Monyet Ekor Panjang Berpotensi Transmisi Zoonosis Entamoeba Spp. pada Manusia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto oleh GlobalGiving

Entamoeba spp. merupakan parasit protozoa yang dapat menginfeksi semua kelas vertebrata termasuk manusia dan Non Human Primates (NHP) seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Beberapa spesies Entamoeba telah teridentifikasi pada manusia dan NHP seperti E. histolytica, E. dispar, E. coli, E. moshkovskii, E. hartmanni dan E. polecki. Beberapa spesies dianggap kurang berbahaya, tetapi berisiko zoonosis dan  menyebabkan penyakit yaitu amoebiasis yang disebabkan oleh E. histolytica merupakan penyakit parasite ke tiga yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada manusia hingga 50.000 kematian per tahun, selain malaria dan schistosomiasis. Cara penularan Entamoeba spp. secara peroral melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi parasit dalam bentuk kista maupun tropozoit.

Penyebaran penyakit karena Entamoeba lebih banyak dijumpai di daerah tropis dan subtropis, terutama pada daerah yang tingkat perekonomiannya rendah, sistem sanitasi yang buruk, adanya interaksi manusia dan hewan peliharaan. Transmisi amoebiasis dari primata ke manusia atau sebaliknya terjadi karena adanya interaksi antara manusia dan monyet. Interaksi tersebut dapat terjadi karena beberapa aspek, seperti ekologi, pekerjaan, rekreasi, dan riset. Adanya hubungan  yang erat antara manusia dan primata menimbulkan peluang adanya potensi zoonosis.  Satwa primata dapat berperan sebagai reservoir penyakit zoonosis potensial dan sekitar 25% emerging disease pada manusia berasal dari primata.

Pathogenesis terjadi karena parasite merusak dinding sekum dan kolon, membentuk terowongan-terowongan yang berbentuk seperti botol. Amoeba masuk ke dalam mukosa kemudian berkembang biak dan membentuk koloni-koloni dan selanjutnya meluas ke sub mukosa sampai ke muskularis dari usus. Penetrasi ke epithel usus karena lisis sel epithel usus oleh enzim tripsin yang merupakan proteolitik enzim. Patogenitas dari Amoeba diperkuat akibat masuknya bakteri saat infeksi. Bakteri yang sering menyertai adalah Aerobacter aerogenes dan Escherichia coli yang akan memperparah gejala klinis yaitu diare berdarah bahkan sampai penetrasi ke hepar menyebabkan abses hepar (hepatic amoebic abscess).

Penelitian ini dilakukan pengambilan sampel dari monyet ekor panjang yang berada di Baluran National Park (BNP) adalah taman nasional tertua di Indonesia. Selain memiliki pemandangan alam yang indah, juga salah satu taman nasional dengan jumlah turis asing yang banyak. Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) adalah salah satu spesies dengan populasi yang melimpah, sehingga memungkinkan terjadi interaksi yang tinggi antara manusia dan monyet ekor panjang dengan memberikan makanan yang berlebihan, kondisi tersebut dimungkinkan peningkatan risiko penyakit zoonosis. Tujuan penelitian ini adalah ingin mendeteksi Entamoeba spp. pada Macaca fascicularis di BNP secara molekuler dengan pemeriksaan PCR. Identifikasi selama ini hanya berdasarkan morphologi yang kurang spesifik dalam mendeteksi spesies. 

Hasil penelitian secara mikroskopis maupun pemeriksaan molekuler dengan PCR menunjukkan positif Entamoeba coli sebesar 53% (53/100 sampel), sesuai target 600 bp. Berdasar identifikasi hanya E. coli yang ditemukan dari feses monyet ekor panjang di BNP, hal tersebut telah menunjukkan prevalensi yang moderate, menurut beberapa laporan peneliti prevalensi E. coli di dunia sekitar 30%-100%.  Prevalensi yang cukup tinggi tersebut perlu mendapat perhatian terutama banyaknya turis asing maupun pengunjung lokal yang berisiko terkena infeksi melalui air atau makanan yang terkontaminasi kista Entamoeba spp. Prevalensi yang tinggi hampir berasal dari kera penangkaran atau daerah pedesaan. Jalur penularan Entamoeba sp. potensial utama ditularkan melalui air, fecal-oral, dan kontak antara manusia dan Non Human Primates. Berdasar hasil penelitian tersebut perlu adanya perhatian dari pihak pengelola Taman Nasional Baluran untuk melakukan pencegahan agar pengunjung tidak terlalu dekat dengan hewan disekitarnya. Peneliti mengucapkan terimakasih pada pengelola Taman Nasional Baluran yang telah memfasilitasi pengambilan sampel.

Penulis:  Prof. Dr. Nunuk Dyah Retno Lastuti, drh., MS

Divisi Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga

Informasi lengkap dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences (eISSN 2636-9346)

https://medic.upm.edu.my/jurnal_kami/malaysian_journal_of_medicine_and_health_sciences_mjmhs/mjmhs_vol17_supp_2_april_2021-61401

Lastuti NDR, Lucia Tri Suwanti LT, Hastutiek P, Kurniawati DA , Puspitasari H (2021). Molecular Detection of Entamoeba spp in Long-tailed Macaque (Macaca Fascicularis) at Baluran National Park, Indonesia. Mal J Med Health Sci 17(SUPP2): 85-88, April 2021.

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp