Departemen Psikologi UNAIR Miliki Tiga Program Unggulan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
POTRET salah satu kegiatan Departemen Psikologi, yakni Psikologi Mencari Bakat bersama anak-anak autisme, tuna rungu, dan tuna netra se-Indonesia. (Foto: Istimewa)
POTRET salah satu kegiatan Departemen Psikologi, yakni Psikologi Mencari Bakat bersama anak-anak autisme, tuna rungu, dan tuna netra se-Indonesia. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Di pengujung 2020, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) merombak susunan departemennya yang semula empat menjadi hanya satu departemen. Yakni, Departemen Psikologi. Dengan bergantinya sistem tersebut, Prof. Dr. Seger Handoyo, Psikolog., sebagai ketua departemen (Kadep) menuturkan telah merencanakan beberapa gebrakan dan program baru untuk meningkatkan kualitas departemen.

Program unggulan yang dicanangkan itu, lanjut Prof. Seger, adalah memperkuat bidang penelitian, pengajaran pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Sebagai upaya untuk meningkatkan minat dosen dan mahasiswa dalam melakukan penelitian, dosen kelahiran Bojonegoro tersebut menyebutkan telah membentuk kelompok kajian departemen. Kelompok itu diharapkan bisa menjadi wadah untuk meningkatkan publikasi jurnal.

Dalam bidang pengajaran pendidikan, dosen Kesehatan Mental dan Psikologi Peirlaku Kerja itu menyebutkan bahwa departemennya melakukan kolaborasi dengan pihak dalam maupun luar negeri. Kampus Merdeka, disebutnya sebagai salah satu bentuk kerja sama dengan beberapa kampus di dalam negeri untuk menyediakan mata kuliah bagi mahasiswa non-UNAIR. Sementara itu,  kerja sama dengan pihak luar diwujudkan dengan mendatangkan dosen dari luar negeri untuk melakukan pengajaran kepada mahasiswa.

“Terkait Kampus Merdeka, kami telah menyiapkan daftar kurikulum yang ditawarkan untuk mahasiswa non-Psikologi UNAIR. Selanjutnya kami akan memantau bagaimana implementasi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa,” tambahnya.

Ketua Departemen Psikologi UNAIR Prof. Dr. Seger Handoyo, Psikolog.,

Bukan hanya itu, Prof. Seger juga menceritakan bahwa Departemen Psikologi akan memperkuat desa binaan yang telah berjalan sebelumnya dan meningkatkan pengabdian masyarakat. Tidak tangung-tanggung, pihaknya akan menyelenggarakan pelatihan terkait hal itu dengan mengundang dosen luar negeri.

“Untuk merealisasikan semua program itu, dibutuhkan sinergi yang baik dari empat pihak, yaitu departemen, prodi, pimpinan fakultas, dan kelompok dosen,” terangnya.

Sebagaimana dijelaskan dosen yang lahir pada 16 Februari 1967 tersebut, Departemen Psikologi membawahi lima program studi (prodi). Yaitu, S1 Psikologi, S2 Psikologi, S2 Psikologi Profesi, S2 Psikologi Terapan, dan S3 Psikologi. Menurutnya, departemen psikologi menempati posisi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Bahkan Psikologi memiliki program International Undergraduate Program (IUP).

“Karena itu, salah satu tantangan kita adalah bagaimana mempertahankan prestasi dan menunjukkannya dalam sebuah karya. Baik itu karya berupa riset untuk kebutuhan publik, lulusan yang berkualitas, pengabdian yang berfokus, maupun kelompok binaan yang diperkuat,” tekannya.

Ditanya perihal prospek karir setelah menyelesaikan masa studi, Prof. Seger menyebutkan bahwa lulusan psikologi bisa bekerja sebagai Human Resource Departement (HRD) di sebuah perusahaan, asisten psikolog atau psikolog di layanan kesehatan, praktisi psikologi di bidang pendidikan, konsultan di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) ataupun bidang pendidikan. Termasuk bekerja mandiri dengan membuka biro psikologi. (*)

Penulis: Nikmatus Sholikhah
Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

Feri Fenoria Rifai

Feri Fenoria Rifai

Leave Reply

Close Menu