakan workshop anatomi yang didukung dengan peralatan laboratorium yang memadai,” tutur Kristanti.

Selain kedokteran, ada pula unit lainnya yang potensial untuk menjalin kerjasama dengan Universitas Hull. Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat, Ira Nurmala, Ph.D., dalam diskusi tersebut menyebutkan bahwa ada sejumlah kesamaan yang dimiliki FKM UNAIR dan Universitas Hull.

“Di sana perilaku organisasi menjadi kelompok pembelajaran tersendiri, tetapi jika di sini masuk dalam departemen promosi kesehatan,” kata Ira. Selain itu, ia pun berharap agar pihak FKM UNAIR dan Hull bisa saling mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti pertukaran pelajar.

Salah satu delegasi Universitas Hull, Andrew, mengatakan pihaknya begitu tertarik untuk menjalin kolaborasi secara resmi dengan UNAIR. Reputasi akademik dan penelitian UNAIR yang unggul di Indonesia menjadi alasannya untuk melebarkan kolaborasi akademik ke negara-negara di Asia Tenggara.

Di akhir pertemuan, potensi-potensi akademik yang bisa dikolaborasikan kedua belah pihak antara lain pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset untuk menghasilkan publikasi.

Penulis: Defrina Sukma S