Kuliah Tamu Akuakultur UNAIR Banyuwangi Kupas Tuntas Pembuatan Aquascape

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kuliah Tamu Akuakultur UNAIR Banyuwangi Kupas Tuntas Pembuatan Aquascape. (Foto: Ivan Syahrial)

UNAIR NEWS Aquascape atau seni mendekorasi pemandangan dalam sebuah aquarium menjadi marak dewasa ini. Selain dapat menjadi penghias ruangan dan peghilang stress, aquascape juga dapat menjadi bisnis yang menjanjikan karena memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi.

Mendesain aquascape, tak hanya sekadar meletakkan tanaman-tanaman air atau batu dan kayu-kayuan. Diperlukan ketelatenan, kesabaran, dan kreativitas yang tinggi karena aquascape dinilai dari seberapa bagus pemandangan yang dihasilkan. Itulah yang disampaikan Tyo pada kuliah tamu yang diadakan oleh Prodi Akuakultur PSDKU UNAIR di Banyuwangi pada Minggu (28/03) lalu.

Scaper (sebutan untuk pecinta aquascape, -red) bernama lengkap Adi Setyo Pamungkas tersebut menjelaskan, pada prinsipnya aquascape adalah meletakkan ekosistem dalam sebuah aquarium. Selain menuntut sebuah estetika, pemilik juga harus telaten dalam merawatnya sehingga semua proses ekologinya dapat terjaga.

“Berbeda dengan di lingkungan terbuka yang mana semua komponen ekosistemnya tersedia, dalam aquascape kita harus menyediakan baik nutrisi tanaman, Oksigen, CO2, Cahaya dan bahkan juga bakterinya sehingga tanaman air bisa tumbuh dengan baik,” ungkap Tyo yang hadir di Kafe Hore Angkringan Apresiasi. 

Tercatat, dalam acara itu dihadiri 8 peserta secara offline dan 33 peserta melalui zoom. Selain penyampaian materi dalam kesempatan tersebut juga dilakukan demo pembuatan aquascape oleh Tyo. Ia mengungkapkan ada beberapa style dalam penyusunan aquascape seperti semua tergantung pada selera si pembuat.

“Beberapa contohnya seperti jungle yang menyerupai hutan, natural yang mengombinasi batuan dan tanaman sehingga menyerupai pemandangan di daratan, kemudian ada iwagumi yang  seperti hamparan padang rumput dengan formasi batu sebagai hiasan utama,” sebutnya.

Dalam pembuatan maupun perawatan aquascape, sambungnya, tidak boleh sembarangan karena sedikit kesalahan saja dapat menyebabkan kerugian bagi para scaper. Tyo juga mencontohkan bila durasi penyinaran yang telalu lama, atau pemberian pupuk yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan algae atau lumut yang mengganggu estetika aquascape.

“Terlebih lagi kalau yang tumbuh BBA (Black Brown Algae) selain susah hilang, pertumbuhanya bisa dimana saja sehingga harus mengganti semua dan biayanya lumayan kalau harus bongkar semua set up nya,” papar pemilik Tyo Acuascape Desain tersebut.

Selain itu, sambungnya, apabila dalam penyusunan soil atau substratnya tidak tepat, bakterinya bisa keluar dan dapat terjadi bacterial bloom yang mengakibatkan aquascape tidak bisa jernih atau berkabut. Pada akhir, Tyo mengungkapkan bahwa dalam set up aquascape semua bahan tidak harus membeli. Bahkan, bisa mendapatkannya di lingkungan sekitar dan mendesain sesuai dengan kebutuhan

“Kalau kayu saya biasanya merendamnya dulu, supaya mengetahui kandungan tannin yang dapat membuat air menjadi kuning. Mungkin di sini teman-teman yang memiliki budget minim bisa hunting ke sungai-sungai mencari batu-batuan atau kayu-kayuan, semua bisa didapatkan dan kita kondisikan sesuai kebutuhan,” pungkasnya. 

Nama: Ivan Syahrial Abidin

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu