18 Mahasiswa UNAIR Banyuwangi Ikuti Program Kampus Mengajar

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana paparan dari DPL kepada sekolah dan tim kampus mengajar. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Setelah menjalani pembekalan selama 5 hari, sekitar 14.000 mahasiswa yang lolos seleksi program Kampus Mengajar Perintis (KMP) secara serentak diterjunkan untuk melaksanakan penugasan. Kampus Mengajar sendiri merupakan salah satu bagian dari pogram Kampus Merdeka. Program ini mengajak seluruh mahasiswa dari penjuru Indonesia dengan berbagai bidang keilmuan untuk membantu proses belajar mengajar Sekolah Dasar yang membutuhkan terutama di daerah 3T. 

Selain dapat berkontribusi nyata terhadap pembangunan negeri, mahasiswa peserta KMP juga akan mendapatkan insentif serta pembebasan 12 SKS. Hal tersebut tak disia-siakan oleh mahasiswa PSDKU UnIversitas Airlangga (UNAIR) di Banyuwangi. Teracatat, 18 Mahasiswa PSDKU UNAIR Banyuwangi juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Faridha Kusumaningrum, mahasiswa S1-Akuakultur angkatan 2018 yang merupakan salah satu partisipan mengungkapkan, dirinya tak menyangka bisa lolos seleksi mengingat banyaknya pendaftar ditambah lagi harus bersaing dengan mahasiswa dengan latar belakang program pendidikan. Ia berharap bisa menjalankan amanah yang diberikan ini dengan maksimal. 

“Merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari KMP, terpilih dari ribuan mahasiswa yang mendaftar merupakan sebuah tanggung jawab yang besar, harapannya saya dan rekan-rekan KMP bisa melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa faridha saat diwawancarai tim UNAIR NEWS pada selasa (23/03).

Kegiatan ini dilaksanakan kurang lebih selama 3 bulan atau 12 minggu terhitung sejak Senin (22/03) lalu. Dewi Fitriyani yang juga peserta KMP dari prodi S1-Akuntansi mengungkapkan bahwa meski dilaksanakan ditengah hari aktif perkuliahan tidak mengurangi semangatnya untuk turut berkontribusi. Hal tersebut justru dapat melatih dirinya untuk memanajemen waktu.

“Ini justru menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga, kita bisa menempuh kuliah sembari berkontribusi nyata terhadap masyarakat, hal tersebut dapat mengingatkan bahwa fungsi universitas bukan lah untuk menjadi seperti Menara Gading,” ungkap Dewi.

Dari 18 mahasiswa/I semuanya tersebar di 11 SD berbeda. Faridha yang ditugaskan di SDN 3 Pesucen Banyuwangi merasa sedikit terkejut melihat kondisi pendidikan disana. Pada akhir, dirinya berharap semoga dengan kehadiran ia dan rekan-rekan KMP dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan Indonesia.

“Semoga melalui program KMP ini saya dan teman-teman dapat memberikan sumbangsih meski sedikit bagi kemajuan pendidikan Indonesia tercinta,” pungkasnya.

Penulis : Ivan Syahrial Abidin

Editor    : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu