Departemen EBIOP Miliki Ragam Keunggulan Bidang Pendidikan Hingga Pengabdian Masyarakat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto: istimewa

UNAIR NEWS – Dr. Fariani Syahrul, SKM., M.Kes., merupakan dosen yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Departemen Epidemiologi, Biostatistika, Kependudukan dan Promosi Kesehatan (EBIOP) di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR). Fariani, panggilan akrabnya, mengatakan jika departemen tersebut merupakan gabungan dari tiga departemen di FKM yakni Departemen Epidemiologi, Departemen Biostatistika dan Kependudukan serta Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.

Departemen EBIOP itu sendiri membawahi satu Program Studi (prodi) Magister Epidemiologi yang telah terakreditasi A dari LAM-PTKes. Prodi tersebut memiliki tiga minat studi yakni minat epidemiologi, minat manajemen surveilans epidemiologi dan informasi kesehatan (MSEIK) serta minat epidemiologi lapangan (FETP).

Lebih lanjut, Fariani mengungkapkan bahwa departemen tersebut memiliki beberapa keunggulan baik dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat. Dalam bidang pendidikan, Departemen EBIOP membawahi tiga laboratorium yaitu laboratorium epidemiologi, laboratorium komputer dan laboratorium AVA (audio visual aid).

“Sama seperti departemen lain di UNAIR, Departemen EBIOP juga memiliki program staf inbound, staf outbound dan ajunct professor guna memperkaya keilmuan bidang kesehatan masyarakat,” tambah Fariani pada Selasa (26/01/21).

Keunggulan lain dalam bidang penelitian, lanjut Fariani, departemen memiliki jejaring kemitraan baik tingkat nasional maupun internasional seperti dengan Griffith University, UNICEF, Kementerian Kesehatan dan lain-lain. Departemen juga memiliki tiga jurnal bernama Jurnal Berkala Epidemiologi (JBE), Jurnal Promkes, serta Jurnal Biometrika dan Kependudukan (JBK).

“Dalam bidang pengabdian masyarakat, departemen juga aktif dalam current issue kesehatan masyarakat, bentuk kegiatannya seperti pengembangan sistem surveilans, sistem informasi kesehatan, pendampingan pembentukan kawasan tanpa rokok di beberapa kabupaten atau kota serta memiliki kelurahan dampingan tangguh Covid-19 yakni Kelurahan Tambaksari dan Pacar Keling,” ceritanya.

Adapun beberapa program tahunan yang dilaksanakan oleh departemen, sambung Fariani, diantaranya adalah join research, join publication, pengabdian masyarakat dan konferensi ilmiah. Kegiatan lain yang juga rutin dilaksanakan yakni para dosen yang menjadi narasumber diberbagai media. Tidak hanya itu, setiap tahun departemen selalu memiliki mahasiswa internasional misalnya dari Sudan, Uganda dan Timor Leste.

“Beberapa lulusan S2 Epidemiologi itu ada Geoffrey yang berasal dari Uganda dan saat ini bekerja di project HIV dengan dana WHO di negaranya. Ada pula Arina yang pernah menjadi technical officer kegiatan imunisasi MR (Measles and Rubela, Red) di wilayah Sumatera Utara,” jelasnya.

Pada akhir, Fariani mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi yang cepat menjadi tantangan bagi departemen karena staf dan kurikulum tentu harus beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Selain itu, perlu adanya pengembangan keilmuan promosi kesehatan karena ke depan media informasi akan berkembang pesat.

“Tantangan lain bagi departemen yaitu peningkatan penelitian Biomolekuler epidemiologi dengan pengembangan laboratorium epidemiologi,” tutupnya. (*)

Penulis: Dita Aulia Rahma

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu