Bondan Sigit Purnomo Aji (Ketua) dan Melan Argarini (Wakil Ketua) KM PSDKU UNAIR Banyuwangi 2019. (Foto: Istimewa)

Mengenal Ketua dan Wakil Ketua KM PSDKU Banyuwangi 2019

UNAIR NEWS – Tonggak kepemimpinan Keluarga Mahasiswa PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi telah berganti. Pada pemilihan yang dilangsungkan pada beberapa pekan lalu, KM PSDKU UNAIR Banyuwangi 2019 resmi dipimpin oleh Bondan Sigit Purnomo Aji selaku ketua dan Melan Argarini selaku wakil ketua.

Tercatat, sebagai Ketua KM PSDKU 2019, mahasiswa yang akrab disapa Bondan tersebut sebelumnya mendapat amanah sebagai wakil ketua dalam kepengurusan KM PSDKU UNAIR Banyuwangi periode tahun 2018. Kini, mahasiswa kedokteran hewan itu melanjutkan kepemimpinan setelah berhasil memenangkan suara terbanyak dari serangkaian proses pemilihan bersama 3 pasangan calon lainnya.

Sedangkan, sebagai Wakil Ketua KM PSDKU 2019, mahasiswa yang kerap disapa Melan tersebut sebelumnya juga merupakan pengurus KM PSDKU UNAIR Banyuwangi 2018 sebagai staff Biro Keuangan.

Mengusung tim kabinet dengan nama Kabinet Harmonis, kepada UNAIR NEWS Bondan menjelaskan bahwa beberapa program unggulan sudah disiapkan, antara lain yaitu Pojok Baca, Ask-Kesma FM dan Kolabormawa.

“Pojok Baca adalah proker untuk sarana literasi mahasiswa di tempat terbuka yang strategis. Sedang Ask-Kesma FM sebagai garda terdepan menampung aspirasi mahasiswa, dan proker Kolabormawa adalah bentuk kolaborasi proker KM dengan seluruh mahasiswa PSDKU untuk pengabdian,” terang Bondan.

Pada kesempatan yang sama, Melan sapaan akrabnya menuturkan bahwa dalam membawa kinerja KM PSDKU 2019, bersama Bondan dan tim membawa visi untuk menciptakan KM yang mampu mewujudkan harmonisasi civitas akademika dengan mengedepankan aspirasi, kolaborasi, dan prestasi.

“Karena tentu dalam kepengurusan ini kami ingin adanya harmonisasi civitas akademika dengan mengedepankan aspirasi, kolaborasi, dan prestasi,” jelasnya.

Bersama 44 anggota pengurus, KM PSDKU Banyuwangi 2019 terdiri dari sepuluh departemen seperti Departemen Kesekretariatan, Keuangan, Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa, Keilmuan, Adkesma, Minat dan Bakat, Sosial Masyarakat, Ekonomi Kreatif, Kajian Strategis dan Informasi serta Departemen Relasi publik.

 

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan




Ilustrasi oleh B-PHA PSDKU UNAIR Banyuwangi

Berorientasi Pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, Wujudkan B-PHA UNAIR Lebih Baik

UNAIR NEWS – Bintang Aji Pangestu bersama wakilnya Xindy Imey Pratiwi bertekad wujudkan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) PSDKU UNAIR di Banyuwangi (B-PHA) semakin baik lagi di periode kepengurusan 2019 nanti.

Sinergi dimaknai sebagai kerjasama, menyatukan paradigma (pola pikir) yang berbeda-beda untuk satu tujuan yang sama yaitu mewujudkan hasil yang lebih besar dan efektif untuk B-PHA yang lebih baik.

“Melalui sinergi, kerjasama dan kolaborasi, berupaya mewujudkan hasil lebih besar dan efektif dengan serangkaian proses yang dijalani menunjukkan visi yang sama dan kesepakatan demi hasil positif,” terang mahasiswa yang akrab disapa Bintang itu.

Ketika ditanya oleh tim UNAIR NEWS mengenai rencana proker unggulan kedepan, Bintang mengungkapkan, B-PHA nantinya akan lebih berorientasi pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Program kerja unggulan kami harus berdasar pada pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan,serta pengabdian kepada masyarakat. Tiga poin tersebut tercantum pada program kerja Seminar, Kelas Inspiratif, dan Soser (sosialisasi serentak),” ujar Bintang.

Proker sosialisasi serentak menjadi proker paling populer, sebab proker ini melibatkan tidak hanya dari internal prodi kesehatan masyarakat saja namun seringkali melakukan integrasi dengan prodi lainnya dan beberapa pihak eksternal.

“Sosialisasi serentak merupakan proker unggulan dibidang pengabdian masyarakat, proker ini cukup besar, berjalan empat kali dalam setahun, menyasar sekolah dan masyarakat umum sesuai isu kesehatan terkini,” sebut mahasiswa asal Trenggalek tersebut.

Diakhir diskusi, Xindy Imey Pratiwi menyampaikan harapan yang ingin diwujudkan untuk B-PHA periode 2018/2019.

“Harapannya, semoga dapat menciptakan sistem organisasi yang sinergis dan terukur dalam bingkai persaudaraan,” ungkap Imey.

Dapat meningkatkan semangat berprestasi mahasiswa, imbuh Imey, baik dibidang Akademik maupun Non Akademik, memfasilitasi aspirasi guna mewadahi minat dan bakat mahasiswa juga menyampaikan keluh kesahnya pada pimpinan, melaksanakan advokasi responsif dan pelayanan yang optimal bagi mahasiswa, serta membangun hubungan yang sinergis antara seluruh civitas Akademika dan ikatan alumni untuk kolaborasi dalam karya.

Penulis: Siti Mufaidah




Dian Pratama saat melakukan presentasi. (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Bidikmisi Tak Halangi Semangat Dian Lanjutkan Prestasi di DKI Jakarta

UNAIR NEWS – Dian Pratama tak lain juga merupakan mahasiswa bidikmisi dari prodi Akuntansi PSDKU angkatan 2017. Menjadi ksatria bidikmisi, tidak menghalanginya untuk mengukir prestasi. Justru baginya, mahasiswa bidikmisi harus mampu menjadi lebih berprestasi.

“Kita kuliah menggunakan uang rakyat, kalau tidak kita balas dengan prestasi, itu beda tipis dengan korupsi,” ujar Dian.

Pada akhir semester ini, setelah menyelesaikan dua paper sebelumnya di UB Malang, Dian mendapat kesempatan untuk mempresentasikan paper ketiganya yang berjudul “Kampung POPPAY (Produk Olahan Pepaya) inovasi peningkatan produktifitas masyarakat Desa Macanputih” dalam COMDEV (Comunity Development National Symposium) yang berlokasi di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pekan lalu tersebut merupakan serangkaian acara SFLD (Sampoerna Financial Literacy Day) yang diselenggarakan oleh Sampoerna University. Kampung POPPAY sendiri jelasnya, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Akuntansi 2018. Acara tersebut masuk dalam serangkaian kegiatan FORZA (Forum Orientasi Zona Akuntansi) yang kebetulan saat itu diketuai oleh Dian Pratama.

“Tujuan dari kegiatan abdimas tersebut, adalah terbentuknya kampung wisata edukasi pengolahan pepaya, yang mampu meningkatkan produktifitas masyarakat desa Macanputih,” tutur Dian.

Hebatnya, bukan hanya satu acara yang diikuti oleh Dian. Saat itu, papernya yang berjudul “Accounting Tribe Osing (Preliminary study of Ethnography)” yang dikerjakannya bersama AA. Gde Satia Utama dan juga Khusnul Prasetyo juga lolos seleksi untuk dipresentasikan dalam International Conference on Financial Criminology. Namun, presentasinya dilakukan oleh AA. Gde Satia Utama, yang berlokasi di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta.

Sedangkan Dian Pratama bertugas mewakili AA. Gde Satia Utama, dosen pembimbingnya untuk mempresentasikan paper berjudul Narcissism Narrative Text : Analysis of Semiotic Disclosure Annual Report PT Merdeka Copper Gold Tbk. dalam ISBEST (International Seminar on Business, Economic, Social Sience and Technologi) yang berlokasi di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta.

“Saat itu saya harus menggunakan bahasa Inggris dan itu merupakan pengalaman yang mengesankan bagi saya,” ungkap  Dian.

Meskipun berlatar belakang dari mahasiswa bidikmisi, semangat Dian dalam mengukir prestasi patut dicontoh.

“Kita dianjurkan rendah hati, tapi dilarang untuk rendah diri (minder). Apapun latar belakangnya, jangan pernah ragu mengukir prestasi. Terlebih jika dapat beasiswa bidikmisi. Kita pakai uang rakyat, maka sebaiknya digunakan secara bijak. Sebisa mungkin buat rakyat bangga” pungkas Dian.

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan




Dian Pratama, Mahasiswa Akuntansi PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi usai presentasi paper. (Foto: Istimewa)

Berawal dari Hobi Menulis, Satu Bulan Menjadi Presenter Dua Kali

UNAIR NEWS – Dian Pratama, mahasiswa angkatan 2017 prodi Akuntansi PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi kembali menorehkan prestasi. Berawal dari hobi menulis, dua artikel buatannya berhasil lolos seleksi untuk di presentasikan dalam kegiatan Smonagenes (pengabdian masyarakat diseminasi, red) yang berlokasi di kampus Universitas Brawijaya Malang.

Dibawah bimbingan  A.A. Gde Satia Utama, Dian menyusun dua judul artikel ilmiah dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, antara lain yaitu “Peningkatan produktifitas PKK Desa Alasmalang melalui pembuatan Supir Maling (sabun cuci piring ramah lingkungan)” dan “Ecogreen Accounting village, sinergitas akuntansi untuk masyarakat Gombengsari”. Keduanya berhasil lolos untuk di presentasikan dalam kegiatan Smonagenes pekan lalu.

“Keunikannya kami menggabungkan antara ilmu Science dengan Accounting. Menggali mengenai pengabdian berbasis keberlanjutan lingkungan,” ujar Dian.

Hal yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian tersebut, imbuhnya, dikarenakan kondisi perekonomian dan juga sosial budaya masyarakat desa Alasmalang.

“Kami menemukan adanya dua permasalahan. Dua permasalahan tersebut yakni kurang produktifnya PKK Desa Alasmalang, dan tingginya kegiatan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di sungai yang menyebabkan pencemaran ekosistem di sungai,” terang Dian.

Dalam kegiatan tersebut Dian menjadi ketua pelaksana. Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut mahasiswa tidak bisa sepenuhnya melarang masyarakat untuk melakukan aktifitas MCK di sungai, namun dengan penerapan penggunaan Supir Maling, pencemarah sungai dapat sedikit terkurangi karena terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan.

“Selain itu, pemasaran Supir Maling sebagai alternatif pengganti sabun cuci tangan diharapkan dapat meningkatkan produktifitas dan pendapatan ekonomi PKK Alas Malang,” jelas Dian.

Selanjutnya, pentingnya kesadaran akan ekonomi kreatif yang berbasis pada keberlanjutan perekonomian  menggugah semangat mahasiwa akuntansi untuk mengabdi. Dalam hal ini, masyarakat kelurahan Gombengsari memiliki potensi besar terkait produksi kopinya. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan adalah pada permodalan. Karena usaha mereka tidak dicatat dengan baik dan benar, maka inklusi keuangan sulit didapatkan.

“Dalam paper yang kedua ini, kami membahas mengenai pentingnya membangun usaha ekonomi kreatif yang berbasis ramah lingkungan, dalam hal ini adalah pengelolaan kopi di Kelurahan Gombengsari,” sebut Dian.

Dalam paper itu, Dian menulis bersama AA. Gde Satia Utama selaku Kepala Program Studi Akuntansi PSDKU UNAIR di Banyuwangi dan Raka Gemilang, rekan sesama mahasiswa Akuntansi. Keberlanjutan dari program tersebut, jelasnya, terbentuknya koperasi di Kelurahan Gombengsari.

“Harapannya, ke depan koperasi tersebut dapat menjadi wadah dalam pengelolaan produksi dan juga permodalan usaha pemasaran kopi khas Gombengsari,” pungkas Dian.

Penulis: Siti Mufaidah

Editor:Nuri Hermawan




Ilustrasi oleh AUBMO PSDKU UNAIR Banyuwangi

Menyongsong Kabinet KITA, Wajah Baru AUBMO PSDKU UNAIR Banyuwangi

UNAIR NEWS – Menjelang pergantian tahun, AUBMO PSDKU UNAIR Banyuwangi tampil dengan wajah-wajah baru pengurus periode 2018/2019. Menyongsong kabinet KITA siap memfasilitasi mahasiswa penerima bantuan Bidikmisi di UNAIR Banyuwangi selama setahun kedepan.

Shabrina Fauzia Prayoga, ketua AUBMO PSDKU UNAIR Banyuwangi periode 2018/2019 bersama wakilnya Achmad Arif Syarifudin mengusung nama kabinet KITA yang merupakan akronim dari (Komunikatif, Inovatit, Tanggap dan Aspiratif).

Sabrina, sapaan akrabnya, berharap kepengurusannya bersama 32 anggota lainnya mampu mewujudkan makna dari kabinet KITA. Alasan menggunakan nama kabinet KITA dikarenakan ingin nama kabinet yang sederhana dan mudah diingat tapi menyimpan nilai. Ia juga berharap dengan nama KITA ini, timbul rasa memiliki AUBMO dalam hati seluruh pengurus.

“Komunikatif harapannya mampu menjalin komunikasi yang baik antar mahasiswa Bidikmisi di Banyuwangi, juga dengan kemahasiswaan untuk berbagai keperluan, dengan ormawa lain di PSDKU serta organisasi bidikmisi universitas lainnya untuk memperluas relasi,” ujar Sabrina.

Inovatif maksudnya kreatif dalam menyusun dan menjalankan program kerja (proker red), artinya yang diadakan itu harapannya mampu dikemas beda dari proker-proker di periode sebelumnya.

“Ya intinya sesuatu inovatif, beda dari sebelumnya,” tegasnya.

Tanggap, jelasnya, tanggap dalam memfasilitasi pertanyaan dan kebutuhan mahasiswa Bidikmisi, utamanya dapat memberikan feedback secara efektif dan tepat sasaran dalam memberikan solusi.

Aspiratif, artinya mampu menampung aspirasi mahasiswa bidikmisi, kemudian menyalurkan aspirasi tersebut pada pimpinan maupun pihak kemahasiswaan, dan hasilnya harus diflorkan kembali pada mahasiswa bidikmisi sesuai kebutuhan.

“Kepengurusan organisasi AUBMO PSDKU UNAIR di Banyuwangi terdiri dari 5 kementerian yaitu kementerian Kewirausahaan, PSDM, Riskel, Kominfo, Pengmas,” tambahnya.

Sementara itu, Arif Syarifudin menambahkan, rencana ke depan, kami ingin keberadaan aubmo terasa lebih nyata, karena selama ini masih terkesan hanya dari mahasiswa bidikmisi saja yang mengetahui program kerja AUBMO, mungkin diluar mahasiswa bidikmisi ada yang belum tau AUBMO itu apa.

“Kami ingin meningkatkan eksistensi aubmo. Salah satunya melalui pembuatan mading, nantinya di mading ini selain untuk promosi proker yang akan datang, juga menampilkan dokumentasi proker yang sudah berjalan, mengenalkan seputar AUBMO, mewadahi karya mahasiwa Bidikmisi, serta mengapresiasi apabila ada mahasiswa Bidikmisi yang menorehkan prestasi,” tutur mahasiswa Aquakultur angkatan 2017 tersebut.

Jadi, imbuhnya, mahasiswa bidikmisi yang suka nulis dan bingung tulisannya mau kemanakan, bisa dikirimkan ke AUBMO untuk dipajang di mading tersebut.

Penulis: Siti Mufaidah




Ilustrasi oleh HMA PSDKU Banyuwangi

Pemenang Campus Ambasador Emban Amanah Baru sebagai Ketua HMA 2019

UNAIR NEWS – Dian Pratama, pemenang utama Duta Campus Ambasador PSDKU UNAIR di Banyuwangi 2018 mengemban amanah baru pada periode kepengurusan tahun 2019 sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

Amanah tersebut resmi diemban setelah melalui proses panjang Pemilihan Raya (Pemira) yang diikuti seluruh mahasiswa Prodi Akuntansi PSDKU UNAIR di Banyuwangi, uji publik, rekrutmen anggota pengurus HMA 2019, dan dilanjut dengan prosesi serah terima jabatan.

Mahasiswa kelahiran asli Bumi Blambangan itu, sebelumnya telah menjadi pengurus HMA pada periode kepengurusan tahun 2018 dan menjabat sebagai staff Kaderisasi. Sebelum kuliah, mahasiswa yang akrab disapa Dian sempat pula menjabat sebagai ketua OSIS di SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi. Dian juga sangat menyukai batik dan gemar terhadap kesenian daerah terutama gamelan.

Dian yang hobi menulis telah mengantongi sejumlah prestasi antara lain yaitu Juara utama Duta Campus Ambassador PSDKU UNAIR 2018, 50 penulis blog UNAIR teraktif dan terbaik, Oral Presenter dalam Comunity Development National Symposium, Sampoerna University Jakarta, Lolos Presentasi full paper dalam International Conference on Financial Criminology Jakarta, Oral Presenter dalam Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat, Universitas Brawijaya Malang, Oral presenter seminar nasional poster hasil pengabdian masyarakat Universitas Brawijaya Malang.

Mengusung Kabinet Abhinaya

Bersama wakilnya Nofel Andriawan, Dian mengusung kabinet Abhinaya dengan total jumlah pengurus sekarang sebanyak 40 mahasiswa. Dian juga menuturkan bahwa moto dari kabinet Abhinaya adalah berkarakter, antusias dan loyalitas. Logonya berwarna kuning dan semakin merah keatas, melambangkan semakin tahun semangat warga Akuntansi harus semakin kuat dan membara. Ada satu dasar api yang menjadi tumpuan yaitu melambangkan angkatan yang dulu menggerakkan dan membangun akuntansi, yaitu angkatan 2014.

“Api tersebut membentuk sebuah keris yang mengartikan bahwa kita harus mencintai budaya,” tutur Dian.

Tangan menyatu yang menjunjung api dan berbentuk seperti piala melambangkan semangat akuntansi untuk meraih prestasi, sebagai mana misi kabinet abhinaya yaitu solidaritas dan semangat berprestasi.

Kelopak bunga yang mekar berwarna merah seperti bunga mawar dengan tiga kelopak. Mawar merupakan perlambangan untuk “keharuman”. Keharuman merupakan kiasan dari berkah safaat yang berlimpah. Mawar dalam bahasa jawa berasal dari kata Mawi Arsa atau kehendak niat. Dalam menghayati kebudayaan terutama budaya yang ada dalam akuntansi hendaknya dengan niat.

“Mawar bisa juga diartikan awar–awar atau supaya tawar. Artinya buatlah hati menjadi tawar atau tulus. Jadi dalam mengabdi menjadi pengurus HMA harus berdasarkan ketulusan, dan menjalani sesuatu tanpa pamrih,” pungkas Dian.

 

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan




Ilustrasi oleh PSDKU UNAIR Banyuwangi

Ketua GS PSDKU UNAIR Banyuwangi 2019 Sempat Berlaga di PIMNAS

UNAIR NEWS – Wakili kampus PSDKU UNAIR di Banyuwangi diajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-30 Tahun 2017 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Alvin Avia Aprilliana mendapat amanah baru sebagai ketua Ormawa Garuda Sakti PSDKU UNAIR di Banyuwangi periode 2018/2019 didampingi wakilnya Arum Pratiwi.

Kali itu timnya diketuai oleh Muhammad Reynaldy Thoriq bersama ketiga anggota lainnya, Alvin  menjadi tim pertama mewakili kampus PSDKU UNAIR Banyuwangi yang lolos Pimnas dengan PKM-bidang pengabdian masyarakat Pada Anak Berkebutuhan Khusus di SMPLB Negeri Banyuwangi.

Sebelumnya, tim Alvin sempat lolos pendaan PKM oleh Dikti ditahun 2016, kemudian berlanjut tahun berikutnya dengan PKM yang berbeda lolos sebagai finalis di Pimnas, dan ditahun ketiga sebagai ketua, menorehkan kembali prestasi sebagai peraih insentif PKM KT (AI/GT) Dikti tahun 2018.

Mengemban amanah baru, Alvin bersama wakilnya resmi menjabat sebagai ketua Ormawa Garuda Sakti pada pertengahan Desember dengan beberapa program kerja unggulan, diantaranya yaitu monitoring dan evaluasi internal dan eksternal PKM 5 bidang, School of Mawapres (SOM), Airlangga Creative Classes (AICE) dan SI GS (Share Info Garuda Sakti).

Alvin menuturkan visinya adalah mewujudkan organisasi yang mampu membangun mahasiswa berprestasi yang ahli dalam bidang keilmuan dengan berlandaskan nilai-nilai agama.

Untuk mencapai impian tersebut, Alvin bersama pengurus lainnya telah menyusun beberapa strategi yaitu dengan sering melakukan kegiatan monitoring, memantau tiap tim PKM supaya lolos didanai maupun PIMNAS, share info lomba seminggu sekali supaya mahasiswa tertarik untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut, dan sering melaksanakan kegiatan kelas menulis, kelas desain, kelas public speaking untuk memupuk minat mahasiswa dibidang keilmuan.

“Sejauh ini, kami memang bekerja keras untuk tanggungjawab PKM, bahkan sampai berhari-hari kadang untuk koreksi karya dari teman-teman, kami benar-benar memfasilitasi. Setiap tim kami dampingi satu persatu,” ujar mahasiswa prodi Aqua kultur tersebut.

Namun tidak sia-sia, imbuhnya, sejauh ini karya dari teman-teman semakin berkualitas. Dari segi kuantitas mungkin sedikit menurun dari tahun sebelumnya, namun dari segi proporsi kami masih cukup unggul.

“Dari 110 tim yang lolos dari UNAIR ditahun 2018, kami menyumbangkan 11 tim, bayangkan perbandingannya mahasiswa kami disini hanya secuil dari kampus induk namun yang lolos sekian,” jelas Alvin.

“Kami menargetkan tahun 2019, bisa naik baik dari segi kuantitas, kualitas maupun proporsinya,” tambah Alvin.

Jumlah pengurus Garuda Sakti periode 2019 sebanyak 42 mahasiswa, dibawah dosen pembimbing M. Thohawi Elziyad Purnama Drh., M.Si, pengurus dibagi dalam 5 divisi yaitu Divisi PKM, Divisi Mawapres, Divisi Prestasi, Divisi Kominfo, dan Divisi PSDM.

Arum Pratiwi saat diwawancarai UNAIR NEWS melalui Whatsapp menuturkan beberapa tugas pokok dan fungsi dari masing-masing divisi. Divisi PKM, bertugas dalam mewadahi, membantu kegiatan PKM (program Kreativitas mahasiswa) mulai dari pembuatan proposal sampai lolos tingkat nasional atau dapat disebut PIMNAS. Divisi Prestasi, bertugas untuk mempublikasikan berbagai macam informasi lomba, serta melakukan kegiatan yang berhubungan dengan keilmuan.

Divisi Mawapres, bertugas untuk mewadahi, membantu mahasiswa berprestasi dengan cara melakukan seleksi tingkat fakultas, universitas, hingga nasional. Divisi Kominfo, bertugas untuk membuat poster yang berhubungan dengan proker Garuda Sakti serta bertugas untuk mempublikasikan informasi terkait Garuda sakti dan terkahir Divisi PSDM, bertugas untuk merekatkan anggota Garuda sakti satu sama lain dengan program kerja yang mampu merealisasikan tujuan tersebut.

Penulis: Siti Mufaidah




ANAK-anak MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) 1 Banyuwangi belajar membuat makanan atau sarapan yang bergizi dan sehat dalam kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi pada Jum’at (14/12). (Foto: Agestin Awalin Kartikasari)

FKM UNAIR Banyuwangi Latih Anak Buat Sarapan Bergizi Seimbang

UNAIR NEWS – Sebagai civitas akademika perguruan tinggi, pasti tidak asing mengenai tiga hal yang harus dilakukan yang biasa disebut dengan tri dharma perguruan tinggi. Yakni, melakukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Berbicara mengenai pengabdian masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi menggelar kegiatan di MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) 1 Banyuwangi pada Jum’at (14/12). Kegiatan itu mengangkat tema ”Kreasi Menu Sehat Berbasis Pangan Lokal”.

Ditemui tim UNAIR NEWS, Ketua Panitia Kegiatan Syifaul Lailiyah, S.KM., M.Kes membenarkan pelaksanaan pengabdian masyarakat tersebut. Kegiatan itu, lanjut dia, menyasar siswa-siswi di tiga kelas, yaitu kelas V-A, V-B, dan V-C.

SESI foto bersama antara sejumlah dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi bersama anak-anak MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) 1 Banyuwangi pada Jum’at (14/12). (Foto: Agestin Awalin Kartikasari)
SESI foto bersama antara sejumlah dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi bersama anak-anak MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) 1 Banyuwangi pada Jum’at (14/12). (Foto: Agestin Awalin Kartikasari)

”Jadi, kalau pengabdian masyarakat dengan judul Kreasi Menu Sehat Berbasis Pangan Lokal memang sasaran kita adalah anak-anak usia sekolah dasar. Yang paling tepat untuk anak-anak adalah terkait dengan sarapan sehat,” tuturnya.

”Jadi, bagaimana sejak kecil mereka sudah membiasakan sarapan sebelum sekolah. Kita tahu bahwa anak-anak terkadang kalau pagi malas untuk sarapan dan terburu-buru karena kesiangan. Karena itu, penting bahwa mereka harus selalu membiasakan untuk sarapan. Bukan hanya sarapan, melainkan juga dengan sarapan makanan yang sehat dengan gizi seimbang,” imbuh dosen FKM UNAIR di Banyuwangi itu.

Syifaul mengungkapkan, tujuan kegiatan pengabdian tersebut adalah menstimulasi anak-anak untuk mewujudkan pola hidup bersih dan sehat. Stimulasi itu diharapkan memberikan pengetahuan sehingga anak-anak tertarik terkait dengan menu sehat yang berbasis gizi seimbang.

”Tujuan ini dilakukan dengan kita menyediakan berbagai macam menu. Kemudian, anak-anak yang memilih mana menurut mereka menu yang mengandung gizi seimbang. Lalu, mereka membuatnya,” ungkap Syifaul.

”Sedangkan tujuan yang kedua adalah kita dapat mengedukasi mereka. Harapannya pengetahuan dan kesadaran mereka untuk melakukan sarapan sehat semakin meningkat,” tambahnya.

Atas pergelaran kegiatan itu, Syifaul berharap anak-anak dapat mentransfer atau bisa menceritakan apa yang sudah mereka dapatkan di sekolah. Termasuk memberikan referensi lain kepada ibu mereka soal makanan yang mereka sukai, khususnya yang sehat dan bergizi seimbang.

”Di sisi lain, kita ingin bahwa pengabdian masyarakat ini berkelanjutan. Ketika tahun ini dengan sasaran anak-anak, tahun depan mungkin bisa Ibu-nya atau mungkin juga pengusaha catering atau kantin sehat di semua sekolah. Tujuannya, pengabdian masyarakat ini nanti saling berkelanjutan dan berkesinambungan, terutana sebagai upaya membiasakan masyarakat mewujudkan pola kehidupan yang sehat,” tutur Syifaul. (*)

 

Penulis: Reza Faujia (Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat PSDKU Banyuwangi)/ Feri Fenoria




Suasana Kuliah K3 FKM PSDKU UNAIR. (Foto: Istimewa)

Bahas K3 Pertambangan bersama HSE PT Bumi Suksesindo

UNAIR NEWS – Perdalam pengetahuan mahasiswa mengenai program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di pertambangan, program studi S1 Kesehatan masyarakat PSDKU UNAIR di Banyuwangi hadirkan langsung Staff HSE PT Bumi Suksesindo, Yan Probo Hanggono, S.KM., untuk mengisi kuliah tamu, Jumat (14/12).

Aan sapaan akrabnya, merupakan salah satu alumni FKM UNAIR jebolan tahun 2011. Saat ini ia menjabat sebagai salah satu staff HSE di PT Bumi Suksesindo, merupakan tambang emas terbesar di Jawa Timur berlokasi di Bukit Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi.

Sebelumnya Aan sempat berkarir di perusahaan kontruksi yaitu Wijaya Karya (WIKA) dan Petrosea. Aan menjelaskan, saat ini perluang berkarir bagi minat K3 cukup besar. Baik dari pemerintah maupun perusahaan sendiri sedang berupaya untuk mengembangkan program K3 bagi setiap proses produksinya.

“Hal ini dilakukan guna memperoleh output produktifitas kerja maksimal,” ujar Aan.

Dalam kesempatan itu Aan memaparkan mengenai dasar hukum K3 pertambangan, gambaran K3 pertambangan secara umum, proses kerjanya, aktifitas yang dilakukan tenaga kerja selama disana, serta upaya dan program K3 yang diterapkan. Secara khusus Aan menjelaskan mengenai peluang lulusan S.KM dibidang pertambangan.

“Kelebihannya kalau K3-nya lulusan S.KM itu analisis mengenai risiko penyakit akibat kerjanya lebih kuat. Kalau praktisi D3 atau D4 K3 lebih ke keselamatan kerjanya,” papar Aan.

Selain itu lulusan S.KM lebih mudah untuk berinteraksi dan mempengaruhi perilaku pekerja karena sudah terbiasa bergaul dengan masyarakat, kalau praktisi lebih seringnya bergulat dengan laboratorium.

Menurut Fairuz Iman Haritsah salah satu peserta kegiatan menuturkan, dalam kuliah tamu tersebut terjawab beberapa pertanyaan yang cukup menarik dari peserta, misalnya S.KM UNAIR sendiri kan ada banyak peminatan dan diambilnya baru disemeter 6, perlukah untuk mempelajari lainnya diluar minat?

“Perlu, bahkan penting, soalnya juga berguna. Teman saya ada yang dari minat gizi kerja di bidang K3, bahkan sekarang dia jadi ahli gizi bagi pekerja di bidang K3 minyak dan gas (Migas),” jawab Aan.

“Ada yang lain, misal ilmu perilaku (Departemen PKIP) apakah perlu? tentu sangat perlu, karena di dalam K3 salah satu tujuannya adalah mengubah perilaku pekerja dari yang tidak selamat menjadi selamat”, lanjutnya.

Makanya tidak ada yang sia-sia selama kita mau belajar, pungkas Aan.

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan




Serah terima pengurus Himpunan Mahasiswa FKM PSDKU. (Foto Istimewa)

Serah-Terima Jabatan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Banyuwangi

UNAIR NEWS – Resmi lengser, Kabinet Progresif Himpunan Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat PSDKU UNAIR di Banyuwangi (B-PHA) periode kepengurusan tahun 2018 resmi serahkan kepengurusan pada kabinet baru untuk periode kepengurusan 2019, Kamis (13/12).

Prosesi serah-terima jabatan dilakukan usai kegiatan kuliah tamu, kegiatan berupa simbolis penyerahan bendera kepengurusan B-PHA tahun 2018 kepada pengurus periode 2019. Penyerahan di lakukan oleh Saiful Aziz Setiyawan ketua B-PHA 2018 kepada Bintang Aji Pangestu ketua periode 2019.

Bintang, sapaan akrabnya, menuturkan, kegiatan sertijab tersebut merupakan awal berpijak untuk melanjutkan program kerja B_PHA.

“Menjadi ketua dan memegang koordinasi periode kepengurusan baru merupakan langkah awal, berpijak mengemban amanah dan tanggungjawab baru,” ujar Bintang.

Acara tersebut juga berbarengan dengan kuliah tamu mengenai akreditasi puskesmas berlokasi di Ruang MB101 Gedung Putih, Kampus Sobo PSDKU UNAIR Banyuwangi. Serah-terima jabatan dihadiri segenap mahasiswa prodi kesehatan masyarakat PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

Hadir pula Perwirani pembicara kuliah tamu sekaligus alumni UNAIR, perwakilan dosen, Dian Santoprayoga pembina B-PHA, pengurus himpunan mahasiswa program studi kesehatan masyarakat PSDKU UNAIR di Banyuwangi (B-PHA) periode kepengurusan 2018 dan 2019.

Pada kesempatan tersebut juga digelar pengucapan janji kepengurusan yang diikuti oleh seluruh pengurus B-PHA periode 2019. Saiful Aziz Setyawan berharap kepengurusan ditahun depan bisa semakin baik lagi.

“Harapannya semoga adek-adek pengurus baru dapat melanjutkan kepengurusan dengan lebih semangat, lebih mantap lagi prokernya dan semakin baik lagi progresnya, terimakasih sudah mau menjadi bagian dari B-PHA UNAIR 2019,” ucap Ajis.

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan