Nanopartikel Core-Shell Epigallocatechin-3-Gallate dan Asam hyaluronat sebagai Hidrogel Periodontal Dressing Pasca-Gingivektomi: Telaah Literatur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: https://www.guesehat.com/

Gingivektomi adalah prosedur perawatan gigi dengan cara eksisi hiperplasia jaringan gingiva untuk mengembalikan kontur gingiva yang normal. Prosedur gingivektomi diindikasikan untuk pembesaran gingiva fibrotik. Hiperplasia gingiva sering terjadi pada pasien yang memakai antikonvulsan, penghambat saluran Ca, dan obat imunosupresan. Prevalensi hiperplasia gingiva terjadi pada pasien yang menggunakan fenitoin hingga 50%, siklosporin hingga 81%, nifedipin hingga 83%, dan obat antihipertensi lain penghambat saluran kalsium hingga 27,1%. Senyuman lembut yang terjadi pada 10-29% populasi juga merupakan indikasi prosedur gingivektomi sebagai prosedur estetik.

Luka pasca gingivektomi kemudian ditutup dengan periodontal dressing untuk mempercepat proses penyembuhan. Berdasarkan kandungannya, periodontal dressing diklasifikasikan menjadi zinc oxide dengan eugenol, zinc oxide tanpa eugenol dan tanpa zinc-oxide atau eugenol. Periodontal dressing umumnya berbentuk seperti plastisin dan menonjol pada gingiva pasien sehingga terkadang dapat membuat pasien tidak nyaman dan juga tidak estetis meskipun menyerupai warna gingiva. Periodontal dressing dengan eugenol lebih sulit untuk dimanipulasi dan dapat menyebabkan sensasi terbakar, menyebabkan iritasi mukosa, menyebabkan kerusakan jaringan yang luas, respon jaringan ikat, infiltrasi sel inflamasi yang berlebihan, dan nekrosis jaringan.

Periodontal dressing non-eugenol sulit untuk diaplikasikan, terutama pada area posterior, tidak dapat terjadi polimeraisasi dengan baik saat saliva terpapar, dan dapat menyebabkan reaksi inflamasi. Kekurangan dari periodontal dressing perlu diatasi dengan inovasi bahan dan bentuk untuk mengkompensasi kekurangan tersebut. Epigallocatechin-3gallate (EGCG) dan asam hyaluronat (HA) yang diproses menjadi nano partikel core-shell berbasis hidrogel berpotensi menjadi bahan biokompatibel untuk periodontal dressing guna mempercepat luka pasca gingivektomi.

Penggunaan dressing periodontal berbahan hidrogel dapat meningkatkan kenyamanan pasien, karena hidrogel mudah diserap dan berwarna transparan sehingga tidak mengganggu estetika pasien. Hydrogel juga mampu menjaga kelembaban lingkungan pada luka pasca gingivektomi yang baik untuk mendukung proses penyembuhan luka. Nanopartikel core-shell inti berperan sebagai pelepasan obat sekaligus dapat menstabilkan bahan yang dimuat. EGCG merupakan polifenol terbanyak dari seluruh katekin dalam teh hijau (Camellia sinensis) yang memiliki banyak manfaat antara lain sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan antibakteri.

EGCG merupakan bahan yang sangat mudah didapatkan karena bisa didapatkan dari teh hijau sebagai salah satu komoditas besar di Indonesia. Kualitas katekin dari teh hijau yang diproduksi di Indonesia juga tidak kalah bagusnya dengan Jepang, China dan Sri Lanka sebagai negara penghasil teh terbesar di dunia. HA adalah bahan polimer alami yang mirip dengan glikosaminoglikan yang dapat mendukung reepitelisasi jaringan dan perbaikan jaringan ikat dalam proses penyembuhan luka. HA merupakan salah satu material yang cocok digunakan dalam bentuk hidrogel sehingga penggunaan HA dalam kombinasi bahan tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, kombinasi material EGCG dan HA yang diproses menjadi nanopartikel core-shell berbasis hidrogel berpotensi menjadi periodontal dressing yang dapat diserap tubuh.

Penggantian periodontal dressing konvensional yang dapat mempercepat penyembuhan luka pasca gingivektomi. Selanjutnya, tujuan dari kajian ini adalah untuk menjelaskan potensi kombinasi nano partikel core-shell EGCG dan HA pada hidrogel berbasis bahan biokompatibel untuk mempercepat penyembuhan luka pasca gingivektomi. Berdasarkan telaah literatur yang kami lakukan, nano partikel core-shell dikombinasikan EGCG dan hidrogel berbasis HA berpotensi menjadi bahan biokompatibel sebagai periodontal dressing yang dapat diserap dan mempercepat penyembuhan luka periodontal setelah gingivektomi.

Ditulis oleh: Alexander Patera Nugraha

Artikel secara lengkap dapat diunduh pada:

http://ijpronline.com/ViewArticleDetail.aspx?ID=19300

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu