Dokter Gigi Diminta Jaga Tradisi Luhur Profesi

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga kembali menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah dokter gigi. Sebanyak 43 dokter gigi dari FKG UNAIR, dilantik dan diambil sumpah di Graha BIK-IPTEKDOK Fakultas Kedokteran (FK) pada Rabu siang (17/1). Mereka terdiri atas 31 dokter gigi dan 12 dokter gigi spesialis.

Pada acara tersebut, M. Choirul Umam Nurmalik selaku perwakilan dokter gigi baru dalam sambutannya mengajak rekan seperjuangan untuk menyampaikan terima kasih kepada orang tua masing-masing. Tanpa dukungan, doa, dan arahan mereka, lanjut dia, hari ini mungkin tak dapat menjadi dokter gigi baru.

“Selain itu, terima kasih turut disampaikan kepada guru-guru kami. Maafkan bila selama ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” tuturnya. ”Inilah awal perjuangan kami,” imbuhnya.

Sementara itu, mewakili dokter gigi spesialis baru, Drg Nugroho setyawan Sp. BM yang juga berasal dari Angkatan Darat juga bertutur senada. Rangkaian kata terima kasih kepada semua yang telah berjasa terus ia ucapkan.  Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UNAIR, Prof. R. Coen Pramono D,drg., SU., Sp.BM(K). yang juga ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengatakan bahwa pengambilan sumpah merupakan bentuk perjanjian yang nyata untuk melakukan pengabdian.

“Sumpah ini merupakan janji kita semua untuk turut serta mengabdikan diri demi kemaslahatan umat,” jelasnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dekan FKG UNAIR Dr. R. Darmawan Setijanto, drg., M.Kes. Dalam sambutannya, Darmawan menyatakan bahwa ke-43 dokter gigi yang diambil sumpah menambah jumlah dokter gigi dari FKG UNAIR yang bakal berkiprah di masyarakat. Sejak dimulai pendidikan dokter gigi pada 1927, lanjut dia, kini totalnya mencapai 5.319 orang yang sudah disumpah.

”Kiprah FKG sudah sampai 90 tahun,” ujarnya.

Kemudian, mewakili Rektor UNAIR, Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., selaku Wakil Rektor IV mengatakan, ke depan dokter gigi baru dan spesialis harus mampu melakukan pengabdian dengan mengedepankan etika profesi dan kemanusian.

“Saya harap saudara sekalian bisa menjaga tradisi luhur profesi dan selalu menjaga nama baik almamater,” tandasnya.

 

Penulis: Feri Fenoria

Editor: Nuri Hermawan




Kata Mereka, Saat Kembali Mengabdi dan Kenalkan UNAIR di SMA

UNAIR NEWS – Musim liburan menjadi ajang bagi Ksatria Airlangga untuk kembali ke almamater lama. Melakukan pengabdian dengan mengenalkan Universitas Airlangga dan memberikan arahan adik angkatan untuk menatap masa depan. Berikut adalah kesan mereka, Ksatria Airlangga saat kembali menengok almamater yang selama 3 tahun menjadi tempat menempa diri.

“Berbagi tidak harus dengan harta tetapi bisa juga dengan ilmu dan pengalaman. Saya merasa sangat senang bisa berbagi sedikit ilmu dan pengalaman saya kepada adik angkatan agar mereka bisa lebih bersemangat dan menjadi orang yang sukses.”

  • Cindra Andini, Bojonegoro

“Bertemu dengan adik-adik SMA dan bisa berbagi pengalaman yang kita punya merupakan kesenangan tersendiri, karena dengan begitu kita dapat menjadi motivator tak langsung untuk mereka agar tetap berusaha mencapai apa yang mereka inginkan.”

  • Ristiana Wira Hariyanti, Kebumen

“Sosialisasi merupakan wadah untuk memberikan informasi kepada siswa/siswi SMA sederajat yang tidak tahu menahu tentang UNAIR atau Bidikmisi. Terutama sekolah-sekolah terpencil yang jauh akan informasi yang bisa didapat oleh siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya dan tidak mampu secara ekonomi. Hal tersebut kita lakukan sebagai cara pengabdian kita kepada UNAIR dan Bidikmisi.”

  • Elma Yuliana, Tuban

“Menjadi bagian dari perantara harapan penerus bangsa adalah sebuah kehormatan. Dari sederet aktivitas dan tanggung jawab yang saya emban ini saat ini, rasanya tidak adil jika tidak meluangkan waktu untuk mereka. Seakan-akan kita hanya memikirkan diri sendiri dan acuh dengan orang lain. Jangan pernah lelah mengabdi untuk masa depan yang lebih baik. Salam meraih asa!”

  • Shamsul Arif, Jombang

“Berkunjung kembali ke almamater yang mendidikku selama 3 tahun membuatku mengerti apa arti berbagi ilmu dan bagaimana capeknya perjuangan ngomong dari pagi sampai sore. Tapi bagiku itu suatu hal yang indah dan menyenangkan karena aku bisa berbagi ilmu dan pengalamanku.”

  • Isna Sari, Jepara

 

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan




Beri Inspirasi untuk SD Pinggiran Kota

UNAIR NEWS – Menginspirasi siswa sekolah dasar (SD) bisa dilakukan dengan beragam cara. Salah satunya, melalui profesi. Seperti itulah yang dilakukan Rekha Finazis. Karena kepeduliannya terhadap siswa SD di pinggiran kota, ia tergerak hati untuk mengikuti Kelas Inspirasi Sidoarjo ke-4 yang berlangsung di SDN Pulungan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Senin (15/1) lalu.

Di hari inspirasi itu, Rekha berkesempatan berbagi cerita mengenai profesi yang ia geluti sebagai staf Pusat Informasi dan Humas di Universitas Airlangga.

“Awalnya tertarik karena senang bisa menginspirasi orang lain, bisa berbagi pengalaman ke adik-adik di SD,” ujar Rekha.

Kelas Inspirasi merupakan kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai latar belakang untuk ikut serta berkontribusi dengan mengajar di SD pinggiran dan terpencil yang minim fasilitas.

Selain Rekha, ada enam inspirator lain yang memberikan inspirasi terkait profesinya. Ada yang berprofesi sebagai instruktur yoga, laboran, apoteker, design grafis, rekam medis, analis medis, ada juga yang berprofesi di bidang keuangan.

Kondisi sekolah di SDN Pulungan tak cukup layak sebagai tempat belajar yang nyaman untuk siswa. Gedung sekolah kecil. Bahkan, penggunaan gedung kelas I, II, dan III harus bergantian karena keterbatasan. Jika Minggu malam hujan, maka keesokan harinya tak dapat dilaksanakan upacara bendera karena halaman yang becek.

Dalam kesempatan itu, Rekha memberikan penjelasan kepada anak-anak tentang profesi kerja di humas. Ia memberi penjelasan terkait divisi-divisi yang ada, seperti kegiatan protokol, customer care, multimedia, dan news room.

“Para siswa kelas VI sangat antusias mendengarkan cerita dari saya. Rasa antusias mereka bertambah ketika saya memutarkan video mengenai pekerjaan di humas dan gambaran terkait UNAIR,” tambahnya.

Meski segala pembiayaan kegiatan dilakukan secara mandiri, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat Rekha bersama para pengajar dan fasilitator serta dokumentator acara. Demi mengikuti Kelas Inspirasi ini, mereka rela untuk cuti kerja. Mereka pun datang dari beragam kota dengan biaya akomodasi dan penginapan secara mandiri.

Rekha mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Kelas Inspirasi. Sebab di hari itu, ia bukan hanaya mengajar dan memberi inspirasi kepada siswa SD, namun juga belajar banyak dari mereka.

“Hari itu bukan hanya anak SD yang belajar dari kita, tapi kita juga belajar dari mereka. Saya pun juga belajar dari teman-teman relawan lain dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda,” ujar mahasiswa program studi S-2 Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR itu.

Usai para pengajar memberikan inspirasi, anak-anak menuliskan cita-cita mereka di dalam kertas stiker yang telah dibentuk beraneka macam. Mereka lantas menerbangkan balon bersama bersama para pengajar dan fasilitator acara.

Atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung tiap tahun itu, Rekha berharap cita-cita yang dituliskan anak-anak dapat terwujud kelak ketika mereka dewasa. Seperti jargon Kelas Inspirasi, Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi.

