Profesor Nyoman Paparkan Riset Terkait Energi Terbarukan dalam Launching SRE UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana webinar Launching SRE pada Sabtu pagi (6/2/2021) ketika Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih sedang menjawab pertanyaan dari audiens webinar. (Foto: Dokumentasi Zoom)

UNAIRNEWS – Pada Sabtu pagi (6/2/2021), Society of Renewable Energy (SRE) UNAIR yang baru saja lahir di Bumi Airlangga mengadakan webinar dalam rangka Launching komunitasnya. Demi meningkatkan iklim akademik dan awareness terkait urgensi energi terbarukan di UNAIR, SRE UNAIR mengangkat tema “Catalyst for Sustainable Economic Growth in East Java”.

Berbagai narasumber diundang untuk meramaikan webinar ini, salah satunya adalah Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development UNAIR Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih. Sebagai pakar biochemistry, Prof. Nyoman diundang untuk membicarakan risetnya mengenai energi terbarukan. Fokus riset yang dipaparkan olehnya adalah terkait energi biomassa (biomass energy). Energi biomassa itu berasal dari material tanaman dan hewan, entah itu dari kotoran hewan, kedelai, dan bahkan tanaman yang sudah mati.

“Keunggulan dari energi biomassa ini adalah zero waste, tidak ada yang perlu dibuang. Ambil contoh saja jagung. Jagung bisa dikonsumsi oleh manusia sebagai bahan karbohidrat, sementara bonggol jagung dan kulitnya bisa kita manfaatkan sebagai energi biomassa,” ujarnya.

Disinilah hadir riset Prof. Nyoman yang berjudul “Diversity and Novelty of Biomass Acting Enzymes from Indonesian Hot Spring Bacteria”. Ia menjelaskan bahwa sumber-sumber biomassa itu tentunya perlu didegradasi dan diurai terlebih dahulu menjadi bioetanol agar menjadi sumber energi. Oleh karena itu, diperlukannya enzim-enzim tertentu untuk menjadi bio-katalis dalam penguraian sumber-sumber tersebut. Pengajar di Departemen Kimia itu menuturkan bahwa enzim-enzim tersebut dapat ditemukan dalam bakteri yang habitatnya berada di pemandian air panas di Indonesia.

“Penelitian yang sudah saya lakukan selama 19 tahun ini semakin membuktikan poin saya bahwa sifat dari energi terbarukan itu given dari alam. Enzim ini sangat diperlukan apabila biomassa yang didegradasikan adalah biomassa dari sampah, seperti limbah rumah tangga atau tanaman yang sudah mati. Enzim ini dapat mempercepat keluarnya monosakarida yang terkandung dalam biomassa tersebut. Apabila konsep energi terbarukan biomassa ini sudah dapat diproduksi secara massal, prinsip zero waste itu akan semakin terintegrasi dalam hidup kita,” terangnya.

Kegiatan Launching SRE UNAIR ini juga mengundang narasumber seperti Perwakilan dari Dinas ESDM Jawa Timur dan Pamela Simamora. Prisheila Putri Wardani selaku Presiden SRE UNAIR mengatakan bahwa organisasi ini menjadi tonggak dalam peningkatan kesadaran mahasiswa UNAIR terkait pentingnya pengembangan energi alternatif di tanah air.

Penulis: Pradnya Wicaksana

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu