Peserta LKMM-TD PSDKU UNAIR Banyuwangi 2019 saat sesi foto bersama (Foto: Melan Argarini)

Kata Mereka Usai Tiga Hari Ikuti LKMM-TD PSDKU UNAIR Banyuwangi

UNAIR NEWS – Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa – Tingkat Dasar (LKMM-TD) merupakan salah satu bentuk upaya atau pengembangan mahasiswa dengan memberi bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam manajemen organisasi mahasiswa baik intra maupun antar perguruan tinggi. LKMM-TD telah dilaksanakan di PSDKU UNAIR Banyuwangi selama tiga hari, dengan diikuti ratusan mahasiswa dari semua ormawa di PSDKU UNAIR Banyuwangi.

Lantas, apa pendapat para peserta LKMM-TD PSDKU UNAIR Banyuwangi 2019? Apakah membawa kebermanfaatan program tersebut ? Berikut telah UNAIR NEWS rangkum pendapat dari beberapa peserta LKMM-TD PSDKU UNAIR Banyuwangi terkait hal tersebut.

Ananda Wildhan, Akuakultur’2018

“LKMM-TD sendiri memberikan saya banyak pengetahuan manajemen organisasi yang sebelumnya tidak saya ketahui. Berbagai materi pun telah disampaikan dan salah satu yang menurut saya penting yaitu, materi tentang penyelesaian konflik, dimana semua itu penting bagi keberhasilan organisasi masing-masing.”

Roberthus Nughriyanto, Akuntansi’2017

“Kegiatan ini sangat cocok untuk pengembangan diri mahasiswa yang ingin mendalami ilmunya manjadi seorang organisator, dan menurutku juga, lewat program ini mahasiswa akan menemukan legalitas akan identitas keorganisasiannya, serta akan lebih seimbang pula jika mahasiswa ini berproses dan mengembangkan diri bukan hanya di internalnya saja, tapi juga di eksternal juga dalam urusan berorganisasi.”

Desi Natalia, Kesehatan Masyarakat’2017

“Program ini sangat seru, menambah ilmu dan pengalaman saya, serta saya menjadi tahu bagaimana cara menjadi seorang leader dalam suatu organisasi, serta bisa tahu mengenai proses yang harus ada dan ditempuh dalam sebuah organisasi.”

Almujaddidi, Kedokteran Hewan’2018

“Menurut saya kegiatan ini begitu seru dan sangat menambah wawasan bagi peserta agar semakin kompeten dalam memanajemen diri di kegiatan berorganisasi untuk semakin aktif berkontribusi dan berprestasi. Benar-benar seru dan bermanfaat banget, saya sendiri gak nyesel ikut kegiatan ini, walaupun waktu kegiatannya pas akhir pekan waktu kita santai atau gabut, hehehe.

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan




Pemaparan materi oleh Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, Drh., M.Si., pada LKMM-TD 2019. (Foto: Ragas)

LKMM-TD PSDKU Banyuwangi Fokus Ajari Manajemen Organisasi

UNAIR NEWS – Menjadi salah satu program kerja utama yang menjalankan visi dan misi Universitas Airlangga, program Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) kembali dilaksanakan pada tahun 2019 oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) KM PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

Program LKMM-TD berlangsung selama 3 hari mulai Jum’at (15/3) hingga Minggu (17/3), bertempat di aula Minak Jinggo pemerintah kabupaten Banyuwangi. Dalam sambutan di hari pertama LKMM-TD, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, Drh., M.Si., mengungkapkan bahwa program LKM-TD tersebut merupakan kesempatan yang baik untuk mahasiswa berproses.

Tidak hanya itu, dosen yang akrab disapa Thohawi tersebut juga menjelaskan bahwa LKMM-TD tersebut juga semacam kaderisasi yang membahas tentang manajemen organisasi. Untuk manajemen diri, lanjutnya, sudah didapatkan mahasiswa sejak mahasiswa baru di kaderisasi universitas  dalam berbagai program seperti Amerta, PKKMB, VOD maupun kaderiasi prodi.

“Luaran dari kegiatan ini adalah kalian kembali ke ormawa kalian masing-masing, baik KM, Hima, BSO, maupun komikat, lalu kalian benahi alur dan budaya organisasi kalian disana, mulai sistem organisasinya hingga program kerjanya,” jelas kemahasiswaan PSDKU UNAIR Banyuwangi tersebut.

Program yang diikuti oleh ratusan mahasiswa PSDKU UNAIR di Banyuwangi dari angkatan 2017 dan 2018 tersebut disi oleh 8 pemateri dari dosen PSDKU UNAIR Banyuwangi. Selama 3 hari berlangsung, para pemateri LKMM-TD menyampaikan total 13 materi kepada peserta, mulai dari materi arah kebijakan pengembangan kemahasiswaan hingga teknik penyusunan usulan kegiatan mahasiswa.

Salah satu materi yang dirasa penting yaitu tentang penentuan tolok ukur keberhasilan. Dalam pemaparan materinya, Thohawi menjelaskan bahwa kegiatan mahasiswa PSDKU UNAIR di Banyuwangi sangat banyak, namun proposal usulan kegiatannya masih kurang bisa dipertanggungjawabkan, salah satunya yaitu dibagian tolok ukur keberhasilan.

“Kebanyakan tolok ukur keberhasilan kalian itu masih rancu, belum jelas dan mengambang,” jelasnya.

Dosen FKH yang sangat akrab dengan mahasiswa tersebut juga memberikan contoh tolok ukur keberhasilan pada suatu kegiatan pelatihan ELPT. Menurutnya, salah satu contoh tolok ukur keberhasilan yang baik untuk kegiatan tersebut yaitu, peserta mampu mengerjakan soal listening sebanyak 50 butir dengan benar.

“Indikator tolak ukur itu tidak hanya kuantitatif, kualitas juga penting. Jangan menargetkan jumlah peserta, karena percuma jika kualitas masih belum jelas,” pungkasnya.

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan




Suasana diskusi peserta bersama asisten pemandu dalam program LKMM-TD 2019 (Foto: Bastian Ragas)

Wujudkan Mahasiswa yang Berkualitas, KM PSDKU Terus Tingkatkan Konsep LKMM-TD

UNAIR NEWS – “Mahasiswa bukanlah siswa,” tegas Ahmed Sultan Afif Shiddiq, salah satu mahasiswa PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi. Sebagai mahasiswa ia berpendapat, bahwa mahasiswa memang berbeda dengan siswa. Menurutnya, menjadi mahasiswa tidak hanya berkesempatan untuk belajar di dalam ruang kuliah saja, namun mahasiswa telah diberi fasilitas oleh kampus untuk mengembangkan dirinya masing-masing dalam menghadapi dunia kerja nantinya.

Dengan sokongan dana kampus melalui Keluarga Mahasiswa (untuk PSDKU Banyuwangi, red), mahasiswa berhak dan berkewajiban menggunakan dana kampus tersebut untuk membuat suatu kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan kampus sesuai kebutuhan.

Secara tidak langsung, kampus telah melatih para mahasiswanya untuk berproses menghadapi dunia kerja nantinya. Oleh karena itu, untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, diperlukan kualitas sumber daya mahasiswa yang berkualitas, agar fasilitas yang ada dapat digunakan secara optimal dan bermanfaat. Salah satu program di PSDKU UNAIR Banyuwangi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa yaitu Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa – Tingkat Dasar (LKMM-TD).

Selaku Kepala Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) KM 2019, Ahmed menjelaskan, bahwa fokus dalam LKMM-TD yaitu dalam hal manajemen kegiatan.

“Output yang kami harapkan yaitu, peserta yang tergabung ini nanti mampu mengembangkan kegiatan di ormawanya masing-masing,” jelas mahasiswa akuakultur tersebut.

Menerapkan sistem delegasi untuk menjaring peserta, LKMM-TD yang dilaksanakan selama 3 hari mulai Jum’at (15/3) hingga Minggu (17/3) tersebut dilaksananakan di Aula Minak Jinggo Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Kami memberikan kuota untuk KM dan Hima 5 nama, BSO 3 nama, dan komikat 2 nama. Tapi, kami juga memberikan 9 slot nama untuk mahasiswa non ormawa, dengan syarat mereka harus membuat essay tentang manajemen diri terlebih dahulu,” imbuhnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Ahmed menjamin bahwa LKMM-TD tahun 2019 lebih terukur dan lebih jelas outputnya, yaitu membahas mulai dari tingkat dasar seperti, keuangan, kesekretariatan, analisis SWOT, dan hal-hal dasar lainnya yang harus dipahami sebelum menentukan atau membuat kegiatan. Selain itu ia juga mengatakan, bahwa untuk asisten pemandu LKMM-TD 2019 sudah diseleksi dengan ketat, dengan syarat utama yaitu telah mengikuti LKMM-TM dan LKMM-TL sebelumnya.

Sebagai penanggungjawab program LKMM-TD 2019, Ahmed berharap agar seluruh peserta mampu menerapkan dan mengembangkan ilmu yang telah di dapat ke ormawanya masing-masing, sehingga semua kegiatan yang dilaksanakan bisa lebih dirasakan kebermanfaatannya. Selain itu, ia juga berharap untuk peserta LKMM-TD mempunyai semangat untuk lanjut ke tingkat menengah dan lanjut.

“Kalau bukan mereka-mereka siapa lagi ?,” pungkasnya.

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan




Paling kanan, Rakian Rizki Dermawan, mahasiswa Akuakultur PSDKU UNAIR Banyuwangi yang dinobatkan sebagai 2nd Runner Up Mister Jawa Timur 2019 (Foto: istimewa)

Kesibukan Kampus, Tak Menghalangi Rakian Berprestasi di Eksternal Kampus

UNAIR NEWS – Kampus atau universitas merupakan wadah bagi mahasiswanya untuk berkembang dan maju. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Rakian Rizky Dermawan, salah satu mahasiswa Program Studi Akuakultur PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi.

Baginya, menjadi mahasiswa hanya untuk belajar di dalam kelas adalah kesalahan. Pasalnya, menjadi mahasiswa memiliki kebebasan tersendiri untuk hidupnya, seperti kebebasan untuk berkarya, kebebasan untuk berprestasi, dan kebebasan untuk mengabdi.

Meski kini sedang menjabat sebagai Kepala Departemen Relasi Publik Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) dan asisten dosen (praktikum, red), hal tersebut tidak mengahalangi Rakian dalam berprestasi, bahkan di lingkup eksternal kampus.

“Alhamdulillah, saya memiliki passion di public speaking dan modelling, jadi saya manfaatkan passion saya tersebut untuk prodi dan Banyuwangi,” ujar anak kedua dari 3 bersaudara tersebut.

Tepat pada Minggu (10/3), bertempat di Lippo Plaza Jember, Rakian resmi dinobatkan sebagai 2nd Runner Up dalam ajang Mister Jawa Timur 2019. Event tersebut merupakan suatu event yang dinaungi oleh Paguyuban Jatim Winner untuk mencari bakat terbaik putra Jawa Timur dalam hal personal branding dan public speaking, dengan sasaran putra Jawa Timur berumur 20-35 tahun.

“Saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya dalam mewakili kabupaten Banyuwangi di ajang Mister Jatim 2019 kemarin,” imbuhnya

Dijelaskan oleh Rakian, bahwa ajang Mister Jatim 2019, merupakan suatu ajang yang bertujuan untuk menggali bakat-bakat dari putra Jatim. Dalam ajang tersebut pun dikompetisikan seputar cara bersosialisasi, cara mem-branding Jatim, deep interview, serta cat walk.

“Bahkan sebelum malam grand final tanggal 10 kemarin, sebelumnya juga dilakukan karantina selama 3 hari di kantor BKKBN (Balai Diklat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) Jember, yang bertujuan untuk membentuk karakter dan menjaring para peserta,” jelasnya.

Dinobatkan sebagai 2nd Runner Up dalam ajang Mister Jawa Timur 2019, membuat Rakian berhak melanjutkan ke ajang yang lebih luas, yaitu ajang Mister Indonesia, bersama pemenang utama dan 1st Runner Up.

“Doakan saja, semoga ke depannya saya tetap berkesempatan untuk lanjut ke ajang Mister Indonesia. Dan semoga saya bisa mengharumkan nama Universitas Airlangga dan kabupaten Banyuwangi,” ungkapnya.

Termasuk dalam kategori mahasiswa sibuk, bagi Rakian bukanlah alasan dalam berprestasi. Menurutnya serangkaian ajang Mister Jatim 2019 yang berlangsung selama 5 hari kemarin, sama sekali tidak mengganggu kegiatan perkuliahannya.

“Jika dibilang ganggu itu kembali ke diri kita masing-masing, pandai-pandailah dalam mengatur jawal. Jika ada tugas kuliah yang selesaikan dulu tugasnya, saya kemarin pun bawa laporan dan saya kerjakan di tempat karantina,” pungkasnya.

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan




KPU Banyuwangi Tekan Angka Golput di Kalangan Mahasiswa

UNAIR NEWS – Menjelang pemilu 17 April 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum Kabupetan Banyuwangi melaksanakan Sosialisasi Pemilihan Umum kepada pemilih pemula, yaitu kepada mahasiswa PSDKU Universitas Airlangga Banyuwangi. Sosialisasi yang dilaksanakan pada Rabu (20/2) di ruang kuliah A201 tersebut, dihadiri oleh KPU Banyuwangi, Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, dan perwakilan Polres Banyuwangi.

Diadakannya sosialisasi pemilu kepada mahasiswa, karena jumlah mahasiswa di Indonesia dirasa cukup banyak, oleh karena itu perlunya sosialisasi tentang pemilu untuk menekan angka golput di kalangan mahasiswa. Selain itu, KPU juga menjelaskan bagaimana alur pencoblosan dan syarat-sayarat surat suara dikatakan sah atau tidak sah.

Sebagai pembuka, KPU Banyuwangi menyebutkan bahwa jumlah calon perwakilan rakyat yang mencalonkan diri semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu tingkat kebingungan untuk menentukan pilihan pasti semakin meningkat juga. Sebagai contoh untuk DPRD kabupaten Banyuwangi, dari 50 kursi yang diperebutkan, jumlah calonnya mencapai 602 nama.

Menyambung pernyataan dari KPU Banyuwangi, Drs. Wiyono, M.H., selaku kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan (Bakesbangpol) Banyuwangi, menyatakan bahwa demokrasi yang salah satunya yaitu pemilu, merupakan hak dan kewajiban bagi warga negara.

“Jadi, jika kalian memilih untuk golput, maka kalian tidak bertanggung jawab kepada Negara, dan bukan warga negara yang baik,” ujarnya.

Menurut Wiyono, terdapat 3 hal yang menjadi parameter keberhasilan berjalannya pemilu, yaitu rangkaian proses pemilu mulai dari pendaftaran bakal calon hingga penghitungan suara berjalan lancar dan tuntas, pemungutan suara berlangsung secara luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil), serta hasil dari pemilu dapat diterima oleh seluruh rakyat.

“Sebagai mahasiswa, kalian harus mendukung seluruh rangkaian pemilu tersebut, target suara di Banyuwangi untuk pemilu 2019 yaitu 79%, semua harus memilih. Menjadi mahasiswa rantau di sini bukan menjadi alasan untuk golput, kalian bisa mengurus formulir pindah pilih ke KPU nanti,” imbuhnya.

Berbeda dengan pembicara lainnya, Aiptu Bambang Purwanto, selaku perwira bantuan hukum Polres Banyuwangi, menegaskan bahwa perangkat keamanan seperti Polisi dan TNI bersifat netral. Polisi yang kerap disapa Bambang tersebut juga menghimbau kepada mahasiswa UNAIR Banyuwangi untuk selalu menjaga keamanan baik di lingkungan kampus maupun luar kampus terkait pemilu 2019 nanti.

Sosialisasi Pemilihan umum 2019 untuk pemilih pemula. (Foto: Ananda Wildhan)

“Mahasiswa juga berhak memiliki pilihannya, namun kalian tidak perlu terlalu fanatik seperti orang-orang di luar sana, karena kalian kaum intelektual. Lebih baik kalian bersikap netral, namun kalian rahasiakan pilihan kalian, sesuai asas pemilu kita,” pungkasnya.

Diungkapkan oleh Ahmad Rido’i Yuda Prayogi salah satu mahasiswa PSDKU UNAIR Banyuwangi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, bahwa kegiatan sosialisasi pemilihan umum kepada pemilih pemula tersebut sangat bermanfaat.

“Kegiatan tersebut sangat membantu kami dalam menambah wawasan terkait pemilu serentak April nanti, apa lagi kami masih pemilu pemula, jadi kami bisa mengerti bagaimana surat suara dikatakan sah dan tidak sah,” ungkapnya. (*)

Penulis : Bastian Ragas

Editor : Binti Q. Masruroh




Rektor UNAIR Prof Nasih (tengah) bersama Jajaran Pimpinan UNAIR saat Meninjau Stand PSDKU Banyuwangi. (Foto: Nuri Hermawan)

Stand PSDKU UNAIR di Banyuwangi Ramaikan Airlangga Education Expo 2019

UNAIR NEWS – Menjadi bagian dari Universitas Airlangga, kampus PSDKU UNAIR di Banyuwangi turut berkontribusi langsung ke Surabaya untuk mensukseskan pagelaran Airlangga Education Expo (AEE) 2019.

Airlangga Education Expo (AEE) 2019 merupakan serangkaian kegiatan pameran pendidikan yang melibatkan seluruh fakultas dan unit di UNAIR yang berlangsung pada tanggal 15 hingga 17 Februari 2019 di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C. Tujuan dari AEE yaitu menjadi salah satu bukti dari upaya UNAIR sebagai badan publik untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Melalui perintah langsung dari Prof. Dr. Suryanto, M.Si., selaku Koordinator kampus PSDKU UNAIR Banyuwangi, 9 mahasiswa UNAIR Banyuwangi dikerahkan ke Surabaya untuk mengisi stand khusus yang telah dipersiapkan untuk kampus UNAIR Banyuwangi.

Indra Wicaksono, salah satu mahasiswa yang turut dikerahkan ke Surabaya menjelaskan, bahwa tujuan kampus UNAIR Banyuwangi turut berkontribusi pada AEE 2019 tidak lain yaitu untuk sarana branding kampus UNAIR Banyuwangi sendiri, dan juga memberikan menfaat untuk masyarakat, karena serangkaian AEE 2019 berisi kegiatan dan info yang sangat mengeduaksi..

“Sehingga tidak hanya masyarakat Banyuwangi saja yang mengetahui keberadaan kampus UNAIR Banyuwangi, melainkan seluruh civitas akademik UNAIR dan masyarakat Indonesia kami usahakan untuk tahu keberadaan kami di Banyuwangi,” tuturnya.

Melanjutkan pernyataan dari Indra, Melan Argarini, selaku wakil ketua Keluarga Mahasiswa (KM) yang juga turut hadir ke Surabaya, bahwa 9 mahasiswa yang dikerahkan tersebut terdiri dari 2 mahasiswa perwakilan dari setiap program studi dan 1 perwakilan dari KM.

Setelah seharian mendekor dan mempersiapkan stand UNAIR Banyuwangi pada hari Kamis (14/2), hasil memuaskan pun dirasakan. Karena tidak disangka bahwa pengunjung siswa SMA sangat tertarik untuk mampir ke Stand UNAIR Banyuwangi, sehingga kondisi stand pun relatif ramai setiap harinya.

Menurut Melan, hal yang paling menarik di stand UNAIR Banyuwangi setelah berlangsungnya AEE selama 3 hari yaitu stand UNAIR Banyuwangi sendiri. Menurutnya, stand UNAIR Banyuwangi sangat mencolok dibandingkan stand-stand dari fakultas lainnya.

Alhamdulillah, stand UNAIR Banyuwangi sangat diminati pengunjung, karena stand UNAIR Banyuwangi  ini tidak hanya menyediakan pusat informasi saja, tapi juga ada hiasan-hiasan pendukung prodi disana yang menarik mata pengunjung, seperti aquascape dan background foto wisata di Banyuwangi itu,” ungkapnya.

Pengunjung yang hadir tidak hanya dari SMA daerah Surabaya saja, bahkan tercatat ada siswa SMA dari berbagai daerah yang mampir di stand UNAIR Banyuwangi, seperti dari Lamongan, Bangkalan, Sidoarjo, Nganjuk, Mojokerto dan Gresik.

Setelah mendirikan stand dan melayani masyarakat di pagelaran AEE 2019 selama 3 hari, Melan turut berharap, semoga kampus PSDKU UNAIR Banyuwangi lebih dikenal masyarakat luas dan lebih banyak lagi yang berminat untuk kuliah di UNAIR Banyuwangi.

“Untuk adik-adik dan guru SMA serta orang tua siswa yang telah berkunjung ke stand kami, semoga dapat menambah wawasan tentang UNAIR Banyuwangi, baik jurusan, lokasi, kanal informasi, dan konsultasi jurusan berdasarkan pengalaman teman-teman yang menjaga stand ini,” pungkasnya.

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan




Ketua KM PSDKU Banyuwangi 2019 Bondan Sigit (kanan) bersama Kepala Departemen Informasi dan Relasi Publik KM PSDKU Bastian Ragas saat peluncuran Laros Newslet. (Foto: Istimewa)

KM PSDKU UNAIR di Banyuwangi Luncurkan Laros NewsLet

UNAIR NEWS – Guna memberikan ruang informasi yang akurat kepada civitas akademika PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi, Departemen Informasi dan Relasi Publik Keluarga Mahasiswa (KM) PSDKU UNAIR Banyuwangi meluncurkan program baru, Laros NewsLet.

Program baru tersebut resmi diluncurkan usai Rapat Kerja KM PSDKU UNAIR Banyuwangi 2019 di ruang kuliah Kampus Giri pada Jumat (8/2). Mengenai peluncuran program baru yang bakal menjadi wadah informasi seluruh civitas PSDKU UNAIR Banyuwangi, Ketua KM PSDKU 2019 Bondan Sigit Purnomo Aji mengatakan bahwa Laros NewsLet tersebut merupakan terobosan baru dalam menciptakan media informasi berbasis literasi pertama di kampus PSDKU Universitas Airlangga Banyuwangi.

Laros NewsLet tersebut, lanjutnya, merupakan media informasi yang berbasis online, dalam artian, newsletter tersebut akan di share ke civitas melalui sebuah link, dan para civitas dapat mengunduhnya pada link tersebut. Laros NewsLet  berisikan informasi seputar kegiatan, prestasi, dan karya dari civitas akademika PSDKU UNAIR Banyuwangi.

“Rencananya, Laros NewsLet ini akan kami update setiap bulannya di awal bulan, dengan tema bahasan yang berbeda, serta kemasan yang menarik dan santai,” imbuh Bondan.

Gambar sampul depan Laros Newslet oleh Bastian Ragas
Gambar sampul depan Laros Newslet oleh Bastian Ragas

Menambahkan pernyataan Bondan, beberapa Kepala Departemen juga menyambut baik program tersebut. Kepala Departemen Pengambangan Sumber Daya Mahasiswa, Ahmed Sultan Afif Shiddiq menyatakan, bahwa ia sangat mendukung terbentuknya Laros NewsLet tersebut, karena menurutnya informasi memang harus dikemas berbeda, salah satunya dengan newsletter tersebut, agar minat baca civitas akademika terhadap suatu informasi dapat meningkat.

“Laros NewsLet ini memiliki desain yang menarik dan tidak kaku, sehingga membuat penasaran para pembaca, terutama civitas akademika UNAIR Banyuwangi, ditambah juga isi bahasan yang menurut saya menarik dan semoga selalu update,” ungkap Ahmed.

Newsletter yang akan hadir setiap bulannya tersebut dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca dan pengetahuan civitas akademika PSDKU UNAIR Banyuwangi terhadap segala informasi yang ada di kampus PSDKU UNAIR Banyuwangi. Sehingga dengan hadirnya Laros NewsLet tersebut tidak ada lagi civitas akademika yang ketinggalan informasi.

Pada akhir,Bondan juga berharap kepada Departemen Informasi dan Relasi Publik, selaku penggagas Laros NewsLet tersebut, agar Laros NewsLet ini bisa tetap konsisten dalam pembutannya, terus berinovasi, dan membawa luaran baik untuk kampus PSDKU UNAIR di Banyuwangi

“Laros NewsLet  ini dapat digunakan sebagai media branding dari kampus PSDKU UNAIR Banyuwangi, jadi saya harap kualitasnya untuk terus ditingkatkan, dan syukur-syukur dari Laros NewsLet yang masih kecil ini, nantinya mampu menjadi media informasi besar milik PSDKU UNAIR Banyuwangi,” pungkas Bondan.

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan




Bondan Sigit Purnomo Aji (Ketua) dan Melan Argarini (Wakil Ketua) KM PSDKU UNAIR Banyuwangi 2019. (Foto: Istimewa)

Mengenal Ketua dan Wakil Ketua KM PSDKU Banyuwangi 2019

UNAIR NEWS – Tonggak kepemimpinan Keluarga Mahasiswa PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi telah berganti. Pada pemilihan yang dilangsungkan pada beberapa pekan lalu, KM PSDKU UNAIR Banyuwangi 2019 resmi dipimpin oleh Bondan Sigit Purnomo Aji selaku ketua dan Melan Argarini selaku wakil ketua.

Tercatat, sebagai Ketua KM PSDKU 2019, mahasiswa yang akrab disapa Bondan tersebut sebelumnya mendapat amanah sebagai wakil ketua dalam kepengurusan KM PSDKU UNAIR Banyuwangi periode tahun 2018. Kini, mahasiswa kedokteran hewan itu melanjutkan kepemimpinan setelah berhasil memenangkan suara terbanyak dari serangkaian proses pemilihan bersama 3 pasangan calon lainnya.

Sedangkan, sebagai Wakil Ketua KM PSDKU 2019, mahasiswa yang kerap disapa Melan tersebut sebelumnya juga merupakan pengurus KM PSDKU UNAIR Banyuwangi 2018 sebagai staff Biro Keuangan.

Mengusung tim kabinet dengan nama Kabinet Harmonis, kepada UNAIR NEWS Bondan menjelaskan bahwa beberapa program unggulan sudah disiapkan, antara lain yaitu Pojok Baca, Ask-Kesma FM dan Kolabormawa.

“Pojok Baca adalah proker untuk sarana literasi mahasiswa di tempat terbuka yang strategis. Sedang Ask-Kesma FM sebagai garda terdepan menampung aspirasi mahasiswa, dan proker Kolabormawa adalah bentuk kolaborasi proker KM dengan seluruh mahasiswa PSDKU untuk pengabdian,” terang Bondan.

Pada kesempatan yang sama, Melan sapaan akrabnya menuturkan bahwa dalam membawa kinerja KM PSDKU 2019, bersama Bondan dan tim membawa visi untuk menciptakan KM yang mampu mewujudkan harmonisasi civitas akademika dengan mengedepankan aspirasi, kolaborasi, dan prestasi.

“Karena tentu dalam kepengurusan ini kami ingin adanya harmonisasi civitas akademika dengan mengedepankan aspirasi, kolaborasi, dan prestasi,” jelasnya.

Bersama 44 anggota pengurus, KM PSDKU Banyuwangi 2019 terdiri dari sepuluh departemen seperti Departemen Kesekretariatan, Keuangan, Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa, Keilmuan, Adkesma, Minat dan Bakat, Sosial Masyarakat, Ekonomi Kreatif, Kajian Strategis dan Informasi serta Departemen Relasi publik.

 

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan




Ilustrasi oleh B-PHA PSDKU UNAIR Banyuwangi

Berorientasi Pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, Wujudkan B-PHA UNAIR Lebih Baik

UNAIR NEWS – Bintang Aji Pangestu bersama wakilnya Xindy Imey Pratiwi bertekad wujudkan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) PSDKU UNAIR di Banyuwangi (B-PHA) semakin baik lagi di periode kepengurusan 2019 nanti.

Sinergi dimaknai sebagai kerjasama, menyatukan paradigma (pola pikir) yang berbeda-beda untuk satu tujuan yang sama yaitu mewujudkan hasil yang lebih besar dan efektif untuk B-PHA yang lebih baik.

“Melalui sinergi, kerjasama dan kolaborasi, berupaya mewujudkan hasil lebih besar dan efektif dengan serangkaian proses yang dijalani menunjukkan visi yang sama dan kesepakatan demi hasil positif,” terang mahasiswa yang akrab disapa Bintang itu.

Ketika ditanya oleh tim UNAIR NEWS mengenai rencana proker unggulan kedepan, Bintang mengungkapkan, B-PHA nantinya akan lebih berorientasi pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Program kerja unggulan kami harus berdasar pada pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan,serta pengabdian kepada masyarakat. Tiga poin tersebut tercantum pada program kerja Seminar, Kelas Inspiratif, dan Soser (sosialisasi serentak),” ujar Bintang.

Proker sosialisasi serentak menjadi proker paling populer, sebab proker ini melibatkan tidak hanya dari internal prodi kesehatan masyarakat saja namun seringkali melakukan integrasi dengan prodi lainnya dan beberapa pihak eksternal.

“Sosialisasi serentak merupakan proker unggulan dibidang pengabdian masyarakat, proker ini cukup besar, berjalan empat kali dalam setahun, menyasar sekolah dan masyarakat umum sesuai isu kesehatan terkini,” sebut mahasiswa asal Trenggalek tersebut.

Diakhir diskusi, Xindy Imey Pratiwi menyampaikan harapan yang ingin diwujudkan untuk B-PHA periode 2018/2019.

“Harapannya, semoga dapat menciptakan sistem organisasi yang sinergis dan terukur dalam bingkai persaudaraan,” ungkap Imey.

Dapat meningkatkan semangat berprestasi mahasiswa, imbuh Imey, baik dibidang Akademik maupun Non Akademik, memfasilitasi aspirasi guna mewadahi minat dan bakat mahasiswa juga menyampaikan keluh kesahnya pada pimpinan, melaksanakan advokasi responsif dan pelayanan yang optimal bagi mahasiswa, serta membangun hubungan yang sinergis antara seluruh civitas Akademika dan ikatan alumni untuk kolaborasi dalam karya.

Penulis: Siti Mufaidah




Dian Pratama saat melakukan presentasi. (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Bidikmisi Tak Halangi Semangat Dian Lanjutkan Prestasi di DKI Jakarta

UNAIR NEWS – Dian Pratama tak lain juga merupakan mahasiswa bidikmisi dari prodi Akuntansi PSDKU angkatan 2017. Menjadi ksatria bidikmisi, tidak menghalanginya untuk mengukir prestasi. Justru baginya, mahasiswa bidikmisi harus mampu menjadi lebih berprestasi.

“Kita kuliah menggunakan uang rakyat, kalau tidak kita balas dengan prestasi, itu beda tipis dengan korupsi,” ujar Dian.

Pada akhir semester ini, setelah menyelesaikan dua paper sebelumnya di UB Malang, Dian mendapat kesempatan untuk mempresentasikan paper ketiganya yang berjudul “Kampung POPPAY (Produk Olahan Pepaya) inovasi peningkatan produktifitas masyarakat Desa Macanputih” dalam COMDEV (Comunity Development National Symposium) yang berlokasi di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pekan lalu tersebut merupakan serangkaian acara SFLD (Sampoerna Financial Literacy Day) yang diselenggarakan oleh Sampoerna University. Kampung POPPAY sendiri jelasnya, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Akuntansi 2018. Acara tersebut masuk dalam serangkaian kegiatan FORZA (Forum Orientasi Zona Akuntansi) yang kebetulan saat itu diketuai oleh Dian Pratama.

“Tujuan dari kegiatan abdimas tersebut, adalah terbentuknya kampung wisata edukasi pengolahan pepaya, yang mampu meningkatkan produktifitas masyarakat desa Macanputih,” tutur Dian.

Hebatnya, bukan hanya satu acara yang diikuti oleh Dian. Saat itu, papernya yang berjudul “Accounting Tribe Osing (Preliminary study of Ethnography)” yang dikerjakannya bersama AA. Gde Satia Utama dan juga Khusnul Prasetyo juga lolos seleksi untuk dipresentasikan dalam International Conference on Financial Criminology. Namun, presentasinya dilakukan oleh AA. Gde Satia Utama, yang berlokasi di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta.

Sedangkan Dian Pratama bertugas mewakili AA. Gde Satia Utama, dosen pembimbingnya untuk mempresentasikan paper berjudul Narcissism Narrative Text : Analysis of Semiotic Disclosure Annual Report PT Merdeka Copper Gold Tbk. dalam ISBEST (International Seminar on Business, Economic, Social Sience and Technologi) yang berlokasi di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta.

“Saat itu saya harus menggunakan bahasa Inggris dan itu merupakan pengalaman yang mengesankan bagi saya,” ungkap  Dian.

Meskipun berlatar belakang dari mahasiswa bidikmisi, semangat Dian dalam mengukir prestasi patut dicontoh.

“Kita dianjurkan rendah hati, tapi dilarang untuk rendah diri (minder). Apapun latar belakangnya, jangan pernah ragu mengukir prestasi. Terlebih jika dapat beasiswa bidikmisi. Kita pakai uang rakyat, maka sebaiknya digunakan secara bijak. Sebisa mungkin buat rakyat bangga” pungkas Dian.

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Nuri Hermawan