“Saya berharap Kelas Inspirasi dapat menjadi media yang selalu menginspirasi generasi muda Indonesia. Menginspirasi sehari, tapi terekam seumur hidup mereka,” kata Rekha. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan




Peduli Pendidikan, Mahasiswa UNAIR Dirikan Komunitas Laskar Pahlawan

UNAIR NEWS – Dalam menghadapi kehidupan di kampus, tak jarang mahasiswa dihadapkan pada problematika sosial di lingkungan sekitar. Hal ini sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diemban universitas, yakni melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Begitulah yang dialami Rizky Ananda Putra, pendiri komunitas Laskar Pahlawan. Bersama rekan-rekannya, Rizky mendirikan Laskar Pahlawan karena tergerak untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa tingkat SD hingga SMA.

Komunitas ini tidak hanya mengajarkan materi yang diujikan untuk ujian sekolah tetapi juga mengajarkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dikemas secara menyenangkan, seperti menceritakan kisah inspiratif maupun menyuguhkan tontonan yang memuat nilai-nilai sosial.

Dalam agenda mingguan yang dilakukan setiap hari Jumat, kegiatan meliputi membahas PR, membahas materi sekolah, kemudian dilanjut dengan penanaman nilai-nilai edukatif dengan menggunakan media, seperti Youtube, film, maupun review buku inspiratif. Kegiatan itu dikhususkan untuk anak SD dan SMP.

“Untuk agenda bulanan, kita berbagi kisah inspirasi melalui kisah-kisah tokoh dan juga memberikan game yang mendidik. Alhamdulillah, kita sudah ada kerjasama dengan salah satu perusahaan,” ujar Rizky yang juga menjabat sebagai Ketua BEM FEB UNAIR.

Berjalan satu tahun, rupanya komunitas ini sempat mengalami kendala. Meski bukan kendala yang berarti, Rizky mengatakan bahwa keterbatasan pengajar sempat menjadi hambatan berjalannya komunitas ini. Pasalnya, sebagian besar pengajar adalah mahasiswa yang memiliki jabatan tinggi di kampus. Sehingga, mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan. Namun, hal tersebut diminimalisir dengan melakukan open volunteer.

“Sukanya kalau melihat adik-adik datang bareng-bareng dan sudah hadir sebelum pengajar datang. Semangat belajarnya itu yang bikin kita senang. Dukanya, ketika para pengajar pada sibuk ngurusin kegiatan di kampus masing-masing,” tuturnya.

Saat ini, tim inti pengajar berasal dari rekan-rekan Rizky yang tergabung dalam suatu organisasi. Ia mengatakan, kepada siapapun yang bersedia untuk bergabung maka dengan senang hati akan diterima. Ia berharap, tenaga pengajar di Laskar Pahlawan semakin bertambah. Bahkan dia bercita-cita untuk memberikan fasilitas satu murid satu pengajar. (*)

Penulis : Pradita Desyanti

Editor : Binti Q. Masruroh




Ksatria Airlangga Kebumen Sosialisasikan UNAIR Kepada Siswa SMA

UNAIR NEWS – Jelang pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN), Ksatria Airlangga Kebumen melakukan sosialisasi tentang Universitas Airlangga kepada siswa SMA sederajat di Kebumen, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 2 – 7 Januari 2017. Ada enam sekolah yang menjadi sasaran sosialisasi Ksatria Airlangga Kebumen, yaitu SMAN 1 Kebumen, SMAN 2 Kebumen, SMAN 1 Gombong, SMAN 1 Prembun, SMAN 1 Kutowinangun, dan MAN 2 Kebumen.

Berbekal dengan sosialisasi itu, M. Najib Rahman selaku koordinator kegiatan mengatakan bahwa tahun ini diharapkan, minimal ada 25 siswa asal Kebumen yang bisa diterima dan menimba ilmu di UNAIR, mengingat hingga saat ini masih sangat sedikit pelajar asal Kebumen yang kuliah di UNAIR.

“Banyak sekali pelajar Kebumen yang belum tahu mengenai UNAIR. Sebagian besar dari mereka hanya mengetahui universitas yang berada di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Oleh karena itu mahasiswa UNAIR asal Kebumen sangat bersemangat untuk mengenalkan seluk beluk tentang UNAIR,” terang mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan itu.

Selain mengenalkan tentang UNAIR, Najib yang juga alumni SMAN 2 Kebumen itu mengatakan bahwa ia dan tim juga menyosialisasikan tentang bidikmisi. Pasalnya, sebelum kembali ke daerah ia juga mendapatkan arahan dari UNAIR untuk memberikan arahan tentang bidikmisi.

“Para siswa sangat antusias ketika dikenalkan tentang UNAIR. Banyak dari mereka yang awalnya masih bingung menetukan akan melanjutkan studi dimana. Dengan ini mereka mulai memperhitungkan UNAIR untuk dijadikan target melanjutkan studi,” imbuhnya.

Tidak hanya Najib, Bustanul Haq salah satu tim yang memberikan sosialisasi mengatakan, setelah sosialisasi ia merasa sangat senang. Pasalnya, selain bisa berbagi informasi ke adik angkatan yang ingin kuliah, ia juga bisa mengenang masa saat dulu berjuang untuk menjadi seorang mahasiswa seperti sekarang ini.

“Tujuan dari sosialisasi ini adalah berbagi ilmu dan pengalaman. Karena hal ini sangat bermanfaat bagi siswa yang  mempunyai keinginan unuk berkuliah. Sehingga mereka mempunyai gambaran akan kuliah dimana dan prodi apa yang sesuai dengan bakat,” paparnya.

Selanjutnya, mahasiswa yang akrab disapa Haq itu juga mengatakan, ia dan tim selalu berupaya menepati hal-hal yang telah disampaikan saat sosialisasi. Misalnya membantu menyediakan penginapan untuk siswa yang akan mengikuti SBMPTN di UNAIR ataupun mahasiswa baru yang akan daftar ulang.

“Semoga setiap tahun mahasiswa dari Kebumen yang kuliah di UNAIR bisa bertambah lebih banyak,” pungkasnya.

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan




Prof. Pudji: SDM Kunci Melangkah Ke Kancah Dunia

UNAIR NEWS – Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Universitas Airlangga, Prof. Dr. Pudji Srianto, drh., M.Kes., menjadi dekan berikutnya yang UNAIR NEWS tampilkan dalam liputan khusus “Dekan Kita” kali ini. Ditemui pada Senin (15/1), dekan yang akrab disapa Prof. Pudji itu menceritakan berbagai kiat dan strategi untuk membawa FKH UNAIR ke kancah dunia.

Sebelum membeberkan berbagai kiat dan strategi, Prof. Pudji terlebih dahulu mengutarakan bahwa tekadnya menjadi dekan merupakan keinginan pribadi. Hal itu dilandasi dari tanggung jawab yang perlu dilanjutkan usai menjabat menjadi Wakil Dekan II FKH UNAIR selama dua periode.

“Saat menjabat sebagai wakil dekan, saya merasa ada tanggung jawab yang harus dilanjutkan,” jelasnya.

Perihal strategi, Prof. Pudji mengatakan bahwa langkah untuk internasionalisasi FKH UNAIR sudah dilakukan lebih awal. Bahkan, sebelum pencanangan UNAIR menuju kampus kelas dunia, FKH UNAIR telah mencanangkan hal itu terlebih dahulu. Hal ini, tambah Prof. Pudji, bisa dilihat dari kegiatan visiting professor serta kegiatan mahasiswa yang inbound dan outbound.

“Untuk langkah internasionalisasi selanjutnya, FKH UNAIR tinggal memperluas jaringan saja,” imbuhnya.

Perihal itu, berbagai langkah terus ditingkatkan, utamanya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu, tambah Prof. Pudji, FKH UNAIR terus berupaya mendorong civitas akademika agar kuliah di luar negeri serta meningkatkan publikasi jurnal internasional terindeks scopus. Hal itulah yang tidak luput dari strategi nyata yang terus dilakukan FKH UNAIR.

“Untuk turut menyukseskan program yang kita susun bersama, kami meminta dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam riset. Dan tentunya, luaran yang dihasilkan adalah jurnal internasional ataupun prosiding yang di seminarkan,” paparnya.

Pada akhir, Prof. Pudji juga mengatakan berbagai tantangan yang dihadapi. Tantangan terbesar yang dihadapi ialah teknologi di bidang peternakan dan kedokteran hewan untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja di lapangan.

“Oleh karena itu kita membuka kelompok peminatan serta magang di mitra fakultas, alumni ataupun stakeholder. Hal itu sudah disiapkan dengan harapan mencetak lulusan yang percaya diri dan mampu menangani masalah secara umum,”  tambahnya.

Kemudian, ke depan dengan kualitas SDM yang mumpuni, Prof. Pujdi terus bertekad untuk menjadikan FKH UNAIR semakin memiliki andil lebih dalam menjadi solusi permasalah baik di kancah nasional maupun internasional.

“Ini yang kita kejar dengan kemampuan yang kita punyai,” pungkasnya.

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan




Visiting Professorship FK UNAIR Hadirkan Guru Besar Dua Negara

UNAIR NEWS – Mengawali tahun 2018, Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali menggelar acara penganugerahan visiting professor kepada guru besar dari manca negara. Kali ini, dua guru besar berasal Belgia dan Jepang.

Prof. Dirk De Ridder dari UK Leuven Univerity Belgium dan Prof. Shigeo Horie dari Juntendo University Jepang adalah dua guru besar bidang Urologi yang berkesempatan menjadi keynote speech dalam acara visiting professor, di Aula FK UNAIR, Selasa (9/1).

Keduanya berorasi menyampaikan topik tentang upaya integrasi rumah sakit dan perguruan tinggi menuju pusat medis akademik berkelanjutan di negara masing-masing.

Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr.,Sp.U(K) berharap kehadiran dua guru besar dari perguruan tinggi luar negeri mampu mendongkrak peringkat UNAIR menuju world class university. Melalui kegiatan riset serta memberikan wawasan serta inspirasi civitas akademika untuk melakukan riset bidang.

”Target tahun 2018, kami menghadirkan 20 guru besar luar negeri ke UNAIR. Hingga kini, di FK, sudah ada sembilan guru besar,” ucapnya.

Sebelumnya, FK UNAIR melalui beberapa departemen lintas keilmuan telah menghadirkan sembilan guru besar. Yakni tiga guru besar dari Departemen Urologi, dan masing-masing satu guru besar dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Departemen Ilmu Bedah Saraf, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Departemen Rehab Medik, serta Departemen Orthopaedi.

Kerjasama FK UNAIR dengan Juntendo University dan UK Leuven Univerity Belgium telah berlangsung cukup lama. FK UNAIR telah terikat MoU dengan Juntendo University sejak tujuh tahun. Sementara MoU dengan UK Leuven Univerity Belgium telah berlangsung sejak enam tahun lalu.

Terpilihnya Prof. Dirk De Ridder serta Prof. Shigeo Horie telah melalui banyak pertimbangan. Dr. Lukman Hakim, Sp.U(K)., M.Kes., Ph.D mengungkapkan kedua guru besar tersebut berasal dari dua universitas bereputasi baik, terakreditasi, serta memiliki kredibilitas yang baik di bidang urologi.

“Kredibilitas Prof Ridder dan Prof Shigeo sebagai scientist terlihat dari keberhasilan mereka memublikasikan lebih dari 150 jurnal internasional terindeks Scopus. Selain itu mereka juga aktif dan terlibat dalam asosiasi urologi internasional lingkup Asia hingga Eropa,” kata Dr. Lukman.

Bentuk kerjasama ketiga belah pihak sejauh ini melalui program pertukaran mahasiswa dokter spesialis, dosen, hingga melakukan riset bersama.

“Kerjasama sejauh ini tidak hanya dalam bentuk pertemuan tatap muka, kami juga biasa berdiskusi secara online,” ujarnya.

Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo berharap, upaya ini harus terus digalakkan. Bukan hanya untuk mencapai target publikasi jurnal internasional, tapi juga upaya peningkatan mutu serta kualitas pendidikan maupun keilmuan di UNAIR, terutama di FK.

Rangkaian acara visiting professorship Departemen Urologi FK UNAIR ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 8-11 Januari 2018. Selain seminar, berlangsung pula acara live surgery serta agenda kunjungan dua guru besar tersebut untuk meninjau secara langsung pasien urologi yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo. (*)

Penulis : Sefya Hayu Istighfaricha

Editor : Binti Q. Masruroh




“Jamu”, Inti Ceramah Kesehatan Jantung dalam Pertemuan PKPB UNAIR

UNAIR NEWS – Merealisasikan program kerjanya untuk mengadakan pertemuan anggota setiap tiga bulan sekali, hari Sabtu (13/1-2018) kemarin, Paguyuban Karyawan Purna Bakti (PKPB) Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan hal itu. Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Mudjiono/Siti Rukayah di kawasan Wisma Kedung Asem Indah I. Sekitar 80 anggota hadir membagi rasa kangen.

Pengurus PKPB tanggap. Kalau hanya pertemuan dan arisan rutin, diyakini bisa jenuh. Karena itu dalam pertemuan kemarin diselingi dengan sharing, ceramah memelihara kesehatan jantung. Input berharga itu disampaikan oleh Agus Subagjo, dr., Sp.JP., suami salah seorang anggota PKPB, Mahniza Mattalitti.

”Sebagai pengurus harus pandai-pandai menghadirkan selingan dari pertemuan rutin seperti ini. Kalau anggota sampai merasa jenuh, bosan, dan akhirnya tidak mau datang, maka pertemuan menjadi kurang gayeng. Selingannya tentu yang bermanfaat, selain rekreasi juga pengetahuan kesehatan yang sesuai dengan usia anggota” kata seorang Carik PKPB, Hadi Gunawan saat berbincang-bincang dengan unair.news.

Sementara Lurah PKPB, Dra. Kusmawati kembali menjelaskan mengenai program-program organisasi. Pertemuan triwulanan itu di dilaksanakan secara bergilir ke rumah diantara anggota, karena tujuan utamanya adalah silaturahmi. Giliran pertemuan itu bisa diminta oleh anggota jika yang bersangkutan akan atau mempunyai suatu hajatan. Jadi lebih fleksibel.

Disepakati juga, setiap pertemuan masing-masing anggota membayar iuran sebesar Rp 50.000. Seperti keputusan sebelumnya, komposisi peruntukan uang itu, 50% sebagai dana pertemuan (disampaikan kepada tuan rumah) dan 50% untuk kas organisasi.

”Kas organisasi antara lain dikeluarkan untuk bantuan bila ada anggota yang sakit atau kesusahan. Ini diluar bantuan yang disampaikan secara pribadi-pribadi,” kata Kusmawati, seraya menegaskan bahwa iuran ini tidak mengikat. Artinya, yang tidak bisa membayar diharap menyampaikan ke pengurus (Lurah atau para Carik PKPB, jumlahnya 8 orang).

JAMU untuk Jantung Sehat

Sedang dr. Agus Subagjo, Sp.JP., Ketua Komunikasi, lnformasi dan Edukasi (KIE) Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Jawa Timur dan spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dalam sharing-nya memberikan saran agar senantiasa menjaga kesehatan jantung. Apalagi seseorang yang sudah usia lanjut.

Dengan tidak bermaksud menakuti, penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab tertinggi kematian. Karena itu YJI terus memberikan edukasi akan bahaya penyakit ini serta bagaimana pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah. Antara dengan “Jamu” yaitu jaga mulut. Artinya pola makan harus benar-benar dijaga, jangan asal enak lantas dimakan dan tanpa batas.

”Dalam agama juga dianjurkan untuk makanlah bila terasa lapar. Kemudian sudahi makan sebelum kenyang. Itu merupakan ajaran yang baik dalam usaha menjaga kesehatan jantung,” katanya kepada unair news.

Dengan JAMU, maka itu merupakan bagian dari cara menjaga agar jantung tetap sehat. Dengan demikian maka kolesterol akan terjaga, pola makan teratur, dan kemudian jauhi faktor-faktor resiko penyebabnya. Faktor tersebut antara lain jauhi rokok, jangan minum alkohol, hindari kolesterol, dan hindari pemicu diabetes militus (kencing manis), dan berolahraga sesuai kemampuan.

”Jadi ada tiga jurus menangkal jantung koroner, yakni menjaga pola makan, pola pikir dan pola gerak. Dengan pola hidup yang berimbang dari ketiganya, insya Allah jantung kiat akan sehat,” kata dr Agus Subagyo, Sp.JP. (*)

Penulis: Bambang Bes




Sambut SNMPTN 2018, UNAIR Bakal Gelar Open House

UNAIR NEWS – Menjelang penerimaan mahasiswa baru, banyak informasi keliru yang beredar di masyarakat terkait seleksi masuk di Universitas Airlangga. Seperti isu biaya kuliah yang melambung tinggi, hingga praktik percaloan mengatasnamakan UNAIR yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Merespon isu-isu yang berkembang itu, UNAIR melalui Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) dan Pusat Informasi dan Humas (PIH) mengadakan Open House yang akan dilaksanakan selama tiga hari, terhitung 23-25 Februari mendatang. Dalam Open House itu, UNAIR membuka kesempatan seluas-luasnya bagi guru, calon mahasiswa, hingga orang tua untuk mendapatkan informasi seputar kuliah di UNAIR.

“Open House ini memberikan informasi sejelas-jelasnya tentang UNAIR,” ujar Achmad Solihin, SE., M.Si., selaku Ketua PPMB UNAIR.

PPMB UNAIR
Achmad Solihin, SE., M.Si., selaku Ketua PPMB UNAIR. (Foto: Alfian Sukma)

Solihin mengatakan, selama ini banyak informasi keliru yang beredar di masyarakat seputar kuliah di UNAIR. Seperti, biaya pendidikan yang sangat mahal, atau jaminan diterima jika mampu membayar dengan jumlah yang besar.

“Itu adalah informasi yang salah. UNAIR adalah PTN yang besar tapi dari sisi pembiayaan sangat rendah, masih memperhatikan kemampuan masyarakat, dan tetap memperhatikan kualitas,” terang Solihin.

Nantinya, Open House akan dilaksanakan di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C UNAIR. Selain pameran stan masing-masing fakultas dan program studi, para peserta dapat mengikuti talkshow bersama narasumber terkait tentang penerimaan mahasiswa di UNAIR. Rencananya, UNAIR juga akan mengundang narasumber dari dinas pendidikan dan pimpinan fakultas maupun program studi untuk memberikan informasi.

“Ini momen yang sangat pas di tengah proses pendaftaran masuk PTN. Sehingga sekolah bisa datang, termasuk orangtua. Ini akan menjadi sangat efektif karena semua program studi berkumpul di situ. Orangtua dan anak bisa bertanya langsung terkait prodi yang diminati,” terangnya.

Pada akhir, Solihin berharap bahwa Open House ini mampu menjadi media yang akan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Ia mengatakan, melalui Open House ini UNAIR akan memberikan konfirmasi terhadap informasi yang beredar keliru di masyarakat. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan




UNAIR Siap Terima Mahasiswa Timor Leste

UNAIR NEWS – Pemerintah Timor Leste kembali menyambangi Universitas Airlangga untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang pendidikan. Setelah sebelumnya, Pemerintah Timor Leste mengunjungi UNAIR untuk membicarakan perihal kebersediaan UNAIR untuk menerima mahasiswa Timor Leste. Kali ini, kunjungan yang dilakukan di Ruang Sidang A pada Senin (15/1) itu menjadi pertemuan untuk mematangkan persiapan seleksi dan penerimaan mahasiswa Timor Leste di UNAIR.

Mewakili Pemerintah Timor Leste, Ismenio Martins da Silva pada saat sambutan menyampaikan bahwa kerja sama di bidang pendidikan dilakukan sebagai bentuk dan upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia Timor Leste.

“Ada empat ribu lebih mahasiswa kami yang menyebar di 226 negara. Paling banyak memang di ASEAN,” jelasnya.

Ketertarikan Ismenio untuk memilih UNAIR menjadi salah satu mitra kerja sama bukan tanpa sebab. Keunggulan dan prestasi UNAIR menjadi salah satu alasan yang kuat. Selain itu, banyaknya alumni UNAIR yang menempati posisi strategis di Pemerintahan Timor Leste turut menjadi alasan untuk memilih UNAIR sebagai tempat menimba ilmu mahasiswa Timor Leste.

“Banyak lulusan dari UNAIR yang menempati posisi strategis di negara kami. Jadi, kita akan terus tindak lanjuti kerja sama ini,” ujarnya. “Untuk perihal tes dan proses seleksi secara sepenuhnya, kami serahkan ke UNAIR,” imbuhnya.

Menanggapi pernyataan Ismenio, bersama wakil dekan tiga dari FK, FKM, FST, FKp, FISIP, FPsi, Direktur Airlangga Global Engagement (AGE) Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si., menyatakan bahwa mengenai penerimaan mahasiswa Timor Leste di UNAIR, pihaknya tidak hanya melakukan seleksi dan memberikan perkuliahan. Lebih dari itu, UNAIR  berkomitmen untuk memberikan pelatihan-pelatihan.

“Jadi agar tidak hanya studi, tapi juga pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM,” terangnya.

Bukan hanya itu, untuk memperkuat kerja sama, Prof. Nyoman mengakui bahwa ke depan UNAIR membentuk asosiasi perguruan tinggi yang serumpun. Terutama, tambah Prof. Nyoman, ialah kampus yang menggunakan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia dalam kegiatan studi.

“Kalau saudara kita di Malaysia dan Brunei Darussalam, saya kira hampir sama dengan Indonesia. Kalau Timor Leste bisa bergabung dengan kami, itu akan lebih unik,” terangnya.

 

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Feri Fenoria