Peningkatan Kinerja Algoritma untuk Aplikasi Android Berbasis Peta

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Photo by Dan Chung on Unsplash

Masalah transportasi kemungkinan besar akan terjadi pada daerah-daerah yang padat penduduknya, terutama bagi orang-orang yang bepergian untuk aktivitas kesehariannya. Banyak orang yang pada akhirnya membutuhkan aplikasi navigasi yang dapat mereka gunakan melalui gawai yang mereka miliki, agar informasi pendukung aktivitas komuter sehari-hari mereka dapat terakses dengan mudah dan cepat. Umumnya, informasi yang mereka cari adalah bagaimana rute atau jalur alternatif yang dapat mereka lalui dengan nyaman dan cepat di tengah perjalanan lalu lintas yang padat. Namun, terkadang di tengah perjalanan komuter yang begitu lama, pengguna membutuhkan tempat yang nyaman untuk beristirahat misalnya rest area, pom bensin terdekat atau bahkan menemukan tempat menarik yang mungkin dapat mereka kunjungi seraya beristirahat. Oleh karena itu, untuk memberikan informasi perjalanan secara efektif dan efisien, penelitian mengenai algoritma yang tepat untuk mendukung pengembangan aplikasi berbasis peta, menjadi topik yang menarik untuk dibahas.

Aplikasi berbasis peta pada umumnya berguna untuk mencari informasi tentang suatu lokasi atau tempat tertentu yang kita tuju. Google Maps, salah satu aplikasi berbasis peta yang sudah sangat dikenal secara luas oleh masyarakat sebagai aplikasi yang memberikan informasi perjalanan atau navigasi tertentu ke suatu tempat. Cepatnya perkembangan teknologi dan padatnya kesibukan, membuat aplikasi yang bisa digunakan secara mobile menjadi suatu keharusan. Dengan Google Maps versi mobile, pengguna bisa mendapatkan informasi yang diinginkannya langsung dari perangkat seluler mereka. Google juga memiliki petunjuk arah antarmuka (direction interface) yang mendukung pengguna untuk dapat menemukan jalur navigasi antara dua lokasi yang ditentukan. Dalam mengenali suatu daerah di sekitar jalur tersebut, ada algoritma untuk mendukung fungsionalitas itu, yaitu RouteBoxer. Area sekitar yang sudah teridentifikasi selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh aplikasi untuk mengidentifikasi tempat-tempat terdekat.

Dalam menemukan area sekitar jalur, algoritma RouteBoxer menentukan kisi persegi panjang yang menutupi seluruh jalan dan menandai persegi panjang didekatnya dengan melakukan penelusuran jalur. Namun, secara komputasi, kinerja algoritma menjadi sangat lambat saat jalur berisi banyak titik jalur. Algoritma RouteBoxer menerima sekumpulan titik geolokasi untuk mewakili jalur dan jarak yang ditentukan oleh pengguna, jauh dari jalan setapak untuk mengidentifikasi area yang mengelilingi jalan setapak.

RouteBoxer library sebelumnya mengalami penurunan kinerja yang signifikan ketika diminta untuk menghitung area dari sebuah rute yang melebihi jarak tertentu. Hal ini dikarenakan oleh munculnya peningkatan jumlah titik yang mewakili jalur. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk memperbaiki kinerja pemrosesan algoritma RouteBoxer dengan mengurangi penambahan jumlah titik yang akan diproses oleh algoritma pada rute yang sama, namun dengan mengintegrasikan algoritma Douglas-Peucker Line Simplification.

Penelitian ini menggabungkan algoritma Douglas-Peucker Line Simplification untuk mengurangi jumlah poin yang diproses oleh algoritma RouteBoxer untuk meningkatkan kinerja pemrosesannya. Eksperimen menunjukkan proses penyederhanaan jalur dari algoritma ini dapat mengurangi hingga 99% titik jalur, meningkatkan kinerja kalkulasi RouteBoxer sebelumnya hingga 87,8 kali lebih cepat, dan mempertahankan presisi di atas 92,6%. Lebih lanjut mengenai artikel ini dapat dibaca pada artikel publikasi kami.

Penulis Artikel: Chandrawati Putri Wulandari

Publikasi:

Pinandito, A. and Wulandari, C.P., 2020, November. Integrating douglas-peucker line simplification into routeboxer algorithm on a map-based Android application. In Proceedings of the 5th International Conference on Sustainable Information Engineering and Technology (pp. 213-219). Link publikasi terkait artikel di atas:

https://dl.acm.org/doi/10.1145/3427423.3427446

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu