Efek Proteksi L-Arginin pada Tekanan Darah Sistemik dan Angiogenesis Plasenta

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh SehatQ

Preeklampsia berkontribusi signifikan pada morbiditas dan mortalitas maternal, terutama di negara berkembang. Secara umum, sekitar 10% kehamilan mengalami komplikasi preeklampsia. Penelitian sebelumnya di RSUD Dr. Soetomo bahkan menunjukkan prevalensi hingga 2 kali lipat (21%) yang menunjukkan bahwa kondisi ini menjadi masalah besar di negara berkembang. Salah satu karakteristik preeklampsia adalah adanya gangguan pembentukan pembuluh darah dan vasokonstriksi secara global baik di plasenta maupun secara sistemik. Beberapa jenis alternatif pengobatan seperti L-Arginin sebagai bahan pembentuk nitric oxyde (NO) yang memiliki peran dalam vasodilatasi dapat menjadi alternatif dalam melebarkan pembuluh darah ini.    

Berdasar hal ini, tim peneliti dari Departemen Obstetri dan Ginekogi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga melakukan riset untuk melihat pengaruh L-Arginin pada tekanan darah sistemik dan kemampuan angiogenesis plasenta yang ditunjukkan dengan menurunnya parameter antiangiogenik, endoglin dan meningkatnya Transforming Growth Factor β1 (TGF-β1) yang dimodulasi oleh endoglin yang berperan dalam aktivasi eNOS. Penelitian ini telah dipublikasikan  di International Journal of Women’s Health and Reproduction Sciences.

Penelitian ini menggunakan mencit model preeklampsia dengan metode pemberian anti-Qa2 sebagai analog HLA-G yang menjadi salah satu patogenesis terjadinya preeklamspia. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistemik baik sistolik dan diastolik secara signifikan akibat pemberian L-Arginin. Di level plasenta, L-Arginine dapat menurunkan ekspresi endoglin dan meningkatkan TGF-β1 secara signifikan.

Temuan pada studi ini sangat penting penting. Walaupun masih dilakukan pada hewan model preeklampsia, namun studi ini menunjukkan adanya peran protektif dari L-Arginin baik secara sistemik dengan menurunnya tekanan darah dan juga pada plasenta dengan menurunnya endoglin  dan meningkatnya TGF-β1 yang tentunya akan berkontribusi pada peningkatan produksi NO sehingga memperbaiki kondisi angiogenesis dari plasenta yang mengalami preeklampsia. Meskipun penelitian lanjutan perlu dilakukan pada manusia namun intervensi ini sangat menjanikan sebagai penatalaksanaan alternatif pada preeklampsia.

Penulis: Mangala Pasca Wardhana, Budi Wicaksono, Aditiawarman, Widjiati, Muhammad Ardian, Meilia Dwi Cahyani, Rizqy Rahmatyah

Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui link berikut:

http://www.ijwhr.net/pdf/pdf_IJWHR_568.pdf

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu