UNAIR dan UNTAG Banyuwangi Berikan Policy Brief pada Pemerintah Baru

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Penyerahan Policy Brief oleh Arif habib Fasya (Kanan) ke Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (kiri). (Foto: Ananda Wildhan)

UNAIR NEWSPSDKU Universitas Airlangga (UNAIR) di Banyuwangi bekerja sama dengan Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Banyuwangi sukses menggelar Simposium Perikanan Nasional pada tanggal 5 – 6 April lalu. Kegiatan yang mengusung tema ‘Penguatan Ekonomi Kabupaten Banyuwangi Melalui Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Secara Berkelanjutan di Era Kebiasaan Baru (New Normal)’ tersebut memberikan sebuah Policy Brief atau rekomendasi kebijakan untuk pemerintah baru Kabupaten Banyuwangi.

Arif Habib Fasya yang merupakan perwakilan dari UNAIR mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Program Studi Akuakultur UNAIR Banyuwangi dengan Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) Untag. Dirinya berharap dengan menghadirkan beberapa narusumber yang kompeten dibidangnya mampu menghasilkan sebuah gagasan tentang penguatan dan pengelolaan sumber daya pesisir di Banyuwangi.

“Kita mengajak semua pihak baik peneliti, akademisi, pemerintah dan juga mahasiswa untuk merumuskan gagasan tantang pengelolaan sumber daya pesisir Banyuwangi sehingga mampu meningkatkan ekonomi di era pandemi untuk kita wujudkan dalam bentuk Policy Brief kepada pemkab,” ungkap Fasya (sapaan akrabnya) ketika diwawancarai tim UNAIR NEWS Senin (05/04) lalu.

Fasya menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama ada pemaparan dari para narasumber dan hari ke-dua adalah presentasi dari pengirim essay. 

Adapun narasumber yang hadir dalam kesempatan tersebut Yaitu Rektor Untag Banyuwangi, Andang Subaharianto; Dekan Fakultas Pertanian dan Kelautan UNAIR, Moch Amin Alamsjah; Kepala Bappeda Suyanto Waspo Tondo Wicaksono; Ketua Shrim Club Indonesia Banyuwangi, Yanuar Toto Raharjo; Konsorsium Mitra Bahari Regional Center Jatim, Sukandar, dan Ateng Supriatna asal Conservation International Indonesia.

Berkenaan dengan Policy Brief yang diberikan kepada Pemkab Banyuwangi, Ervina Wahyu Setyaningrum selaku dekan FPP Untag mengungkapkan. Kegiatan ini merupakan sumbangsih kalangan akademisi dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat Banyuwangi. Satu diantara rekomendasi yang diberikan adalah penguatan budidaya udang.

“Mengingat Banyuwangi yang merupakan produsen udang terbesar di Indonesia, kami memasukkan penguatan budidaya udang sebagai salah satu rekomendasi,” paparnya. 

“Selain itu, imbuhnya, budidaya udang juga memiliki multiplayer effect tak hanya dari tambak udang, ada juga pabrik pakan, Hatchery, Cold storage, pabrik pengolah udang dan banyak lagi yang ikut terdampak secara positif dari adanya budidaya udang,” ungkap Ervina dalam sambutannya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir secara langsung di Auditorium Untag Banyuwangi menyambut baik adanya Simposium Perikanan Nasional ini. Ipuk selalu mengharapkan adanya dukungan dari kalangan akademisi untuk menyelesaikan masalah perikanan dan pesisir. 

Dirinya juga mengungkapkan karena wilayah Banyuwangi yang dikelilingi oleh lautan, hal itu menarik banyak sekali investor perikanan untuk datang ke Banyuwangi. Namun yang menjadi catatan adalah bagaimana mimilih investasi yang baik bagi perkembangan Banyuwangi.

“Ibarat ada gula ada semut Banyuwangi adalah gulanya, kita harus bisa memilah mana semut yang baik dan jahat sehingga investasi yang masuk bisa memberi dampak positif bagi masyarakat Banyuwangi,” ungkap ipuk.

Pada akhir, Ipuk menuturkan, Banyuwangi punya potensi perikanan yang sangat besar dan bisa terus dikembangkan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat Banyuwnngi. Dirinya juga membeberkan berkenaan dengan moratorium itu bukan merupakan kebijakan yang tidak pro investasi.

“Moratorium adalah bentuk dari kepedulian kami untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, Untuk itu, kami berharap para pelaku usaha tambak udang untuk menerapkan pengelolaan tambak yang ramah lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Ivan Syahrial Abdin

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu