Analisis Manajemen Risiko Bahan Kimia pada Laboratorium Perusahaan Pengolahan Gas Alam

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Republika go id

Perusahaan pengolahan gas alam merupakan salah satu aset negara yang sangat dibutuhkan untuk mengolah sumber daya alam yang ada di Indonesia. Beragam departemen penunjang proses produksi yang ada di dalam perusahaan pengolahan gas alam ini. Salah satunya adalah Departemen Laboratory and Environment Control.  Laboratorium merupakan salah satu tempat kerja dengan akumulasi bahan kimia yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian risiko kesehatan menggunakan metode CHRA dan untuk mempelajari hubungan penerapan manajemen risiko terhadap keluhan kesehatan gangguan kesehatan pada tenaga kerja di laboratorium perusahaan pengolahan gas alam.

Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif observasional dengan rancang bangun cross sectional. Penelitian dilakukan pada empat unit laboratorium yang ada di dalam Departemen Laboratory and Environment Control dan kepada tenaga kerja laboratorium dan didapatkan sejumlah 40 orang responden yang terdiri dari 25 orang tenaga kerja analis laboratorium dan 15 tenaga kerja non analis laboratorium. Data diperoleh dengan mengumpulkan informasi terkait dampak kesehatan dan dampak toksikologi yang terdapat pada masing-masing bahan kimia, melakukan observasi di dalam laboratorium, dan melakukan pengisian kuisioner secara daring. Variabel yang diteliti meliputi: bahan kimia, Hazard Rating, evaluasi paparan, dan keluhan kesehatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua unit laboratorium memiliki risiko yang signifikan kategori 2. Upaya pengendalian yang telah dilakukan telah masuk kedalam kategori cukup. Berdasarkan analisis uji kontingensi menunjukkan bahwa jenis pekerjaan dengan keluhan kesehatan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai P sebesar 0,122. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua unit laboratorium memiliki risiko yang signifikan namun telah cukup terkendali. Risiko tersebut dapat meningkat di masa depan karena beberapa alasan.

Penerapan manajemen risiko dan keluhan kesehatan secara subjektif yang dialami oleh tenaga kerja memiliki hubungan yang signifikan. Hal tersebut dikarenakan semakin baik penerapan manajemen risiko maka keluhan kesehatan pada tenaga kerja akan semakin menurun. Perusahaan disarankan untuk melakukan monitoring terhadap paparan bahan kimia dan kesehatan tenaga kerja untuk mengetahui efektifitas upaya pengendalian paparan bahan kimia yang dilakukan.

Penulis: Nora Putri Sabilla, Noeroel Widajati

Berikut link artikel yang sudah publish di IJFMT:

http://www.ijfmt.com/scripts/IJFMT_Jan-March%202021_Final%20wih%20%20DOI%20(3).pdf

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu