NANIK Ning Rahayu, mahasiswi UNAIR PSDKU yang beruntung dengan mendapatkan sebuah sepeda gunung di perayaan Dies Natalis Ke-64 UNAIR. (Foto: Ragas)

Kemeriahan Dies Natalis Ke-64 UNAIR di Banyuwangi Bagi-Bagi Hadiah

UNAIR NEWS – Peringatan Dies Natalis Ke-64 Universitas Airlangga tidak hanya dimeriahkan di kampus pusat Surabaya. Civitas akademika Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNAIR di Banyuwangi turut memperingati dan memeriahkan hari ulang tahun UNAIR tersebut.

Salah satu hal yang menjadi daya tarik tersendiri di Dies Natalis UNAIR PSDKU adalah doorprize dan puluhan hadiah hiburan lainnya yang diundi secara acak di tengah-tengah serangkaian kegiatan internal Dies Natalis pada Minggu (18/11). Pasalnya, mahasiswa UNAIR yang hadir tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan kupon undian. Namun, setiap mahasiswa yang hadir hanya diberi jatah satu kupon undian.

”Kami sengaja tidak menjual tiket undian kepada mahasiswa. Karena, tujuan kami, doorprize ini menjadi daya tarik mahasiswa untuk hadir ke acara dies natalis internal pada Minggu pagi ini,” tutur Diah Susi, ketua pelaksana Dies Natalies ke-64 UNAIR di kampus Banyuwangi.

Ungkapan tersebut tidak berlebihan. Ratusan mahasiswa UNAIR menghadiri serangkaian kegiatan internal dies natalis yang dilaksanakan di Stadion Diponegoro, Banyuwangi.

Meski demikain, Candra Dwi, salah seorang mahasiswa UNAIR di Banyuwangi, mengungkapkan bahwa dirinya bersama teman-teman hadir bukan kerena doorprize. Justru tidak begitu mengetahui tentang adanya doorprize tersebut.

”Malah saya baru tahu, ada doorprize saat absensi tadi tiba-tiba diberi kupon. Ya semoga saja nanti rejeki saya,” tutur salah seorang mahasiswa FEB itu.

Setelah berbagai kegiatan digelar, mulai jalan sehat, lomba tradisional antar fakultas, penampilan hiburan dari mahasiswa UNAIR, sampai colour run, tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Yakni, pengundian doorprize.

”Seperti biasa lah pengundian hadiah utama pasti di akhir-akhir. Tapi, untuk puluhan doorprize hiburan sudah kami undi sejak pagi di sela-sela kagiatan,” imbuh Diah.

Dua hadiah utama yang disiapkan panitia berupa printer dan sepeda gunung. Pengundian hadiah utama diambil alih oleh Ketua Keluarga Mahasiswa M. Bayu Alfian. Akhirnya didapatkan dua nomor yang beruntung. Yakni, Rina Sulistyana, mahasisiwa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 2016, mendapatkan sebuah printer dan Nanik Ning Rahayu, mahasiswa FPK 2016, mendapatkan sepeda gunung.

Saat didatangi oleh Tim UNAIR NEWS pada Minggu siang, Rina mengungkapkan kehagiaannya. Hadiah itu, ungkap dia, sungguh tidak terduga.

”Awalnya, saya tidak percaya, namun tetap optimis hingga saya tunggu sampai acara selesai. Sebenarnya saya mengharapkan sepeda gunung, tapi Alhamdulillah saya mendapatkan sebuah printer, semoga saja printer ini bisa bermanfaat untuk skripsi saya nanti,” ujarnya.

Hampir sama dengan Rina, Nanik tidak menyangka mendapatkan doorprize sepeda. Hanya, Nanik berharap bertambahnya usia bagi UNAIR mampu menjadikan refleksi untuk menjadi lebih baik lagi.

”Semoga UNAIR semakin baik. Khususnya UNAIR di Banyuwangi. Semoga semua aspek di UNAIR semakin maju. Mulai SDM hingga sarana dan prasananya Aamiin,” Pungkasnya.

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria




Jalan Santai Meriahkan 64 Tahun Dies Natalis UNAIR di Banyuwangi

UNAIR NEWS – Dalam rangka memeriahkan peringatan Dies Natalis ke-64 Universitas Airlangga, PSDKU UNAIR di Banyuwangi menyelenggarakan jalan santai bersama sivitas akademika. Jalan santai berlokasi di lapangan Stadion Diponegoro Kabupaten Banyuwangi, Minggu (18/11).

Lebih dari 200 mahasiswa PSDKU UNAIR di Banyuwangi mengikuti jalan santai di sepanjang jalur jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi. Hadir kala itu, A.A Gde Satia Utama sekretaris koordinator PSDKU UNAIR di Banyuwangi memberikan sambutan.

“Flashback dari tahun-tahun sebelumnya, tanun ini lebih luas lagi sasarannya. Lokasinya pun lebih mantap lagi. Harapannya, setiap tahun bisa terus meningkat. Bangga atas kerja keras panitia,” ujar pria yang akrab disapa Agung itu.

Serangkaian peringatan Dies Natalis di PSDKU UNAIR Banyuwangi sudah dimulai sejak awal November lalu. Mulai dari seminar nasional dari masing masing program studi, hingga kompetisi seni dan kebudayaan untuk eksternal kampus.

“Saya apresiasi kekompakan komunikasinya antara panitia dan dosen tahun ini. Karena serangkaian acara Dies Natalis ini adalah dari kita untuk kita,” tambahnya.

Diah Susi selaku ketua pelaksana menuturkan, serangkaian acara yang berlangsung yaitu dimulai dengan jalan sehat, games bagi mahasiswa dan dosen, awarding mahasiswa berprestasi, colour party, dan ditutup dengan konser Ghea Indrawari, finalis Indonesian Idol.

“Semoga teman-teman dari UNAIR bisa menikmati acara yang telah kita rancang. Kami berharap acara bisa berjalan lancar hingga penghujung acara,” ujar Diah.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Bayu Alfian ketua keluarga mahasiswa juga menambahkan bahwa kegiatan Dies Natalis kali itu sekaligus tahun kelima berdirinya kampus PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

“Semoga kampus PSDKU bisa lebih maju dan terus berkembang,” tambah Bayu. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Binti Q. Masruroh




Dies Natalis ke-64, UNAIR Banyuwangi Berikan Award Mahasiswa Berprestasi

UNAIR NEWS – PSDKU Universitas Airlangga  di Banyuwangi memberikan award bagi mahasiwa berprestasi, baik bidang akademik maupun non akademik. Pemberian award yang berlokasi di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Minggu (18/11), masuk dalam serangkaian acara Dies Natalis UNAIR ke-64 tahun. Penghargaan ini diberikan kepada mahasiwa yang paling banyak mengukir prestasi selama tahun 2018 dari keempat prodi dan masing-masing angkatan.

Kepada UNAIR NEWS Ketua Keluarga Mahasiswa PSDKU UNAIR di Banyuwangi Mohammad Bayu Alfian mengaku bangga atas prestasi rekan-rekan di kampus Banyuwangi.

“Saya berharap apresiasi kali ini bisa membangkitkan semangat teman-teman,” ujar mahasiswa yang akrab di sapa Bayu itu.

“Kami bangga, prestasi mereka telah mampu menggaungkan nama kampus UNAIR Banyuwangi baik di cabang lomba lokal maupun internasional,” tambahnya.

Inriza Yuliandari misalnya. Mahasiwa berprestasi angkatan 2015 prodi Kesehatan Masyarakat berhasil lolos seleksi 9th Nganget International Work Camp (NIWC) pada pertengahan tahun 2018. Ia mengaku berterima kasih kepada kampus atas penghargaan yang diberikan.

“Saya sebentar lagi jadi alumni. Terimakasih atas penghargaan yang diberikan. Saya berharap adik-adik PSDKU UNAIR di Banyuwangi bisa melanjutkan nantinya,” ujar mahasiwa yang akrab disapa Inriza itu.

