Perbandingan Koefisien Gesekan dan Kekasaran Permukaan pada Stainless Steel Nikel Titanium, dan Kawat Tembaga Nikel-Titanium dengan Braket Edgewise Baku

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: Health Kompas

Perawatan ortodontik adalah disiplin ilmu kedokteran gigi yang berfokus pada peningkatan estetika fungsional dan wajah. Penggunaan kawat estetika semakin meningkat dalam perawatan ortodontik karena semakin banyaknya pasien yang membutuhkan estetika yang baik. Perkembangan besar-besaran telah terjadi di bidang ortodontik selama beberapa dekade. Berbagai penemuan dan produksi bahan-bahan berteknologi tinggi baru-baru ini menciptakan berbagai peralatan ortodontik dengan sifat dan karakteristik yang berbeda, yang menghasilkan keuntungan dan kerugian khusus pada setiap peralatan ortodontik tergantung pada tujuan klinisnya.

            Braket ortodontik dan archwire merupakan bagian penting dari perawatan ortodontik, karena braket ortodontik dapat menghantarkan gaya dari kawat ke struktur gigi dan kompleks periodontal, yang merangsang pergerakan gigi. Archwires yang terbuat dari logam seperti baja tahan karat (SS), nikel titanium (NiTi), dan tembaga nikel-titanium (NiTiCu) biasanya digunakan. Dalam perawatan ortodontik, kawat SS jenis 18% –8% (18% krom dan 8% nikel) biasanya digunakan, sedangkan logam NiTi sering mengandung presentasi atom nikel dan titanium yang sama, dengan 51,3% – 57% nikel dan 43% – 48,7% titanium. Archwire NiTiCu memiliki 5,5% –6,9% logam tembaga.

            Topografi permukaan archwires ortodontik merupakan properti esensial, yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi karakteristik mekanik, penampilan, korosi, dan biokompatibilitasnya. Hasil dari struktur permukaan bergantung pada beberapa faktor termasuk paduan yang digunakan dalam pembuatan, proses pembuatan yang kompleks, dan perawatan finishing permukaan. Gesekan adalah gaya, yang melawan gerakan permukaan dalam hubungannya dengan gaya lain dan bekerja berlawanan arah dengan gerakan yang diinginkan. Gaya gesek yang terjadi selama mekanisme gesermerupakan tantangan bagi ortodontis karena gaya gesek yang tinggi dapat menurunkan efektivitas perawatan dengan menurunkan efektifitas pergerakan gigi dan menimbulkan masalah pada penjangkaran ortodontik. Selama gerakan geser gigi, tepi kawat menyentuh sudut braket dan gaya gesek akan berkembang yang bersaing dengan pergerakan gigi normal dan menurunkan besaran gaya ortodontik yang diterapkan.

            Salah satu fokus utama dalam meningkatkan pergerakan gigi adalah dengan mengurangi gaya gesek antara archwire dan braket. Mekanika geser biasanya digunakan pada kasus gigi pencabutan, masalah ketidaksesuaian antara lengkung gigi, dan bila terdapat kerutan yang parah pada lengkung gigi. Kerugian utama dari mekanisme ini adalah gaya gesek yang ditimbulkan antara braket dan archwire selama gerakan ortodontik. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tahanan gesek, seperti komposisi braket, archwires dan pengikat, kondisi permukaan lengkungan, slot braket, penampang kawat, torsi pada antarmuka antara archwire dan braket, jenis braket, saliva, dan pengaruh fungsi mulut. Oleh karena itu, perhatian harus diberikan pada pilihan bahan di setiap rencana perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui koefisien gesek dan perbedaan kekasaran permukaan pada archwire ortodontik SS, NiTi, dan NiTiCu pada braket edgewise standar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan archwire SS, NiTi, dan NiTiCu dengan ukuran 0,016 ′ ′ x 0.022 ′ ′ sebagai sampel. Archwire NiTi memiliki koefisien gesekan yang jauh lebih tinggi dibandingkan archwires NiTiCu dan SS, dengan koefisien terendah ditemukan pada archwires SS. Ada perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok. Permukaan archwire SS yang halus, yang diterima sebelum perawatan. Hasil yang berbeda terlihat pada permukaan archwire SS setelah dilakukan perawatan dengan alur horizontal yang sedikit dan ditemukan goresan. Permukaan halus dengan sedikit lurik ditemukan pada archwire NiTi sebelum dilakukan perawatan, sedangkan setelah dilakukan perawatan dan perubahan pada topografinya dapat dilihat melalui munculnya goresan dan lekukan horizontal yang lebih abrasif dibandingkan dengan yang terdapat pada archwire SS. Rongga tidak beraturan ditemukan pada permukaan NiTiCu yang diterima sebelum perlakuan, sedangkan perubahan topografi permukaan NiTiCu setelah perlakuan berupa permukaan bergelombang tidak beraturan dengan goresan samar dibandingkan sebelum perlakuan.

            Kesimpulan dari penelitian ini adalah koefisien gesekan terendah terdapat pada archwire SS, yang berturut-turut diikuti oleh NiTiCu dan NiTi. Permukaan archwire paling halus yang diamati oleh SEM adalah SS, diikuti oleh NiTiCu dan NiTi. Archwire SS cocok untuk digunakan selama langkah penutupan ruang saat penyejajaran gigi yang tepat telah tercapai karena gaya gesekannya yang rendah. Penelitian ini hanya bersifat in vitro, kedepannya uji klinis tentang penggunaan masing-masing kawat harus dilakukan pengujian pada setiap tahapan perawatan ortodontik. Pemilihan bahan yang tepat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan mempersingkat waktu perawatan

Ditulis oleh: Ida Bagus Narmada

Artikel secara lengkap dapat diunduh pada: https://www.jioh.org/article.asp?issn=0976-7428;year=2021;volume=13;issue=1;spage=71;epage=75;aulast=Dwinuria

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu