HMBP PSDKU Langsungkan Kuliah Umum Tentang Anisakis

UNAIR NEWS– Guna menjawab problema anisakiasis pada produk ikan kaleng, Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HMBP) PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi gelar Kuliah Umum pada beberapa waktu lalu.

Kepada UNAIR NEWS, ketua pelaksana kegiatan, Ilham Nur Nugroho mengungkapkan bahwa kegiatan itu dilakukan untuk menjawab keluhan mahasiswa mengenai anisakiasis pada produk ikan kaleng.

“Apakah itu berbahaya atau tidak. Dan kegiatan ini  sasarannya adalah mahasiswa dan beberapa perwakilan dosen PSDKU UNAIR di Banyuwangi,” ungkapnya.

Kegiatan itu, imbuhnya, dapat dilangsungkan atas kerja sama dengan dosen program studi Budidaya Perairan dan Departemen Riset dan Keilmuan HMBP PSDKU UNAIR di Banyuwang.

Kuliah Umum yang dilangsungkan di Ruang B101 Kampus Giri PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi itu berlangsung mulai pukul 09.00 pagi sampai pukul 11.00 siang. Dalam kesempatan tersebut juga menghadirkan pemateri Moh. Faizal Ulkhaq, S.Pi, M.Si salah satu dosen tetap Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR.

Dalam paparannya, Faizal menyatakan bahwa cacing yang ditemukan pada ikan kaleng komersial berupa cacing dari jenis anisakis. Spesies anisakis yang bersifat Zoonosis (menginfeksi baik manusia maupun hewan, red), menurutnya adalah anisakis simplex dan anisakis pregreffiti.”

“Anisakis umumnya ditemukan pada ikan karnivora seperti Ikan Tongkol, Ikan Kembung dan Ikan Kakap. Ikan terinfeksi anisakis akibat memakan Moluska atau Crustacea yang terinfeksi larva cacing. Cacing Anisakis di dalam tubuh ikan, ditemukan pada saluran pencernaan dan rongga perut,” tuturnya.

Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa cacing yang terdapat pada produk kaleng umumnya telah mati akibat pengolahan pembuatan ikan kaleng, terutama pada saat pemanasan. Akan tetapi, pada saat pengolahan, cacing anisakis akan menghasilkan ESP (Excretory-secretory product) yang bersifat alergi terhadap konsumen.

“Alergi dari ESP anisakis akan berdampak beberapa hari setelah mengkonsumsi ikan kaleng yang positif mengandung anisakis,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Faizal kembali mengatakan menegaskan bahwa semua itu kembali lagi pada masing-masing konsumen. Menurutnya, tidak semua konsumen dapat merasakan dampak dari ESP, tergantung pada respon tubuh konsumen terhadap zat allergen serta tingkat kekebalan tubuh dari masing-masing konsumen.

 

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan

 




Dukung Misi Kewirausahaan, HMA PSDKU Gelar Accounting Bussiness Plan Competition

UNAIR NEWS – Accounting Business Plan Competition 2018 atau yang dikenal sebagai ABC merupakan kompetisi business plan pertama yang telah dilaksanakan oleh HMA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi pada tanggal 04 hingga 06 Mei 2018. Event tersebut merupakan suatu ajang bagi Mahasiswa dan siswa SMA se-derajat di Kabupaten Banyuwangi untuk menuangkan ide kreatifnya dalam bidang ekonomi.

Mengutip dari pernyataan Indah Oktavia Utami selaku Ketua Pelaksana ABC 2018, Event bisnis bagi generasi muda ini  bertemakan “Semangat Muda Wirausaha” yang juga  merupakan suatu bentuk dukungan dari Himpunan Mahasiswa Akuntansi PSDKU UNAIR di Banyuwangi terhadap misi Kabupaten Banyuwangi sendiri yaitu misi Kewirausahaan.

“Kewirausahaan merupakan suatu hal yang menjanjikan pada era ini. Dengan adanya ABC 2018 ini semoga dapat menumbuhkan jiwa Kewirausahaan yang ada dalam diri pemuda di Banyuwangi khususnya, dan membantu merealisasikan potensi ide kewirausahaan mereka” ujarnya.

Terdapat beberapa rangkaian acara pada event itu yaitu Technical Meeting pada 04 Mei, Presentasi 10 kelompok terbaik dan Seminar Kewirausahaan pada 05 Mei di kampus PSDKU UNAIR Sobo Banyuwangi, serta workshop dan rewarding yang dilaksanakan di Osing Deles Café ‘n Resto Banyuwangi pada 06 Mei 2018.

Selain itu, tambahnya, peserta kompetisi tiap kelompok terdiri dari 3 orang. Kompetisi itu juga terdiri dari beberapa babak penyisihan mulai dari 10 terbaik yang harus merealisasikan serta mempresentasikan produk, lalu mengerucut menjadi 5 terbaik yang dipilih untuk mengikuti workshop serta rewarding.

“Tak hanya itu, selain menerima tropi dan uang tunai bagi Juara 1, 2 dan 3, dan merchandise untuk Juara harapan 1 dan 2, bagi 3, kelompok terpilih dari 5 terbaik juga berhak menandatangani MOU (Memorandum of Understanding) untuk melakukan kerjasama kontrak dengan HMA UNAIR Banyuwangi dalam hal branding serta pemasaran produk terpilih berkat ide bisnis kreatif,” tuturnya.

Ketiga kelompok terpilih yang berhak menerima kerjasama kontrak branding serta pemasaran produk dengan HMA PSDKU Banyuwangi yaitu tim dari SMAN 1 Giri Banyuwangi dengan ide bisnis kreatif berjudul “Kopi Biji Kurma Khas Mondoluko”, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dengan judul “Media Pembelajaran Speaking Tingkat SD Menggunakan Magic Card”, serta dari Universitas Airlangga dengan ide bisnis “Soker Siji (Bakso Kering Siap Saji)”. Yang mana sistem penilaian dari setiap kelompok didasarkan pada inovasi, manfaat, serta prospek daya saing produk yang secara keseluruhan diambil dari penilaian dewan juri.

 

Penulis: Iis Ananda Pratiwi (Mahasiswa S1 Akuntansi PSDKU UNAIR di Banyuwangi)

Editor: Nuri Hermawan




3 Mahasiswa dan 2 Dosen Wakili UNAIR Banyuwangi di The 5th ICTOH 2018

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa dan dua dosen mewakili PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi dalam The 5th Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2018, Senin (7/5). Mereka berhasil lolos sebagai oral presentator untuk memublikasikan hasil risetnya.

The 5th ICTOH 2018 telah menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, baik mahasiswa maupun masyarakat umum. Sebelumnya, para peserta itu mengikuti seleksi dengan mengirimkan abstrak berupa riset ilmiah atau contoh keberhasilan pengendalian tembakau.

Sub-tema dalam seleksi abstak tersebut, antara lain, Rokok sebagai Penghambat Pencapaian Window Opportunity Bonus Demografi; Pajak dan Cukai Rokok untuk Mengurangi Prevalensi Merokok; Rokok sebagai Pintu Masuk Narkoba; Peringatan Kesehatan Bergambar; Pelarangan Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok; dan Ancaman Perkembangan Variasi Produk Tembakau dan Rokok Elektrik.

Juga, Rokok sebagai Ancaman Kesehatan Ibu dan Anak; Peranan Profesi Kesehatan dalam Pengendalian Tembakau; Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Mencegah Perilaku Merokok; serta Alih Tanam Tembakau Menuju Kedaulatan Pangan. Termasuk Dukungan Upaya Berhenti Merokok; Ancaman Mekanisasi Industri Rokok; Kawasan Tanpa Rokok; Intervensi Industri Rokok; serta Rokok dan Kemiskinan.

Sementara itu, tiga mahasiswa PSDKU UNAIR Banyuwangi tersebut adalah Gayatri Ayodya, Siti Mufaidah, dan Rahmasuciani Putri. Ketiganya lolos seleksi abstrak di bidang riset ilmiah. Gayatri Ayodya mengusung judul riset “Opini masyarakat, pemilik warung dan penjaga warung terhadap peringatan kesehatan bergambar (Graphic Health Warning) di wilayah Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi tahun 2017”.

Gayatri mengungkapkan bahwa yang digunakan dalam penelitiannya adalah data sekunder. Yakni, yang berasal dari hasil survei evaluasi kebijakan larangan iklan luar ruang di Banyuwangi. Dalam riset itu, Gayatri ingin mengungkapkan bahwa tidak banyak perokok yang berpikir mau untuk berhenti dengan peringatan bergambar.

Kebanyakan di antara mereka tetap merokok. Namun, perokok tersebut lebih memilih rokok dengan gambar yang bukan penyakit.

”Sebenarnya mereka tau bahaya rokok dan takut melihat gambar penyakitnya, tapi belum menggerakkan mereka untuk berhenti merokok. Karena itu, masih diperlukan intervensi lanjutan agar mereka dapat benar-benar berhenti,” ujarnya.

Di sisi lain, Rahmasuciani dan Siti masing-masing mengusung judul “Perilaku Merokok pada Pasien Tuberkulosis di Tiga Puskesmas Kabupaten Banyuwangi” dan “Perbandingan Status Sosial Ekonomi Pemilik Warung dan Penjaga Warung Penjual Rokok Dan Masyarakat Umum”. Saat ditemui tim UNAIR NEWS, Putri mengakui bahwa tujuan awal keikutan itu adalah mencari pengalaman.

Mengingat, kegiatan tersebut merupakan yang kali pertama mereka diikuti. Khususnya menjadi presentator dalam ICTOH 2018.

”Lebih dari itu, kami bisa berkesempatan menambah relasi dengan bertemu para tokoh yang hadir,” katanya.

“Simposium itu juga merupakan kesempatan emas kami untuk memublikasikan riset ilmiah kepada khalayak umum. Jadi, penelitian kami bisa mendapatkan masukan untuk analisis riset kami,” imbuh mahasiswa semester IV tersebut.

Dua dosen yang turut lolos adalah Susy Katikana Sebayang dan Desak Made Sintha. Mereka juga berasal dari Program Studi Kesehatan Masyarakat PSDKU UNAIR di Banyuwangi. Keduanya masing-masing mengusung riset berjudul  “Kepadatan Penjual Rokok Dekat Kawasan Pendidikan dan Penolakan Pedagang untuk Menjual Rokok pada Pelajar di Banyuwangi, Jawa Timur” dan “Karakteristik Mahasiswa Universitas Airlangga di Banyuwangi yang Pernah Menggunakan Rokok Elektrik”. (*)

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Feri Fenoria Rifai




Mengintip Keunikan Munwa Pribadi PSDKU Banyuwangi

UNAIR NEWS – Awal berdirinya Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi pada tahun 2014 masih belum memiliki banyak kegiatan di luar perkuliahan. Seiring berjalannya waktu, beberapa mahasiswa angkatan pertama memiliki ide untuk membentuk suatu komunitas yang berbeda dengan beberapa organisasi yang saat itu juga dalam masa pembentukan.

Dibentuklah suatu komunitas yang diberi nama Protokoler dengan ketua Anggun Mochamad yusuf, yang tidak lain sebagai pendirinya. Komunitas itu berdiri didasarkan atas rasa kekeluargaan, persaudaraan, dan tolong menolong. Begitulah sepenggal penjelasan dari  Ketua Munwa Pribadi 2018 Muhammad Reynaldy Thoriq Al Islam.

“Jadi Munwa Pribadi ini berdiri berdasarkan rasa kekeluargaan, saudara, dan tolong menolong. Begitu harapan dari pendiri Munwa Pribadi,” tuturnya.

Menurutnya, pada tahun 2015 karena beberapa pertimbangan, nama Protokoler berganti nama menjadi Munwa Pribadi yang merupakan kepanjangan dari Komunitas Mahasiswa Pengembangan Diri dan Kepribadian.

“Jadi sesuai dengan namanya saat awal beridir, komunitas ini  bergerak di bidang keprotokoleran. Yang mana pada kegiatannya mencangkup public speaking, table manners, etiket pergaulan, tata tempat, tata penghormatan dan tata upacara, serta keprotokoleran yang berkaitan dengan MC,” terangnya.

Dalam realitas kegiatan Munwa Pribadi, imbuhnya, berbagai pelatihan keprotokoleran sendiri langsung dilakukan oleh pihak Pemda Banyuwangi. Bahkan dalam kegiatan praktik lapangan langsung pada kegiatan-kegiatan di Banyuwangi. Kegiatan yang dimaksud seperti Banyuwangi Ethno Carnival, Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Beach Jazz Festival dan banyak kegitan Banyuwangi lainnya.

“Keikutsertaan para anggota untuk terjun langsung pada berbagai kegiatan di Banyuwangi dapat membentuk dan melatih langsung cara menghadapi berbagai karakter orang,” jelasnya.

Meski turut aktif pada kegiatan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Munwa Pribadi juga memiliki kegiatan besar intern tahunan yaitu perayaan Kartini. Perayaan kartini sendiri diadakan untuk ketiga kali sampai tahun 2018 ini. Perayaan yang pertama bernama Airlangga Fashion week, kemudian yang kedua perayaan Kartini dan untuk tahun ini 2018 Munwa Pribadi mengusung Kartini dengan malam puncak disertai penyematan mahkota pada campus ambassador yang telah terpilih pada serangkaian kegiatan sebelumnya.

“Dengan serangkaian kegiatan yang dijalani komunitas Munwa Pribadi diharapkan dapat bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri dan komunitas tapi juga masyarakat luas khususnya Banyuwangi yang dikenal dengan Blue fire dikawah ijennya,” pungkasnya.

 

Penulis: Nabila Khusna Amalia (Mahasiswa FKM PSDKU 2017)

Editor: Nuri Hermawan




Tingkatkan Kualitas Program Studi Akuntansi PSDKU Lewat Akreditasi

UNAIR NEWS – Setelah dua program studi lainnya yakni Kesehatan Masyarakat dan Budidaya Perairan PSDKU UNAIR Banyuwangi divisitasi, kali ini, giliran Program Studi Akuntansi PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi yang mendapat visitasi pada Jumat (14/4).

Kedatangan Tim Assessor, Dr Sylvia Veronica Nps,Dr, S.E., Ak., dari Universitas Indonesia dan Dr Etna Nur Afri Yuretta, SE., M.Si., Akt., dari Universitas Diponegoro Semarang disambut oleh Wakil Rektor II UNAIR Muhammad Madyan Dr., SE., M.Si., M.Fin.

Selain itu, hadir pula Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto, Drh., DEA., Sekretaris Badan Penjaminan Mutu UNAIR Helmy Yusuf, jajaran Dekanat FEB UNAIR, Koordinator PSDKU Prof. Suryanto S.Pi., M.Si., dan 4 kepala program studi PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

Menanggapi kunjungan itu, A.A.Gede Satia Utama, SE.,M.Si.,Ak., selaku Kepala Program Studi Akuntansi PSDKU UNAIR di Banyuwangi mengatakan bahwa untuk meyakinkan para assesor, ia menghadirkan beberapa calon pengguna lulusan yang sudah bekerja sama dengan UNAIR sejak awal berdirinya kampus PSDKU terutama terkait mahasiswa magang dan skripsi.

“Yaitu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banyuwangi, Badan Pendapatan Daerah(Bapeda) Banyuwangi, perwakilan instansi perbankan yang ada di Banyuwangi baik yang negeri maupun yang swasta, perwakilan dari Kantor Bea Cukai Banyuwangi dan beberapa instansi swasta lainnya,” tuturnya.

Mengenai hasil, ia berharap bahwa hasil dari akreditasi itu dapat mempertahankan kualitas dari unsur Tri Darma perguruan tinggi yang sudah sangat baik dilakukan di UNAIR.

“Sama halnya bagi kampus PSDKU di Banyuwangi dan bagi mahasiswa hasil akreditasi ini akan menjamin kualitas mereka dalam memasuki dunia pekerjaan setelah mereka lulus,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Triyan Rediyanto mahasiswa program studi akuntansi PSDKU UNAIR di Banyuwangi angkatan 2014, kegiatan itu melibatkan seluruh civitas akademika. Termasuk, memberikan pengalaman bagi mahasiswa.

“Berhadapan langsung dengan assessor merupakan hal yang paling menantang adenalin. Bagi kami ini merupakan hal baru. Setiap lini yang berhubungan dengan prodi dinilai dengan sangat rinci mulai dari assessment berkas, proses belajar, lokasi kegiatan minat bakat, laboratorium, ruang baca, hingga kegiatan organisasi mahasiswa pun tak luput dalam prosesi assasement ini,” ungkapnya.

Proses assasement itu berjalan selama tiga hari mulai tanggal 12 sampai dengan 14 April 2018. Mengenai hal itu, Triyan berharap bahwa semoga pelaksanaan visitasi itu dapat memberikan hasil akreditasi yang baik seperti yang menjadi tujuan bersama.

“Kami mahasiswa Akuntasi PSDKU Banyuwangi dan masyarakat luas tentunya menginginkan lulusan sarjana akuntansi yang berkualitas,” tambah Triyan.

Penulis: Siti Mufaida

Editor: Nuri Hermawan




HMA PSDKU Gelar Youth Science Paper Competition 2018

UNAIR NEWS – YSPC atau Youth Science Paper Competition 2018 merupakan lomba karya tulis ilmiah mahasiswa tingkat nasional yang memberikan wadah kepada mahasiswa untuk menuangkan ide kreatifnya terkait ekonomi melalui karya tulis ilmiah. Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan YSPC.

Menurut Sulistyo Primadani selaku ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) PSDKU UNAIR, berbeda dari tahun sebelumnya, YSPC 2018 kali ini mengambil tema “Digital of Economic”. Ekonomi digital, baginya, merupakan suatu hal yang kompleks dan merupakan fenomena yang baru muncul terkait dengan aspek-aspek ekonomi mikro, ekonomi makro, dan teori organisasi dan administrasi.

“Ekonomi digital akan menjelaskan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi beberapa dekade yang akan datang. Selain itu, ekonomi digital memiliki banyak sub sektor yang dapat memperluas ruang para mahasiswa yang ingin mengkaji bahasan ini melalui media karya tulis ilmiah. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi ide dan gagasan baru mengenai ekonomi digital dari mahasiswa di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Subtema YSPC kali ini, imbuhnya, antara lain yaitu Business and Economy, Information and Technology, Social and Culture,  Hospitality dan Tourism. Pendaftaran dan pengumpulan full paper gelombang I pada 9 April-9 Mei 2018; gelombang II, 10 Mei-10 Juni 2018; dan gelombang III pada 11 Juni-10 Juli 2018. Seleksi full paper pada 11 Juli-31 Juli 2018.  Pengumuman lolos 10 besar 1 Agustus 2018. Daftar ulang pada 2 – 16 Agustus 2018. Technical Meeting pada 24 Agustus 2018. Presentasi lolos full paper 25 Agustus 2018 dan pelaksanaan field trip pada 26 Agustus 2018.

Syarat dan ketentuan peserta lomba paper competition ini yaitu peserta adalah seluruh mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta jenjang D3/D4/S1 di seluruh Indonesia dan mencakup mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, satu tim peserta LKTI terdiri dari tim berisi 2-3 orang dari satu universitas yang sama, satu tim diperkenankan membuat lebih dari satu karya tulis dengan ketentuan ketua tim yang berbeda, karya merupakan ide, gagasan, atau hasil penelitian yang belum pernah atau tidak sedang dikompetisikan serta belum pernah dipublikasikan atau diperlombakan sebelumnya dalam bentuk apapun, panitia memiliki hak publikasi penuh atas karya yang masuk untuk keperluan publikasi penelitian dan pelayanan kepada masyarakat dengan hak cipta tetap dimiliki oleh peserta.

Hadiah lomba paper competition YSPC ini yaitu Juara I mendapatkan sertifikat + trophy + Rp. 2.000.000; Juara II mendapat Sertifikat + Trophy + Rp. 1.500.000,- dan Juara III mendapatkan Sertifikat + Trophy + Rp. 1.000.000 dan semua peserta mendapatkan sertifikat.

Jadi tunggu apalagi? Prepare your best team to join our great event!!!

 

Penulis: Siti Mufaida

Editor: Nuri Hermawan




Kerja Sama UNAIR – Unsyiah Siap Latih Bidan dan Kader

UNAIR NEWS – Guna mencegah bahaya depresi pada ibu hamil dan menyusui dan melihat bahaya depresi ibu pada masa hamil dan menyusui, Program Studi (prodi) Kesehatan Masyarakat PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi bekerja sama dengan Prodi Psikologi Universitas Syiah Kuala adakan pelatihan bagi bidan dan kader di Banyuwangi, pada awal bulan lalu.

Kegiatan itu didukung oleh Lentera Kaji dan juga Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme yang diadministrasikan oleh Australia Award in Indonesia. Pelatihan dilaksanakan selama empat hari, terhitung mulai 9 hingga 12 April 2018. Kegiatan itu bertempat di Ruang Minak Jinggo, Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, dan Ruang Pertemuan, Puskesmas Licin, Banyuwangi.

Pada acara tersebut dibuka oleh Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Banyuwangi. Tujuan kegiatan itu sendiri untuk membangun kapasitas bidan dan kader kesehatan dalam menskrining ibu hamil dan menyusui dengan masalah depresi peripartum dan memberi mereka dukungan yang diperlukan.

Menurut Susy K. Sebayang, SP., M.Sc., Ph.D., selaku salah satu panitia penyelenggara dari prodi Kesehatan Masyarakat PSDKU UNAIR di Banyuwangi mengatakan, bahwa dalam kegiatan itu dikembangkan modul pelatihan dan buku pegangan konsultasi lapangan yang dapat digunakan oleh bidan dan kader kesehatan dalam pekerjaan mereka di lapangan.

“Modul dan buku pegangan ini disesuaikan dengan bahasa yang berbeda di Banda Aceh dan Banyuwangi sehingga terdapat alat ukur dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Madura, Osing dan Aceh. Dengan demikian diharapkan alat ukur ini dapat digunakan oleh tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah di mana bahasa-bahasa tersebut digunakan,” tuturnya.

Selanjutnya, pelatihan yang tersebut , imbuhnya, telah menarik minat beberapa pihak termasuk dari salah satu desa di Bojonegoro yang berkeinginan untuk mendapat pelatihan yang sama.

Pada akhir pelatihan, ia mengatakan bahwa akan dihasilkan 12 bidan, 6 perawat, dan 40 kader kesehatan di Banyuwangi yang terlatih untuk menskrining ibu hamil dan menyusui yang mengalami depresi peripartum di wilayah layanan mereka. Sehingga, tandasnya, dari pelatihan dapat memberikan rujukan dan dukungan yang tepat.

“Hasil pelatihan akan dievaluasi dua bulan setelah pelatihan untuk menilai seberapa baik bidan dan kader kesehatan menyerap pengetahuan baru ini dan menerapkannya dalam layanan perawatan rutin antenatal dan postnatal.,” tambahnya.

Sementara itu, menurut dr. Juwana S.N., selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Banyuwangi mengatakan bahwa hasil pelatihan itu akan sejalan dengan program Sakinah yang dikembangkan di posyandu-posyandu di Banyuwangi. Setelah di Banyuwangi, imbuhnya, pelatihan yang sama akan dilaksanakan di Banda Aceh.

“Kegiatan ini akan menjadi yang pertama di Indonesia yang menunjukkan bahwa perawatan rutin sebelum dan sesudah melahirkan dapat memberikan dukungan untuk ibu hamil dan menyusui tidak hanya untuk kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental,” katanya.

Penulis: Siti Mufaida

Editor: Nuri Hermawan




Sekolah Legislatif FKM PSDKU Undang DLM dan Ketua BLM FKM UNAIR 2018

UNAIR NEWS – Salah satu program kerja di Himpunan Mahasiswa (HIMA) Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga, Banyuwangi Public Health Assosiation (B-PHA) yaitu sekolah legislatif. Kegiatan yang diadakan pada hari Sabtu (7/4) itu, mendatangkan pemateri dari anggota Dewan Legislatif Mahasiswa UNAIR dan ketua Badan Legislatif Mahasiswa FKM UNAIR 2018.

Sekolah legislatif merupakan salah satu program kerja yang baru terealisasikan pada periode B-PHA tahun ini. Dalam kesempatan tersebut, penanggung jawab program kerja yaitu Nahda Ruce Triyanti, berusaha mengundang anggota DLM UNAIR dan Ketua BLM FKM UNAIR untuk datang ke Banyuwangi, menjadi pemateri dalam sekolah legislatif tersebut.

Paparan materi dalam kegiatan tersebut diisi oleh Della Safera Pradanti, mahasiswi FKM angkatan 2015, yang merupakan anggota DLM UNAIR 2018 dan Fatin Zuhra, mahasiswi FKM angkatan 2015 yang menjabat sebagai ketua BLM FKM UNAIR 2018.

“Sekolah legislatif ini diadakan karena untuk membantu mahasiswa berorganisasi. Masih banyak mahasiswa yang mengikuti organisasi, tapi belum dapat berkontribusi dengan maksimal, sehingga dengan adanya sekolah legislatif, berharap dapat membuat mahasiswa dapat berkontribusi didalam organisasi dengan cukup maksimal,” tutur Nahda.

Sekolah legislatif yang dihadiri 38 peserta mahasiswa itu diadakan di Kampus Sobo, Ruang MA102, dimulai pukul 10.00 WIB dan diawali dengan pemateri yang menjelaskan secara singkat tentang DLM UNAIR dan BLM FKM UNAIR. Selanjutnya dibentuk kelompok diskusi agar mahasiswa langsung dapat mempraktikkan apa yang sudah disampaikan oleh pemateri.

“Acaranya seru, banyak ilmu yang belum diketahui tentang organisasi tapi setelah ikut sekolah legislatif, jadi menambah wawasan mengenai kelegislatifan dan keorganisasian,” tutur Nadiyah, salah satu mahasiswi PSDKU UNAIR angkatan 2017 yang mengikuti acara dari awal hingga akhir.

Sedangkan menurut Nika, salah satu mahasiswi angkatan 2017 mengungkapkan saran untuk acara sekolah legislatif kedepannya.

“Semoga kedepannya peserta yang mengikuti acara sekolah legislatif tidak hanya dari FKM saja, tetapi semua prodi yang ada di PSDKU UNAIR dapat mengikuti acara ini,” katanya.

 

Penulis: Nur Makkatul M. (Mahasiswi FKM’17 PSDKU UNAIR di Banyuwangi)

Editor: Nuri Hermawan




Mahasiswa Kedokteran Hewan PSDKU Berbagi Kebahagiaan di SMPLB Banyuwangi

UNAIR NEWS – Sebagai perwujudan rasa cinta kasih dan saling menolong bagi mereka yang membutuhkan serta untuk menjalin silturahmi, beberapa waktu yang lalu, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi melaksanakan kegiatan rutin tahunan berupa bakti sosial. Kegiatan itu merupakan salah satu upaya pewujudan Tri Dharma Perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan sebagai bentuk pengabdian dari mahasiswa kedokteran hewan PSDKU UNAIR di Banyuwangi kepada masyarakat sekitar. Sasaran dari kegiatan itu adalah siswa-siswi SMPLB Banyuwangi dengan melibatkan seluruh civitas akademika FKH PSDKU UNAIR di Banyuwangi. Bagi siswa SMPLB kegiatan itu sangat mengedukasi mereka untuk mengenal tentang kegiatan bakti sosial tersebut.

Menurut Bodhi Agustono, drh., selaku penanggung jawab kegiatan, kegiatan tersebut rutin dilakukan 2 kali setiap tahunnya. Untuk bakti sosial kedua akan dilaksanakan pada saat Bulan Ramadhan mendatang  dengan melibatkan seuruh mahasiswa baru angkatan 2017 untuk bergabung dalam kepanitiaan kegiatan itu. Tujuan melibatkan mahasiswa angkatan 2017, menurut dosen yang biasa dipanggil Bodhi, tidak lain untuk mempererat seluruh mahasiswa baru 2017 Fakultas Kedokteran Hewan dalam membangun team work pada suatu organisasi nantinya.

“Kegiatan itu harus terus dibudayakan agar tidak memutus silaturahmi dengan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, mewakili mahasiswa, Winda Kusuma mengatakan bahwa kegiatan itu sangat bermanfaat. Pasalnya, selain untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa, dampaknya ke SMPLB juga besar. SMPLB, imbuhnya, juga benar-benar membutuhkan bantuan karena pemerintah tidak memberi bantuan kepada mereka sehingga mereka mendapatkan sumbangsih dari masyarakat sekitar. Winda juga menjelaskan bahwa kegiatan itu diharapkan dapat menginspirasi orang-orang sekitar

“Karena murid SMPLB adalah murid yang berprestasi. Untuk sementara ini memang kegiatan bakti sosial fokus di SMPLB Banyuwangi karena satu hal yang bekelanjutan lebih bermakna daripada hanya mengejar ketenaran di mata publik,” ungkapnya.

Kegiatan itu berlangsung pukul 14.00 WIB di SMPLB Banyuwangi, diawali registrasi seluruh peserta. Kegiatan berlansung dengan meriah dengan banyak hiburan yang ditampilkan baik dari peserta maupun dari siswa-siswi SMPLB Banyuwangi. Dalam kegiatan tersebut peserta juga berkesempatan untuk bertukar pengalaman dengan siswa-siswi SMPLB. Kemudian, kegiatan diakhiri dengan pemberian sembako oleh mahasiswa kepada pihak SMPLB serta ditutup dengan doa.

Penulis: Siti Abidah Alfirdausy (Mahasiswa S1-Pendidikan Dokter Hewan)

Editor: Nuri Hermawan




LDK PSDKU Adakan Peringatan Isra’ Mi’raj bersama Mahasiswa

UNAIR NEWS – LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi merupakan komunitas minat dan bakat (komikat) yang menaungi kegiatan mahasiswa bidang agama Islam di PSDKU. Salah satu bentuk program kerja dari LDK adalah peringatan hari besar Islam yaitu Isra’ Mi’raj.

Untuk itu, LDK PSDKU UNAIR Banyuwangi menggelar peringatan Isra’Mi’raj 1439 H dengan acara ceramah akbar bersama Ustadz Muhammad Faishol, M.Pd, Jumat (20/4).

Serangkaian peringatan Isra’ Mi’raj 1439 H antara lain penyebaran poster online mengenai perintah sholat yang dimuat di media sosial LDK seperti instagram, official account LINE, facebook, dan ceramah akbar yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa PSDKU UNAIR di Banyuwangi yaitu terdiri dari empat fakultas.

Acara ceramah yang berlokasi di Musholla Al-Kautsar SMKN 1 Banyuwangi tersebut dimulai pada pukul lima sore sampai dengan pukul sembilan malam. Kegiatan diawali dengan salat maghrib berjamaah kemudian dilanjut dengan penampilan hadrah dari grup hadrah siswa-siswi SMKN 1 Banyuwangi.

Usai penampilan dari hadrah, peserta melaksanakan salat isya berjamaah dan acara puncak pun dimulai sekitar pukul tujuh malam. Acara puncaknya yaitu ceramah akbar. Kali ini, tema yang diangkat dalam ceramah akbar tesebut adalah “Meraih Kebahagiaan dengan Lima Waktu”.

Fathi Izzuddin, selaku ketua LDK menuturkan bahwa kegiatan itu mengajak para mahasiswa untuk kembali mengingat betapa pentingnya peristiwa Isra’ dan Mi’raj sebagai peristiwa tentang perintah sholat 5 waktu.

“Supaya mahasiswa senantiasa menjaga salatnya dan saya rasa antusias dari peserta sangat tinggi,” ujar mahasiswa yang akrab dipanggil Faiz.

Faiz juga berharap civitas akademika muslim PSDKU UNAIR di Banyuwangi mendapatkan siraman qalbu untuk me-refresh rohani setelah berkutat dengan kehidupan kampus yang begitu padat.

“Semoga kegiatan dalam memperingati hari besar islam dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya sebagai program kerja dari LDK ini sendiri,” jelasnya.

Keberlangsungan dari acara ceramah tersebut lancar dan tanpa adanya halangan yang berarti. Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan dari panitia Isra’ Mi’raj kepada Ustadz Muhammad Faishol, M.Pd, selaku penceramah dalam acara tersebut.

 

Penulis: Chintya Devi (Mahasiswa FKM 2015 PSDKU UNAIR di Banyuwangi)

Editor: Nuri Hermawan