Mahasiswa yang meraih penghargaan prestasi akademik maupun non akademik dari prodi kesehatan masyarakat dari angkatan 2015-2017 antara lain Inriza Yuliandari, Wahyu Febriawan, Azmi Nur F., Rahma Suciani P., Ahmad Rido’i Yuda P. Wahyu Febriawan, dan Bintang Aji P.

Sementara dari prodi akuntansi yaitu Arina Manasika, Desy Rizky P., Afika Rana Zahari, Rara Ayu dan Mira Puspita. Dari prodi kedokteran hewan, Winda Kusuma Dewi, Erwan Budi H., Ahmad Rajul Dinul, dan Adam Fahmi Fiqih. Dari prodi akuakultur yaitu M. Fatikh Wirawan, Indra Wicaksono, Nanik Ning Rahayu, dan Filza Wahyu Mahadi. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Binti Q. Masruroh




FOTO bersama ketiga pemateri seminar nasional akuakultur dengan beberapa peserta seminar. (Foto: Tim Pubdekdok)

Gelar Seminar, Akuakultur UNAIR Banyuwangi Diskusikan Optimalisasi Potensi

UNAIR NEWS – Bidang akuakultur atau budidaya perikanan sudah seharusnya menjadi perhatian nasional dalam pengembangannya. Kontribusi akuakultur Indonesia terhadap produksi perikanan dunia terus mengalami peningkatan.

Salah satu faktor yang mendukung, yaitu potensi lahan yang dimiliki Indonesia masih begitu luas dan belum sepenuhnya tergarap. Selain itu, Indoensia kaya akan keanekaragaman hayati. Sebanyak 45 persen spesies ikan dunia terdapat di Indonesia.

Meskipun bidang perikanannya dibagi menjadi dua, yakni penangkapan dan akuakultur, kini Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan sektor penangkapan. Indonesia harus fokus untuk pengembangan sektor akuakulturnya.

Hal tersebut dilakukan demi keberlanjutan dan menjaga kondisi sungai atau laut Indonesia yang masih ada. Sebab, saat ini sektor penangkapan di Indonesia telah mencapai titik over fishing. Karena itu, yang terancam bukan hanya biota, kondisi lingkungan pun berpotensi rusak.

Pengembangan akuakultur di Indonesia harus dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Menjawab hal tersebut, Program Studi Akuakultur PSDKU Universitas Airlangga Banyuwangi bersama Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan mengadakan seminar nasional yang bertajuk ”Pengembangan Potensi Akuakultur Menuju Pembangunan Perikanan Indonesia yang Berkelanjutan” pada Jum’at (16/11) di gedung Aula Minak Jinggo, Pemerintah Daerah Banyuwangi.

Sesi pertama dibawakan oleh Moh. Saikhu Sabah selaku ketua kelompok pembudidaya ikan air tawar Dunia Air Genteng-Banyuwangi. Dalam pemaparannya, dia menyampaikan potensi perikanan tawar di Kabupaten Banyuwangi

Menurut Saikhu, Banyuwangi merupakan kabupaten yang sangat berpotensi di bidang perikanan. Terdapat lima hal yang menjadi potensi perikanan di Banyuwangi.

”Yaitu, sumber perairan melimpah, banyak kanal atau sungai, banyak bendungan dan embung desa, banyak kawasan sisa galian pasir, dan pekarangan yang kurang termanfaatkan,” tuturnya.

Jika lima hal tersebut bisa termanfaatkan. Sangat mungkin sektor perikanan di Banyuwangi meningkat pesat. Namun, hal itu juga bergantung pada regulasi dari pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri.

Selanjutnya, sesi kedua diisi oleh Ir. Pantja Walujo Prasetyanto dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi. Dalam materinya, dia berfokus pada peningkatan produksi perikanan budidaya payau di Indonesia.

”Terdapat tiga strategi dasar dalam pengembangan akuakultur. Yakni, ekstensifikasi, intensifikasi, dan diversifikasi,” katanya.

”Jika diambil contoh suatu usaha tambak, ekstensifikasi ini memperbanyak cabang-cabang usaha tersebut di berbagai daerah. Untuk intensifikasi dengan menambah lebih banyak jumlah dalam satu jenis komoditas yang dibudidayakan. Sedangkan, untuk diversifikasi, yaitu dengan menambah berbagai jenis komoditas yang dibudidayakan,” tambahnya.

Berikutnya, sesi ketiga dibawakan oleh Dr. Gede Sumiarsa dari Balai Besar Riset Budidaya Air Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol. Dalam pemaparannya, dia berfokus pada komoditas air laut yang berpotensi dikembangkan di Indonesia.

”Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa. Beberapa komoditas perikanan laut yang berpotensi untuk dikembangkan, yaitu teripang, abalon, tuna, ikan kuwe, dan lobster. Syukurnya, semua komoditas tersebut sudah berhasil dikembangkan di Gondol. Tinggal menyuluhkan ke para pembudidaya, kecuali lobster yang masih tersedat regulasi dari pemerintah,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria




SULISTYO Primadani, sebelah kiri, sedang menandatangani ikrar dan penetapan hari akuntan muda Indonesia. (Foto: Pribadi)

Kisah Mada Wakili Akuntansi UNAIR Banyuwangi Hadiri FCAE

UNAIR NEWSThe Future Chartered Accountants Event (FCAE) merupakan suatu acara berskala nasional yang bertujuan menyatukan calon pemimpin masa depan bidang akuntansi serta membangun komunitas akuntansi yang lebih besar di Indonesia. FCAE tersebut tidak disia-siakan oleh Program Studi (Prodi) Akuntansi PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi untuk hadir dan mengembangkan prodi mereka.

Dijelaskan oleh Sulistyo Primadani alias Mada saat didatangi tim UNAIR NEWS pada Rabu (7/11), bahwa program studi akuntansi PSDKU diundang oleh Student Community ICAEW yang merupakan sebuah asosiasi di bawah naungan Institute of Chartered Accountant in England and Wales. Yakni, sebuah organisasi profesi akuntansi global yang berpusat di Inggris dan memiliki anggota 150.000 yang tersebar di lebih dari 154 negara.

”Kami diundang ke Jakarta untuk menghadiri FCAE dalam rangka ikrar mahasiswa akuntasi dan penetapan hari akuntan muda Indonesia,” tutur ketua Himpunan mahasiswa akuntansi PSDKU tersebut.

Prodi akuntansi PSDKU bisa mendapatkan undangan untuk menghadiri FCAE karena selama dua tahun terakhir ini sudah bekerja sama dengan baik bersama ICAEW. Tepatnya dalam melaksanakan Mock Exam di kampus PSDKU.

Dirasa suatu kesempatan untuk mengembangkan prodi akuntansi PSDKU Banyuwangi, Mada sebagai Kahima akuntansi tidak menyia-nyiakan kesempatan emas, hingga memberanikan diri untuk berangkat dari Banyuwangi ke Jakarta.

”Sebelumnya saya konsultasikan dahulu ke KPS dan dosen, dan akhirnya beliau-beliau mendukung saya untuk berangkat,” imbuhnya.

Tidak hanya hadir untuk formalitas undangan, Mada bersama Prodi Akuntansi PSDKU Banyuwangi membawa misi tertentu. Yakni, silaturahmi dan branding Prodi Akuntansi PSDKU Banyuwangi.

”Tujuan saya hadir ke Jakarta, yaitu untuk silaturahmi dengan himpunan dan komunitas akuntansi yang turut hadir. Sebab, saya di sana mewakili Prodi Akuntansi PSDKU Banyuwangi,” ujarnya.

”Selain itu, selama di Jakarta, saya selalu berusaha untuk mengenalkan kampus PSDKU, terutama prodi akuntansi ke luar. Bahwa akuntansi ada di PSDKU Banyuwangi dengan kompetensi yang sama dengan kampus pusat dan memiliki kegiatan himpunan mahasiswa yang tidak kalah dengan kampus besar lainnya,” imbuh Mada.

Selain mendapatkan kesempatan melakukan branding kampus dan memperkuat relasi, mahasiswa akuntansi itu menjadikan kesempatan tersebut untuk berproses yang lebih baik. Sebab, mahasiswa yang mampu lolos dalam Mock Exam ICAEW, bisa berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa CFAB dan tes Chartered Accountant secara gratis.

”Saya sangat yakin, bahwa prodi Akuntansi PSDKU Banyuwangi ini mampu bersaing dengan kampus lain. Sebab, mayoritas mahasiswa akuntansi PSDKU tergabung dalam anggota USS (University Student Scheme) dengan banyak keuntungan, seperti ICAEW library, student community, exam resources, dll. Saya berharap mereka mampu untuk memaksimalkannya,” pungkas Mada. (*)

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria




MAHASISWA FPK dan FKM bersama siswa-siswi SDN 2 Karangrejo membersihkan pesisir pantai Pulau Santen-Banyuwangi. (Foto: Bastian Ragas)

Aksi Bersih Pantai Tutup Serangkaian Pengmas COSFET 2018

UNAIR NEWS – Setelah berhasil melancarkan serangkaian kegiatan COSFET di SDN 2 Karangrejo-Banyuwangi pada September dan Oktober, kegiatan COSFET akhirnya mencapai puncak acara yang dikemas dengan mengangkat tema bersih pantai. COSFET (Coastal School for Environmental Health) merupakan program kerja gabungan antara Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HMBP) dan Banyuwangi Public Health Association (B-PHA atau Hima FKM) Universitas Airlangga Banyuwangi.

Dijelaskan oleh Indra Wicaksono selaku ketua pelaksana COSFET sekaligus kepala Departemen Pengabdian Masyarakat HMBP UNAIR Banyuwangi, kerja sama HMBP dengan B-PHA untuk program kerja COSFET itu bermula dari kegiatan sharing proker antar kedua hima. Kemudian, kedua pihak sadar jika ada proker yang memiliki tujuan yang sama.

”Akhirnya kami sepakat untuk bekerja sama,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Perikanan dan Kesmas PSDKU Berkalaborasi Lancarkan Program Kerja COSFET

 

Acara puncak sekaligus menjadi penutup serangkaian pengmas COSFET 2018 mengusung tema bersih pantai di pesisir pantai Pulau Santen-Banyuwangi. ”Kami mengusung acara bersih pantai di acara puncak COSFET. Sebab, itu adalah tujuan awal proker ini,” tutur Indra.

Sebelum berkolaborasi dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), program COSFET awalnya merupakan program kerja milik Departemen Pengabdian Masyarakat HBP UNAIR Banyuwangi. Tujuan awalnya adalah aksi bersih pantai selama satu hari tanpa kegiatan mengajar untuk siswa SD.

”Setelah kami sepakat bekerja sama dengan B-PHA, akhirnya kami kembangkanlah program kerja ini. Yakni, dengan menambahkan kegiatan mengajar sebanyak tiga pertemuan di SDN 2 Karangrejo dengan target sasaran kelas IV dan V,” ungkapnya.

”SDN 2 Karangrejo dipilih karena dekat dengan daerah pesisir Pulau Santen-Banyuwangi sehingga kami tidak repot saat melancarkan aksi bersih pantai yang juga mengerahkan siswa-siswi SD,” imbuhnya.

Aksi bersih pantai yang dilaksanakan pada Sabtu (3/11) tersebut mengerahkan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Turut serta pula sejumlah siswa-siswi kelas IV dan V SDN 2 Karangrejo.

SISWI SDN 2 Karangrejo bersama komunitas Banyuwangi Osoji Club (Foto: Bastian Ragas)
SISWI SDN 2 Karangrejo bersama komunitas Banyuwangi Osoji Club (Foto: Bastian Ragas)

Sebelum terjun untuk melaksanakan kagiatan bersih pantai, COSFET mengundang Banyuwangi Osoji Club untuk mengisi materi tentang pentingnya penanganan sampah. Komunitas yang bergerak di bidang kebersihan lingkungaan tersebut diundang karena dirasa memiliki visi dan misi yang sejalan dengan kegiatan COSFET tersebut.

