Meriahnya Main Ludo Manusia di Ghardana Dekan Cup 2018 FIB

UNAIR NEWS ­– Dalam menyambut Dies Natalis Ke-21 tahun Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UNAIR menggelar acara Ghardana Dekan Cup 2018. Kegiatan itu menjadi salah satu program kerja terbesar BEM FIB yang terdiri atas perlombaan olahraga maupun non-olahraga. Tepatnya yang dimulai pada Senin (17/9) sampai Jum’at (21/9) 2018.

Salah satu yang unik dari perlombaan Ghardana Dekan Cup tahun ini adalah perlombaan Ludo. Ketua Ghardana Dekan Cup Izzudin Ma’ruf menjelaskan, panitia menyelenggarakan kegiatan lomba Ludo karena banyak kawula muda yang saat ini memainkan game (online) tersebut.

”Jadi, kami berinisiatif untuk menuangkannya secara langsung. Bukan lewat HP, tapi langsung ke manusianya. Sebab, pasti sensasinya bakalan berbeda dan lebih ngena,” terangnya.

Jalannya Pertandingan

Alur lomba itu sama dengan ludo online. Setiap tim menempati pos warna yang tersedia. Dan, akan berjalan sesuai dengan jumlah angka yang didapatkan.

Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) yang menempati pion warna merah. Bahasa dan Sastra Inggris berada pada warna kuning. Ilmu Sejarah warna hijau dan Studi Kejepangan warna biru.

”Jadi, dari setiap tim (jurusan, Red) itu mengirimkan lima perwakilan. Empat orang sebagai pion dan satu orang sebagai pengocok dadu,” kata Izzudin.

Selama perlombaan, setiap tim beradu dalam mengatur strategi. Tim yang mendapatkan nilai enam akan menjalankan pion ke arena dan berhak melempar dadu lagi.

Keseruan pun semakin bergemuruh ketika suporter dari keempat jurusan saling memberikan dukungan. Mereka melihat sembari meneriakkan zel-zel dari lantai 2 dan 3 Hall FIB. Terdengar teriakan ”Ayo; Enam; Yeay” dari para suporter.

Hasil lomba Ludo tersebut pun akhirnya dimenangkan Studi Kejepangan sebagai juara I. Selanjutnya Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai juara II dan Ilmu Sejarah sebagai juara III.

Salah seorang peserta dari Ilmu Sejarah Fikria Iwa Logika mengaku sangat senang mengikuti perlombaan Ludo itu. Dia merasakan hal yang berbeda dengan yang di online.

”kegiatan ini sangat seru karena Ludonya reallife. Jadi, kompetisinya lebih greget dan bisa merasakan balik kandang (pos, Red),” terangnya.

Sementara itu, setelah diadakannya lomba ini, Izzudin berharap mahasiswa FIB dapat mengatur strategi di FIB. Misalnya, membagi waktu antara tugas kuliah serta organisasi. Dan, yang paling penting, menurut dia,  mahasiswa mampu menjalin keakraban dan kedamaian di lingkungan FIB. (*)

 

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Feri Fenoria Rifa’I




Ke UNAIR, Polisi Beri Kemudahan Perpanjangan SIM Mahasiswa dan Umum

UNAIR NEWS – Aktivitas akademik, juga kegiatan pengembangan diri yang padat, kerap menjadi salah satu alasan mahasiswa lupa memperpanjang SIM (Surat Ijin Mengemudi). Belum lagi karena asal daerah mereka yang jauh, yang membutuhkan cukup banyak waktu untuk kembali.

Menanggapi hal itu, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka Jasa Rahardja yang bekerja sama dengan Kepolisian RI (Polri) dan Universitas Airlangga menggelar acara bertajuk Police & Jasa Rahardja Go To Campus and Safety Riding pada Rabu (5/9). Acara tersebut bertempat di gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C, UNAIR.

Dalam acara itu, Polri, Khususnya dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menempatkan satu unit mobil pelayanan SIM keliling. Tepatnya di area parkir gedung ACC.

Penempatan layanan keliling itu memang ditujukan kepada mahasiswa. Bukan hanya civitas kampus, pelayanan perpanjangan SIM tersebut juga menyasar banyak warga sekitar kampus. Tampak sedari pagi puluhan pengunjung mengantre untuk memperpanjang SIM. Baik itu SIM A maupun SIM C.

”Sebagaimana kita tahu, mahasiswa UNAIR kan berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Diharapkan mahasiswa UNAIR bisa memanfaatkan pelayanan ini,” Bripka Ari Mahlizar, koordinator salah satu unit layanan sim keliling tersebut.

”Jadi, mahasiswa tidak harus ijin meninggalkan perkuliahan hanya untuk memperpanjang SIM mereka,” tambahnya.

Petuga dari Satlantas Polrestabes Surabaya itu menambahkan bahwa pelayanan SIM keliling kali ini juga ditujukan untuk mendukung acara Police & Jasa Rahardja Go To Campus and Safety Riding. Yakni, sebuah kegiatan yang bertujuan meyosialiasikan upaya menekan tingginya angka kecelakaan kepada masyarakat. Khususnya oleh Jasa Rahardja bersama dengan Polri kepada mahasiswa.

Terkait dengan layanan tersebut, tutur Bripka Ari, perpanjangan SIM-nya dilakukan secara online seluruh Indonesia. Artinya, pemohon perpanjangan SIM bisa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tanpa mereka harus kembali mengurus di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) di daerah masing-masing.

”Pelayanan perpanjangan SIM yang kita lakukan merupakan online seluruh Indonesia. Seluruh masyarakat Indonesia bisa memperpanjang SIM di sini. Tanpa harus kembali ke daerah asalnya,” kata polisi yang bertugas di unit pelayanan Perpanjangan SIM keliling di Taman Bungkul itu.

Ketika di tanya tentang adanya pelayanan perpanjangan SIM secara rutin di kampus, Bripka Ari belum bisa memberikan kepastian. Semua itu, lanjut dia, berdasar pada kebijakan Satlantas Polrestabes Surabaya.

”Kami (Polri, Red) kan pelayan publik. Artinya, kami akan selalu siap melayani masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Agus Irwanto

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

 




Rektor dan Khofifah Indar Parawansa Tutup PKKMB 2018

UNAIR NEWS – Semarak serangkaian kegiatan mahasiswa baru Universitas Airlangga telah sampai pada pengujung acara. Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2018 UNAIR atau biasa dikenal dengan nama Amerta itu resmi ditutup pada Sabtu siang (11/8).

Gubernur Jawa Timur terpilih yang sekaligus alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Khofifah Indar Parawansa turut hadir menutup kegiatan tersebut bersama Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Nasih, S.E., MT., Ak., CMA., beserta jajaran pimpinan. Dalam kesempatan itu pula, Khofifah turut menyampaikan paparan sekaligus motivasi kepada sebanyak 6.780 mahassiswa baru.

Dalam paparannya, Khofifah membuka memori perjuangannya pada Maret 1998 saat menjadi juru bicara untuk menyampaikan orasi reformasi politik 1998. Kala itu Khofifah muda aktif menyuarakan gagasan soal demokrasi. Khususnya soal pemilihan langsung yang tertuang dalam UU saat ini, pemilihan pemimpin mulai presiden hingga kepala daerah langsung dipilih rakyat.

”Ini merupakan bentuk penghargaan kepada hak-hak suara rakyat,” ujarnya.

Revolusi Industri 4.0

Kepada mahasiswa baru, Khofifah mengingatkan atas hadirnya era baru Revolusi Industri 4.0. Menurut dia, diperlukan kolaborasi antar elemen untuk menghadapinya. Termasuk di dalamnya adalah perguruan tinggi. Khususnya Universitas Airlangga.

”Suka tidak suka semuanya mesti bersiap,” ucapnya.

Khofifah menyebut UNAIR sebagai salah satu lokomotif penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era itu. Khususnya di Jawa Timur. Langkah sekaligus target UNAIR untuk masuk jajaran 500 World Class University pada 2020 juga diapresiasi Khofifah.

”Fakultas dan program studi di UNAIR sudah memenuhi kualifikasi untuk bisa mendorong lokomotif Revolusi Industri 4.0,” sebutnya.

”Revolusi Industri 4.0 menjadi sangat penting sebagai transparansi, akuntabilitas, dan layanan. Termasuk di dalamnya adalah efisiensi program kita,” tambahnya.

Selain itu, kepada mahasiswa, Khofifah berharap keaktifan dalam merespons gejala sosial kemasyarakatan, terutama di Jawa Timur. Dia meminta jajaran civitas akademika UNAIR bersinergi.

”Aktif untuk memberikan masukan, meluruskan, dan mengingatkan bila ada kebijakan yang kurang. Termasuk mengapresiasi terhadap capaian positif pemerintah. Terutama Jawa Timur,” katanya.

Khofifah menekankan kepada mahasiswa baru fokus pada pendidikannya masing-masing untuk benar-benar menjadi ksatria bagi Indonesia. Ksatria kesehatan, ksatria ilmu sosial, maupun bidang lain untuk kemajuan bangsa dan negara.

KHOFIFAH saat memberikan paparan dan motivasi dalam penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2018 UNAIR. (Foto: Feri Fenoria Rifa'i)
KHOFIFAH saat memberikan paparan dan motivasi dalam penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2018 UNAIR. (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)

Tugas dari Rektor

Sementara itu, dalam sambutannya, Prof. Dr. Muhammad Nasih, S.E., MT., Ak., CMA., menekankan pada kebijakan peningkatan mutu UNAIR yang disingkat BEST. Yakni, Based on Morality; Excelent Academic, Research, and Development Community; Strong Academic Culture; dan Target Oriented.

”Mahasiswa mesti tahu, paham, dan meresapi kebijakan peningkatan mutu ini (BEST UNAIR, Red),” katanya.

Selain itu, dalam sambutannya, rektor UNAIR memberikan tugas sepada seluruh mahasiswa baru. Mereka diminta menuliskan kebijakan mutu pendidikan UNAIR itu di sebuah kertas. Termasuk menuliskan sepuluh larangan bagi mahasiswa UNAIR.

”Kemudian, tulisan ini mohon ditaruh atau ditempel di meja belajar, juga kamar, masing-masing. Selanjutnya, tolong  difoto dan dikirimkan ke direktorat pendidikan UNAIR melalui Pak Hadi Shubhan,” jelas Prof. Nasih.

”Mahasiswa yang tidak melakukan ini, sertifikat PKKMB-nya nanti tidak diberikan,” imbuhnya.

Pada akhir, Prof. Nasih menekankan akan pentingnya kolaborasi segenap civitas akademika UNAIR dalam meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan di UNAIR. Khususnya menumbuhkan sikap tanggung jawab sebagai mahasiswa dan civitas akademika dalam mengejar target, salah satunya masuk 500 World Class University.

Perlu diketahui, Prof. Nasih dalam sambutannya juga menggelar kuis berhadiah voucher uang Rp. 200.000 kepada mahasiswa baru. Dalam kesempatan itu pula, bersama dengan Khofifah, rektor UNAIR menyerahkan apresiasi kepada Ksatria, kelompok mahasiswa baru, terbaik PKKMB 2018. Atas penutupan kegiatan tersebut, mahasiswa baru bakal mengikuti kuliah aktif pada Senin, (13/8). (*)

Penulis: Feri Fenoria Rifa’i




Gedung Parkir Bertingkat Kampus B UNAIR Mulai Dibangun

UNAIR NEWS – Sejumlah fasilitas penunjang pendidikan terus dilengkapi Universitas Airlangga. Kali ini minimnya lahan parkir yang menjadi problem civitas akademika di Kampus B selama ini bakal segera teratasi.

Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Nasih, S.E., MT., Ak., CMA., menandai dimulainya pembangunan Gedung A Parkir Bertingkat Kampus B UNAIR pada Senin (30/7). Tepatnya di lokasi gedung itu berdiri, di sisi timur Gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sisi timur Gedung Syariah Tower. Sesuai dengan rencana, ada sepuluh lantai yang bakal menampung kendaraan para mahasiswa dan dosen di gedung parkir tersebut.

Direktur Sarana dan Prasarana UNAIR Karnaji, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya melaporkan bahwa gedung itu akan dibangun empat lantai pada tahap I. Total bakal ada tiga gedung parkir di sana. Luas areanya mencapai 3.664 m persegi. Panjangnya, tambah dia, adalah 112 m dan lebar 32 m.

”Setiap lantai bakal dapat menampung sebanyak 124 mobil,” ujarnya dalam Groundbreaking Ceremony di Kampus B UNAIR.

”Lantai 1, rencananya untuk memuat motor, parkir motor. Itu dapat memuat sekitar 414 motor,” tambahnya.

Mengenai kapan bisa digunakan, Karnaji menyatakan bahwa pengerjaan proyek itu bakal berakhir pada akhir April 2019. Jadi, total pengarjaannya adalah sepuluh bulan. Dia juga berharap kesepakatan penyelesaiannya tidak molor.

”Kita harap minggu terakhir April, tahap I lantai 1 sampai 4 bisa selesai,” ujarnya.

Soal kesepakatan dengan kontraktor, pengerjaan gedung parkir bertingkat tersebut akan dikerjakan secara bertahap. Anggaran pada tahap pertama bernilai 54 miliar. Menurut dia, ada bagian yang sangat membutuhkan biaya tidak sedikit. Yakni, di lantai dasar.

”Ini terkait dengan pemancangan tiang. Jadi, ada 812 titik tiang. Masing-masing tiang, masing-masing lubang, ada tiga tiang. Nah, kita membutuhkan sekian ribu tiang,” sebutnya.

Karnaji menjelaskan, diproyeksikan bakal dibangun tiga bagian gedung parkir di sana. Yang saat ini dibangun merupakan gedung A. Gedung B bakal dibangun di tempat parkir FISIP saat ini. Di antara gedung A dan B, kata Karnaji, bakal dibangun penghubung di atas sungai sebagai gedung C.

”Jika ditotal, bangunan A, B, dan C membutuhkan dana sekitar 300 miliar,” ujarnya.

TIANG pancang langsung ditanam seusai ditekan tombol dimulainya pembangunan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B UNAIR. (Foto: Feri Fenoria Rifa'i)
TIANG pancang langsung ditanam seusai ditekan tombol dimulainya pembangunan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B UNAIR. (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)

Sementara itu, Prof. Nasih menilai pembangunan itu menjadi solusi sekaligus hal yang harus segera dilakukan. Mengingat, tempat parkir di kampus B menjadi problem yang harus segera diselesaikan. Proses-proses pendidikan, tutur dia, harus tidak terganggu.

”Kalau kita lihat, di Fakultas Hukum saat kuliah di lantai 2, dengan minimnya lahan parkir, terdengar suara klakson karena sesaknya tempat. Belum lagi karena mobilisasi mahasiswa yang juga padat,” ujarnya.

Karena itu, Prof. Nasih berharap kehadiran sarana itu dapat menunjang dan mendukung kegiatan perkuliahan di Kampus B. Dia menilai penyediaan sarana parkir memang harus dimulai saat ini. Selain penyediaan sarana, Prof Nasih mengingatkan bidang kemahsiswaan turut mendukung langkah itu dengan pembuatan aturan terkait dengan kendaraan mahasiswa.

”Bisa saja direncanakan, mahasiswa S1 dan D3 tidak diperkenankan bawa mobil,” sebutnya.

Soal pengerjaan gedung, Prof. Nasih juga mengingatkan kontraktor untuk bergerak bersinergi bersama. Serta mengerjakan kesepakatan sesuai dengan rencana. Upaya itu, ungkap Prof Nasih, menjadi bentuk keseriusan UNAIR dalam memberikan fasilitas pendidikan bagi civitas. Terutama sebagai upaya meningkatkan kualitas melalui penyediaan sarana yang memadai.

”Semoga dalam prosesnya, pembangunan ini tidak mengalami kendala. Sekaligus pengerjaanya bisa sesuai dengan rencana yang disepakati. Kita berharap pada 2019, area parkir mahasiswa difokuskan di area sekitar sini (area gedung parkir baru, Red),” tuturnya. (*)

Penulis: Feri Fenoria Rifa’i

Penampakan tiga bangunan Gedung Parkir Bertingkat Universitas Airlangga di Kampus C. (Foto: Feri Fenoria Rifa'i)
Penampakan calon Gedung Parkir Bertingkat Universitas Airlangga di Kampus C. (Foto: Feri Fenoria Rifa’i)

 




Satu Jam Menengok Kinerja Pusat Percetakan UNAIR

UNAIR NEWS – Selasa lalu (22/5) adalah hari yang penuh ilmu dan pengalaman luar biasa. Pada hari itu mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Airlangga berkesempatan melakukan kunjungan ke Pusat Penerbitan dan Percetakan (Pusbitek) Universitas Airlangga. Pada kesempatan itu, para mahasiswa diajak langsung untuk menyaksikan proses demi proses percetakan buku.

Beberapa prosesnya, mulai dari pemberian materi sebagai bentuk pengenalan Pusbitek kepada mahasiswa, hingga mengajak langsung terjun melihat proses kinerja para karyawan.

Pusat penerbitan dan percetakan UNAIR ini telah berdiri sejak lama, yakni 22 Januari 1972 silam. Hingga kini, Pusbitek telah mencetak ribuan karya penulis. Pusbitek telah berkembang menjadi pusat penerbitan dan percetakan perguruan tinggi nasional yang kuat, besar, dan akurat.

Tak perlu ragu untuk berkarir bersama Pusbitek. Sebab, mahasiswa lulusan jurusan apapun tak menjadi kendala untuk bisa bergabung. Asal, mampu memenuhi syarat menjadi karyawan yaitu melalui serangkaian tes yang diselenggarakan. Salah satu tes tersebut adalah bagian editing.

Pada bagian editing ternyata tidak harus mematok mahasiswa lulusan editing naskah. Melainkan terbuka untuk semua jurusan. Namun ada bagian tertentu yang tidak sembarang jurusan mampu diterima. Seperti layout dan desain yang memang harus ditangani ahli yang menguasai.

Meski sudah menjadi karyawan Pusbitek, ternyata masih ada seminar-seminar pelatihan yang wajib diikuti. Hal tersebut dilakukan agar karyawan memiliki pengetahuan baru mengenai percetakan naskah. Karena tak dipungkiri bahwa dunia percetakan juga akan terus berinovasi dan berkembangan seiring perkembangan zaman.

Proses penerbitan buku di Pusbitek tidak semudah yang dibayangkan. Para penulis harus membawa naskahnya ke bagian pemasaran. Pada bagian pemasaran, naskah akan di-review terlebih dahulu, apakah pantas dan layak untuk diterbitkan. Pada uji kelayakan naskah akan ditentukan apakah naskah itu layak untuk diterbitkan atau masih harus direvisi. Bisa saja, naskah ditolak jika diketahui ada 30% hasil plagiat.

Di Pusbitek, pada bagian editing ada alat khusus yang mampu mendeteksi prosentasi isi naskah. Ketika naskah sudah berada di tangan editor naskah, maka naskah akan diberi catatan-catatan untuk ditanyakan kepada penulis dan dirundingkan bagaimana baiknya naskah tersebut untuk layak cetak.

Tak jarang, catatan dari editor ditolak oleh penulis. Penulis mengganggap bahwa naskah yang ia tulis telah sempurna. Namun, hal itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi para editor Pusbitek.

Setelah naskah selesai diedit dan dibenarkan oleh para editor, maka naskah masuk pada proses pra-cetak. Naskah yang telah diedit diserahkan ke bagian layout untuk diatur tata letak dan diformat berbentuk buku. Bersamaan dengan itu, bagian desain akan membuat sampul buku. Setelah itu, proof akan dibaca oleh penulis dan dimintai persetujuan untuk naik cetak disertai dengan tanda tangan kontrak penerbitan.

Setalah kontrak ditandatangani, maka naskah siap untuk dicetak. Setalah naskah dicetak dan sudah melalui tahap finishing, buku siap dijual kepada pembaca. Dalam hal ini, penulis dapat mengambil royalty dari hasil penjualan bukunya.

Biaya Penerbitan

Ada tiga tipe pembiayaan penerbitan naskah. Pertama, penerbitan naskah dibiayai oleh Pusbitek. Kedua, bekerjasama dengan instansi atau unit di perguruan tinggi atau di luar perguruan tinggi. Ketiga, biaya penerbitan ditanggung oleh individu atau instansi pemesan.

Walaupun pembiayaan naskah dibayar oleh individu atau instansi pemesan, naskah tersebut tetap harus melewati segala prosedur penerbitan yang ada. Untuk naskah yang dibiayai oleh pemesan, naskah yang sudah dicetak akan dikembalikan lagi kepada penulis untuk dipasarkan.

Begitulah proses kinerja Pusbitek yang luar biasa. Sebagai percetakan yang besar, Pusbitek sudah memiliki jaringan pasar buku yang banyak. Yakni, di berbagai toko buku di kota besar di Indonesia. Serta, jaringan perguruan tinggi, juga berbagai rumah sakit dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia). (*)

Penulis: Novi Yanni

Editor: Binti Q. Masruroh

*Penulis adalah mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, UNAIR




Lokasi Parkir Motor di Rektorat UNAIR Pindah ke Belakang Perpustakaan

UNAIR NEWS – Pembenahan terus dilakukan oleh Kantor Manajemen Universitas Airlangga. Kali ini mengenai perparkiran kendaraan bermotor. Terhitung mulai hari Rabu tanggal 18 April 2018, tempat parkir sepeda motor bagi sivitas UNAIR dan tamu, dialihkan ke belakang Gedung Perpustakaan.  Berdampingan dengan Asrama Puteri kampus C UNAIR. Semula, parkir ini berada diantara gedung Kahuripan dengan gedung Student Center (SC).

Menjelang perpindahan lokasi parkir itu, Selasa (17/4) sore diadakan selamatan sederhana “Potong Tumpeng” di lokasi parkir yang baru. Hadir dalam acara ini antara lain Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., Wakil Rektor II Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., Wakil Rektor III Prof. Moch Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D., Sekretaris Universitas Drs. Koko Srimulyo, M.Si., Direktur Sumber Daya Dr. Purnawan Basundoro, SS., M.Hum., Direktur Sarana, Prasarana dan Lingkungan Karnaji, S,Sos., M.Si., Staf Khusus Drs. Ec. Pribadi Archam, dan beberapa staf Kantor Rektorat UNAIR.

parkir motor
SUASANA selamatan sederhana perpindahan lokasi parkir motor di sekitar Rektorat kampus C UNAIR. (Foto: Bambang Bes)

Dalam sambutannya, Prof. Moh Nasih mengatakan bahwa selamatan ini antara lain sebagai niatan kita yang tulus untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa agar di tempat baru ini nanti senantiasa diberikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam penempatan sarana penunjang para pegawai.

”Kalau sarana perparkiran kendaraan pegawai itu nyaman dan aman, insyaAllah akan menunjang rasa tenteram pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. Mudah-mudahan disini senantiasa aman dan nyaman,” kata Pak Rektor.

Setelah dibacakan doa oleh Wakil Rektor III Prof. Moch Amin Alamsjah, maka Rektor menyerahkan pelaksanaan prosesi ”potong tumpengnya” kepada Wakil Rektor II Dr. Muh Madyan. Lalu potongan nasi tumpeng beserta lauk-pauknya itu diserahkan kepada Direktur Sarpras dan Lingkungan Karnaji, S.Sos., M.Si. Baru setelah itu dilaksanakan makan tumpeng nasi kuning bersama.

Dalam “cuitan” beberapa yang hadir dalam selamatan ini, penempatan parkir motor di lokasi yang baru ini dinilai lebih baik. Sebagian lahan sudah beratap, semua lahannya sudah berpaving, listrik penerangan parkir juga terang, dan diyakini tidak tergenang air jika hujan deras karena dataran lokasinya agak tinggi dibandingkan dengan lokasi parkir semula.

parkir motor
PIMPINAN Universitas Airlangga dan peserta selamatan berfoto bersama di lokasi baru perparkiran sepeda motor di sekitar Rektorat kampus C. Lahannya berpaving rapi dan beratap. (Foto: Bambang Bes)

Selain itu akan memecah keramaian menjadi merata, dari yang selama ini hanya di sekitar masjid, Student Center, dan gedung Rektorat. Apalagi di sekitar perparkiran terdapat perpustakaan, asrama mahasiswa puteri, dan kedepan akan dekat dengan Sport Center yang saat ini sedang dikerjakan pembangunannya.

Menurut keterangan dari Bagian Sarpras UNAIR, tempat parkir motor yang lama akan direhab untuk parkir kendaraan pimpinan yang semula berada di lantai dasar gedung Selasar. Sedangkan lantai dasar Selasar, menurut rencana akan dipergunakan untuk menambah kebutuhan ruang kerja. (*)

Penulis : Bambang Bes




UNAIR Segera Menambah Tiga Lapangan Olahraga Baru di Kampus C

UNAIR NEWS – Diharapkan dalam waktu yang tidak lama lagi, Universitas Airlangga akan memiliki tiga fasilitas olahraga baru. Ketiga fasilitas olahraga itu adalah lapangan basket, lapangan tennis, dan lapangan futsal. Ketiga lapangan tersebut semuanya terbuka (outdoor) dan akan dibangun bersebelahan di lahan yang letaknya di kawasan belakang gedung student center (SC) di kampus C UNAIR Jl. Mulyorejo Surabaya.

Tiga fasilitas olahraga tersebut akan dibangun dengan panjang 110 meter dan lebar 60 meter. Pembangunan fasilitas olahraga ini merupakan tanggungjawab sosial dari sebuah perusahaan, yaitu Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Harvest Gorontalo Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang suplemen herbal. Kesepakatan itu telah tertuang dalam MoU (Memorandum of Understanding – kerjasama kesepahaman) antar kedua pihak yang dilaksanakan pada Desember 2017 lalu.

Saat ini, pembangunan lapangan olahraga tersebut sedang dalam proses pematangan desain. Karena itu, Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA dengan didampingi antara lain Sekretaris Universitas Drs. Koko Srimulyo, M.Si., Kamis (4/1) pagi meninjau lokasi calon pembangunan fasilitas olahraga tersebut.

Ditemui secara terpisah, Direktur Sarana Prasarana UNAIR, Karnaji, S.Sos., M.Si., menerangkan, pembangunan ketiga fasilitas olahraga tersebut akan dimulai awal Februari mendatang, dan diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar empat bulan kemudian. Sehingga pertengahan tahun 2018 ini sivitas akademika UNAIR, khususnya mahasiswa, sudah bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

”Pembangunan tiga lapangan ini akan menambah fasilitas olahraga yang sudah dimiliki UNAIR selama ini, yaitu lapangan futsal dan GOR yang bisa digunakan untuk voli dan basket, serta satu arena olahraga panjat tebing,” ujar Karnaji.

olahraga
REKTOR Universitas Airlangga Prof. M. Nasih (menunjuk) ketika meninjau calon lokasi pembangunan tiga lapangan olahraga baru di kampus C, Kamis (4/1). (Foto: Istimewa)

Pengerjaan proyek ini sepenuhnya ditangani oleh PT. Harvest Indonesia selaku perusahaan yang memberi CSR kepada UNAIR. Jika dinominalkan, proyek ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 miliar.

Sementara itu, Sekretaris Universitas Drs. Koko Srimulyo, M.Si., juga berharap melalui pembangunan fasilitas baru olahraga ini maka akan semakin banyak fasilitas olahraga yang tersedia bagi sivitas akademika, khususnya untuk mahasiswa.

Selain itu, dengan pembangunan fasilitas olahraga ini diharapkan bisa membagi keramaian aktivitas mahasiswa UNAIR. Sebab, selama ini kegiatan keolahragaan masih berpusat di lapangan futsal dan GOR, keduanya juga di kampus C.

Ditemui usai melakukan peninjauan yang dilakukan Kamis (4/1) pagi, Rektor UNAIR Prof. Moh. Nasih mengatakan bahwa pembangunan tiga lapangan itu akan segera dilakukan. Tujuannya agar fasilitas olahraga ini dapat segera dimanfaatkan oleh mahasiswa UNAIR.

”Segera (dibangun, Red). Lahannya sudah diukur-ukur. Agar segera bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa, sehingga mahasiswa bisa dapat tempat untuk berolahraga,” ujar Prof. M. Nasih. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh

Editor : Bambang Bes




Fakultas Keperawatan UNAIR Gelar Expo Nerspreneurship

UNAIR NEWS – Suasana halaman dalam Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga begitu semarak Selasa pagi (19/12). Sebuah kegiatan yang melibatkan mahasiswa digelar. Tenda besar didirikan, dengan jejeran meja-meja stan.

Acara kali ini bertajuk Nerspreneurship, Expo Mahasiswa Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) 2017. Dalam event itu, para mahasiswa menjual produk baik yang berupa makanan, minuman, kreasi kudapan sehat, produk kesehatan alami, dan sebagainya.

Ada dua puluh empat kelompok mahasiswa yang membuka stan. Tiap kelompok, terdiri dari sekitar delapan mahasiswa. Sedangkan yang merubungi stan-stan mereka untuk membeli berasal dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Selain makanan basah, ada pula kreasi lain seperti kripik wortel, masker jagung, dan lain-lain.

Salah satu kreasi yang menarik minat pengunjung adalah Hajite atau Hazna (indah atau bagus, Red) Jilbab Stetoskop. Produk ini memudahkan perempuan yang mengenakan jilbab untuk memasang stetoskop. “Kami mendesain agar stetoskop bisa lebih gampang dipakai tanpa harus memasukkannya ke bagian dalam jilbab untuk mencapai telinga,” ungkap Lailatul Rohmah Kurniawati, salah satu anggota kelompok mahasiswa yang menggagas desain jilbab ini.

Hajite, salah satu kreasi para mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya.

Di samping stan Hajite, ada stan lain yang tak kalah menarik. Yakni, “Buku Bantal Edukasi”, khusus bagi anak-anak. Buku tersebut berbentuk layaknya bantal dengan tulisan dan gambar edukatif. Antara lain, tentang bagian-bagian tubuh lengkap dengan terjemahan bahasa inggrisnya. Ada pula tentang apa saja yang perlu dilakukan setelah bangun tidur di pagi hari, beraktifitas, sampai kembali tidur di malam hari.

“Ini adalah bagian dari mata kuliah kewirausahaan,” kata Angga Krisna, panitia pelaksana kegiatan.

Mahasiswa semester 3 itu mengutarakan, ada dua angkatan yang menjadi peserta. Yakni, angkatan 2014 (semester 7) dan angkatan 2016 (semester 3). Ada enam kelompok dari angkatan 2014, dan delapan belas kelompok dari angkatan 2016.

Dalam perkuliahan, kata alumnus SMAN 16 Surabaya itu, para mahasiswa digembleng untuk menjadi sosok yang berjiwa kewirausahaan. Utamanya, dari aspek mental dan semangat pantang menyerah. “Produk kewirausahaan kami berkutat pada bidang kesehatan. Makanan, minuman, dan produk perawatan maupun jasa yang diberikan, mesti berbasis kesehatan,” ungkap dia.

Selama ini, pihak kampus selalu mendukung prohgram-program mahasiswa. Termasuk, di ranah kreatifitas dan kewirausahaan. Sebab, secara umum, dekanat juga ingin mencetak lulusan yang mumpuni di bidang akademik maupun non akademik. Semangat juang kewirausahaan perlu menjadi landasan di setiap langkah para alumnus.

Dekan FKp Prof. Dr. Nursalam M.Nurs (Hons) mengatakan, pihaknya selalu mendukung aktifitas positif para mahasiswa apapun bentuknya. Sebagai misal, kegiatan yang berhubungan dengan olahraga, organisasi, dan kreatifitas. Dia mengutarakan, prestasi mahasiswa dari bidang manapun, memiliki peran mendongkrak reputasi baik bagi kampus. “Kami terus memfasilitasi,” urai dia.

Baik dari segi pendanaan, maupun birokrasi, pasti bakal dipermudah. Dengan demikian, para mahasiswa memiliki ruang ekspresi yang luas dan aplikatif. Para dosen juga telah memiliki visi yang sama dalam rangka pengembangan minat bakat tersebut. “Prestasi kami di bidang kreatifitas mahasiswa pada tingkat nasional juga mampu bersaing dengan fakultas dan kampus lain,” papar dia.

Ditambahkan Wakil Dekan I Dr. Kusnanto, apa yang diaplikasikan ini merupakan praktek dari sejumlah teori materi perkuliahan. “Jadi yang dipahami di kelas bisa langsung dikreasikan di lapangan. Menciptakan produk yang layak jual dan dibutuhkan publik,” ungkap dia. (*)




Semarak Gebyar Maulid Internasional

UNAIR NEWS – Usai Salat Isya ditegakkan, senandung salawat terus menggema di Masjid Ulul Azmi Kampus C Universitas Airlangga. Sabtu malam (16/12) untuk kali pertama, UNAIR bersama Takmir Masjid Ulul Azmi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengundang ulama dari luar negeri. Ialah Habib Ali Zainal Abidin Al Hamid selaku pemimpin Majelis Taklim Darul Murtazda – Malaysia. Selain itu, hadir pula Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus selaku pembina Majelis Rasulullah SAW – Jawa Timur.

Acara yang dikemas dalam Gebyar Maulid Internasional 1439 H itu mengusung tema “Menggapai Syafa’atmu dengan Cinta Wahai Rasulullah”. Hadir pula dalam acara tersebut Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih. Dalam sambutannya, Prof. Nasih mengajak semua hadirin untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Pasalnya, bagi Prof. Nasih, bisa berkumpul di tengah orang-orang yang shalih dengan memperingati kelahiran Sang Pemimpin umat merupakan karunia yang luar biasa dari Allah SWT.

“Sungguh yang demikian ini adalah rahmat dari Allah yang sangat besar, tanpa rahmat dan pertolongan-Nya tidak mungkin kita bisa melakukan dan berkumpul di majelis yang mulia seperti ini,” papar Guru Besar FEB UNAIR itu. “Semoga maksud dan cita-cita seluruh hadirin dan civitas akademika UNAIR bisa tercapai, utamanya dalam mengemban amanah dan menebar kemanfaat untuk umat,” imbuhnya.

Usai sambutan dari Prof. Nasih, selanjutnya acara cermah pertama disampaikan oleh Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus. Dalam ceramahnya, Habib Idrus menegaskan bahwa setiap umat Islam yang beriman tentu merindukan dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai tauladan dalam kehidupan. Tidak lupa, Habib Idrus juga memberikan contoh peran dan ahlak Nabi Muhammad yang menjadi teladan dan laku hidup para sahabat-sahabat Nabi.

“Allah pun menyebutkan dalam Quran bahwa sahabat Nabi itu ridha kepada Allah SWT dan Allah pun ridha akan mereka,” tegasnya.

Pembina Majelis Rasulullah Jawa Timur itu juga mengisahkan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Ialah Haritsah yang kisah hidupnya perlu menjadi teladan pemuda hari ini. Menurut Habib Idrus, kecintaan kepada Allah SWT  yang sangat besar mampu mengantarkan haritsah mendapat derajat syahid.

“Saat cinta Haritsah begitu besar kepada Allah SWT, bukan dunia yang diminta tapi syahid di jalan Allah SWT,” jelas Habib Idrus.

Selanjutnya, ceramah kedua disampaikan oleh Habib Ali Zainal Abidin Al Hamid. Ulama dari Malaysia itu membuka ceramah dengan mengingatkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad di dunia adalah hadiah bagi umat manusia. Hadiah besar itu, bagi Habib Ali, merupakan hadiah dari Allah SWT yang manusia tidak bisa membalasnya.

“Selain menjadi hadiah bagi kita semua, Rasulullah SAW juga menjadi tauladan dalam setiap gerak hidup kita,” tegasnya.

Habib Ali juga menjelaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW untuk menjadi pembaca ayat. Artinya, menurut Habib Ali, hal-hal yang dibacakan oleh Nabi merupakan semua hal yang bersandar dari Allah SWT. Selanjutnya, hadirnya nabi juga menjadi penyuci hati dan jiwa serta pembawa ilmu. Oleh karena itu, tambah Habib Ali, peradaban yang ditinggalkan oleh Nabi bukanlah kekuasaan melainkan ilmu dan akhlak.

“Ilmu dan akhlak ini tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, Nabi Muhammad diutus ke dunia ini tidak lain untuk menyempurnakan akhlak,” tandas Habi Ali.

Penulis : Nuri Hermawan




Musim Liburan Tiba, UNAIR jadi Tujuan Favorit Study Tour Siswa SMA

UNAIR NEWS – Waktu belajar di semester gasal telah usai, terhitung mulai tanggal 17 Desember hingga awal tahun baru 2018, siswa sekolah dasar hingga menengah memasuki musim liburan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghabiskan waktu libur sekolah dan libur akhir tahun 2017. Salah satunya, bagi siswa SMA kerap mengisi liburan dengan melakukan kunjungan kampus.

Untuk itu, saat musim liburan tiba, Universitas Airlangga kerap dibanjiri kunjungan siswa SMA dari berbagai daerah. Tercatat, selama musim liburan kali ini kunjungan datang dari berbagai SMA, diantaranya SMAN Tanjunganom Nganjuk, SMAN Karangbinangun Lamongan, SMAN 21 Surabaya, SMAN 1 Sumberjo Bojonegoro, MAN Kandangan Kediri. Bahkan, ada sembilan siswa dari perwakilan SMA di Pontianak dengan berbekal nekad juga berkunjung ke UNAIR.

Mengenai hal itu, Anindya Anindita S.I.Kom selatu staf Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR yang bertugas mengurus kunjungan siswa SMA mengatakan, saat musim liburan tiba memang sering terjadi kenaikan jumlah kunjungan siswa SMA ke UNAIR.

“Musim liburan memang menjadi waktu yang tepat. Karena siswa SMA memanfaatkan musim liburan seperti ini untuk berkunjung ke kampus dan sekaligus ke tempat wisata,” terangnya.

Tidak hanya itu, Anin juga menambahkan, kunjungan siswa SMA juga akan terus berlangsung hingga mendekati masa pendaftaran Selekasi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Bahkan, tambahnya, hal itu akan terus berlanjut hingga mendekati pelaksanaan Ujian Akhri Nasional (UAN).

“Kunjungan siswa SMA akan terus berlanjut hingga mendekati pendaftaran SNMPTN. Mereka pun juga tidak hanya berasal dari kelas XII saja, tapi juga ada yang kelas XI dan bahkan kelas X,” paparnya.

Menanggapi meningkatnya kunjungan siswa SMA saat musim liburan, Ketua PIH UNAIR Dr. Suko Widodo, M.Si., mengatakan bahwa hal ini menjadi salah satu upaya UNAIR untuk memberikan pelayanan informasi yang sebaik-baiknya.

“Dari tahun ke tahun, kunjungan siswa SMA memang terus meningkat. Artinya, ini memang menjadi bukti UNAIR sebagai badan publik untuk memberikan informasi tentang kehidupan kampus secara lengkap,” terangnya. “Dan mereka yang berkunjung pun merasa puas dan terbantu,” tandasnya.

Penulis : Nuri Hermawan