Tampilkan Produk Sains Unggulan di Indonesia Science Day 2018

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) turut berpartisipasi untuk menampilkan produk sains dalam pameran di Indonesia Science Day (ISD) 2018 yang digelar di Gedung PP–IPTEK (Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), Kompleks TMII (Taman Mini Indonesia Indah), Jakarta, pada 20–22 April 2018. Kegiatan itu diikuti 15 perguruan tinggi dan 26 lembaga, baik swasta maupun negeri.

Dari UNAIR, produk unggulan sains tersebut merupakan hasil penelitian dan Inovasi dari para dosen serta mahasiswa yang telah melewati uji coba dan tes kelayakan. Produk alat peraga yang ditampilkan itu, antara lain, Alat Dentolaser; Stem Cell; dan Robot Pemadam kebakaran, hasil inovasi mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR.

Sementara itu, untuk produk inovasi medis, yakni Medi Tea (Hasil Penelitian dari Prof. Dr. H., Djoko Agus Purwanto, Apt., M.Si.); Salep anti Keloid (Prof. Dr. David Sontani, dr., Sp.BP-RE(K); Nonikit, alat Tes anti Merkuri, (Mahasiswa PIMNAS); Fordontis Obat Kumur Ramah lingkungan (Erni Maduratna FKG UNAIR); dan produk BIO KSB (produk pengolahan limbah cair).

Pada hari pertama pembukaan ISD 2018, pengunjung stan pameran UNAIR cukup ramai. Mereka sangat antusias melihat produk-produk yang ditampilkan. Beragam pertanyaan dilontarkan, terutama seputar pembuatan, fungsi, dan cara kerja produk itu.

Di sisi lain, Amien Nugroho Widhi Pratama selaku staf perwakilan dari UNAIR yang mengikuti acara tersebut mengungkapkan bahwa tujuan partisipasi UNAIR dalam kegiatan ISD 2018 adalah mengenalkan produk unggulan kepada khalayak masyarakat. “Meski bukan murni universitas pengetahuan alam atau sains, kita (UNAIR, Red) memiliki banyak inovasi penelitian dan produk unggulan sains yang bisa bersaing dengan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, ISD 2018 dibuka langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, M.Si, Akt, Ph.D. Dalam sambutannya, dia menyatakan bahwa dengan adanya ISD 2018, para generasi muda atau masyarakat umum bisa mengerti secara lebih dekat dengan sains, penelitian, dan teknologi. Khususnya sebagai upaya kesiapan menghadapi industri revolusi 4.0.

“Dengan ISD di PP-IPTEK ini, kita bisa mengenalkan. Juga Science Park ini, menjadi wahana belajar ilmu pengetahuan. Agar, kompetensi generasi muda semakin baik,” tambah Prof. Nasir. (*)

 

Penulis: Bagus Dwi Prasetiyo

Editor: Feri Fenoria




Gandeng Banyak Mitra, UNAIR Terus Tingkatkan Sarana Pendidikan

UNAIR NEWS – Belum optimalnya jumlah tenaga pialang yang ada menjadi salah satu kendala perkembangan industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia. Melihat hal tersebut, PT. Rifan Financindo Berjangka (RFB), PT. Bursa Berjangka Jakarata atau Jakarta Futures Exchange (JFX), dan PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) berinisiatif memprakarsai sebuah wadah kerja sama berbasis edukasi yang berkelanjutan antara Universitas Airlangga dan ketiganya. Wadah tersebut berupa fasilitas dan sarana yang bertajuk Futures Trading Learning Center (FTLC).

Bertempat di Ruang Sidang Pleno, Kampus C UNAIR (20/4), kerja sama yang membahas FTLC itu diresmikan melalui penandatanganan MoU oleh Wakil Rektor IV UNAIR Juanidi Khotib, S.Si., Apt., Ph.D., Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang, PLT Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi, dan Direktur Utama PT. RFB Ovide Dercoli, S.Kom.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama KBI mengatakan bahwa FTLC berperan penting dalam memberikan pembekalan dini secara teori dan praktis perihal industri PBK kepada kalangan sivitas akademika dalam menghadapi perkembangan pasar yang dinamis dimasa depan. Selain itu, tambahnya, kontrak berjangka sebagai salah satu instrumen PBK bisa menjadi pilihan alternatif bagi para investor.

“Dengan memasukkan subjek PBK ke lingkungan kampus melalui FTLC, maka secara paralel akan memajukan dunia pendidikan sekaligus mempersiapkan kualitas calon SDM bagi industri PBK di masa depan,” papar Fajar.

Sementara itu, Direktur Utama JFX mengatakan bahwa edukasi keilmuan terkait PBK dilakukan tidak sebatas pada civitas akademika UNAIR saja, melainkan juga publik Jawa Timur secara keseluruhan.

“Tentunya, harapan kami, FTLC bisa meningkatkan pengetahuan publik Jatim, khususnya kota Surabaya,” tegasnya.

Menanggapi paparan dari para mitra, Wakil Rektor IV UNAIR menegaskan bahwa literasi PBK itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama untuk meningkatkan minat dan antusiasme mahasiswa akan proposisi nilai dari industri PBK kepada masyarakat secara umu.

“Sehingga, nantinya akan banyak SDM dari kampus UNAIR yang bisa turut serta membesarkan industri ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Binti Q. Masruroh




HRLS Adakan Diskusi Publik Terkait Jurnalisme dan Pembelaan HAM

UNAIR NEWS – Aboeprijadi Santoso atau akrab disapa Bung Tossi, seorang jurnalis senior penuh dedikasi tinggi dengan menyuarakan prsoalan hak-hak asasi manusia dalam kerja-kerja jurnalistiknya. Ia pula penulis buku “Jejak jejak Darah: Tragedi dan Pengkhianatan di Timor Timur” sebagai ikhtiar keberpihakannya pada Hak Asasi Manusia.

Kali ini, Bang Tossi hadir dan menjadi narasumber dalam diskusi yang digagas Human Right Law Studies (HRLS), Fakultas Hukum, Universitas Airlangga dan AJI Surabaya dengan tajuk Jurnalisme dan Pembelaan. Diskusi itu bertujuan untuk memahami dan belajar mengenai jurnalisme advokasi dan relevansinya dalam konteks Indonesia hari ini . Bahkan diharapkan diskusi tersebut mampu menjawab pertanyaan terkait “masih adakah masa depan Jurnalisme Advokasi di Indonesia?”.

Hadir pula pembahas diskusi, Moch Syahri, mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNAIR dan Bung Miftah Faridl, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Surabaya. Diskusi yang dipimpin oleh Dr. Herlambang Pertana Wiratraman  itu dihadiri oleh 15 orang dari kalangan  mahasiswa dan umum pada (16/4).

Dalam pemaparannya, Faridl mengatakan bahwa jurnalis adalah manunisa yang otonom dan HAM adalah sesuatu yang bebas nilai. Jika disandingkan, keduanya tentu sangat relevan. Sebagaimana sejarah, pers identic dengan advokasi lantaran pers lahir dari suatu pembelaan. Di era seperti saat ini, jurnalis memiliki ruang lingkup yang lebih luas, pasalnya kemajuan teknologi mendorong seseorang dapat membuat berita atau yang biasa disebut citizen journalism. Selain itu, tambahnya, prespektif jurnalis bukan mengenai normatif.

“Perlu adanya kolaborasi, saat ini satu media beranak pinak. Mereka biasanya memiliki cetak, internet, dan televisi. Politik polarisasi, media yang begitu cepat masuk di politik pilarisasi. Dalam hal ini HAM menjadi tidak bebas nilai,” ujar Faridl.

Saat ini, untuk menjawab apakah dalam konteks sekarang pers dapat melakukan pembelaan. Ia mengatakan bahwa sangat berat ketika hal itu dihadapkan pada konteks media atau industri pers saat ini.

“Tetapi kita harus tetap harus optimis. Jurnalis harus bisa kembali menemukan marwahnya,” pungkasnya.

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Nuri Hermawan




Panlok 50 Surabaya Gelar Simulasi Ujian Tulis Berbasis Komputer

UNAIR NEWS – Guna menyiapkan pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Panitia Lokal (Panlok) 50 Surabaya melangsungkan simulasi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Kegiatan simulasi dilangsungkan di lokasi UTBK yang bertempat di Gedung Airlangga Medical Education Center (AMEC) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (19/4).

Hadir pada simulasi tersebut, Ketua Panlok 50 Surabaya Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM, Sekretaris Universitas Koko Srimulyo, M.Si., Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo, dr. Sp.U., dan Sekretaris Panlok 50 Surabaya Prof. I Made Narsa, Dr., SE., M.Si., Ak. Dalam sambutannya, Prof. Djoko mengatakan bahwa simulasi yang dilangsungkan secara serentak se-Indonesia itu bertujuan untuk persiapan yang matang pada pelaksanaan SBMPTN pada tanggal 8 Mei mendatang.

Wakil Rektor I UNAIR itu juga menambahkan bahwa adanya UTBK merupakan penyesuaisan dari kemajuan zaman. Ke depan, pelaksanaan SBMPTN bakal sepenuhnya menggunakan UTBK. Memang, tambahnya, hal itu tidak bisa langsung dilaksanakan dalam waktu cepat.

“Tentunya semua bertahap. UTBK memang ada kelemahan, tapi dibandingkan dengan ujian berbasis cetak, UTBK lebih banyak keuntungannya,” tandas Prof. Djoko.

Kemudian, bagi Guru Besar FK UNAIR itu, UTBK tidak sekadar ujian menggunakan komputer saja. Lebih dari itu, UTBK merupakan ujian yang memadukan fisik maupun sistem. Keduanya, tegasnya, harus dijamin keamanan dan kontrolingnya.

“Jika ada kendala server rusak ataupun listrik padam, semua sudah diantisipasi dan harus bisa diatasi,” imbuhnya.

Dihadapan puluhan awak media dan mahasiswa yang sedang melakukan proses simulasi tes UTBK, Prof. Djoko menandaskan bahwa adanya mekanisme seleksi yang semakin canggih itu, tidak lain untuk efektivitas dan keamanan yang lebih baik. Selain itu, menurutnya, hadirnya seleksi dengan UTBK diharapkan mampu menjaring putra-putri terbaik bangsa untuk bisa menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan baik.

“Melalui penjaringan dengan baik, maka kampus akan diisi oleh putra-putri terbaik bangsa yang bakal melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Binti Q. Masruroh




Tak Hanya di Kelas, Mahasiswa Belajar Langsung di Hotel

UNAIR NEWS – Ilmu pelajaran tidak hanya didapatkan dari dalam kelas saja, melainkan bisa didapat dari luar kelas. Seperti yang dilakukan mahasiswa D-3 Manajemen Perhotelan, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga yang melakukan pembelajaran di luar kelas yaitu di salah satu hotel berbintang lima di Surabaya.

Sebanyak 65 mahasiswa Manajemen Perhotelan yang saat ini berada di semester dua mengunjungi Hotel JW Marriot, Surabaya, Sabtu (14/4). Hotel JW Marriot, Surabaya, merupakan salah satu hotel mewah berbintang lima yang bertaraf internasional. Di sana, mahasiswa belajar banyak hal baru sebagai bekal terjun di dunia perhotelan.

Terdapat dua kegitan yang diikuti, yaitu hotel tour (tur hotel) dan table manner (etika makan). Dua kegiatan itu dipimpin langsung oleh para manajer hotel.

Dalam kegiatan tur hotel, mahasiswa diajak melihat tiga jenis restoran yang ada, kolam renang, lounge (ruang tunggu), dan tempat umum lainnya. Selain itu, mereka juga mengunjungi salah satu jenis kamar yang sangat mewah yaitu presidential suite. Mahasiswa Manajemen Perhotelan terlihat antusias dengan acara ini dan beberapa kali mereka mengajukan pertanyaan.

Para mahasiswa tidak hanya diajak berkeliling hotel saja. Mereka juga diajak mencoba apa yang sudah dipraktikkan, seperti making bed (menata tempat tidur) dan ice carving (membentuk/mengukir es). Sehingga, ilmu yang mereka dapat tidak sekadar teori yang didengarkan saja, melainkan bisa langsung dipraktikan. Pelajaran lain yang tak kalah menarik adalah tentang barista dan flambe yang dipraktikkan langsung oleh ahlinya.

Sebanyak 65 mahasiswa D-3 Manajemen Perhotelan usai mengikuti tour hotel dan table manner di Hotel JW Marriot, Surabaya, Sabtu (14/4). (Dok. Pribadi)

Acara ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa saja, namun perwakilan dari rektorat UNAIR juga merasakan.

“Pelayanan di sini cukup baik. Selain itu, dengan mengikuti acara ini bisa memberikan pelajaran-pelajaran yang kita butuhkan. Dan bisa dipraktikkan saat bertemu Bapak Rektor,” tutur Reni, salah satu staf rektorat UNAIR bagian pelayanan rektor yang mengikuti acara table manner.

Sementara itu, koordinator Prodi D-3 Manajemen Perhotelan Dian Yulie Reindrawati S.Sos., M.M, Ph.D berharap, melalui acara ini semakin bertambah pengetahuandan skill mahasiswa terkait dunia perhotelan.

“Harapannya anak-anak (mahasiswa, Red) tambah pengetahuannya mengenai etiket makan. Jadi, suatu saat kalau diundang ke acara penting, mereka tahu harus bagiamana,” jelas Dian.

Endra selaku Chef pastry JW Marriot Surabaya yang juga dosen pastry manajemen perhotelan berharap, melalui acara ini mahasiswa lebih mengenal dunia perhotelan. Agar nantinya, ilmu bisa dipraktikkan di lapangan ketrika masuk dunia kerja.

Ia juga mengatakan, usai kunjungan ini, mahasiswa Manajemen Perhotelan UNAIR bisa melaksanakan magang di Hotel JW Marriot. “Karena banyak yang lulusan UNAIR yang sudah bekerja di sini,” tambahnya. (*)

Penulis: Humas Manajemen Perhotelan

Editor: Binti Q. Masruroh




Dorong Gaya Hidup Sehat, BEM FST Gelar Donor Darah

UNAIR NEWS – Kebutuhan atas donor darah serta nilai kemanusiaan mendorong Departemen Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga menggelar kegiatan donor darah pada Selasa (19/4). Kegiatan di Lobi Selatan FST itu bertema “We Share We Care”.

Dalam kegiatan tersebut, Pengmas BEM FST UNAIR bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Korps Suka Rela (KSR), Kelompok Study Strategi Analisis Peka Lingkungan (KSSAPL), dan Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMAKI). Selain membantu meningkatkan ketersediaan darah di PMI, aksi sosial itu bertujuan mendorong gaya hidup sehat masyarakat melalui donor darah.

”Tujuan utamanya, meningkatkan rasa peduli sesama saudara kita yang membutuhkan. Juga, memberikan kesadaran akan manfaat dari kegiatan donor darah ini. Yakni, salah satunya, memperlancar sistem sirkulasi darah,” jelas Diana, penanggung jawab kegiatan tersebut.

Sejak pukul 07.30 hingga 10.30, terdapat 52 sivitas akademika FST yang berantusias mendonorkan darahnya. Bukan hanya itu, sebanyak 36 lainnya bersemangat melakukan cek kesehatan yang disediakan PMI.

Untuk bisa mendonor, ada syarat-syarat tertentu yang mesti dipenuhi. Di antaranya, berusia 17 hingga 60 tahun, berat badan minimal 45 Kg, tingkat hemoglobin minimal 12,5 gram. Selain itu, denyut nadi normal dan tekanan darah harus baik, tidak sedang menstruasi bagi perempuan, serta tidak mengonsumsi obat-obatan. Dan, tidak memiliki riwayat penyakit berat atau menular.

Tentu hal tersebut ditujukan agar darah yang terkumpul benar-benar bersih dan sehat. Dengan begitu, darahnya bisa dimanfaatkan untuk orang yang membutuhkan. Meski, sebelum disalurkan kepada pasien, darah itu bakal melalui serangkaian tes di laboratorium untuk memastikan layak digunakan.

Darah yang terindikasi mengandung penyakit atau terinfeksi obat-obatan langsung dibuang. Berdasar persyaratan-persyaratan tersebut, terdapat 24 warga FST yang berhasil lolos dan dapat mendonorkan darahnya.

”Dengan melakukan donor darah, saya bisa memberikan tetes darah saya kepada orang yang membutuhkan. Sebenarnya donor darah juga menguntungkan buat saya sih secara tidak langsung. Sebab, badan saya menjadi lebih sehat dan enak,” ungkap Bachtiar, salah seorang pendonor dari jurusan S1 kimia.

”Secara pribadi sih, saya senang banget melakukan donor darah ini. Apalagi, ini donor darah yang kali pertama saya lakukan,” imbuhnya.

Para pendonor yang lolos seleksi dan berhasil melakukan donor darah mendapatkan bingkisan dari PMI dan panitia. Hal tersebut ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian pendonor terhadap sesama. (*)

 

Penulis: Nur Laily Fachira Ikmala

Editor: Feri Fenoria




BEM FST Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui Abdi Desa

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Airlangga pada pertengahan bulan April lalu, sukses menyelenggarakan pembukaan salah satu program kerja berkelanjutan bernama ‘Abdi Desa 2018’. Proker itu sebagai wujud implementasi mahasiswa FST melalui BEM FST dalam mengamalkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat.

Selain itu, tujuan Abdi Desa yang dilakukan di Desa Gumeng, Kabupaten Mojokerto, jelas Ahmad Fahmi Ramadlan selaku ketua pelaksana, Abdi Desa FST 2018 lebih mengarah ke pemberdayaan masyarakat dan 3 fokus lainnya, yaitu ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Sementara itu, Fahmi Royani, salah satu panitia acara menjelaskan bahwa kegiatan Abdi Desa tahun ini mengusung tema ‘Sinergis Masyarakat dalam Membangun Potensi Desa sebagai Masyarakat Mandiri’. Kegiatan tersebut, diawali dengan sambutan kepala desa dan ketua pelaksana yang kemudian dilakukan pemotongan tumpeng.

“Setelah makan bersama selepas potong tumpeng, dilakukan penyuluhan budidaya ikan lele oleh M Syafrizal Izaki dari yayasan seribu senyum yang mensosialisasikan kepada warga khususnya karang taruna desa Gumeng,” tutur Fahmi.

Penyuluhan itu, tambahnya, bertujuan agar warga dapat membudidayakan ikan lele dengan baik dan benar, sehingga keuntungan dapat diperoleh warga Desa Gumeng. Fahmi juga menambahkan bahwa  kualitas air yang ada di desa sangat baik karena berasal dari sumber mata air yang cocok untuk budidaya berbagai ikan.

Respons Positif

Hadirnya kegiatan Abdi Desa yang dilakukan oleh BEM FST tersebut disambut baik oleh warga setempat. Salah satunya dari Ibu Kepala Desa. Baginya, acara itu sangat bermanfaat bagi warga Gumeng. Apalagi, tambahnya, dengan adanya budidaya lele yang nantinya dapat menjadi mata pencaharian baru oleh warga.

“Dengan adanya bimbingan dari mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi ini kami menjadi terarah dan kedepan hasilnya dapat kita rasakan,” terangnya.

Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan acara  nonton bareng dan bakar jagung di depan Balai Desa Gumeng. Kegiatan tersebut meraup antusias warga sehingga interaksi disana dapat menjalin keakraban warga dengan panitia. Kemudian, pada hari kedua dilanjutkan kegiatan senam pagi, kerja bakti, dan ‘kenduran’ atau syukuran warga Desa Dumeng.

Harapannya kegiatan yang telah dan akan terlaksana dengan kerja sama Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio) Unair, Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) Unair, Kelompok Sudi Strategi Analisis Peka Lingkungan (KSSAPL) Unair, dan Yayasan Seribu Senyum itu dapat memberi solusi dari permasalahan yang ada di Desa Gumeng.

Penulis: Fahmi Royani dan Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan




UKM Pramuka Tanamkan Kedisiplinan dan Persahabatan Lewat Pesta Siaga

UNAIR NEWS – Pesta Siaga 2018 sukses diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Airlangga pada akhir minggu pertama bulan April lalu. Acara yang dilaksanakan di Kampus C UNAIR itu, diikuti oleh pramuka kalangan siaga yang berada di daerah Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan sekitarnya.

Uswatun Khasanah selaku sebagai ketua pelaksana menjelaskan sasaran acara itu adalah anak Sekolah Dasar. Acara tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan rasa cinta budaya dan lingkungan, mengasah kemampuan, ketangkasan dan kekompakan tim, mewujudkan prestasi, karya, dan jiwa pramuka.

“Tujuan yang lain yaitu untuk menumbuhkan sifat disiplin, tangkas dan berani, meningkatkan persahabatan, dan mengasah keterampilan dalam bidang teknologi. Karena kami yakin pribadi yang baik tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan dari kebiasaan yang dilakukan sejak dini sehingga terbentuklah acara ini,”  jelas Uswatun

Pada Pesta Siaga itu, kegiatan didalamnya dibagi menjadi giat prestasi dan giat pelatihan. Kegiatan saat giat prestasi ada lomba pipa bocor yang dilakukan bersama timnya, lomba rangkai puzzle individu, dan ada pula lomba reportase sebelum acara dimulai. Tak hanya perlombaan pada giat pelatihan, peserta mendapat beberapa pelatihan yang bermanfaat.

“Giat pelatihan disini peserta memperoleh pelatihan bagaimana mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik dan benar. Mereka tampah antusias sekali dalam pelatihan tersebut,” tutur Uswatun.

Selanjutnya, Uswatun juga menjelaskan bahwa diawal sempat terjadi sedikit kendala, tapi syukurlah acara berjalan dengan lancar dan terkendali sampai terpilihnya juara umum yang dibagi jadi 2, yaitu putra atau ‘pa’ dan putri atau ‘pi’

“Juara pesta siaga 2018 se-Surabaya open pada juara umum putra diperoleh Madrasah Ibtida’iyah Negeri (MIN) Medokan Ayu sedangkan Juara umum putri didapatkan SD Negeri Kedungboto I Beji,” imbuhnya.

Dalam acara itu, UKM Pramuka UNAIR tak lupa menyelipkan nilai-nilai yang ditanamkan ke peserta. Nilai itu, tambahnya adalah aktif, kreatif, dan bersahabat. Karena usia siaga adalah masa bermain dan bersenang-senang, panitia tidak terlalu menekankan jiwa kompetisi.

Pada akhir,Uswatun berharap agar setiap individu sadar akan kedisiplinan. Karena seperti yang diketahui, Indonesia sering disebut pengguna ‘jam karet’.

“Kesan pesan dari peserta selam kegiatan, senang dan semangat karena mereka bertemu banyak teman baru. Bisa bermain bersama-sama, walaupun harus basah-basahan ketika perlombaan pipa bocor,” pungkasnya.

Penulis: Hilmi Putra Pradana




Lokasi Parkir Motor di Rektorat UNAIR Pindah ke Belakang Perpustakaan

UNAIR NEWS – Pembenahan terus dilakukan oleh Kantor Manajemen Universitas Airlangga. Kali ini mengenai perparkiran kendaraan bermotor. Terhitung mulai hari Rabu tanggal 18 April 2018, tempat parkir sepeda motor bagi sivitas UNAIR dan tamu, dialihkan ke belakang Gedung Perpustakaan.  Berdampingan dengan Asrama Puteri kampus C UNAIR. Semula, parkir ini berada diantara gedung Kahuripan dengan gedung Student Center (SC).

Menjelang perpindahan lokasi parkir itu, Selasa (17/4) sore diadakan selamatan sederhana “Potong Tumpeng” di lokasi parkir yang baru. Hadir dalam acara ini antara lain Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., Wakil Rektor II Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., Wakil Rektor III Prof. Moch Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D., Sekretaris Universitas Drs. Koko Srimulyo, M.Si., Direktur Sumber Daya Dr. Purnawan Basundoro, SS., M.Hum., Direktur Sarana, Prasarana dan Lingkungan Karnaji, S,Sos., M.Si., Staf Khusus Drs. Ec. Pribadi Archam, dan beberapa staf Kantor Rektorat UNAIR.

parkir motor
SUASANA selamatan sederhana perpindahan lokasi parkir motor di sekitar Rektorat kampus C UNAIR. (Foto: Bambang Bes)

Dalam sambutannya, Prof. Moh Nasih mengatakan bahwa selamatan ini antara lain sebagai niatan kita yang tulus untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa agar di tempat baru ini nanti senantiasa diberikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam penempatan sarana penunjang para pegawai.

”Kalau sarana perparkiran kendaraan pegawai itu nyaman dan aman, insyaAllah akan menunjang rasa tenteram pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. Mudah-mudahan disini senantiasa aman dan nyaman,” kata Pak Rektor.

Setelah dibacakan doa oleh Wakil Rektor III Prof. Moch Amin Alamsjah, maka Rektor menyerahkan pelaksanaan prosesi ”potong tumpengnya” kepada Wakil Rektor II Dr. Muh Madyan. Lalu potongan nasi tumpeng beserta lauk-pauknya itu diserahkan kepada Direktur Sarpras dan Lingkungan Karnaji, S.Sos., M.Si. Baru setelah itu dilaksanakan makan tumpeng nasi kuning bersama.

Dalam “cuitan” beberapa yang hadir dalam selamatan ini, penempatan parkir motor di lokasi yang baru ini dinilai lebih baik. Sebagian lahan sudah beratap, semua lahannya sudah berpaving, listrik penerangan parkir juga terang, dan diyakini tidak tergenang air jika hujan deras karena dataran lokasinya agak tinggi dibandingkan dengan lokasi parkir semula.

parkir motor
PIMPINAN Universitas Airlangga dan peserta selamatan berfoto bersama di lokasi baru perparkiran sepeda motor di sekitar Rektorat kampus C. Lahannya berpaving rapi dan beratap. (Foto: Bambang Bes)

Selain itu akan memecah keramaian menjadi merata, dari yang selama ini hanya di sekitar masjid, Student Center, dan gedung Rektorat. Apalagi di sekitar perparkiran terdapat perpustakaan, asrama mahasiswa puteri, dan kedepan akan dekat dengan Sport Center yang saat ini sedang dikerjakan pembangunannya.

Menurut keterangan dari Bagian Sarpras UNAIR, tempat parkir motor yang lama akan direhab untuk parkir kendaraan pimpinan yang semula berada di lantai dasar gedung Selasar. Sedangkan lantai dasar Selasar, menurut rencana akan dipergunakan untuk menambah kebutuhan ruang kerja. (*)

Penulis : Bambang Bes




Delegasi FH Raih Best Paper dalam Kompetisi KTI Tingkat Nasional

UNAIR NEWS – Setelah berhasil membawa pulang gelar runner up dalam Parahyangan Legal Competition 2018, kini, tiga mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi. Prestasi itu adalah predikat Best Paper yang didapat melalui kompetisi karya tulis ilmiah (KTI) oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FH Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (11/4) lalu.

Tiga mahasiswa itu adalah Antonius Gunawan (2015), Hidayatur Rohman (2015), dam Muhammad Dayyan Sunni (2015). Ketiganya merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Semi Otonom (BSO) Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) FH UNAIR. Dalam pengerjaan KTI, mereka berada di bawah bimbingan Bagus Oktavian Abrianto, S.H., M.H.

Setelah berhasil lolos pada babak penyisihan, mereka mempresentasikan KTI bersama sembilan peserta lainnya yang datang dari berbagai universitas. Seperti, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Brawijaya, dan Univesitas Negeri Semarang.

“Awal pendaftaran sekitar Februari. Kemudian dari 40 pendaftar hanya sepuluh terbaik yang dapat melanjutkan ke babak selanjutnya. Proses pengerjaan cukup lancar. Hanya saja terdapat hambatan terkait administrasi dan dana. Tapi syukurlah akhirnya kami bisa berangkat dan mewakili UNAIR,” ujar Rohman.

Kompetisi dengan nama Pekan Raya Hukum tersebut berhasil mengantarkan Rohman dan kawan-kawan menjadi peserta dengan predikat Best Paper. Meski belum menjadi juara, namun para delegasi bangga atas prestasi mereka.

Dalam kompetisi itu, juara I diraih oleh Universitas Negeri Surakarta, juara II Univesitas Negeri Semarang, dan juara III Univesitas Brawijaya.

Dari kompetisi itu, Rohman mengatakan bahwa banyak hal baru yang didapat. Misalnya, dalam hal presentasi. Para delegasi lain lanjut Rohman, sangat kreatif. Mereka menggunakan alat pendukung seperti x-banner, poster, video. Sedangkan ia dan tim, lanjutnya, hanya mengandalkan kertas dan ingatan.

“Keikutsertaan teman teman FH dalam kompetisi karya tulis ini dapat dikatakan sangat jarang. Kebanyakan minatnya ada di debat dan National Moot Court Competition. Semoga dari sini ada yang terinspirasi untuk mengikuti kompetisi karya tulis selanjutnya,” imbuh Rohman. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Binti Q. Masruroh