”Kami memilih Banyuwangi Osoji Club karena komunitas ini sangat aktif dan sudah terkenal di Kabupaten Banyuwangi. Jadi, kami harap Osoji Club dapat memberikan pemahaman kepada peserta, terutama siswa SD,” ungkap Indra.

Dengan membawakan materi tentang ”Marine Debris”, dr. Bintari Wuryaningsih berhasil memompa semangat peserta COSFET. Karena itu, saat aksi bersih pantai, peserta mengetahui mana sampah yang berbahaya dan perlu dibuang di tempat yang tepat.

”Saya berharap kegiatan COSFET ini dapat dilaksanakan kembali dengan sasaran yang berbeda dan melibatkan lebih banyak komunitas pecinta lingkungan di Kabupaten Banyuwangi,” ungkap dr. Bintari. (*)

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria




Tebar Senyum dan Edukasi Gizi di Taman Blambangan

UNAIR NEWS – Terus memberikan kontribusi positif, mahasiswa program studi Kesehatan Kasyarakat PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi berikan edukasi gizi bertajuk B2SAH (Beragam, Bergizi, Seimbang, Sehat, dan Halal). Edukasi diberikan pada warga lansia, dan games bagi anak-anak yang berkunjung di Taman Blambangan, Banyuwangi, Minggu (28/10).

Kegiatan itu dipelopori oleh Divisi Human Resource and Development (HRD) dan Health Politic and Critical (HPC) himpunan mahasiswa prodi kesehatan masyarakat PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

Erlin Qur’atul Aini koordinator biro HRD B-PHA UNAIR Banyuwangi mengungkapkan, kegiatan pengabdian ini merupakan serangkaian kegiatan lanjutan dari 3th Anniversary BPHA dimana kegiatan ini melibatkan volunteer dari masing-masing angkatan.

“Selain memberikan edukasi gizi, kami juga membagikan makanan gratis pada lansia yang berkunjung di Taman Blambangan berserta leaflet mengenai makanan yang beragam, bergizi, seimbang, sehat, dan halal,” ujar mahasiswa asal Banyuwangi itu.

Dalam games terbuka terdiri dari lompat katak -lompat pada kotak-kotak dengan bentuk menyerupai tugu-, dan lempar gelang pada botol. Pada setiap sesinya anak-anak diberikan pertanyaan kuis dan doorprize seputar pengetahuannya tentang gizi. Tujuannya, agar pengetahuan mereka tentang makanan bergizi bisa lebih luas.

“Kegiatan ini cukup menarik. Pasalnya, saya diberikan penjelasan mengenai makanan yang tetap aman untuk dikonsumsi bila mengalami keluhan penyakit tertentu. Dan beberapa mitos juga dijelaskan. Ada pula informasi mengenai perpaduan makanan yang apabila dikonsumsi justru membuat zat gizinya tidak bisa diserap tubuh. Misalnya meminum teh dengan susu,” ujar Luluk Indah, salah satu peserta yang berkunjung. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Binti Q. Masruroh




Maba Akuntansi Ajak Kelompok Tani Macanputih Manfaatkan Buah Pepaya

UNAIR NEWS – Mahasiswa baru prodi Akuntansi PSDKU Universitas Airlangga Banyuwangi melakukan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi pemanfaatan buah pepaya. Sosialisasi itu diberikan kepada petani di Desa Macanputih Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi, Minggu (28/10).

Pengmas bertajuk FORZA yang telah berlangsung sejak pertengahan September lalu dipopulerkan oleh Divisi Kominfo (Komunikasi dan Informatisi) himpunan mahasiswa Akuntansi (HMA).

Ketua HMA Sulistyo Primadani mengungkapkan, pengmas ini dilakukan sebagai bentuk lanjutan dari kaderisasi mahasiswa baru. Tujuannya, untuk memupuk kepedulian sekaligus memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berhasil menyasar 30 petani di lingkungan Desa Macanputih yang terbagi menjadi 10 kelompok tani. Mereka tersebar di seluruh kawasan Desa Macanputih,” ujar Fathan Taufiq, ketua pengmas yang merupakan mahasiswa baru prodi Akuntansi PSDKU UNAIR Banyuwangi.

Rangkaian acara pengabdian masyarakat dimulai sejak pagi hingga sore hari mulai dari pemberian materi, games, dan praktik pembuatan olahan dari papaya.

“Kami menjelaskan pada kelompok tani mengenai pemanfaatan buah pepaya. Bijinya dapat dijadikan sebagai kopi dan daging buahnya digunakan untuk selai isian roti. Dan banyak inovasi olahan pepaya lainnya. Produk tersebut kami beri nama Oppay, tujuannya untuk branding,” lanjut Fathan.

Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana dari mahasiswa baru angkatan 2018. Melalui kegiatan ini Fathan berharap, produk Oppay bisa menjadi makanan khas olahan masyarakat Desa Macanputih. Sehingga, dapat memacu peningkatan perekonomian masyarakat di sana. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Binti Q. Masruroh




Ulang Tahun Ketiga, Himpunan Mahasiswa Kesmas Banyuwangi Pererat Silaturahmi

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi memperingati anniversary kali ketiga, Sabtu (27/10). Anniversary berkonsep garden party dengan melibatkan seluruh mahasiswa prodi kesehatan masyarakat dan jajaran dosen pengajar.

Dihiasi lampu dan bunga berwarna-warni, kegiatan berlokasi di lapangan futsal Gadung A, Kampus Giri PSDKU UNAIR Banyuwangi. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Meytha Nuraini, S.KM., MScPH pemateri dalam kegiatan alumni  sharing session.

Ketua HIMA Saiful Azis Setyawan mengungkapkan, peringatan anniversary merupakan bentuk terima kasih pada senior yang telah membangun pondasi himpunan, membangun keakraban antar angkatan, dan juga dosen. Sekaligus, sebagai bentuk refresing dari padatnya kegiatan perkuliahan.

Acara Anniversary merupakan serangkaian acara yang terdiri dari malam keakraban dan pemotongan tumpeng, Sabtu (27/10), dan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung pada Minggu (28/10).

Sore hari sebelum malam keakraban, mahasiswa dibagi menjadi beberapa tim untuk mengikuti acara game. Hal ini untuk mempererat tali silaturrahmi dan agar saling mengenal sekaligus menguji kekompakan tiap angkatan. Malam harinya, ada kegiatan sharing dari alumni sekaligus ketua pertama B-PHA Yogi Yuwono.

“Senang sekali bisa bertemu kembali dengan adik-adik di sini. Semangat terus jangan sampai patah semangat. Menjadi angkatan pertama bukanlah hal yang mudah, harus berjuang dari nol, tidak tahu arah harus kemana, meraba-raba untuk menemukan jalan dan akhirnya bisa sukses merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Kami sudah membukakan jalan, mari berjuang dan buktikan kualitas terbaikmu,” ujar Yogi menitipkan pesan penuh makna.

Suasana haru terasa selama acara diskusi. Cerita haru perjuangan angkatan pertama jadi momen tak terlupakan. Kembang api dan pemotongan tumpeng diiringi lagu selamat ulang tahun turut menambah suasana haru dan senang memeriahkan acara.

Himpunan mahasiswa Kesehatan Masyarakat (B-PHA) PSDKU Universitas Airlangga dibentuk pada 18 Oktober 2016, ketua pertama adalah Yogi Yuwono dan wakilnya Ogis Mega Pratiwi (2016) dengan nama kabinet 1 for outstanding. Kemudian, disusul pada tahun berikutnya diketuai oleh Hanien Firmansyah dan wakilnya Saiful Azis Setyawan (2017) dengan nama kabinet Harmoni. Tahun ketiga kepengurusan dilanjutkan oleh Saiful Azis Setyawan dan wakilnya Fairuz Iman Haritsah (2018) dengan nama kabinet progresif. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Binti Q. Masruroh




SISWA-siswa SDN 2 Karangrejo-Banyuwangi bersama mahasiswa Perikanan dan Kesehatan Masyarakat UNAIR PSDKU. (Foto: Bastian Ragas)

Perikanan dan Kesmas PSDKU Berkalaborasi Lancarkan Program Kerja COSFET

UNAIR NEWS – COSFET (Coastal School for Environmental Health) merupakan program kerja gabungan antara Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HMPB) dan Banyuwangi Public Health Association (B-PHA), himpunan mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat.

Dijelaskan oleh Indra Wicaksono selaku ketua pelaksana COSFET sekaligus kepala departemen pengabdian masyarakat HMBP, kerja sama HMBP dengan B-PHA untuk program kerja COSFET itu bermula dari kegiatan sharing proker antar kedua Hima. Kemudian, dari kedua pihak tersadar jika ada proker yang memiliki tujuan yang sama.

”Akhirnya kami sepakat untuk bekerja sama,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa FKM dirasa lebih berpengalaman dalam bidang sosialisasi kepada masyarakat. Terutama kepada anak-anak SD. Sebab, dari FKM sendiri, sudah ada mata kuliah khusus sosialisasi.

”Jadi, harapan kami, FKM dapat menyempurnakan proker ini guna terwujudnya goal dari COSFET ini,” imbuhnya.

Kegiatan COSFET yang mengambil sasaran siswa SDN 2 Karangrejo-Banyuwangi, khususnya kelas IV dan V tersebut. Tujuan kegiatan tersebut adalah memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara mencegah kerusakan lingkungan, terutama lingkungan pesisir bagi anak-anak SD.

”Kami memilih SDN 2 Karangrejo ini, selain letaknya di daerah pesisir, SD ini sendiri awalnya memang merupakan sekolah Adiwiyata yang basic-nya memang sudah ditanamkan untuk menjaga lingkungan. Jadi, kami hadir untuk memperkuat basic tersebut,” ujar Indra.

Sosialisasi COSFET telah dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 22 September, 6 Oktober, dan 21 oktober, dengan subtema yang berbeda setiap pertemuannya.

Subtema tersebut, antara lain, pemilahan sampah, dampak sampah terhadap biota, dan sanitasi lingkungan. Dalam pelaksanakan sosialisasi, panitia menerapkan sistem teori dan praktik. Sistem teori dilaksanakan di dalam kelas, sedangkan untuk praktiknya dilakukan di halaman sekitar sekolah.

”Kami sengaja menambahkan praktikum di COSFET ini. Agar siswa SD ini lebih mudah memahami apa yang sebenarnya kita sampaikan. Misalnya kita ingin menyampaikan pemilahan sampah, pada hari itu kami sediakan satu karung sampah campuran organik dan non organik, kemudian bersama siswa SD. kami mencontohkan cara memilah mana sampah organik dan mana yang termasuk sampah non-organik. Sekaligus kami jelaskan juga dampaknya,” jelas Indra.

”Meski sosialisasi COSFET telah dilaksanakan, namun COSFET belum berakhir. Sebab, kegiatan puncak kami, yaitu gerakan pesisir. Ini masih akan berlangsung pada 3 November besok,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil ketua pelaksana COSFET sekaligus Kepala Departemen SAS (Pengmas B-PHA) Intan Ayu menambahkan bahwa dirinya berharap COSFET bisa bekelanjutan untuk generasi Hima selanjutnya. Bahkan, COSFET bisa menjadi proker tahunan yang menggabungkan dua program studi, bahkan lebih.

”Mungkin juga, setiap tahun, kita mengangkat tema yang berbeda, tetapi tetap bernama COSFET yang berbasis edukasi pesisir dengan sasaran yang berbeda pula,” katanya. (*)

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria