image_pdfimage_print

Alifia atau Alisa (1)

Dia sendirian sejak kecil, orang tuanya lengkap, namun goresan-goresan tulisannya selalu mengesankan dia dalam kesepiannya.

Peri-peri Mengambil Nyawa Kami

Di serambi masjid sebelah utara, aku duduk. Setelah berjamaah shalat ashar, aku memang biasa nongkrong sambil melamun di teras masjid.

Kematian Terhormat

Saya melihat kematian dengan tubuh berdarah. Penuh darah dan jijik bagi sebagian orang. Tapi saya tersenyum.

EDITORIAL COLOUMN