Bersama Masyarakat, KKN UNAIR Desa Tapen Belajar Bertahan Berbisnis di kala Pandemi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SOSIALISASI pengolahan dan pemasaran produk olahan ikan yang dilaksanakan di Desa Tapen, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur pada (6/2/2021). (Foto: Istimewa)
SOSIALISASI pengolahan dan pemasaran produk olahan ikan yang dilaksanakan di Desa Tapen, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur pada (6/2/2021). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi seluruh tatanan kehidupan. Salah satu yang terkena dampak adalah bidang ekonomi. Tidak sedikit dari masyarakat yang kekurangan bahkan kehilangan penghasilannya. Masyarakat dituntut untuk memutar otak agar tetap bisa menghidupkan dapur.

Tidak ingin diam diri melihat permasalahan yang ada, tim Kelompok 60 KKN-BBM Universitas Airlangga membantu masyarakat agar tetap bertahan kala pandemi. Hal yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi pengolahan serta pemasaran produk olahan ikan dan sosialisasi pemanfaat kain perca.

Kelompok 60 terdiri dari Ratna Aryu Ningrum, Andini Avita Ayu, Daiva Ilyaning Asrin, Kurnia Nisa Kinasih, Nur Mariyam Kusuma, Erina Devi Yuniara Sari, dan Jasmina Vidi Quamilla.

Kegiatan KKN-BBM itu dilaksanakan di Desa Tapen, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Desa ini merupakan pusat pemerintahan yang ada di Kecamatan Tapen yang terdiri dari 5 dusun, yaitu Dusun Jatian, Dusun Krajan, Dusun Posong, Dusun Jesabe, dan Dusun Bunutan.

Produk olahan ikan dipilih karena Desa Tapen memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah. “Desa ini punya potensi sumber daya alam yaitu ikan-ikan yang ada di Bendungan Sungai Sampean Baru,” kata Ratna selaku koordinator kelompok 60.

“Masyarakat setempat juga masih minim pengetahuan tentang pengolahan dan pemasaran produk ikan. Kebanyakan masyarakat itu menjual hasil ikannya dalam keadaan segar, tanpa diolah dulu. Padahal jika ikan diolah terlebih dulu bisa meningkatkan harga jualnya,” imbuhnya. Sosialisasi pengolahan dan pemasaran produk olahan ikan dilaksanakan pada 6 Februari 2021.

Dalam sosialisasi pengolahan dan pemasaran produk olahan ikan ditampilkan demo cara membuat nugget dan siomay ikan. Dimana kedua produk olahan ikan ini bisa menjadi peluang bisnis yang dapat membantu masyarakat setempat untuk tetap bertahan meski pandemi melanda.

“Kami menampilkan demo tentang pembuatan nugget dan siomay ikan. Dari masyarakat sendiri juga mendapat respon yang baik. Banyak masyarakat yang akhirnya tertarik untuk mencoba berbisnis nugget atau siomay ikan,” terang Ratna. Selain itu masyarakat juga mendapatkan sosialisasi tentang pemanfaat kain perca sebagai peluang bisnis serta strategi penggunaan e-commerce pada 25 Januari 2021.

Yang lebih menarik lagi, sosialisasi dilakukan tidak hanya melalui cara tatap muka dengan mentaati protokol kesehatan yang ada. Namun masyarakat juga diberikan fasilitas berupa grup chat whatsapp untuk memudahkan masyarakat apabila seiring berjalannya waktu terdapat pertanyaan yang ingin ditanyakan.

 “Kami harap setelah KKN berakhir, kami ingin Desa Tapen bisa lebih mandiri. Kami harap ilmu yang kami sampaikan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harap Ratna.

KKN yang dilaksanakan selama 27 hari dimulai 19 Januari hingga 13 Februari 2021 tersebut juga menjalankan beberapa program lain diantaranya Gerakan Makan Ikan (Gemarikan),  Sosialisasi Daging Asuh (Aman, Sehat, Utuh, Halal), Sharing Time, Mabar, Yuk! (Mari belajar mengaji, Yuk!), Tueduday (Tuesday Education Day), Belajar mengajar, Ngobber (Ngobrol bareng), dan UNAIR berbagi. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu