Menejemen Perubahan Warna Gigi pada Gigi Non Vital dengan Teknik Pemutihan Gigi secara Internal

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: Alodokter

Diskolorasi pada gigi

Diskolorasi gigi adalah perubahan warna gigi yang dapat disebabkan oleh masuknya bahan kromatogen seperti tetrasiklin atau paparan fluorida yang tinggi kedalam dentin dan enamel saat proses odontogenesis maupun setelah gigi  erupsi. Perubahan warna gigi juga dapat disebabkan oleh penyakit kongenital seperti amelogenesis imperfecta dan dentinogenesis imperfecta. Perubahan warna gigi  yang terjadi setelah gigi tumbuh dapat disebabkan oleh nekrosis pulpa, deposisi komponen darah yang berdifusi kedalam tubulus dentin setelah trauma, dan deposisi dentin sekunder karena faktor penuaan/ usia, karena makanan atau minuman,   maupun karena faktor yang tidak diketahui.

Pemutihan gigi dengan tehnik  Internal Bleaching

Pemutihan gigi dapat dilakukan secara internal ataupun eksternal. Tehnik  pemutihan gigi menjadi solusi perawatan non-invasif dibandingkan dengan perawatan menggunakan mahkota tiruan atau  veneer. Pemutihan gigi secara internal , dilakukan pada gigi yang sudah non-vital atau gigi yang sudah mati.  Aplikasi bahan pemutih gigi dilakukan secara internal atau dari dalam gigi dengan menggunakan bahan oxidizing agent yaitu  hidrogen peroksida konsentrasi 35% yang dimasukkan kedalam kamar pulpa gigi sehingga secara  langsung berkontak dengan dentin. Oxidizing qgent ini akan bereaksi dengan struktur organik gigi dan pigmen melalui reaksi  redoks. Teknik pemutihan gigi secara internal dapat dilakukan pengulangan hingga 2-4 kali hingga mencapai warna gigi sesuai yang diinginkan pasien.

Pada laporan kasus ini  membahas proses pemutihan gigi secara internal , dan menunjukan keberhasilan perawatan pemutihan gigi secara internal yang dilakukan pada gigi yang telah dilakukan perawatan endodontik/ perawatan saluran akar gigi.

Pasien wanita, usia 44 tahun datang ke klinik  konservasi gigi  RSGM Universitas Airlangga dengan keluhan utamanya yaitu  gigi depan atas tampak lebih gelap dari gigi yang lain. Pasien memiliki riwayat kecelakaan sepeda motor 10 tahun yang lalu. Saat setelah kecelakaan, gigi tersebut dilakukan perawatan, namun semakin lama gigi tersebut semakin berwarna gelap. Gigi tersebut  tidak  terasa  nyeri. Pasien saat ini tidak memiliki riwayat sistemik dan pasien ingin warna giginya sama dengan gigi yang lainnya.Oleh karena gigi tersebut telah non vital, maka direncanakan dilakukan perawatan pemutihan gigi internal.

Perawatan pemutihan gigi dimulai dengan inform consent dan edukasi pasien dilanjutkan dengan perawatan endodontik serta pengisian  saluran akar. Satu minggu kemudian dilakukan pembersihan gigi dengan brush dan pumis lalu dilakukan pengambilan warna gigi awal menggunakan Vitapan classic shade guide. Pemeriksaan intraoral menunjukan mahkota gigi depan tampak lebih gelap dari gigi lainnya.Warna gigi awal adalah C3 dan warna yang diinginkan adalah A3. Pemeriksaan ekstra oral menunjukan wajah yang simetris, tidak ada kelainan pada bibir, rahang, dan kelenjar limfatik. Keadaan kesehatan rongga mulut baik. Pemeriksaan  radiografi awal menunjukan adanya lesi pada ujung akar gigi, sehingga perlu dilakukan perawatan saluran akar gigi/ endodontik.

Setelah dilakukan perawatan saluran akar / endodontik, pasien tidak merasa ada keluhan. Pemeriksaan radiografi menunjukan pengisian saluran akar yang rapat  dan hilangnya lesi pada ujung akar gigi yang menunjukkan adanya penyembuhan. Selanjutnya dilakukan perawatan pemutihan gigi internal menggunakan bahan hydrogen peroksida 35%. Satu minggu kemudian dilakukan kontrol untuk melihat perubahan  warna gigi awal, dan masih terlihat perubahan warna gigi belum mencapai warna yang diinginkan dan belum sesuai dengan warna gigi pada gigi sebelahnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pengulangan  aplikasi bahan pemutih gigi lagi.

Pada kunjungan selanjutnya, telah tercapai  warna gigi  yang diinginkan dan sesuai dengan warna gigi sebelahnya yaitu warna A3. Setelah didapatkan hasil perubahan warna gigi yang diinginkan, dan pasien merasa puas dengan warna giginya maka perawatan  dianggap selesai. Gigi kemudian dibersihkan dari sisa-sisa bahan hidrogen peroksida dan ditumpat dengan bahan resin komposit yang sesuai dengan warna gigi.

Kasus ini menunjukan bahwa perawatan pemutihan gigi secara internal  merupakan pilihan yang tepat untuk mengembalikan estetik gigi secara non invasive oleh karena dapatmenyebabkan  terjadinya  perubahan warna gigi sesuai  warna gigi yang diinginkan dan warna gigi sebelahnya. (*)

Penulis: Kun Ismiyatin

Informasi detail dari laporan kasus  ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://doi.org/10.37506/ijfmt.v15i1.13558

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu