Kelompok 103 KKN 63 UNAIR Edukasi Peternak Kambing Etawa di Pademawu Barat, Pamekasan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kelompok 103 KKN 63 UNAIR saat melakukan edukasi hewan ternak kambing etawa di Kandang Kambing milik Pak Jufriadi di Desa Pademawu Barat, Pamekasan. (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Semangat mengabdi Ksatria Airlangga terus berkobar meski pandemi Covid-19 menghadang. Kelompok 103 KKN 63 UNAIR menjadi salah satu Kelompok KKN yang melaksanakan KKN secara luring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Salah satu program kerja unik yang mereka usung adalah Perawatan Ternak Kambing Peranakan Etawa.

UNAIR NEWS berhasil mewawancarai Kelompok 103 KKN 63 UNAIR pada Senin (15/2/2021). Ramadhiniyanti Putri Alif Prawasa, Penanggung Jawab Program Kerja Perawatan Kambing Etawa menuturkan bahwa pelaksanaan KKN secara luring tersebut sudah mendapatkan izin dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Sri Endah Kinasih, S.Sos., M.Si dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Hewan itu mengungkapkan bahwa proker tersebut bertempat di kandang kambing peranakan etawa Bapak Jufriadi Romadan di Desa Pademawu Barat Kabupaten Pamekasan. Kegiatan tersebut berupa penyampaian edukasi dan pemberian saran tentang cara berternak kambing etawa.

Yanti menambahkan bahwa saat ini peternak masih melakukan pemeliharaan kambing Etawa secara tradisional. Kambing Etawa merupakan kambing dengan fungsi ganda, yaitu sebagai kambing penghasil susu dan daging.

“Namun uniknya, kambing yang diternak Bapak Jufriadi ini merupakan kambing yang hanya menghasilkan daging dan pernah diikutkan kontes ternak se-Jawa Timur.  Alhamdulillah, mendapatkan penghargaan kategori  telinga terpanjang dan bulu terlebat,” ujarnya.

Setelah penyampaian edukasi, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi tata cara memandikan kambing etawa. Untuk proses pemandian kambing, lanjutnya, sebaiknya dilakukan pada pagi hari menjelang matahari sepenggala.

“Hal ini dikarenakan saat proses pemandian kambing dibutuhkan sinar matahari pagi untuk mengeringkan bulu kambing etawa setelah dimandikan,” jelasnya.

Pada akhir, Yanti berharap ilmu yang Kelompok 103 KKN berikan dapat dipahami dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh peternak kambing Etawa. Dengan demikian, ke depannya peternak kambing bisa mempraktikkan secara berkelanjutan.

“Semoga ilmu yang diperoleh dari edukasi ini dapat dipahami. Dan semoga tata cara memandikan kambing dapat dipraktikkan secara berkelanjutan dengan baik dan benar,” tutupnya. (*)

Penulis:  Sandi Prabowo

Editor:  Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu