Category: Sastra Budaya

Jagongan
Cerpen

Teman

Ia agak sedikit gila, mudah punya khayalan, ngeyelan, suka bergaul, tapi tak suka menjadikan kawan bicaranya sebagai teman. Selera humornya lumayan, penampilannya tidak modern, namun

Selengkapnya »
Cerpen

Senyuman di Perempatan

Aku tengah menyibak langkah pelan melawan debu jalanan. Mukaku kusut walaupun tak sekusut bendera partai yang ditancapkan sembarangan di sepanjang trotoar. Rambutku sudah tidak serapi

Selengkapnya »
Cerpen

Menikah Lagi

TIDAK akan ada orang yang terlalu terkejut atas pernikahan kedua Batutah. Orang-orang hanya berpikir bahwa seorang duda dengan satu anak berusia 5 tahun, tengah melepas

Selengkapnya »
Ilustrasi
Cerpen

Cinta dalam Berzakat I

Baginya, selagi ada yang masih bisa digunakan untuk berbagi, ia akan berkeras untuk berzakat. Walau ia sendiri adalah fakir miskin penerima zakat.

Selengkapnya »
Ilustrasi
Cerpen

Agamaku, Surga-Neraka dan Puasaku III

Dua kalimat syahadat saja aku tak benar-benar serius. Aku tak bisa berbahasa Arab, akupun tak mampu membaca samudera luas yang bernama Al-Qur’an itu. Sholatku hanya sebatas ritual, doaku adalah rengekan rapal yang tak jarang hanya sekedar kulafalkan tanpa arti. Dan ketika kuketuk pintu di dalam hatiku, aku jadi sangat ragu.

Selengkapnya »
Ilustrasi Kembang Api
Cerpen

Berpesta Dengan Duka II

Laki-laki itu membuatku penasaran, untuk apa pesta ini diadakan. Sebelum aku bertanya pada Durja dan Lukas, aku mengingat obrolan kami suatu siang saat jam istirahat kerja. Aku, Durja, dan laki-laki itu menghabiskan sisa jam istirahat di sebuah balkon tempat kami bekerja.

Selengkapnya »
Ilustrasi
Cerpen

Agamaku, Surga-Neraka dan Puasaku II

Alasanku masih memegang agama adalah untuk menuju pada ketenangan diri. Aku yakin Islam adalah pintu selamat, pintu ketenangan, keteduhan dan kasih sayang. Di dalam ketenangan itulah aku menemukan surga. Dan di dalam kasih sayanglah, aku menemukan bidadari-bidadari yang sedang merayu, menggoda dan membawaku pada kepuasan rohaniah imajiner yang tiada ukurnya.

Selengkapnya »
Ilustrasi Merdeka.com
Cerpen

Agamaku, Surga-Neraka dan Puasaku I

Aku sama sekali merasa lepas dari upaya untuk baik seperti mereka. Diriku tak punya apa-apa. Tak punya ulama untuk ku bela, dan tak punya hafalan Al-Qur’an yang bisa kubanggakan. Hingga aku tak berkesempatan untuk membela ulama’ maupun merasa ternistakan oleh orang yang memelintir kitab suci itu.

Selengkapnya »
Ilustrasi caseygriffin.com
Cerpen

Berpesta Dengan Duka I

Ia mengundangku ke rumahnya. Laki-laki itu memang gemar sekali berpesta, bahkan ia tak pernah melihat situasi saat berpesta. Baru saja seminggu yang lalu ia mengundangku untuk berpesta, atas kenaikan gajinya di sebuah perusahaan, tempat ia bekerja selama tiga tahun belakangan. Pesta itu dilangsungkan di sebuah cafe, yang sepertinya sudah ia kosongkan khusus untuk tamu-tamu pestanya. Istrinya tak turut hadir di sana, katanya ini khusus.

Selengkapnya »
Close Menu