Lima Ciri Start Up yang Menjanjikan untuk Dapat Investasi Menurut Pakar UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Start up kembali menjadi isu yang hangat diperbincangkan. Selain karena telah ditayangkannya drama korea yang berjudul serupa, dilansir dari Kontan.co.id, Aldi Adrian Hartanto, VP of Investment, MDI Ventures juga mengabarkan bahwa perusahaannya akan lebih agresif untuk mendanai start up di tahun 2021.

Dr. Achsania Hendratmi, SE., M.Si selaku Koordinator atau Ketua Bidang Inkubator Bisnis dan Teknologi, Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inovasi (BPBRIN) Universitas Airlangga menjelaskan bahwa start up itu sendiri merupakan sebuah organisasi yang berdedikasi untuk menciptakan sesuatu yang baru, di bawah kondisi ketidakpastian yang ekstrim. Ketidakpastian tersebut dapat berupa ide yang out of the box, pendanaan awal yang sulit, atau produk yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Start up dapat disebut juga sebagai perusahaan pemula atau rintisan.

Start up tidak hanya berbasis teknologi, dapat juga berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti produk kuliner, layanan salon, atau barbershop. Namun secara umum, saat ini start up identik berbasis inovasi dan teknologi atau disebut juga dengan start up berbasis teknologi. Teknologi yang dimaksud juga tidak hanya berupa teknologi informasi (IT) saja, namun juga dapat berupa machine learning, artificial intelegent, ataupun teknologi tepat guna.

“Jadi, perlu dibedakan mana start up yang berbasis inovasi teknologi dengan start up yang mengarah ke UMKM,” jelas dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR yang akrab disapa Achsania tersebut.

Seiring berjalannya waktu, start up perlu mendapatkan investasi untuk pengembangan perusahaan. Dalam meyakinkan investor untuk menaruh uang tentu tidaklah mudah. Karenanya, Achsania menjelaskan bahwa terdapat enam ciri start up yang baik dan menjanjikan untuk para investor menanamkan modal.

Layanan atau Produk

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah terkait dengan layanan atau produk yang ditawarkan oleh start up. Bagaimana layanan atau produk tersebut dapat bersaing di pasar lokal maupun regional.

“Dengan kata lain, produk start up telah mampu menembus pasar dengan baik, mampu menghartarkan value sesuai dengan target customer-nya,” lanjutnya.

Potensi Pengembangan Bisnis

Kemudian, terkait dengan potensi bisnis untuk berkembang dan menguasai pasar yang lebih besar. Selain melihat potensi bisnis, juga perlu dilihat respon pasar terharap produk atau layanan. Hal tersebut karena menurutnya, jika ide produk sangat bagus namun tidak mendapat respon pasar atau tidak mendapatkan hati pasar, maka akan sulit untuk berkembang.

Originalitas Bisnis

Menurut Achsania, originalitas bisnis adalah terkait dengan memberikan sesuatu yang baru untuk memecahkan masalah. Sesuatu yang baru tidak harus kemudian benar-benar baru. Dapat juga sesuatu yang sudah ada, namun bisa memberikan nilai yang lebih baik daripada pemain sebelumnya.

CEO Start Up

Chief of Officer (CEO) perusahaan start up memiliki peran yang penting dalam membuat start up tersebut baik dan menjanjikan. CEO start up harus seseorang yang visionaris sekaligus dapat membuat perencanaan. CEO bahkan harus memiliki banyak scenario contingency (scenario darurat, red) untuk menghadapi sesuatu yang bisa berubah setiap saat.

“Selain itu, struktur pengelolaan manajemen bisnis dan strategi di dalam start up juga perlu untuk diperhatikan,” lanjutnya.

Founders dan Anggota Start Up

Pendiri dan anggota start up seringkali menjadi poin terpenting bagi investor atau venture capital untuk menilai sebuah start up tersebut potensial atau tidak. Hal yang paling penting adalah terkait dengan komptensi, pengalaman, serta cara kerja tim.

“Kemampuan tim untuk agile (tangkas, red) dan terus belajar menjadi hal yang penting,” pungkasnya. (*)

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu