Profil Kadar Adenosin Deaminase (ADA) pada Pasien Tuberkulosis Paru Aktif

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: KlikDokter

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan insiden di seluruh dunia mencapai 10 juta kasus baru pada tahun 2017 dan menyebabkan 1,3 juta kasus kematian. Indonesia berada di urutan ketiga tertinggi setelah India dan China. Diagnosis merupakan prioritas utama untuk pengendalian dan eliminasi TB di dunia. Keterlambatan diagnosis TB menyebabkan peningkatan kasus TB dan risiko terjadi TB resistan obat (TB RO).

Diagnosis TB saat ini ditegakkan dengan uji cepat geneXpert, uji Basil Tahan Asam (BTA), foto polos dada dan biakan Mycobacterium tuberculosis (Mtb). Beberapa tahun terakhir berkembang pemeriksaan Interferon gamma (IFN-γ) dan molekuler Mycobacterium tuberculosis untuk menunjang diagnosis TB secara akurat dan dini namun pemeriksaan tersebut mahal dan sering tidak tersedia di daerah dengan sumber daya terbatas. Masalah yang banyak dihadapi oleh pasien TB adalah kesulitan mengeluarkan sputum adekuat. Pasien TB ekstra paru juga sering mengalami kesulitan mendapatkan sampel yang akan diperiksakan misal cairan pleura, cairan serebrospinal dan lain-lain sehingga membutuhkan modalitas lain yaitu bahan sampel mudah dan sering digunakan untuk diagnostik misalnya darah.

Pemeriksaan ADA merupakan enzim yang terlibat dalam metabolisme purin. Aktivitas enzim ADA meningkat pada pasien TB. Penelitian ini membandingkan kadar ADA serum pada pasien TB paru kasus baru dengan orang sehat dan mengkaji potensi ADA serum sebagai alat pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis TB paru. Total 60 subjek penelitian terdiri dari 34 orang TB paru kasus baru geneXpert Mtb terdeteksi dengan rerata umur 37,06 tahun dan 26 kontrol orang sehat dengan rerata umur 28,81 tahun. Pasien TB sebagian besar adalah laki-laki 19 orang (55,9%) dan perempuan 15 orang (44,1%). World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa insiden dan prevalens pasien TB di dunia lebih banyak laki-laki karena kebiasaan merokok dan minum alkohol yang dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga lebih mudah terinfeksi TB. Tingkat mobilisasi yang tinggi, bekerja dalam lingkungan yang ramai dengan ventilasi yang buruk juga menjadi faktor pendukung infeksi TB.  Pada orang sehat paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 18 orang (69,2%) dan 8 orang (30,8%) laki-laki.

Profil umur pasien TB Paru kasus baru geneXpert Mtb terdeteksi mayoritas pada umur 18-40 tahun sebanyak 22 orang (64,7%) menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada umur produktif. Hal ini terjadi karena umur produktif cenderung memiliki aktivitas tinggi dan berhubungan dengan banyak orang (sekolah atau bekerja). Semakin bertambah umur maka kadar ADA serum cenderung semakin rendah. Fungsi sistem imunitas tubuh menurun sesuai umur. Kemampuan imunitas tubuh melawan infeksi menurun termasuk kecepatan respons imun dengan peningkatan usia. Pada lansia sel limfosit T yang dihasilkan kurang cepat bereaksi dan kurang efektif dibandingkan dewasa muda. Namun, variabel jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap kadar ADA serum.

Penelitian ini menunjukkan kadar ADA serum pada pasien TB paru kasus baru lebih tinggi dari orang sehat. Kadar ADA meningkat pada pasien TB paru disebabkan oleh stimulasi imunitas yang dimediasi sel (Cell Mediated Immunity). Respons imun yang dimediasi sel ini akan berfungsi secara penuh tergantung pada metabolisme limfosit. Penelitian ini menemukan nilai titik potong terbaik 11,4 U/L dengan sensitivitas 85,3%, spesifisitas 84,6%, nilai prediksi positif (PPV) 87,9%, nilai prediksi negatif (NPV) 81,5%.

Kadar ADA serum dapat digunakan untuk diagnosis TB sebagai uji laboratorium tambahan dikombinasikan dengan temuan klinis dan laboratorium. Pemeriksaan kadar ADA serum dapat membantu terutama pada pasien yang kesulitan mendapatkan dahak karena berbagai faktor.

Penulis: Soedarsono

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di

https://jurnalrespirologi.org/index.php/jri/article/view/149

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu