Tim KKN Desa Sumberkembar Bagikan 1600 Bibit Sayuran Kepada Masyarakat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kelompok 97 KKN BBM 63 UNAIR ketika melakukan program mari menanam. (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Dilatarbelakangi oleh mata pencaharian masyarakat Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto yang mayoritas sebagai petani, kelompok 97 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) periode ke-63 Universitas Airlangga (UNAIR) membuat program kerja bernama mari menanam.

“Latar belakang program mari menanam dibuat karena mayoritas warga bekerja sebagai petani. Selain itu, desa juga didukung dengan kondisi geografis yang memadai sehingga berbagai jenis sayuran bisa tumbuh dengan baik di wilayah ini,” jelas Dyah Aisyah R., selaku ketua kelompok.

Dyah, panggilan akrabnya, mengungkapkan jika program kerja tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya penanaman dan pemeliharaan suatu tanaman. Tidak hanya itu, lanjutnya, program mari menanam juga menjadi bentuk upaya ketahanan pangan karena masyarakat yang mendapat bibit sayuran dapat menikmati hasil dari bibit tersebut.

“Sebenarnya masyarakat sempat memiliki rencana untuk melaksanakan program ini (menanam, Red), tetapi karena suatu kendala akhirnya program ini belum segera terealisasi,” cerita mahasiswi angkatan 2017 itu.

Lebih lanjut, Dyah mengatakan dalam program mari menanam, kelompoknya memberikan 1600 bibit sayuran kepada masyarakat. Adapun bibit sayuran yang diberikan terdiri atas lima jenis yakni bibit terung, cabai merah, cabai kecil, tomat dan brokoli.

“Jadi, kami memberikan lima jenis bibit sayuran kepada masyarakat Desa Sumberkembar, diantaranya yaitu terung, cabai merah, cabai kecil, tomat dan brokoli,” ucapnya pada Jumat (05/02/21).

Program mari menanam, tambah Dyah, dilaksanakan selama dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan di balai desa pada tanggal 31 Januari 2021 dan tahap kedua bertempat di masing-masing rumah masyarakat pada tanggal 1 Februari 2021.

Beberapa program kerja yang juga dilaksanakan oleh kelompok 97 adalah senam, penyuluhan tentang Covid-19, membantu kegiatan di posyandu, dan lain-lain. Sebagai penutup, Dyah berharap masyarakat dapat merasakan dampak dari program kerja yang dilakukan oleh kelompok 97. Selain itu, dia juga berharap ke depannya masyarakat dapat meneruskan dan mengembangkan program yang telah dibuat oleh kelompoknya.

“Sebagai mahasiswa KKN kami hanya memberikan stimulus bagi warga. Ke depannya warga sendiri yang akan melaksanakan maupun meneruskan kegiatannya. Sehingga, kami berharap dapat membuat Desa Sumberkembar menjadi lebih baik daripada saat ini,” tandasnya. (*)

Penulis: Dita Aulia Rahma

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu