Eksplorasi Senyawa Kompleks Terhadap Aktivitas E. coli Non-Patogenik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: Merdeka

Turunan senyawa Imidazol diketahui memiliki beberapa aktivitas biologis, seperti antibakteri, antijamur,antikanker,dan antivirus. Di sisi lain, 2,4,5-trifenil-1H-imidazol adalah senyawa yang sangat penting dalam organologam kimia, yang beberapa kompleksnya dapat berikatan dengan DNA. Hal ini adalah factor penting untuk eksplorasi antibiotik. Antibiotik Imidazole adalah obat yang telah sering digunakan dalam pengobatan manusia dan hewan. Imidazol 2-aldoximes adalah salah satu turunan senyawa imidazol yang telah dilaporkan oleh Skocibušic (2018) mempunyai aktivitas terhadap Escherichia coli dengan zona penghambatan dari 12,4 ± 0,71 sampai 21,8 ± 0,9 mm.

Selain itu, pentingnya ion logam dalam fungsi vital organisme makhluk hidup, dari mamalia hingga bakteri, telah dikenal luas. Mereka dimasukkan ke dalam enzim dan kofaktor yang dibutuhkan untuk berbagai jenis proses kehidupan. Tembaga adalah komponen dasar untuk berbagai bentuk senyawa organik, ditemukan dalam bermacam-macam enzim, oksidase sitokrom C, superoksida yang mengandung Cu-Zn enzim dismutase, dan logam pusat di dalam pigmen hemosianin pembawa oksigen.

Secara umum, senyawa kompleks hasil sintesis memiliki aktivitas biologis yang lebih tinggi dibandingkan ligan bebas atau senyawa organiknya. Logam kompleks secara berlebihan memperburuk proses pernapasan sel dan meningkatkan fusi protein, serta membatasi perkembangan biakannya. Dalam studi ini, hubungan azomethine (-C=N-) di dalam kompleks yang disintesis menampilkan aksi alami yang luas karena perluasan molekul liposolubilitas mikroorganisme melintasi membran sel.

Kompleks tembaga telah menjadi fokus penting dalam upaya eksplorasi aktivitas biologis karena banyak proses biologis melibatkan ion logam. Baru-baru ini, senyawa kompleks tembaga (II) dengan 2,4,5-trifenil-1H-imidazol dilaporkan pada penelitian sebelumnya memiliki aktivitas biologis seperti kanker payudara, kanker servik, dan virus dengue serotipe 2. Namun, dalam penelitian ini terfokus pada aktivitas antibakteri dengan metode in vitro, terutama untuk strain Escherichia coli non-patogenik. Karena pada penelitian sebelumnya efek penghambatan pada uropathogenic Escherichia coli (UPEC) kurang sensitif terhadap oksida nitrat dibandingkan strain non-patogen Escherichia coli.

Tembaga(II)-2,4,5-trifenyl-1H-imidazol dan CuCl2.2H2O diuji untuk aktivitas anti-Escherichia coli dengan standar McFarland. Penelitian ini menggunakan metode difusi disk dengan variasi konsentrasi, 50 mg/ml, 75 mg/ml, 125 mg/ml, 250 mg/ml, dan 500 mg/ml. Hasil investigasi dibandingkan dengan Dimetilformamida sebagai kontrol negatif dan dinyatakan dalam mm. Berdasarkan zona hambat pertumbuhan Escherichia coli pada penelitian ini, ketika konsentrasi senyawa meningkat, maka zona hambat akan meningkat pula.

Secara umum, CuCl2.2H2O menunjukkan efek inhibitor yang lebih baik dibandingkan dengan senyawa kompleks tembaga(II)-2,4,5-trifenil-1H-imidazol menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan kisaran 10,57-27,16 mm. Dalam penelitian sebelumnya, nilai sitotoksisitas CuCl2.2H2O pada sel Vero sebesar 5,03 µg/ml dan senyawa kompleks tembaga(II)-2,4,5-trifenil-1H-imidazol sebesar 44,74 µg/ml. Logam bebas memiliki polarisasi yang lebih besar daripada senyawa kompleks karena mengandung lebih banyak elektron dan logam bebas menghasilkan lebih banyak ion yang larut air. Hal ini menyebabkan CuCl2.2H2O menjadi lebih toksik karena ion logam bebas dalam medium lebih banyak, sehingga merusak dinding sel lebih cepat daripada senyawa kompleks tembaga(II)-2,4,5-trifenil-1H-imidazol yang memiliki stabilitas tinggi.

Penulis: Teguh Hari Sucipto, Wahyu Setyarini, Fahimah Martak, Dadik Raharjo

Judul Artikel: Anti-Escherichia coli Non-Pathogenic Strain Activity of Complex Compound Based on Copper(II) and 2,4,5-triphenyl-1H-imidazole

Informasi detail tentang artikel ilmiah ini dapat dilihat di:

https://rasayanjournal.co.in/admin/php/upload/3118_pdf.pdf

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu